Bab 7 : Jika Dia Bukan Pengantin Prianya, Lalu siapa?

Liora bergerak secara diam-diam, mencoba mengintip dua pasang kekasih yang sedang bercengkerama dalam dekapan mesra di balik hotel. Lokasi yang mereka pilih cukup tersembunyi, menjaga mereka dari pandangan orang-orang yang tak sengaja melintas. Rasa ingin tahu Liora muncul, lantas ia berjalan mendekat secara perlahan, berharap dapat menguping pembicaraan kedua pasangan tersebut.

Mengamati dengan seksama, Liora terlihat mengerutkan dahi, "Kenapa mereka berpelukan seperti itu? Bukannya mereka seharusnya bersiap menikah?" bisiknya dalam hati.

Lalu ia menyadari sesuatu, "Eh, tunggu! Si pria tidak mengenakan baju pengantin. Apa... mungkin dia bukan pengantin pria yang sebenarnya?" ungkap Liora keheranan dan mulai menaruh curiga.

"Jika bukan dia pengantin prianya, lalu siapa?" monolognya.

"Kenapa kamu tega banget, Sayang? Harusnya aku yang jadi mempelai pria-nya? Kenapa harus orang lain?" ucap si pria mewek.

"Maafkan aku, Mas. Aku dipaksa papa menikah dengan pria pilihannya. Aku nggak kuasa menolak!" jawab pengantin wanita.

"Tapi, sayang....! Kita sudah saling mengikat janji, kita akan menikah!"

"Iya . Aku tahu. Tapi aku tidak kuasa menolak keinginan kedua orang tuaku. Mereka mengancam aku, Mas. Jika aku nggak menikah dengan pilihan mereka, maka aku dicoret dari daftar kartu pkh. Eh, maksudnya kartu keluarga. Aku takut, Mas. Aku takut nggak di akui keluarga. Kamu tahu, aku masih membutuhkan mereka. Selama ini, papa dan mama yang memenuhi semua kebutuhanku. Kalau aku menolak keinginan mereka, aku takut mereka mencabut semua fasilitas yang mereka berikan untukku. Uang saku, mobil, hape, dan semuanya. Aku takut diambil!"

"Aku bisa memberikannya. Aku akan bekerja keras untuk memenuhi semua kebutuhan kamu! Bila perlu siang malam, aku akan bekerja. Asal kamu mau ya meninggalkan pria itu. Kita kawin lari saja!"

"Jangan bodoh kamu, Mas! Seberusaha apapun kamu kamu bekerja mencari uang, kamu tidak akan pernah bisa memenuhi kebutuhan ku yang sangat banyak. Aku juga nggak bisa hidup miskin atau sederhana. Aku nggak bisa! Kamu saja setiap harinya hanya bisa makan nasi dan tempe. Aku nggak mau makan nasi dan tempe!"

"Aku bisa belikan kamu telor, Sayang. Aku janji!"

"Alah, cuma telor. Lama-lama seluruh tubuh aku bisulan gara-gara setiap hari makan telor!"

"Memang, kamu sudah nggak cinta aku, Sayang?"

"Tentu saja aku sangat mencintaimu, Mas! Kita selalu menghabiskan waktu bersama. Bahkan kita juga sudah berbuat lebih jauh yang menentang syariat agama. Itu sudah membuktikan betapa besar cintaku padamu. Tapi tetap saja, aku tidak bisa bersama Kamu. Aku nggak mau hidup miskin. Yang tidur di rumah kontrakan, kasur keras, bantal apek bau jigong kamu, aku juga nggak bisa setiap hari hanya makan tempe dan tahu, bisa-bisa ee aku keras . Emmmm, Kecuali kalau kamu seorang yang kaya raya. Mungkin aku akan lebih memilihmu!"

"Apakah kebersamaan kita selama ini sangat tidak berarti bagimu, Sayang? Bahkan hubungan kita sangat intim loh. Kita sering na ni nu ne no. Masa kamu tidak merasakan ketulusan ku!" pria itu nampak frustasi.

"Aku janji akan berkerja mencari uang yang banyak untuk membahagiakanmu. Jadi, aku mohon, batalkan pernikahan ini!"

"Tetep nggak bisa. Sekarang sebaiknya kamu pergi saja. Lima menit lagi, acaranya akan dimulai. Aku harus masuk ke dalam!"

"Sayang.... Tunggu!"

"Please. Pergilah jika emang kamu mencintaiku maka pergilah. Setelah acara selesai, aku akan menemuimu lagi!"

"Tapi, Sarah.....!"

"Pergi...!"

******

Liora bersembunyi di semak-semak dengan tangan tergantung di samping tubuh, matanya membelalak lebar, mulut pun menganga tak percaya. Baru saja, dia mendengarkan percakapan pengantin wanita dengan pacarnya itu. Pikirannya tak dapat menerima bahwa ada wanita setidak tahu malu dan seegois itu, meninggalkan kekasihnya hanya karena takut makan tempe dan tahu.

"Bagaimana bisa dia melakukan hal seperti itu?" desis Liora kesal sendiri.

Beberapa menit kemudian, senyum jahil Liora muncul di wajahnya. Dia baru saja berhasil merekam dan memvideo percakapan keduanya. Tangannya gemetar kegirangan, perasaan bangga menyelimuti hatinya karena berhasil mengabadikan momen langka dalam sejarah percintaan yang dianggap tidak bermoral itu. Pikiran Liora melayang pada lucunya kisah cinta pasangan tersebut.

Sejatinya, niat Liora hanyalah mendokumentasikan rekaman itu saja. Namun, begitu mengetahui identitas mempelai prianya, rasa syok dan terkejut menyergap Liora..

"Pak Agam!" pekik gadis itu, "Kok bisa?" matanya tak berkedip melihat Agam sudah duduk dimeja ijab, di depan pak penghulu dengan muka datar seperti biasa.

"Dari mana saja sih, Dek. Dari tadi papa dan mama mencari kamu?" tanya Satya pada adik semata wayangnya.

"Dia pengantin prianya, Bang?" tanya Liora dengan wajah yang masih terkejut.

"Iyalah dia. Memang siapa lagi? Lah wong yang duduk di depan pak penghulu dia ...!" sahut si Abang. Membuat Sarah, istri Satya, terkekeh.

"Duduk, Dek!" ucap Sarah pada adik iparnya.

Liora mendudukkan bokongnya di kursi, namun mimik wajahnya tidak berubah. Masih dengan memasang wajah syok, tidak percaya kalau yang menikah ternyata guru agamanya di sekolah.

Mengingat sebuah rahasia besar tadi, tiba-tiba Liora merasa kasihan pada sosok Agam. Meskipun Liora tidak suka dengan guru agama itu, tetap saja dia adalah guru agamanya di sekolah. Ada perasaan tidak rela, kalau guru agamanya menikah dengan seorang wanita yang tidak bermoral dan bermartabat seperti wanita tadi. Tapi dia bingung harus melakukan apa.

Gadis itu menggigit bibir bawahnya sendiri. Otaknya terus bekerja, memikirkan bagaimana cara mengatakan pada Pak Agam soal wanita itu.

"Ma-na papa dan mama?" tanya Liora pada abangnya.

"Di sana. Ikut duduk sama keluarga Pak Yai. Tadi disuruh pak kyai pindah ke sana!" jawab Satya, "Kenapa?"

"Nggak apa-apa!" Liora hanya nyengir kuda.

Duh, gimana caranya gue kasih tau Pak Agam?

Kasian kalau dia nikahin cewek modelan begitu!

Meskipun gue nggak suka sama Pak Agam, tapi dia kan guru disekolah, guru disekolah gue lagi .

Gimana ya?!? Saking stress-nya mikirin masalah Pak Agam, Liora mengacak rambutnya sendiri.

Tak berapa lama, mempelai perempuan datang. Wanita itu didampingi dua Bridesmaids berjalan diatas karpet merah menuju meja ijab dengan sangat anggun dan tersenyum sangat lebar. Liora berdecak muak melihat kepalsuan pengantin perempuan.

"Bang, Mana yang namanya Kyai Ahmad?" tanya Liora tiba-tiba.

"Kenapa kamu nanyain kyai Ahmad? Kamu mau minta di ruqyah?"

"Ih, sembarangan banget Abang kalau ngomong. Emang gue kesurupan apa?" sewot gadis manis itu.

"Hahahaha. Yeay, kirain kamu kesurupan. Kamu kan emang sering kesurupan, Dek!" ujarnya terkikik geli.

"Ish, Ayo kasih tahu. Yang mana yang namanya Kyai Ahmad?" jengkel Liora.

"Mau ngapain?"

"Cepetan Abang. Urgent nih....!"

Satya celingukan mencari pria sepuh yang merupakan Kyai Ahmad.

"Ah, yang duduk di sebelah papa!" tunjuk Satya pada seorang pria sepuh yang memang duduk di sebelah papanya. Mereka duduk di barisan paling depan.

"Ah, Thanks!" Liora lekas pergi, berjalan cepat menuju pria sepuh itu.

"Woii, mau kemana?" Satya merasa ada keanehan pada diri adiknya. Sayangnya Satya sudah terlambat untuk mencegah sang adik berbuat konyol di pesta orang.

"Duh, gimana ini?"

"Ada apa sih, Mas?" tanya sang istri merasa heran dengan tingkah laku suaminya.

"Itu si Liora kayaknya mau berbuat konyol deh. Dari tadi tuh sikapnya aneh....!"

"Aneh gimana?"

"Nggak tau ah, Mas bingung mau cerita. Tapi yang penting sikapnya aneh...!"

Bersambung....

Komen ya....😂

Terpopuler

Comments

Sugiharti Rusli

Sugiharti Rusli

gimana sih pak Yai hampir kecolongan nih dapat mantu ga bermoral

2024-12-30

0

Aditya HP/bunda lia

Aditya HP/bunda lia

Yesss ... huru hara akan segera terjadi 😜

2024-12-16

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 : Liora Konyol
2 Bab 2 : Dihukum
3 Bab 3 : Tawuran
4 Bab 4 : Ngemol
5 Bab 5 : Baju Mirip Gelandangan
6 Bab 6 : Kondangan
7 Bab 7 : Jika Dia Bukan Pengantin Prianya, Lalu siapa?
8 Bab 8 : Kacau Balau
9 Bab 9 : Dipanggil Yai
10 Bab 10 : Kamu Harus Bertanggungjawab
11 Bab 11 : Sah
12 Bab 12 : Hotel
13 Bab 13 : Kita Suami Istri
14 Bab 14 : Suami Mesum
15 Bab 15 : Berkemas
16 Bab 16 : Senyum Itu Ibadah
17 Bab 17 : Apa-apaan Dia
18 Bab 18 : Mereka Bukan Mahram
19 Bab 19 : Skorsing
20 Bab 20 : Mulai Belajar Ngaji
21 Bab 21 : Back To School
22 Bab 22 : Bukannya Itu Liora dan Pak Agam????
23 Bab 23 : Jangan Sebarin Berita Bohong!!!!
24 Bab 24 : Jadi Beneran Lo Dah Married????
25 Bab 25 : Wanita Jadi-jadian
26 Bab 26 : Gue Kejar Lo Sampai Dapet
27 Bab 27 : Cewek Tadi Siapa?
28 Bab 28 : Suami
29 Bab 29 : Jatuh Cinta
30 Bab 30 : Mirip Pentungan Pak Satpam
31 Bab 31 : Kamu Cemburu?!?
32 Bab 32 : Itu Namanya Jatuh Cinta, Dodol?
33 Bab 33 : Kutukan Kamu Kayaknya Bener???
34 Bab 34 : Sakit
35 Bab 35 : Mantan Emang Harus Dihempaskan
36 Bab 36 : Kissing
37 Bab 37 : Terbawa Suasana
38 Bab 38 : Lingerie-nya Mana?
39 Bab 39 : Naila Syok
40 Bab 40 : Dikira Alergi Seafood
41 Bab 41 : Akhirnya.....
42 Bab 42 : Tanda Merah Di Leher
43 Bab 43 : Bu Naila Mencari Gara-gara
44 Bab 44 : Keluhan Liora
45 Bab 45 : Begal
46 Bab 46 : Begal 2
47 Bab 47 : Kedatangan Papa dan Mama
48 Bab 48 : Penguntit
49 Bab 49 : Tito Patah Hati
50 Bab 50 : Tito Mogok Makan
51 Bab 51 : Suasana Di Kantin Sekolah
52 Bab 52 : Sidang
53 Bab 53 : Kami Sudah Menikah?
54 Bab 54 : Dikeluarkan Dari Sekolah
55 Bab 55 : Penyesalan Papa dan Mama
56 Bab 56 : Perjalanan Ke Cirebon
57 Bab 57 : Pondokan Mbah Yai
58 Bab 58 : Cosplay Jadi Monyet
59 Bab 59 : Dengerin Ceramah
60 Bab 60 : Pengen Mondok
61 Bab 61 : Aku Ingin Memantaskan Diri
62 Bab 62 : Mirip Balonnya Gio
63 Bab 63 : Curhatan Tito
64 Bab 64 : Rumah Sakit
65 Bab 65 : Darul Ilmi
66 Bab 66 : Diterima Jadi Santriwati
67 Bab 67 : Seminggu Berlalu
68 Bab 68
69 Bab 69 : Kangen-kangenan
70 Bab 70 : Lingerie Merah
71 Bab 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74 : Abang Kamu Kah?????
75 Bab 75 : Lah, Wong Sudah Sah Kok????
76 Bab 76 : Kedatangan Agam
77 Bab 77 : Ngidam
78 Bab 78
79 Bab 79
Episodes

Updated 79 Episodes

1
Bab 1 : Liora Konyol
2
Bab 2 : Dihukum
3
Bab 3 : Tawuran
4
Bab 4 : Ngemol
5
Bab 5 : Baju Mirip Gelandangan
6
Bab 6 : Kondangan
7
Bab 7 : Jika Dia Bukan Pengantin Prianya, Lalu siapa?
8
Bab 8 : Kacau Balau
9
Bab 9 : Dipanggil Yai
10
Bab 10 : Kamu Harus Bertanggungjawab
11
Bab 11 : Sah
12
Bab 12 : Hotel
13
Bab 13 : Kita Suami Istri
14
Bab 14 : Suami Mesum
15
Bab 15 : Berkemas
16
Bab 16 : Senyum Itu Ibadah
17
Bab 17 : Apa-apaan Dia
18
Bab 18 : Mereka Bukan Mahram
19
Bab 19 : Skorsing
20
Bab 20 : Mulai Belajar Ngaji
21
Bab 21 : Back To School
22
Bab 22 : Bukannya Itu Liora dan Pak Agam????
23
Bab 23 : Jangan Sebarin Berita Bohong!!!!
24
Bab 24 : Jadi Beneran Lo Dah Married????
25
Bab 25 : Wanita Jadi-jadian
26
Bab 26 : Gue Kejar Lo Sampai Dapet
27
Bab 27 : Cewek Tadi Siapa?
28
Bab 28 : Suami
29
Bab 29 : Jatuh Cinta
30
Bab 30 : Mirip Pentungan Pak Satpam
31
Bab 31 : Kamu Cemburu?!?
32
Bab 32 : Itu Namanya Jatuh Cinta, Dodol?
33
Bab 33 : Kutukan Kamu Kayaknya Bener???
34
Bab 34 : Sakit
35
Bab 35 : Mantan Emang Harus Dihempaskan
36
Bab 36 : Kissing
37
Bab 37 : Terbawa Suasana
38
Bab 38 : Lingerie-nya Mana?
39
Bab 39 : Naila Syok
40
Bab 40 : Dikira Alergi Seafood
41
Bab 41 : Akhirnya.....
42
Bab 42 : Tanda Merah Di Leher
43
Bab 43 : Bu Naila Mencari Gara-gara
44
Bab 44 : Keluhan Liora
45
Bab 45 : Begal
46
Bab 46 : Begal 2
47
Bab 47 : Kedatangan Papa dan Mama
48
Bab 48 : Penguntit
49
Bab 49 : Tito Patah Hati
50
Bab 50 : Tito Mogok Makan
51
Bab 51 : Suasana Di Kantin Sekolah
52
Bab 52 : Sidang
53
Bab 53 : Kami Sudah Menikah?
54
Bab 54 : Dikeluarkan Dari Sekolah
55
Bab 55 : Penyesalan Papa dan Mama
56
Bab 56 : Perjalanan Ke Cirebon
57
Bab 57 : Pondokan Mbah Yai
58
Bab 58 : Cosplay Jadi Monyet
59
Bab 59 : Dengerin Ceramah
60
Bab 60 : Pengen Mondok
61
Bab 61 : Aku Ingin Memantaskan Diri
62
Bab 62 : Mirip Balonnya Gio
63
Bab 63 : Curhatan Tito
64
Bab 64 : Rumah Sakit
65
Bab 65 : Darul Ilmi
66
Bab 66 : Diterima Jadi Santriwati
67
Bab 67 : Seminggu Berlalu
68
Bab 68
69
Bab 69 : Kangen-kangenan
70
Bab 70 : Lingerie Merah
71
Bab 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74 : Abang Kamu Kah?????
75
Bab 75 : Lah, Wong Sudah Sah Kok????
76
Bab 76 : Kedatangan Agam
77
Bab 77 : Ngidam
78
Bab 78
79
Bab 79

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!