Bab 18 : Mereka Bukan Mahram

Jam istirahat baru saja berbunyi. Semua anak-anak mulai keluar untuk beristirahat. Tak terkecuali tiga sahabat itu. Mereka juga hendak pergi ke kantin untuk mengisi perut mereka yang keroncongan.

Baru saja mereka akan melangkahkan kakinya menuju kantin, tiba-tiba ponsel Liora berdering nyaring. Sebuah notifikasi pesan masuk ke pesan WhatsApp-nya.

Dahi Liora menukik tajam saat melihat nomor tak dikenal masuk ke linimasi pesannya. Liora yang penasaran, ia pun langsung membuka pesan tersebut.

Assalamualaikum

Aa tunggu kamu dicafe seberang sekolah.

SEKARANG

Walaikumsalam

Jelas pesan itu dari suaminya. Yang memerintahkan dirinya untuk segera ke cafe seberang.

Jujur, mendadak perasaan Liora tidak enak.

"Hey, guys! Ehm, sorry. Kayaknya hari ini gue nggak ke kantin. Tiba-tiba perut gue mules pengen 'ee!" ujarnya meringis sambil memegangi perut.

"Ih, Lo tuh ada-ada aja. Kemarin bisul. Sekarang picirit. Ish, Ish, bener-bener dah....!" cicit Dora geleng-geleng kepala.

"Ho'oh!" timpal Sinta.

"Yeay. Emang gue yang mau. Gue juga nggak tau kalau mau sakit perut....!" saut Liora.

"Ya udah sana. Kita ke kantin duluan ya!" kata mereka berdua.

"Ho'oh. Kalau perut gue dah nggak sakit, gue nyesul!"

"Oke deh." Jawab mereka serempak.

"Ya udah, gue ke toilet dulu. Takut cepirit dicelana,"

"Ih, Jijik, Liora!!!!"

Begitu kedua sohibnya tak terlihat lagi, Liora pun melesat cepat menuju cafe seberang jalan. Sebenarnya ada perasaan khawatir dibenak Liora. Ia takut kepergok teman atau siswa lain kalau ia sedang berdua di cafe dengan Agam, suaminya.

Pasti mereka semua akan berpikir macam-macam tentang dirinya. Itulah yang ada di pikiran Liora saat itu.

Namun ternyata Agam memilih ruangan yang agak privat di cafe tersebut. Hingga orang lain tidak akan tahu kalau mereka sedang makan siang berdua di tempat tersebut.

Begitu pelayan menunjukkan tempatnya, Liora pun bergegas masuk ke ruangan itu.

Agam sudah duduk manis di salah satu kursi di sana. Ia juga sudah memesan makanan. Terlihat banyak menu yang tersaji di sana.

"Duduk!" titahnya.

"Hem!" dengan patuh Liora hendak duduk di salah satu kursi. Namun suaminya langsung menggeser sebuah kursi tepat di sampingnya.

"Duduk di sini!" perintahnya.

Liora berdecak kesal. Sebenarnya dia paling tidak suka kalau disuruh-suruh.

Tapi mengingat ancaman Agam tentang malam pertama, membuat bulu kuduknya langsung berdiri. Liora akui, nyalinya tiba-tiba langsung menciut.

Hehehehe. Ternyata preman sekolah punya rasa takut juga!!!!

"Kenapa Aa ngajak makan siang bareng? Aa nggak takut kalau guru atau siswa-siswi Aa lihat kita?" tanya Liora merasa khawatir kalau sampai kepergok.

"Kalau Aa sih nggak takut. Entah dengan kamu....!" jawabnya lempeng. Mendengar itu Liora langsung berdecak dalam hati.

"Iyalah takut. Apalagi kalau temen-temen tahu.....!"

"Punya rasa takut juga?" tanyanya songong.

"Ck." decak gadis itu, "Lagian semua ini gara-gara Aa. Coba waktu itu Aa nolak pernikahan itu, semua ini nggak akan terjadi. Aku nggak kayak pencuri, setiap mau keluar harus endap-endap dulu!" keluh gadis itu bersungut-sungut.

"Kamu sadar dengan apa yang kamu katakan? Kamu juga turut andil...!" tentu saja Agam tidak mau disalahkan.

"Ish, aku udah nylametin Aa loh....! Bukannya terimakasih....!" sungutnya.

"Udah, udah. Sekarang makan. Nggak baik ribut di saat kita mau makan!" tegur Agam tanpa merasa bersalah.

Liora melirik ke arah meja makan. Semua menu yang dipesan suaminya adalah makanan kesukaannya.

Liora yang lapar pun tidak berpikir panjang untuk menyantap makanan yang sudah dipesan suaminya itu. Makanan itu terasa sangat nikmat dan lezat. Lebih dari cukup untuk mengganjal perutnya.

Ada untungnya juga punya suami. Ada yang merhatiin. Hihihi. Gumam Liora dalam hati.

"Sudah selesai!" ucap Liora hendak beranjak dari tempat duduknya.

"Mau kemana?"

"Mau balik ke sekolah," jawab gadis itu tersenyum kecil.

"Masih ada waktu sepuluh menit. Aa belum selesai!" tegas pria itu.

"Ada yang mau Aa bicarakan lagi?"

"Tentu!"

"Ohhhhh. Ya udah, ngomong aja,"

"Dengar Liora? Kamu itu sekarang istri saya. Bisa tidak kalau kamu lebih bisa menjaga diri dan kelakuan kamu?"

Liora pun mengernyit heran. "Memang ada apa denganku?"

"Kamu masih tanya ada apa?" ucapannya tenang, tapi tatapan Agam sangat tajam.

"Apa pantas wanita yang sudah menikah begitu akrab dengan laki-laki lain? Ketawa-ketiwi tidak tau malu didepan umum?"

"Maksud Aa?!?"

"To the points aja! Kita bicara sebagai suami istri. Aa nggak suka kamu terlalu dekat dengan teman-teman cowok kamu. Dilihat pun tidak pantas Liora....!" tegur Agam tanpa basa-basi. Agam itu memang lebih suka yang blak-blakan. Tidak suka akan bilang tidak suka.

"Maksudnya.....?!?" pikiran Liora tertuju pada Tito, "Apa maksud Aa, Tito?!?" ucap Liora sambil menelan ludahnya sendiri.

"Bukan cuma Tito. Tapi siapapun prianya. Lebih baik kamu tidak terlalu dekat dengan mereka. Ingat mereka itu bukan mahram kamu!"

"Hah?" mulut Liora ternganga lucu.

*****

Pelajaran sekolah akhirnya selesai. Liora dan kedua sahabatnya keluar dari kelas. Lalu gadis itu melihat Tito dan teman-temannya berlarian di koridor kelas.

Liora yang penasaran pun langsung menghadang sahabatnya itu.

"Mau kemana?" tanyanya.

"Anak Pancasila nantangin maen basket," jawab pria itu.

"Lo mau liat?" tanya Tito.

"Ehm....!" Liora nampak berpikir.

"Ih, kelamaan. Ya udah gue ke sana dulu, udah ditunggu anak-anak,"

"Lo mau liat, Li?" tanya Dora setelah Tito berlalu dari hadapan mereka.

"Pengen sih....? Tapi.....!"

"Yuk ah, Liat.....! Gue penasaran," kata Dora.

"Gue juga, Guys! Yuk liat!"

"Eh.....!"

Tangan Liora ditarik kuat oleh Dora dan Sinta, membuat gadis itu tidak punya pilihan lain selain ikut.

Pertandingan basket hendak dimulai. Nampak lapangan rame dikelilingi anak-anak sekolah Liora. Dan sebagian kecil dari SMA Pancasila sendiri. Suara riuh sorakan dan tepuk tangan terdengar menggema.

Awalnya pertandingan berjalan mulus dan lancar tidak ada perdebatan. Namun di menit-menit terakhir mereka nampak ribut saat salah satu pemain tanpa sengaja menyenggol lengan pemain lawan hingga jatuh ke lantai. Keributan mulai terdengar. Teriakan disertai makian mulai menjadi. Hingga akhirnya perkelahiannpun tak terelakkan lagi.

Ternyata bukan diarena permainan saja terjadi keriuhan pertengkaran. Ditempat penonton pun tidak tinggal diam. Mereka hendak turun untuk membantu kawan-kawan mereka yang tengah bertengkar, namun dari pihak sekolah Liora mencegah mereka. Akhirnya dari kursi penonton pun terjadi pertengkaran hebat, entah apa yang menjadi pemicunya.

Yang laki-laki saling pukul, tinju, tendang dan menjatuhkan. Sementara yang perempuan saling jambak, tarik, dorong, dan cakar-cakaran, disertai umpatan-umpatan kasar. Satu kebon binatang ikut disebut-sebut.

Dua satpam sekolah datang untuk memisahkan mereka semua. Bukannya terpisah, dua satpam itu malah bonyok kena tinju. Alhasil, perkelahiannpun terus berlanjut tidak ada yang mau mengalah dan disalahkan.

Priiiiiiiittttttt...... Priiiiiiiittttttt

"BERHENTI!"

Bersambung.....

Terpopuler

Comments

☠☀💦Adnda🌽💫

☠☀💦Adnda🌽💫

ada yg mulai cembokur .....harus lah y p guru jaga istri kecilnya yg bar "🤭🤦

2024-12-17

0

Sugiharti Rusli

Sugiharti Rusli

hayo siapa tuh yang nyemprit mereka yah😆😆😆

2024-12-31

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 : Liora Konyol
2 Bab 2 : Dihukum
3 Bab 3 : Tawuran
4 Bab 4 : Ngemol
5 Bab 5 : Baju Mirip Gelandangan
6 Bab 6 : Kondangan
7 Bab 7 : Jika Dia Bukan Pengantin Prianya, Lalu siapa?
8 Bab 8 : Kacau Balau
9 Bab 9 : Dipanggil Yai
10 Bab 10 : Kamu Harus Bertanggungjawab
11 Bab 11 : Sah
12 Bab 12 : Hotel
13 Bab 13 : Kita Suami Istri
14 Bab 14 : Suami Mesum
15 Bab 15 : Berkemas
16 Bab 16 : Senyum Itu Ibadah
17 Bab 17 : Apa-apaan Dia
18 Bab 18 : Mereka Bukan Mahram
19 Bab 19 : Skorsing
20 Bab 20 : Mulai Belajar Ngaji
21 Bab 21 : Back To School
22 Bab 22 : Bukannya Itu Liora dan Pak Agam????
23 Bab 23 : Jangan Sebarin Berita Bohong!!!!
24 Bab 24 : Jadi Beneran Lo Dah Married????
25 Bab 25 : Wanita Jadi-jadian
26 Bab 26 : Gue Kejar Lo Sampai Dapet
27 Bab 27 : Cewek Tadi Siapa?
28 Bab 28 : Suami
29 Bab 29 : Jatuh Cinta
30 Bab 30 : Mirip Pentungan Pak Satpam
31 Bab 31 : Kamu Cemburu?!?
32 Bab 32 : Itu Namanya Jatuh Cinta, Dodol?
33 Bab 33 : Kutukan Kamu Kayaknya Bener???
34 Bab 34 : Sakit
35 Bab 35 : Mantan Emang Harus Dihempaskan
36 Bab 36 : Kissing
37 Bab 37 : Terbawa Suasana
38 Bab 38 : Lingerie-nya Mana?
39 Bab 39 : Naila Syok
40 Bab 40 : Dikira Alergi Seafood
41 Bab 41 : Akhirnya.....
42 Bab 42 : Tanda Merah Di Leher
43 Bab 43 : Bu Naila Mencari Gara-gara
44 Bab 44 : Keluhan Liora
45 Bab 45 : Begal
46 Bab 46 : Begal 2
47 Bab 47 : Kedatangan Papa dan Mama
48 Bab 48 : Penguntit
49 Bab 49 : Tito Patah Hati
50 Bab 50 : Tito Mogok Makan
51 Bab 51 : Suasana Di Kantin Sekolah
52 Bab 52 : Sidang
53 Bab 53 : Kami Sudah Menikah?
54 Bab 54 : Dikeluarkan Dari Sekolah
55 Bab 55 : Penyesalan Papa dan Mama
56 Bab 56 : Perjalanan Ke Cirebon
57 Bab 57 : Pondokan Mbah Yai
58 Bab 58 : Cosplay Jadi Monyet
59 Bab 59 : Dengerin Ceramah
60 Bab 60 : Pengen Mondok
61 Bab 61 : Aku Ingin Memantaskan Diri
62 Bab 62 : Mirip Balonnya Gio
63 Bab 63 : Curhatan Tito
64 Bab 64 : Rumah Sakit
65 Bab 65 : Darul Ilmi
66 Bab 66 : Diterima Jadi Santriwati
67 Bab 67 : Seminggu Berlalu
68 Bab 68
69 Bab 69 : Kangen-kangenan
70 Bab 70 : Lingerie Merah
71 Bab 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74 : Abang Kamu Kah?????
75 Bab 75 : Lah, Wong Sudah Sah Kok????
76 Bab 76 : Kedatangan Agam
77 Bab 77 : Ngidam
78 Bab 78
79 Bab 79
Episodes

Updated 79 Episodes

1
Bab 1 : Liora Konyol
2
Bab 2 : Dihukum
3
Bab 3 : Tawuran
4
Bab 4 : Ngemol
5
Bab 5 : Baju Mirip Gelandangan
6
Bab 6 : Kondangan
7
Bab 7 : Jika Dia Bukan Pengantin Prianya, Lalu siapa?
8
Bab 8 : Kacau Balau
9
Bab 9 : Dipanggil Yai
10
Bab 10 : Kamu Harus Bertanggungjawab
11
Bab 11 : Sah
12
Bab 12 : Hotel
13
Bab 13 : Kita Suami Istri
14
Bab 14 : Suami Mesum
15
Bab 15 : Berkemas
16
Bab 16 : Senyum Itu Ibadah
17
Bab 17 : Apa-apaan Dia
18
Bab 18 : Mereka Bukan Mahram
19
Bab 19 : Skorsing
20
Bab 20 : Mulai Belajar Ngaji
21
Bab 21 : Back To School
22
Bab 22 : Bukannya Itu Liora dan Pak Agam????
23
Bab 23 : Jangan Sebarin Berita Bohong!!!!
24
Bab 24 : Jadi Beneran Lo Dah Married????
25
Bab 25 : Wanita Jadi-jadian
26
Bab 26 : Gue Kejar Lo Sampai Dapet
27
Bab 27 : Cewek Tadi Siapa?
28
Bab 28 : Suami
29
Bab 29 : Jatuh Cinta
30
Bab 30 : Mirip Pentungan Pak Satpam
31
Bab 31 : Kamu Cemburu?!?
32
Bab 32 : Itu Namanya Jatuh Cinta, Dodol?
33
Bab 33 : Kutukan Kamu Kayaknya Bener???
34
Bab 34 : Sakit
35
Bab 35 : Mantan Emang Harus Dihempaskan
36
Bab 36 : Kissing
37
Bab 37 : Terbawa Suasana
38
Bab 38 : Lingerie-nya Mana?
39
Bab 39 : Naila Syok
40
Bab 40 : Dikira Alergi Seafood
41
Bab 41 : Akhirnya.....
42
Bab 42 : Tanda Merah Di Leher
43
Bab 43 : Bu Naila Mencari Gara-gara
44
Bab 44 : Keluhan Liora
45
Bab 45 : Begal
46
Bab 46 : Begal 2
47
Bab 47 : Kedatangan Papa dan Mama
48
Bab 48 : Penguntit
49
Bab 49 : Tito Patah Hati
50
Bab 50 : Tito Mogok Makan
51
Bab 51 : Suasana Di Kantin Sekolah
52
Bab 52 : Sidang
53
Bab 53 : Kami Sudah Menikah?
54
Bab 54 : Dikeluarkan Dari Sekolah
55
Bab 55 : Penyesalan Papa dan Mama
56
Bab 56 : Perjalanan Ke Cirebon
57
Bab 57 : Pondokan Mbah Yai
58
Bab 58 : Cosplay Jadi Monyet
59
Bab 59 : Dengerin Ceramah
60
Bab 60 : Pengen Mondok
61
Bab 61 : Aku Ingin Memantaskan Diri
62
Bab 62 : Mirip Balonnya Gio
63
Bab 63 : Curhatan Tito
64
Bab 64 : Rumah Sakit
65
Bab 65 : Darul Ilmi
66
Bab 66 : Diterima Jadi Santriwati
67
Bab 67 : Seminggu Berlalu
68
Bab 68
69
Bab 69 : Kangen-kangenan
70
Bab 70 : Lingerie Merah
71
Bab 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74 : Abang Kamu Kah?????
75
Bab 75 : Lah, Wong Sudah Sah Kok????
76
Bab 76 : Kedatangan Agam
77
Bab 77 : Ngidam
78
Bab 78
79
Bab 79

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!