Bab 17 : Apa-apaan Dia

"Sampai sini saja, Aa!" Liora memberikan instruksi pada suaminya supaya berhenti di depan cafe yang letaknya tidak jauh dari sekolah.

"Kenapa? Takut?" ujarnya seraya tersenyum. Wajah Liora langsung cemberut.

"Mana Liora yang jagoan itu? Yang suka tawuran? Yang suka pecicilan? Yang suka bikin huru hara disekolah?"

Mata gadis itu membulat penuh. Lalu meringis malu. Ia pun menggaruk tengkuknya yang tidak gatal sambil nyengir kuda.

Semua predikat jelek, suaminya memang paling tau.

Namun demikian, Liora tak perduli dengan pandangan pria itu. Toh itu hidupnya. Ia masih muda. Nakal saat remaja, wajar kan.

"Ya sudah. Aku turun!" katanya sambil melepaskan sabuk pengaman yang melekat pada tubuhnya.

"Tunggu!" Agam mencekal lengan istri kecilnya itu.

"Apa?" gadis mendongak saat Agam mencekal lengannya.

Pria itu pun tersenyum. Lalu mengambil dompet yang ada di saku celananya. Mengeluarkan lembaran uang kertas berwarna merah dari dalam dompetnya.

"Untuk jajan!" katanya, "Mulai sekarang, jajan dan uang sekolah sudah menjadi tanggung jawab Aa. Jadi kamu tidak perlu lagi meminta pada papa dan mama kamu. Ataupun Abang kamu!" ujar Agam, penuh penekanan.

"Kenapa begitu?" tanya gadis itu melirik lucu.

"Kamu lupa!" kata Agam, "Aa suamimu. Dan kamu istri Aa. Kamu paham hak dan kewajiban suami istri kan?"

"Kalau kamu nggak paham juga, kamu bisa baca buku yang kemarin Aa berikan sama kamu! Isi buku itu semuanya menceritakan tentang rumah tangga!"

Liora meringis dan mengingat-ingat dimana kemarin dia menyimpan buku tebal itu. Pasalnya setelah Agam pergi, Liora langsung meletakkannya begitu saja.

Ia ngeri melihat buku tebal itu. Bagaimana tidak?!?

Buku yang tebalnya mirip kumis pak kepsek itu, membuatnya pusing sendiri. Baca buku pelajaran aja males, nah ini disuruh baca fiqih pernikahan. Wajib dibaca. Biar ngerti dan paham maksudnya.

Tapi boro-boro dibaca. Buka aja males.

"Sudah baca?" tanya Agam lagi. Gadis itu menggeleng sambil tersenyum kecil. Agam geleng-geleng kepala.

"Sudah siang. Aku keluar ya Aa.....!"

"Tunggu dulu....!" lagi-lagi Agam seraya menarik tas ranselnya.

"Salim....!" Agam menyodorkan tangannya di depan sang istri.

"Ah, iya. Hampir lupa....!" gadis itu meraih tangan suaminya, dan mencium punggung tangannya dengan takzim.

Liora sering lihat mama dan kakak iparnya mencium punggung tangan suami-suami mereka saat akan berangkat kerja. Mulai hari ini, dia juga akan melakukan itu. Secara sekarang, dia sudah menjadi seorang istri solehatun. Istri dari guru agamanya.

"Bagus....! Sekarang kamu boleh turun....!" kata Agam. "Tapi, ingat. Belajar yang bener....!"

"Untuk yang itu....!"

"Nggak ada pengecualian!" tegas suaminya.

"Ish, Aa nggak bisa ngelarang aku....!"

"Aa suamimu. Sudah menjadi kewajiban Aa mengarahkan kamu ke jalan yang benar....!" telak pria itu.

Apa-apaan dia?!?

Sudah sok jadi suami Soleh aja!

Eh, tapi pak Agam kan emang suami Soleh? Agamanya bagus. Makanya papa dan mama tega jual gue ke pria itu.

Ish, menyebalkan banget, SUMPAH!

"Oke!" dengan wajah cemberut, Liora turun dari mobil Agam, suaminya.

"Assalamualaikum!" ucap Agam, lalu melanjutkan perjalanan menuju sekolah. Sementara Liora langsung misuh-misuh dipinggir jalan. Meninju dan menendang udara kosong sebagai bentuk kekesalannya.

"Guru sialan. Guru brengsek!" umpatnya sangat kesal.

Eh, guru sialan dan brengsek itu kan suami gue?!?

Tin .... Tin .... Tin

Suara klakson motor sport membuyarkan gerutuan Liora. Apalagi suara itu terdengar sangat kencang sekali. Untung Liora tidak memiliki riwayat penyakit jantung.

Gadis itu pun menoleh. Siapa yang sepagi ini membuatnya bertambah kesal gara-gara suara klakson motor yang memekikkan telinganya.

Ternyata itu si Tito. Liora langsung memutar bola matanya malas melihat sahabat perbolosannya tersebut.

"Hehehe, tumben jalan kaki! Nggak dianter ya, Kawan?" ledeknya.

Tuh kan?

Itulah kenapa Liora males ketemu Tito. Dia pasti ngeledek!

"Kalau mau kasih tebengan nggak usah pake ngeledek segala!" sahut Liora mode galak.

"Hehehehe....Ya udah ayo. Kayak nggak biasanya aja....!" ujar pria itu terkekeh-kekeh. "Naik...!"

"Elu emang sahabat gue, To! Makasih ya ...!"

"Hem!"

Tito melajukan motornya menuju sekolahan. Bukan pemandangan aneh melihat Liora dan Tito bersama-sama. Satu sekolah sudah tahu. Mereka sahabatan. Kemana-mana mereka selalu terlibat berdua. Mereka sudah kayak lem dan perangko. Nggak terpisahkan.

Satu sekolah sampai bingung dengan hubungan kedekatan mereka. Dikatakan pacar, tapi kadang sering adu fisik dan bacot. Dikatakan sahabat, tapi sudah kayak botol dan tutupnya. Nggak bisa dipisahkan.

Persahabatan keduanya memang agak laen ya pemirsa!!!! Hehehehe....

Berbeda dengan pandangan satu sekolah. Berbeda pula dengan pandangan Agam saat tak sengaja melihat istrinya duduk manis di boncengan motor pria lain. Sambil dadah-dadah, mirip Miss universe lagi.

Mendadak pria itu berwajah kecut. Tak suka melihat pemandangan yang melintas di depannya. Dadanya terasa terbakar. Seperti ada bara api yang bersarang di sana.

Agam meremas genggamannya kuat-kuat.

Ck, Liora, kamu tidak sadar dengan apa yang kamu lakukan itu?

Sabar Agam. Sabar. Liora itu mines pendidikan agama. Dia nggak tau apa yang boleh dan nggak. Kamu sebagai suaminya, harus bisa menuntunnya! Ucap suara hati Agam, berusaha untuk menenangkannya.

Huft! Agam menarik nafas dalam-dalam.

Sepertinya saya harus punya stok kesabaran yang luas.

Dengan langkah lincah dan jenaka Laura memasuki kelasnya. Tentu kedua sahabatnya yang paling heboh di kelas itu. Siapa lagi kalau bukan Doraemon dan Shinchan, alias Dora dan Sinta.

Tiga hari Liora izin nggak masuk sekolah gara-gara bisulan. Itu sih menurut pengakuan Liora saat ditanya Dora dan Sinta. Mereka iya-iya aja, percaya.

"Sudah sembuh bisulnya, Li?" tanya Dora, terkikik.

"Ish, Ish. Sakit kok nggak keren, Blass!" timpal Sinta, ikut terkekeh.

"Sudah mecah semua....!" sahut gadis itu dengan ekspresi wajah lucu.

"Hahaha....!" keduanya pun terbahak-bahak mendengar jawaban temannya yang memang agak sableng itu.

"Emak Lo kebanyakan masak telor sih. Makanya sampe bisulan!" kata Dora.

"Iya, Dor. Katanya biar ngirit!"

"Itu sih bukan ngirit. Tapi pelit!" timpal Sinta, terkekeh.

Bersambung....

Hallo guys! Novel ini kembali dirilis ya. Akan update rutin sekarang. Jadi, pantengin terus bacanya. Ajak teman, saudara, pacar untuk baca cerita romantis, dibumbui dengan cerita komedi yang bisa menggoyang ginjal kalian. Siap-siap ngakak, tapi ingat, jangan ngakak ditempat yang rame . Nanti dikira gila, ngakak sendiri. Hahahaha....

Episode pertama ada sedikit author revisi, tapi cuman sedikit. Nggak banyak-banyak amat. Terus baca, baca, baca, dan baca.

Mau cerita yang lain yang romantis dan ada lucunya lagi??? Baca juga, Nggak Dapat Ibunya, anaknya pun jadi.

Semoga suka dan terhibur.

Bacaan ini hanyalah fiktif belaka. Kalau ada kesamaan nama atau tempat kejadian, itu tak disengaja ya. Terima kasih atas dukungannya. Apalagi kalau setiap seminggu sekali readers ngasih vote, uh, senengnya.....🥰🥰🥰

Happy reading.....

Terpopuler

Comments

Sugiharti Rusli

Sugiharti Rusli

asli baca tentang si Liora bikin ngakak terus sih🤣🤣🤣🤣🤣

2024-12-31

0

نور✨

نور✨

sabar pak, Liora di kasih hukuman di rumah aja pak😆😆

2024-12-16

0

Christina Hartini

Christina Hartini

lanjut👍

2025-02-14

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 : Liora Konyol
2 Bab 2 : Dihukum
3 Bab 3 : Tawuran
4 Bab 4 : Ngemol
5 Bab 5 : Baju Mirip Gelandangan
6 Bab 6 : Kondangan
7 Bab 7 : Jika Dia Bukan Pengantin Prianya, Lalu siapa?
8 Bab 8 : Kacau Balau
9 Bab 9 : Dipanggil Yai
10 Bab 10 : Kamu Harus Bertanggungjawab
11 Bab 11 : Sah
12 Bab 12 : Hotel
13 Bab 13 : Kita Suami Istri
14 Bab 14 : Suami Mesum
15 Bab 15 : Berkemas
16 Bab 16 : Senyum Itu Ibadah
17 Bab 17 : Apa-apaan Dia
18 Bab 18 : Mereka Bukan Mahram
19 Bab 19 : Skorsing
20 Bab 20 : Mulai Belajar Ngaji
21 Bab 21 : Back To School
22 Bab 22 : Bukannya Itu Liora dan Pak Agam????
23 Bab 23 : Jangan Sebarin Berita Bohong!!!!
24 Bab 24 : Jadi Beneran Lo Dah Married????
25 Bab 25 : Wanita Jadi-jadian
26 Bab 26 : Gue Kejar Lo Sampai Dapet
27 Bab 27 : Cewek Tadi Siapa?
28 Bab 28 : Suami
29 Bab 29 : Jatuh Cinta
30 Bab 30 : Mirip Pentungan Pak Satpam
31 Bab 31 : Kamu Cemburu?!?
32 Bab 32 : Itu Namanya Jatuh Cinta, Dodol?
33 Bab 33 : Kutukan Kamu Kayaknya Bener???
34 Bab 34 : Sakit
35 Bab 35 : Mantan Emang Harus Dihempaskan
36 Bab 36 : Kissing
37 Bab 37 : Terbawa Suasana
38 Bab 38 : Lingerie-nya Mana?
39 Bab 39 : Naila Syok
40 Bab 40 : Dikira Alergi Seafood
41 Bab 41 : Akhirnya.....
42 Bab 42 : Tanda Merah Di Leher
43 Bab 43 : Bu Naila Mencari Gara-gara
44 Bab 44 : Keluhan Liora
45 Bab 45 : Begal
46 Bab 46 : Begal 2
47 Bab 47 : Kedatangan Papa dan Mama
48 Bab 48 : Penguntit
49 Bab 49 : Tito Patah Hati
50 Bab 50 : Tito Mogok Makan
51 Bab 51 : Suasana Di Kantin Sekolah
52 Bab 52 : Sidang
53 Bab 53 : Kami Sudah Menikah?
54 Bab 54 : Dikeluarkan Dari Sekolah
55 Bab 55 : Penyesalan Papa dan Mama
56 Bab 56 : Perjalanan Ke Cirebon
57 Bab 57 : Pondokan Mbah Yai
58 Bab 58 : Cosplay Jadi Monyet
59 Bab 59 : Dengerin Ceramah
60 Bab 60 : Pengen Mondok
61 Bab 61 : Aku Ingin Memantaskan Diri
62 Bab 62 : Mirip Balonnya Gio
63 Bab 63 : Curhatan Tito
64 Bab 64 : Rumah Sakit
65 Bab 65 : Darul Ilmi
66 Bab 66 : Diterima Jadi Santriwati
67 Bab 67 : Seminggu Berlalu
68 Bab 68
69 Bab 69 : Kangen-kangenan
70 Bab 70 : Lingerie Merah
71 Bab 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74 : Abang Kamu Kah?????
75 Bab 75 : Lah, Wong Sudah Sah Kok????
76 Bab 76 : Kedatangan Agam
77 Bab 77 : Ngidam
78 Bab 78
79 Bab 79
Episodes

Updated 79 Episodes

1
Bab 1 : Liora Konyol
2
Bab 2 : Dihukum
3
Bab 3 : Tawuran
4
Bab 4 : Ngemol
5
Bab 5 : Baju Mirip Gelandangan
6
Bab 6 : Kondangan
7
Bab 7 : Jika Dia Bukan Pengantin Prianya, Lalu siapa?
8
Bab 8 : Kacau Balau
9
Bab 9 : Dipanggil Yai
10
Bab 10 : Kamu Harus Bertanggungjawab
11
Bab 11 : Sah
12
Bab 12 : Hotel
13
Bab 13 : Kita Suami Istri
14
Bab 14 : Suami Mesum
15
Bab 15 : Berkemas
16
Bab 16 : Senyum Itu Ibadah
17
Bab 17 : Apa-apaan Dia
18
Bab 18 : Mereka Bukan Mahram
19
Bab 19 : Skorsing
20
Bab 20 : Mulai Belajar Ngaji
21
Bab 21 : Back To School
22
Bab 22 : Bukannya Itu Liora dan Pak Agam????
23
Bab 23 : Jangan Sebarin Berita Bohong!!!!
24
Bab 24 : Jadi Beneran Lo Dah Married????
25
Bab 25 : Wanita Jadi-jadian
26
Bab 26 : Gue Kejar Lo Sampai Dapet
27
Bab 27 : Cewek Tadi Siapa?
28
Bab 28 : Suami
29
Bab 29 : Jatuh Cinta
30
Bab 30 : Mirip Pentungan Pak Satpam
31
Bab 31 : Kamu Cemburu?!?
32
Bab 32 : Itu Namanya Jatuh Cinta, Dodol?
33
Bab 33 : Kutukan Kamu Kayaknya Bener???
34
Bab 34 : Sakit
35
Bab 35 : Mantan Emang Harus Dihempaskan
36
Bab 36 : Kissing
37
Bab 37 : Terbawa Suasana
38
Bab 38 : Lingerie-nya Mana?
39
Bab 39 : Naila Syok
40
Bab 40 : Dikira Alergi Seafood
41
Bab 41 : Akhirnya.....
42
Bab 42 : Tanda Merah Di Leher
43
Bab 43 : Bu Naila Mencari Gara-gara
44
Bab 44 : Keluhan Liora
45
Bab 45 : Begal
46
Bab 46 : Begal 2
47
Bab 47 : Kedatangan Papa dan Mama
48
Bab 48 : Penguntit
49
Bab 49 : Tito Patah Hati
50
Bab 50 : Tito Mogok Makan
51
Bab 51 : Suasana Di Kantin Sekolah
52
Bab 52 : Sidang
53
Bab 53 : Kami Sudah Menikah?
54
Bab 54 : Dikeluarkan Dari Sekolah
55
Bab 55 : Penyesalan Papa dan Mama
56
Bab 56 : Perjalanan Ke Cirebon
57
Bab 57 : Pondokan Mbah Yai
58
Bab 58 : Cosplay Jadi Monyet
59
Bab 59 : Dengerin Ceramah
60
Bab 60 : Pengen Mondok
61
Bab 61 : Aku Ingin Memantaskan Diri
62
Bab 62 : Mirip Balonnya Gio
63
Bab 63 : Curhatan Tito
64
Bab 64 : Rumah Sakit
65
Bab 65 : Darul Ilmi
66
Bab 66 : Diterima Jadi Santriwati
67
Bab 67 : Seminggu Berlalu
68
Bab 68
69
Bab 69 : Kangen-kangenan
70
Bab 70 : Lingerie Merah
71
Bab 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74 : Abang Kamu Kah?????
75
Bab 75 : Lah, Wong Sudah Sah Kok????
76
Bab 76 : Kedatangan Agam
77
Bab 77 : Ngidam
78
Bab 78
79
Bab 79

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!