Bab 11 : Sah

"SAH?"

"SAH!" Gema suara para saksi bergema di ruangan saat acara pernikahan mereka berlangsung.

Sekilas, air mata Liora jatuh membasahi pipinya. Ia belum bisa menerima kenyataan bahwa ia kini sah menjadi istri guru agamanya sendiri, yang terkenal galak dan judes .

"Menikah di usia semuda ini, dan dengan guru agamaku pula," gumamnya dalam hati sambil menunduk.

Agam, dengan lembut menyematkan cincin di jari manis Liora yang gemetar. Kemudian, dengan penuh perhatian, ia letakkan telapak tangannya yang hangat di atas kepala Liora, seraya membacakan doa yang lembut terdengar di telinga. Liora, dengan mata tertutup, mencoba menguatkan hati. Sensasi yang aneh menyelimuti dirinya saat doa itu terlantun, namun dia mengusir perasaan itu, bertekad untuk tidak menyerah pada emosi semata.

Pernikahan itu cukup tertutup, hanya dihadiri keluarga inti dan beberapa orang penting saja. Namun begitu acaranya berjalan dengan mulus tanpa hambatan, meski tidak ada pesta pernikahan besar digedung mewah. Karena memang itu keinginan dari kedua belah pihak, mengingat status Liora yang masih bersekolah dan belum lulus.

Cincin pernikahan yang rencananya akan dipakai di pernikahan Agam dan Sarah yang batal, kini sudah melingkar cantik di jari masing-masing. Beruntungnya cincin yang dipakai Liora muat di jari manisnya, bahkan terlihat begitu mewah dan elegan dipakai gadis itu. Liora hanya menunduk menatap cincin di jari manisnya.

"Mau dibawa ke mana hidup gue, Ya Allah...! Papa dan mama tega banget. Bang Sat juga ikut-ikutan. Bukannya bela adek sendiri, malah setuju-setuju aja!" batin Liora dengan perasaan gamang. Mereka bahkan hanya menikah siri, yang dihadiri oleh beberapa orang saja. Tidak ada pesta mewah, pesta impian gadis itu.

"Kamu lapar?" tanya Agam. Namun yang ditanya sengaja memalingkan muka. Pura-pura tidak dengar.

Agam pun berinisiatif mendekat ke arah gadis yang sudah sah menjadi istrinya, lalu berbisik.

"Kamu mau makan apa? Saya ambilkan!"

Liora menegang. Lalu menoleh ke arah pria yang kini sudah sah menjadi suaminya itu. Benci sekali rasanya ia melihat Agam saat ini. Tahu kalau dia akan menikahi guru agamanya, ia pun menyesal karena sudah memberitahu soal kebusukan Sarah di depan keluarga Agam. Harusnya saat itu, dia pura-pura nggak tahu saja.

"Nggak mau!" ketus Liora.

Mirnawati bisa melihat keterpaksaan di wajah sang putri. Bahkan ia juga bisa melihat wajah ketus Liora.

"Bisa nggak hari ini senyum sedikit....!" bisik Agam lagi.

"Bapak aja yang tersenyum. Aku sih OGAH....!" galak gadis itu.

Bukannya marah, Agam malah tersenyum tipis, lalu ia menggamit tangan Liora. Liora berusaha menepis genggaman tangan itu, namun tenaga Agam lebih kuat dibandingkan dengan tenaganya, membuat dirinya sama sekali tidak berkutik.

Terpaksa Liora membiarkan tangannya digenggam Agam beberapa saat, tapi ternyata Agam menggenggamnya cukup lama membuat tangannya berkeringat.

Mirnawati menghampiri kedua mempelai dengan nampan di tangannya yang penuh dengan asortimen makanan dan minuman. Ekspresi wajahnya penuh kelembutan dan kepedulian, refleksi dari hatinya yang mengerti betapa mereka harus menahan rasa lapar.

"Silakan makan dulu, pasti kalian belum sempat sarapan tadi, kan?” bisiknya lembut sambil mendorong nampan lebih dekat ke arah mereka.

"Ma-ma....!" panggil Liora dengan mata berkaca-kaca.

"Sekarang kamu sudah menjadi seorang istri. Nggak boleh manja lagi!" tutur Mirna pada putrinya. Kemudian berlalu begitu saja.

"Sini saya suapi!" bujuk pria itu. Liora mendengus dan membuang muka ke arah lain. Demi apapun, Agam juga merasa bersalah. Memaksa gadis kecil untuk menjadi istrinya. Tapi mau bagaimana lagi, dia tidak kuasa menolak keinginan kakeknya itu.

"Kalau nggak mau makan, nanti malam saya paksa belah duren!" ancam Agam.

Sontak mata Liora membelalak lebar. Matanya yang sudah lebar, semakin lebar dan bulat, seperti mau keluar dari tempatnya.

Darahnya mendidih, ingin sekali Liora menumpahkan makanan di depannya ke wajah Agam. Namun ia tidak cukup berani, pasalnya Agam adalah guru agamanya disekolah.

"Buka mulutnya....!"

Agam berhasil menjejal makanan ke mulut Liora, Liora mendelik tajam menatap pria itu. Setelah selesai, sisanya Agam makan dan habiskan.

Pesta tertutup akhirnya selesai. Semua tamu undangan yang jumlahnya tidak banyak itu sudah pulang ke rumahnya masing-masing. Kini Liora gamang, dia bingung setelah ini mau kemana. Ia tentu paham setelah ini pasti akan ikut suaminya.

Kemudian disusul keluarga Liora juga ikut berpamitan. Liora langsung bersiap-siap ingin ikut pulang juga.

"Kamu mau kemana?" tanya Arian pada putrinya.

"Mau ikut papa dan mama pulang!" jawab gadis itu merasa tidak berdosa.

"Kamu ini sudah menjadi istri. Jadi sekarang tanggung jawab kamu, papa serahkan ke suami kamu. Kamu harus mengikuti kemanapun suami kamu pergi!" tegur si papa.

"Papa jahat....! Papa sengaja nikahin aku, biar aku nggak jadi beban papa. Gitu?" kesal Liora pada papanya.

"Bukan begitu, Nak. Tapi memang begitulah seharusnya," sahut Arian dengan lembut, "Sekarang kamu sudah menikah. Kamu sudah menjadi seorang istri. Papa yakin pasti kamu paham apa tugas dan kewajiban seorang istri!" tutur Arian lagi.

"Tapi, Pah.....!"

"Sudah, Sudah. Sekarang kamu disini saja!" ujar Arian pergi meninggalkan Liora yang masih mematung di tempatnya.

"Kamu baik-baik disini ya, Dek. Abang yakin, Pak Agam itu pria baik. Dia pasti bisa membawa kamu ke jalan yang benar!"

"Abang pikir jalanku salah!" sewot Liora mendelik tajam.

"Hehehe, ya nggak....! Cuman Abang ngeliat Agam, dia pria baik kok. Guru agama lagi. Siapa tahu kan, dia bisa ngrukiyah kamu, kalau kamu membuat ulah atau kesurupan!" ledek Satya terkekeh-kekeh.

"Abanggggggg....!" pekik Liora kesal, "Dasar Bang Sat....!" tanduk Liora sudah keluar, siap-siap nyeruduk.

"Dek....!" Sarah memeluk tubuh adik iparnya dengan lembut. Siapa sangka adik iparnya yang masih terbilang belia sudah menjadi seorang istri.

"Selamat ya!" bisiknya, "Mbak pulang dulu!"

"Hem. Hati-hati, Mbak. Doain Liora, semoga Liora nggak stress menghadapi ini semua!"

"Kok ngomongnya gitu?"

"Abisnya kalian semua tega banget sama aku....!" ucap Liora menahan isaknya.

"Maafkan Mbak nggak bisa bantuin kamu ya, Dek!"

Sarah pun ikut masuk ke mobil. Mobil yang dikendarai suaminya sendiri. Dari dalam mobil, Mirnawati terus memandangi wajah putrinya. Lama sekali Mirnawati menatap putrinya dari kejauhan. Ingin kembali rasanya mengajak putrinya pulang ke rumah, dan memeluknya erat. Namun ia sadar, itu sudah tidak bisa. Gadis kecil dan bandelnya sudah menjadi seorang istri. Sudah menjadi milik orang lain. Milik seorang guru agama. Semoga saja ditangan menantunya itu, Liora bisa berubah. Menjadi seorang gadis yang lembut dan halus, tidak bar-bar, dan tidak ikut tawuran lagi. Mirna hanya bisa menangis di dalam hati.

"Jalankan mobilnya, Sat!" titah Arian pada putranya.

"Ayo kita juga harus istirahat!"

Setengah jam berlalu, tapi Liora masih belum masuk ke dalam. Agam yang sudah selesai ngobrol dengan ayahnya pun langsung mencari keberadaan istri kecilnya itu di luar. Dan benar saja, Liora masih berdiri di depan gedung pernikahan.

"Kamu dengar saya kan?" ujar Agam dengan suara keras, "Ayo kita istirahat! Kamu pasti capek!" ujar Agam menggandeng tangan istrinya. Namun oleh Liora ditepis mentah-mentah.

"Sehabis ini kita mau kemana? Nggak mungkin kan tidur di gedung pernikahan?"

"Kenapa? Kamu ingin cepat-cepat malam pertama?"

"Eh....?"

Bersambung.....

Komen ya....🤭😆😆

Terpopuler

Comments

Sugiharti Rusli

Sugiharti Rusli

hadeh akan seperti apa nih si Liora nanti di tangan si Agam, apa tetap bar" atau bisa jinak🤭🤭🤭

2024-12-30

0

Queen Aliyah

Queen Aliyah

yg sabar y pak guru muridnya special baderrr☺️

2024-12-17

0

Aditya HP/bunda lia

Aditya HP/bunda lia

wah pak guru godain terus tuh istri kecilnya ...

2024-12-16

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 : Liora Konyol
2 Bab 2 : Dihukum
3 Bab 3 : Tawuran
4 Bab 4 : Ngemol
5 Bab 5 : Baju Mirip Gelandangan
6 Bab 6 : Kondangan
7 Bab 7 : Jika Dia Bukan Pengantin Prianya, Lalu siapa?
8 Bab 8 : Kacau Balau
9 Bab 9 : Dipanggil Yai
10 Bab 10 : Kamu Harus Bertanggungjawab
11 Bab 11 : Sah
12 Bab 12 : Hotel
13 Bab 13 : Kita Suami Istri
14 Bab 14 : Suami Mesum
15 Bab 15 : Berkemas
16 Bab 16 : Senyum Itu Ibadah
17 Bab 17 : Apa-apaan Dia
18 Bab 18 : Mereka Bukan Mahram
19 Bab 19 : Skorsing
20 Bab 20 : Mulai Belajar Ngaji
21 Bab 21 : Back To School
22 Bab 22 : Bukannya Itu Liora dan Pak Agam????
23 Bab 23 : Jangan Sebarin Berita Bohong!!!!
24 Bab 24 : Jadi Beneran Lo Dah Married????
25 Bab 25 : Wanita Jadi-jadian
26 Bab 26 : Gue Kejar Lo Sampai Dapet
27 Bab 27 : Cewek Tadi Siapa?
28 Bab 28 : Suami
29 Bab 29 : Jatuh Cinta
30 Bab 30 : Mirip Pentungan Pak Satpam
31 Bab 31 : Kamu Cemburu?!?
32 Bab 32 : Itu Namanya Jatuh Cinta, Dodol?
33 Bab 33 : Kutukan Kamu Kayaknya Bener???
34 Bab 34 : Sakit
35 Bab 35 : Mantan Emang Harus Dihempaskan
36 Bab 36 : Kissing
37 Bab 37 : Terbawa Suasana
38 Bab 38 : Lingerie-nya Mana?
39 Bab 39 : Naila Syok
40 Bab 40 : Dikira Alergi Seafood
41 Bab 41 : Akhirnya.....
42 Bab 42 : Tanda Merah Di Leher
43 Bab 43 : Bu Naila Mencari Gara-gara
44 Bab 44 : Keluhan Liora
45 Bab 45 : Begal
46 Bab 46 : Begal 2
47 Bab 47 : Kedatangan Papa dan Mama
48 Bab 48 : Penguntit
49 Bab 49 : Tito Patah Hati
50 Bab 50 : Tito Mogok Makan
51 Bab 51 : Suasana Di Kantin Sekolah
52 Bab 52 : Sidang
53 Bab 53 : Kami Sudah Menikah?
54 Bab 54 : Dikeluarkan Dari Sekolah
55 Bab 55 : Penyesalan Papa dan Mama
56 Bab 56 : Perjalanan Ke Cirebon
57 Bab 57 : Pondokan Mbah Yai
58 Bab 58 : Cosplay Jadi Monyet
59 Bab 59 : Dengerin Ceramah
60 Bab 60 : Pengen Mondok
61 Bab 61 : Aku Ingin Memantaskan Diri
62 Bab 62 : Mirip Balonnya Gio
63 Bab 63 : Curhatan Tito
64 Bab 64 : Rumah Sakit
65 Bab 65 : Darul Ilmi
66 Bab 66 : Diterima Jadi Santriwati
67 Bab 67 : Seminggu Berlalu
68 Bab 68
69 Bab 69 : Kangen-kangenan
70 Bab 70 : Lingerie Merah
71 Bab 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74 : Abang Kamu Kah?????
75 Bab 75 : Lah, Wong Sudah Sah Kok????
76 Bab 76 : Kedatangan Agam
77 Bab 77 : Ngidam
78 Bab 78
79 Bab 79
Episodes

Updated 79 Episodes

1
Bab 1 : Liora Konyol
2
Bab 2 : Dihukum
3
Bab 3 : Tawuran
4
Bab 4 : Ngemol
5
Bab 5 : Baju Mirip Gelandangan
6
Bab 6 : Kondangan
7
Bab 7 : Jika Dia Bukan Pengantin Prianya, Lalu siapa?
8
Bab 8 : Kacau Balau
9
Bab 9 : Dipanggil Yai
10
Bab 10 : Kamu Harus Bertanggungjawab
11
Bab 11 : Sah
12
Bab 12 : Hotel
13
Bab 13 : Kita Suami Istri
14
Bab 14 : Suami Mesum
15
Bab 15 : Berkemas
16
Bab 16 : Senyum Itu Ibadah
17
Bab 17 : Apa-apaan Dia
18
Bab 18 : Mereka Bukan Mahram
19
Bab 19 : Skorsing
20
Bab 20 : Mulai Belajar Ngaji
21
Bab 21 : Back To School
22
Bab 22 : Bukannya Itu Liora dan Pak Agam????
23
Bab 23 : Jangan Sebarin Berita Bohong!!!!
24
Bab 24 : Jadi Beneran Lo Dah Married????
25
Bab 25 : Wanita Jadi-jadian
26
Bab 26 : Gue Kejar Lo Sampai Dapet
27
Bab 27 : Cewek Tadi Siapa?
28
Bab 28 : Suami
29
Bab 29 : Jatuh Cinta
30
Bab 30 : Mirip Pentungan Pak Satpam
31
Bab 31 : Kamu Cemburu?!?
32
Bab 32 : Itu Namanya Jatuh Cinta, Dodol?
33
Bab 33 : Kutukan Kamu Kayaknya Bener???
34
Bab 34 : Sakit
35
Bab 35 : Mantan Emang Harus Dihempaskan
36
Bab 36 : Kissing
37
Bab 37 : Terbawa Suasana
38
Bab 38 : Lingerie-nya Mana?
39
Bab 39 : Naila Syok
40
Bab 40 : Dikira Alergi Seafood
41
Bab 41 : Akhirnya.....
42
Bab 42 : Tanda Merah Di Leher
43
Bab 43 : Bu Naila Mencari Gara-gara
44
Bab 44 : Keluhan Liora
45
Bab 45 : Begal
46
Bab 46 : Begal 2
47
Bab 47 : Kedatangan Papa dan Mama
48
Bab 48 : Penguntit
49
Bab 49 : Tito Patah Hati
50
Bab 50 : Tito Mogok Makan
51
Bab 51 : Suasana Di Kantin Sekolah
52
Bab 52 : Sidang
53
Bab 53 : Kami Sudah Menikah?
54
Bab 54 : Dikeluarkan Dari Sekolah
55
Bab 55 : Penyesalan Papa dan Mama
56
Bab 56 : Perjalanan Ke Cirebon
57
Bab 57 : Pondokan Mbah Yai
58
Bab 58 : Cosplay Jadi Monyet
59
Bab 59 : Dengerin Ceramah
60
Bab 60 : Pengen Mondok
61
Bab 61 : Aku Ingin Memantaskan Diri
62
Bab 62 : Mirip Balonnya Gio
63
Bab 63 : Curhatan Tito
64
Bab 64 : Rumah Sakit
65
Bab 65 : Darul Ilmi
66
Bab 66 : Diterima Jadi Santriwati
67
Bab 67 : Seminggu Berlalu
68
Bab 68
69
Bab 69 : Kangen-kangenan
70
Bab 70 : Lingerie Merah
71
Bab 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74 : Abang Kamu Kah?????
75
Bab 75 : Lah, Wong Sudah Sah Kok????
76
Bab 76 : Kedatangan Agam
77
Bab 77 : Ngidam
78
Bab 78
79
Bab 79

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!