Bab 19

"Pak Brandon ingin kamu jadi asistennya hari ini? Ya sudah,  kembalikan kertasnya, biar saya cari orang lain untuk fotokopi itu." seorang wanita berusia sekitar empat puluh tahun mengambil lembaran kertas yang tadi dia berikan ke Kanara.

Ketika mendengar Kanara yang bilang dirinya di suruh oleh Brandon menjadi asisten bos besar itu hari ini, Gia langsung menyuruh si office girl tersebut mengembalikan lembaran-lembaran kertas tersebut. Tentu saja wanita itu tidak mau berurusan dengan bos besar mereka kalau ketahuan melambat-lambatkan si office girl yang mendapatkan perintah langsung dari pria tersebut.

Meski Gia biasa saja mendengar Kanara akan menjadi asisten Brandon hari ini, tapi tidak dengan karyawan lainnya. Terutama para karyawan wanita yang berada di sekitar situ. Mereka seakan tidak percaya mendengar seorang office girl di tunjuk langsung oleh Brandon menjadi asistennya. Walau hanya untuk hari ini, tapi itu adalah sesuatu yang langka.

"Dia wanita yang pak Brandon suruh bikin kopi pas rapat kemaren kan? Hari ini juga. Aku lihat dia bawa kopi masuk ke ruangannya pak Brandon barusan."

Beberapa di antara mereka mulai berbisik -bisik menatap Kanara. Seakan mencari-cari apa yang menarik dari wanita itu. Di antara mereka ada Limey,  si manajer pemasaran yang menatapi Kanara dengan raut wajah penuh permusuhan.

Dari rapat kemaren dia sudah menandai perempuan itu sebagai musuh. Padahal perempuan itu adalah pekerja baru di sini, tapi sudah beberapa kali melakukan interaksi langsung dengan Brandon yang sedang dia kejar. Limey merasa tersaingi. Tidak mungkin wanita dengan status pekerjaan yang rendah itu menjadi saingannya. Dia tidak terima.

Limey lalu berbisik sesuatu pada teman wanita yang meja kerja mereka bersebelahan. Setelah itu teman wanitanya tersebut mulai bicara, perkataannya di tujukan ke Kanara.

"Kau, siapa namamu?" wanita itu bertanya dengan nada ketus.

"Ka, nama saya Nara." Kanara hampir saja menyebut Kanara, untung dia cepat sadar dan mengubah langsung. Meski sama saja Nara dan Kanara, tapi lebih baik jangan ada orang yang tahu dan memanggilnya Kanara.

"Sekarang kamu belikan makan siang untuk semua karyawan. Pakai kartu kantor, sudah diberikan ke kamu kan oleh manajer kalian?"

"Sekarang baru mau jam sembilan Ririn, kenapa sudah menyuruhnya membelikan makan siang? Kau sakit? Lagipula memangnya kau tidak dengar tadi dia bilang hari ini dia di perintahkan untuk menjadi asistennya pak Brandon?" Gia, si wanita empat puluh tahun angkat bicara. Wanita bernama Ririn tersebut menatap ke Limey sebentar, tapi karena Limey pura-pura tidak menatapnya dan dia sudah terlanjur menyuruh si office girl itu, Ririn tetap pada pendiriannya.

"Terserah aku dong. Aku agak lapar sekarang tapi pekerjaanku terlalu padat. Jadi aku menyuruh dia beli makanan untukku sekalian dengan makan siang semua karyawan di lantai ini, dengan begitu dia jadi satu kali jalan saja. Bukankah itu lebih baik? Lagian itu kan memang tanggung jawabnya sebagai pesuruh di sini. Tidak salah dong aku menyuruhnya. Aku bahkan bisa menyuruhnya memotong kuku ku atau mengelap sepatuku kalau sudah berdebu. Pekerjaan mereka kan sama kayak pembantu. Namanya doang office girl, tapi gak beda kayak cleaning service. Kerjanya orang kismin."

Kanara merasa direndahkan. Wanita itu sangat sombong. Tapi Kanara tetap bersikap sabar, dia tidak ingin mencari masalah. Apalagi dia masih pekerja baru di sini, ia tidak mau kehilangan pekerjaannya karena bermasalah dengan karyawan di kantor ini.

"Jadi karena status pekerjaanmu lebih tinggi, kau bisa menyuruh mereka seenaknya begitu? Kau pikir kantor ini adalah rumah pribadimu dan mereka yang bekerja di bawahmu adalah pembantumu hahh?!" suara tegas dan terdengar marah tersebut membuat Ririn kaget. Karyawan yang lain cepat-cepat fokus ke komputer mereka lagi.

Bukan Brandon yang tiba-tiba muncul. Laki-laki itu adalah Noah yang baru saja keluar dari ruangan Brandon dan melewati ruang para karyawan untuk pergi ke ruangannya. Meski bukan Brandon, Noah juga terkenal galak dan tegas sama karyawan yang menurutnya bekerja tidak becus.

Seperti sekarang. Hanya karena wanita itu lapar, dia menyuruh office girl dengan seenaknya. Tidak pada tempatnya. Ririn terdiam.

"Siapa namamu?" Noah menatap Ririn tajam. Wanita itu berdiri takut-takut. Limey di sampingnya terus berpura-pura sibuk mengetik.

"Ri- Ririn pak,"

"Gajimu di potong dua puluh persen selama tiga bulan."

Ririn kaget. Dua puluh persen adalah jumlah yang besar.

"Ta- tapi pak, tadi aku hanya ..."

"Aku tidak ingin mendengar alasan apapun darimu. Setelah ini perbaiki sikapmu, berpikir dulu sebelum bicara, dan berhenti bersikap sombong. Status boleh berbeda, tapi jangan berlaku semena-mena karena merasa pekerjaanmu lebih baik. Kau tahu apa yang akan terjadi padamu kalau Brandon sendiri yang melihat sikap semena-menamu itu bukan?"

Ririn tertunduk lalu mulai menangis. Dia syok dimarahi di depan karyawan lain, tapi Noah tidak kasihan sama sekali. Pria itu memarahi karyawan ini bukan karena membela Kanara, tapi karena wanita di depannya ini memang perlu diajari untuk bersikap baik dan saling menghargai sesama. Brandon saja yang bos besar dan selalu menampakkan wajah dinginnya ke orang-orang tiap hari, menghargai orang kecil yang bekerja sebagai tukang parkir atau kuli bangunan, nah wanita ini, baru jadi karyawan tetap di perusahaan besar sombongnya selangit. Noah paling benci dengan orang seperti itu, apalagi Brandon.

Noah memandangi semua orang dalam ruangan ini sambil berkacak.

"Dengar baik-baik, mulai hari ini, kalau aku melihat kalian bersikap semena-mena terhadap siapapun itu, apalagi menyuruh cleaning service, OB serta office girl tidak sesuai dengan peraturan yang telah ditetapkan oleh perusahaan, siap-siap saja kalian semua dapat surat SP. Para manajer setiap bagian harap mengingatkan tim-nya masing-masing. Sekarang kembalilah bekerja, jangan bergosip. Perusahaan membayar kalian bukan untuk bergosip!" kata Noah penuh wibawa.

Ruangan tersebut berubah hening sekali. Pandangan Noah berpindah ke Kanara.

"Nona gracia?"

Ia memanggil nama belakang Kanara seperti yang dia lakukan waktu interview. Harusnya dia panggil ibu setelah tahu wanita itu sudah menikah dan punya anak. Tapi wajah perempuan itu terlalu baby face, Noah merasa canggung memanggilnya ibu. Panggil nona saja jauh lebih leluasa.

Kanara menatap lurus ke pria itu.

"Pergilah ganti bajumu. Sebentar lagi pak Brandon akan segera keluar. Kalau kau tidak ingin diteriaki olehnya karena membuatnya menunggu, sebaiknya kau bergegas."

Sebenarnya Noah tahu Brandon pasti tidak akan memarahi wanita itu sekalipun wanita itu terlambat, tapi ia sengaja bilang begitu supaya karyawan yang lain tidak berpikir terlalu jauh. Gosip di kantor, sekalipun di larang, tetap saja ada. Kasihan saja pada wanita yang tidak bersalah itu.

"Pergilah cepat," Gia mendorong pelan Kanara. Wanita itu adalah sosok karyawan senior yang baik dan tidak membeda-bedakan orang. Tidak seperti Ririn, serta Limey yang munafik.

Limey menoleh ke belakang melirik sebentar ke Kanara yang berbalik pergi. Wanita itu tersenyum sinis, kemudian menyuruh Ririn yang masih menangis sesenggukan diam.

"Diamlah, memangnya kau anak kecil? Dimarahi bos itu biasa." kata Limey. Ririn menatapnya,

"Tapi tadi kak Limey yang ..."

"Diam. Jangan bawa-bawa namaku! Kau mau aku mengungkit semua kesalahan kerjamu yang aku tutupi? Kau bisa di pecat kalau ketahuan. Jadi berterimakasih dan lakukan semua yang aku perintahkan kalau kau masih ingin bekerja di sini. Aku bisa membuat karirmu lebih cemerlang kalau kau setia menjadi pengikutku." Ririn terdiam. Wanita itu hanya bisa patuh pada Limey.

Terpopuler

Comments

sum mia

sum mia

bener-bener si Limey cari masalah . dasar ular kadut , ulet bulu , Mak Lampir sinting , bisa-bisanya berbuat semena-mena sama karyawan lain . gak ingat apa kalau dia juga sama-sama karyawan .
dan kau Ririn... kamu salah cari teman , orang munafik macam si Limey kau jadikan teman , yang ada kamu bakal di manfaatkan dan di jadikan tumbal atas semua ulah yang diperbuatnya . bahkan gajimu bakal dipotong dua puluh persen selama tiga bulan . mantap....nikmati aja Rin... Ririn... itulah akibat dari ulahmu yang cuma sekedar menuruti kemauan si Limey .

lanjut terus kak semangat moga sehat slalu 😍😍😍

2024-12-20

2

Sleepyhead

Sleepyhead

That's right Noah, Your attitude determines your direction.

2024-12-20

2

Sukhana Ana lestari

Sukhana Ana lestari

Penghinaanmu akan berbalik dlm hitungan detik mba Ririn yg tergembel... mau aja di perbudak sm si Limau asem... jgn nyesek kkw bos udah bertindak.. bukan hanya di pecat tapi loe gk bakal bs cari kerja di tempat lain.. soalnya loe pasti di beclist

2024-12-20

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1
2 Bab 2
3 Bab 3
4 Bab 4
5 Bab 5
6 Bab 6
7 Bab 7
8 Bab 8
9 Bab 9
10 Bab 10
11 Bab 11
12 Bab 12
13 Bab 13
14 Bab 14
15 Bab 15
16 Bab 16
17 Bab 17
18 Bab 18
19 Bab 19
20 Bab 20
21 Bab 21
22 Bab 22
23 Bab 23
24 Bab 24
25 Bab 25
26 Bab 26
27 Bab 27
28 Bab 28
29 Bab 29
30 Bab 30
31 Bab 31
32 Bab 32
33 Bab 33
34 Bab 34
35 Bab 35
36 Bab 36
37 Bab 37
38 Bab 38
39 Bab 39
40 Bab 40
41 Bab 41
42 Bab 42
43 Bab 43
44 Bab 44
45 Bab 45
46 Bab 46
47 Bab 47
48 Bab 48
49 Bab 49
50 Bab 50
51 Bab 51
52 Bab 52
53 Bab 53
54 Bab 54
55 Bab 55
56 Bab 56
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59
60 Bab 60
61 Bab 61
62 Bab 62
63 Bab 63
64 Bab 64
65 Bab 65
66 Bab 66
67 Bab 67
68 Bab 68
69 Bab 69
70 Bab 70
71 Bab 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75
76 Bab 76
77 Bab 77
78 Bab 78
79 Bab 79
80 Bab 80
81 Bab 81
82 Bab 82
83 Bab 83
84 Bab 84
85 Bab 85
86 Bab 86
87 Bab 87
88 Bab 88
89 Bab 89
90 Bab 90
91 Bab 91
92 Bab 92
93 Bab 93
94 Bab 94
95 Bab 95
96 Bab 96
97 Bab 97
98 Bab 98
99 Bab 99
100 Bab 100
101 Bab 101
102 Bab 102
103 bab 103
104 Bab 104
105 Bab 105
106 Bab 106
107 Bab 107
108 Bab 108
109 Bab 109
110 Bab 110
111 Bab 111
112 Bab 112
113 Bab 113
114 Bab 114
115 Bab 115
116 Bab 116
117 Bab 117
118 Bab 118
119 Bab 119
120 Bab 120
121 Bab 121
122 Bab 122
123 Bab 123 Tamat
Episodes

Updated 123 Episodes

1
Bab 1
2
Bab 2
3
Bab 3
4
Bab 4
5
Bab 5
6
Bab 6
7
Bab 7
8
Bab 8
9
Bab 9
10
Bab 10
11
Bab 11
12
Bab 12
13
Bab 13
14
Bab 14
15
Bab 15
16
Bab 16
17
Bab 17
18
Bab 18
19
Bab 19
20
Bab 20
21
Bab 21
22
Bab 22
23
Bab 23
24
Bab 24
25
Bab 25
26
Bab 26
27
Bab 27
28
Bab 28
29
Bab 29
30
Bab 30
31
Bab 31
32
Bab 32
33
Bab 33
34
Bab 34
35
Bab 35
36
Bab 36
37
Bab 37
38
Bab 38
39
Bab 39
40
Bab 40
41
Bab 41
42
Bab 42
43
Bab 43
44
Bab 44
45
Bab 45
46
Bab 46
47
Bab 47
48
Bab 48
49
Bab 49
50
Bab 50
51
Bab 51
52
Bab 52
53
Bab 53
54
Bab 54
55
Bab 55
56
Bab 56
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59
60
Bab 60
61
Bab 61
62
Bab 62
63
Bab 63
64
Bab 64
65
Bab 65
66
Bab 66
67
Bab 67
68
Bab 68
69
Bab 69
70
Bab 70
71
Bab 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75
76
Bab 76
77
Bab 77
78
Bab 78
79
Bab 79
80
Bab 80
81
Bab 81
82
Bab 82
83
Bab 83
84
Bab 84
85
Bab 85
86
Bab 86
87
Bab 87
88
Bab 88
89
Bab 89
90
Bab 90
91
Bab 91
92
Bab 92
93
Bab 93
94
Bab 94
95
Bab 95
96
Bab 96
97
Bab 97
98
Bab 98
99
Bab 99
100
Bab 100
101
Bab 101
102
Bab 102
103
bab 103
104
Bab 104
105
Bab 105
106
Bab 106
107
Bab 107
108
Bab 108
109
Bab 109
110
Bab 110
111
Bab 111
112
Bab 112
113
Bab 113
114
Bab 114
115
Bab 115
116
Bab 116
117
Bab 117
118
Bab 118
119
Bab 119
120
Bab 120
121
Bab 121
122
Bab 122
123
Bab 123 Tamat

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!