Bab 9

Mereka bertemu lagi.

Padahal Kanara sudah sangat amat berhati-hati agar tidak bertemu dengan pria itu lagi. Tapi entah takdir seperti apa yang menjeratnya sehingga ia bertemu kembali dengan laki-laki itu.

Keduanya berada di sebuah restoran kecil berdekatan dengan sekolah Bian. Habis dari interview tadi Kanara jalan-jalan sebentar ke pasar untuk mengecek harga-harga pakaian untuk dia belikan ke putranya nanti. Habis itu dia kelaparan dan masuk ke restoran ini. Restoran murah dan lezat seperti yang dia baca pada tulisan di depan.

Ada cukup banyak orang yang makan di sini. Lihat saja, Kanara harus mengantri. Awalnya dia tidak sadar kalau laki-laki yang mengantri di belakangnya adalah Brandon, nanti ketika dia menoleh ke belakang dan pandangannya bertemu dengan iris tajam Brandon, barulah ia sadar.

Kanara gugup. Brandon sangat tinggi. Saat pria itu menatap ke bawah, ia merasa terintimidasi sekali. Mau kabur juga tidak bisa dan nanggung sekali. Akhirnya Kanara hanya bisa menunjukkan senyum tipisnya yang kaku ke pria itu. Karena senyumannya tak mendapat balasan, ia kembali membalikkan badannya ke depan.

Wanita itu menggigit bibirnya. Ya ampun malu sekali, gugup juga.

Kenapa pria kaya sepertinya makan di restoran ini, rela antri lagi.

Gumam Kanara dalam hati. Brandon yang berdiri di belakangnya mengamati keseluruhan penampilan wanita beranak satu itu sambil tangannya dimasukkan ke dalam saku celananya. Penampilan wanita yang berdiri di depannya ini rapi seperti baru habis interview. Brandon lalu mengingat perusahaannya hari ini sedang mengadakan interview untuk asisten dan office girl, apa wanita ini juga baru habis interview di kantornya?

Brandon terus menatap Kanara dari belakang. Pria itu juga bertanya-tanya dalam hati kira-kira berapa umur wanita ini? Mungkin empat atau lima tahun lebih muda darinya. Kalau anaknya sudah sebesar itu, pasti dia menikah waktu usianya masih sangat muda. Masih SMA?

"Mau pesan yang makanan mana mbak?"

Si kasir makanan bertanya pada Kanara. Sekarang sudah gilirannya.

"Yang ini dan ini,"

Kanara menunjuk ke nasi putih, ayam goreng tepung, dan sayuran.

"Ada lagi?"

Kanara menggeleng. Makanannya sudah tersedia dalam piring di tangan kasir itu.

"Semuanya dua puluh lima ribu mbak." kata si kasir menatap Kanara.

Kanara pun mengeluarkan dompetnya. Saat ia memeriksa ke isi dompetnya, uangnya hanya ada dua puluh ribu. Kurang lima ribu. Uang yang lain sengaja dia simpan di kontrakan karena takut  kalau dia bawa-bawa dan ketemu rampok, dia dan Bian akan kesulitan.

Kanara terus mencari-cari di dalam dompet, tapi tidak juga menemukan pecahan uang lima ribu untuk melengkapi dua puluh ribunya.

"Duh lama banget sih, yang lain pada ngantri nih! Kalo nggak punya duit gak usah makan di sini kalee!"

Seru seorang perempuan di belakang. Kanara jadi merasa tidak enak.

"Pakai ini saja." tiba-tiba Brandon menyodorkan sebuah kartu miliknya di depan kasir. Tangannya melewati bahu Kanara yang tingginya hanya sebahu pria itu. Tangan Brandon bahkan menyenggol bahu Kanara.

Kanara menoleh ke pria itu, ia merasa malu.

"Kau terlalu lama mencari uangmu." kata Brandon datar. Padahal alasan karena pria itu merasa kesal pada perempuan di belakang yang cara bicaranya memojokkan wanita ini. Brandon kesal saja, dia juga bingung. Mungkin karena dia tidak suka melihat ada orang yang direndahkan seperti itu.

Orang-orang yang pada ikut antri terheran-heran melihat black card Brandon. Jelas dia bukan orang sembarangan. Emang di restoran kecil kayak gini bisa bayar pake black card kayak gitu?

Beberapa dari orang-orang itu bertanya-tanya. Namun pertanyaan mereka terjawab saat si kasir mengeluarkan sebuah mesin pembayaran khusus untuk kartu-kartu sejenis kartu Brandon.

Kasir itu pun sepertinya mengenali Brandon karena ia sangat hormat pada pria itu.

"Mau sekalian pesan makanannya tuan? Biar hitung sekalian." tanya kasir tersebut.

Tuan? Bukan pak? Tapi kalau pak kayak nggak terlalu cocok saja. Soalnya wajah Brandon ini belum ke bapak-bapakan meski sudah terlihat seperti pria matang. Memang lebih cocok dipanggil tuan atau bos, soal-nya perangainya seperti itu. Lalu Brandon maju dan berdiri di samping Kanara. Refleks Kanara menggeser tubuhnya ke samping.

"Yang seperti biasa." ucap Brandon. Lalu Kanara melihat kasir itu memasukkan daging sapi panggang, wortel dan kacang polong.

"Ini tuan," si kasir mengembalikan kartu milik Brandon setelah menggesekkannya di mesin kartu. Brandon mengambil piring berisi makanan Kanara dan memberikannya kepada wanita itu.

"Ambil," ucap Brandon datar.

Kanara mengambilnya tapi belum mengatakan apa-apa, masih seperti orang linglung saja.

Wanita itu melihat Brandon mengambil makanannya dan berjalan melewatinya. Setelah itu baru Kanara sadar kalau dirinya belum mengucapkan terimakasih pada pria itu. Ia pun berjalan mengikuti Brandon. Meski malu ia tetap mengikuti pria itu, untuk menyampaikan rasa terimakasihnya.

Ketika Brandon duduk di sebuah meja kosong yang berada di pojok, ia baru menyadari dirinya di ikuti oleh perempuan beranak satu itu. Tatapannya datar sekali melihat perempuan yang hanya berdiri di depannya dengan sikap malu-malu. Namanya Nara, Brandon ingat sekali waktu perempuan itu bilang namanya ke adiknya.

"Katakan sesuatu," katanya kemudian.

"Mm ... Te-terimakasih sudah membantuku membayar makanan ini. Aku akan menggantinya nanti."

"Tidak perlu." balas Brandon langsung. Hanya dua puluh lima ribu dan dia meminta ganti? Bikin-bikin malu. Harta kekayaannya tidak akan pernah habis tujuh turunan, dari lahir dia  sudah kaya dan dalam bisnis dirinya sukses besar. Membelikan restoran ini kepada wanita itu saja belum termasuk satu persen dari kekayaannya.

Membelikan restoran? Pada wanita ini? Kau pasti mabuk Brandon.

Brandon membuang jauh-jauh pikirannya jauh-jauh. Kadang dia bingung juga. Sikapnya selalu dingin, tapi malah kadang berpikir yang tidak-tidak tiap kali melihat wanita ini.

"Ada lagi?" Brandon menatap wanita itu. Kanara menggeleng cepat.

"Maaf mengganggu waktu anda,"

Setelah mengatakan itu Kanara pergi. Ia mencari tempat yang agak jauh dari meja Brandon, kalau perlu tidak terlihat oleh laki-laki itu karena dia malu.

Brandon melirik sekilas ke Kanara kemudian mengangkat bahunya tidak peduli. Ia heran saja kenapa dirinya bisa dipertemukan berkali-kali dengan wanita itu. Apa wanita itu yang sengaja mengikutinya? Tapi firasat Brandon tidak. Wanita itu tidak tampak seperti seseorang yang ingin mengikutinya, malah cenderung ingin menghindarinya.

Apa dia sudah mendapatkan tempat tinggal?

Tempat tinggalnya di sekitaran sini?

Brandon bertanya-tanya dalam hati sambil mengunyah makanannya. Saat sadar lagi-lagi ia memikirkan wanita itu, Brandon lagi-lagi membuang pikirannya jauh-jauh.

Terpopuler

Comments

Syakirah Dzaky

Syakirah Dzaky

jelas lah kalian slalu di pertemukan, , krn kalian adalah org tua dari Bian

2024-12-12

1

sum mia

sum mia

firasat Brandon....kamu harus melindunginya , kelak kalau kamu tahu kalau Kanara adalah wanita yang kamu cari-cari selama ini , dan juga Bian adalah anakmu maka kamu akan bersyukur karena telah dipertemukan dengan mereka .

lanjut terus kak semangat moga sehat slalu 😍😍😍

2024-12-12

2

Ilfa Yarni

Ilfa Yarni

ah penasaran ank siapaya bian itu klo ankbrandon kpn mereka melakukan nya mereka kan tidak kenal satu sama lain aduh penasaran banget nih aku

2024-12-12

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1
2 Bab 2
3 Bab 3
4 Bab 4
5 Bab 5
6 Bab 6
7 Bab 7
8 Bab 8
9 Bab 9
10 Bab 10
11 Bab 11
12 Bab 12
13 Bab 13
14 Bab 14
15 Bab 15
16 Bab 16
17 Bab 17
18 Bab 18
19 Bab 19
20 Bab 20
21 Bab 21
22 Bab 22
23 Bab 23
24 Bab 24
25 Bab 25
26 Bab 26
27 Bab 27
28 Bab 28
29 Bab 29
30 Bab 30
31 Bab 31
32 Bab 32
33 Bab 33
34 Bab 34
35 Bab 35
36 Bab 36
37 Bab 37
38 Bab 38
39 Bab 39
40 Bab 40
41 Bab 41
42 Bab 42
43 Bab 43
44 Bab 44
45 Bab 45
46 Bab 46
47 Bab 47
48 Bab 48
49 Bab 49
50 Bab 50
51 Bab 51
52 Bab 52
53 Bab 53
54 Bab 54
55 Bab 55
56 Bab 56
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59
60 Bab 60
61 Bab 61
62 Bab 62
63 Bab 63
64 Bab 64
65 Bab 65
66 Bab 66
67 Bab 67
68 Bab 68
69 Bab 69
70 Bab 70
71 Bab 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75
76 Bab 76
77 Bab 77
78 Bab 78
79 Bab 79
80 Bab 80
81 Bab 81
82 Bab 82
83 Bab 83
84 Bab 84
85 Bab 85
86 Bab 86
87 Bab 87
88 Bab 88
89 Bab 89
90 Bab 90
91 Bab 91
92 Bab 92
93 Bab 93
94 Bab 94
95 Bab 95
96 Bab 96
97 Bab 97
98 Bab 98
99 Bab 99
100 Bab 100
101 Bab 101
102 Bab 102
103 bab 103
104 Bab 104
105 Bab 105
106 Bab 106
107 Bab 107
108 Bab 108
109 Bab 109
110 Bab 110
111 Bab 111
112 Bab 112
113 Bab 113
114 Bab 114
115 Bab 115
116 Bab 116
117 Bab 117
118 Bab 118
119 Bab 119
120 Bab 120
121 Bab 121
122 Bab 122
123 Bab 123 Tamat
Episodes

Updated 123 Episodes

1
Bab 1
2
Bab 2
3
Bab 3
4
Bab 4
5
Bab 5
6
Bab 6
7
Bab 7
8
Bab 8
9
Bab 9
10
Bab 10
11
Bab 11
12
Bab 12
13
Bab 13
14
Bab 14
15
Bab 15
16
Bab 16
17
Bab 17
18
Bab 18
19
Bab 19
20
Bab 20
21
Bab 21
22
Bab 22
23
Bab 23
24
Bab 24
25
Bab 25
26
Bab 26
27
Bab 27
28
Bab 28
29
Bab 29
30
Bab 30
31
Bab 31
32
Bab 32
33
Bab 33
34
Bab 34
35
Bab 35
36
Bab 36
37
Bab 37
38
Bab 38
39
Bab 39
40
Bab 40
41
Bab 41
42
Bab 42
43
Bab 43
44
Bab 44
45
Bab 45
46
Bab 46
47
Bab 47
48
Bab 48
49
Bab 49
50
Bab 50
51
Bab 51
52
Bab 52
53
Bab 53
54
Bab 54
55
Bab 55
56
Bab 56
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59
60
Bab 60
61
Bab 61
62
Bab 62
63
Bab 63
64
Bab 64
65
Bab 65
66
Bab 66
67
Bab 67
68
Bab 68
69
Bab 69
70
Bab 70
71
Bab 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75
76
Bab 76
77
Bab 77
78
Bab 78
79
Bab 79
80
Bab 80
81
Bab 81
82
Bab 82
83
Bab 83
84
Bab 84
85
Bab 85
86
Bab 86
87
Bab 87
88
Bab 88
89
Bab 89
90
Bab 90
91
Bab 91
92
Bab 92
93
Bab 93
94
Bab 94
95
Bab 95
96
Bab 96
97
Bab 97
98
Bab 98
99
Bab 99
100
Bab 100
101
Bab 101
102
Bab 102
103
bab 103
104
Bab 104
105
Bab 105
106
Bab 106
107
Bab 107
108
Bab 108
109
Bab 109
110
Bab 110
111
Bab 111
112
Bab 112
113
Bab 113
114
Bab 114
115
Bab 115
116
Bab 116
117
Bab 117
118
Bab 118
119
Bab 119
120
Bab 120
121
Bab 121
122
Bab 122
123
Bab 123 Tamat

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!