Bab 18

"Jadi, kenapa kau tidak ingin buatan kopi dari tanganku lagi?" Noah menatap lurus ke Brandon.

Pagi-pagi dia mendapatkan pesan dari pria itu kalau pria itu tidak perlu lagi membuatkan dia kopi mulai hari ini. Noah yang heran, langsung mendatangi ruangan Brandon ketika sampai di kantor. Tentu dia merasa heran. Bukan karena pria itu tidak suka tanggung jawabnya membuatkan Brandon kopi yang sekarang tidak ada lagi, tetapi dia merasa penasaran apakah ada orang lain yang berhasil menggeser posisinya sebagai chef kopi khusus untuk lelaki itu di kantor?

Brandon sibuk di depan laptop kerjanya saat Noah masuk dan duduk di kursi meja kerjanya, berhadapan langsung dengan pria itu. Selama Noah bicara, kalimatnya belum ada yang berhasil membuat Brandon menaikan wajah menatapnya.

"Apakah kau menemukan penggantiku? Si pembuat kopi baru." nanti setelah Noah menanyakan pertanyaan itu barulah Brandon menatap lurus ke Noah. Ia tidak menjawab, tapi ekspresinya sudah mewakili jawabannya.

"Ah, memang ada penggantiku. Siapa orangnya? Pasti bekerja di sini kan? Apa orang itu perempuan? Jangan bilang Limey?"

Wajah Brandon seketika berubah kesal saat Noah menyebut nama Limey, manajer pemasaran mereka. Wanita sombong yang sok akrab dengannya.

"Jangan sebut nama wanita sok akrab itu di hadapanku." kata Brandon kesal. Wajah kesalnya membuat Noah terkekeh. Dia paling senang membuat sahabat sekaligus nona-nya ini kesal.

"Kau itu aneh. Menurutku Limey cantik meski agak sombong. Kenapa tidak mencoba berhubungan dengan wanita itu? Siapa tahu kalian berdua berjodoh."

"Sekali kau mengatakan itu, besok serahkan surat pengunduran dirimu." Noah tertawa. Sampai sebegitunya Brandon tidak mau di kait-kaitkan dengan Limey.

"Baiklah-baiklah. Aku tidak akan menggodamu lagi." ucap Noah.

"Jadi, siapa orang yang membuatku tersingkir?" ia kembali ke topik utama.

Tok tok tok,

Pada saat Brandon ingin berbicara, terdengar ketukan pintu ruangannya.

"Masuk." katanya.

Pintu terbuka. Menampilkan seorang wanita berseragam office girl memasuki ruangan itu membawa nampan. Brandon berdeham dan mengatur dasinya. Semua itu tak luput dari pandangan Noah. Jelaslah pria itu heran.

Noah ikut menatap ke office girl itu. Dia masih ingat wajahnya. Salah satu wanita yang dia wawancarai beberapa hari yang lalu. Noah juga memberi nilai yang cukup tinggi kepada wanita itu, dia ingat sekali. Karena di antara para wanita yang datang interview, wanita itu yang penampilannya paling biasa tetapi menarik.

"Kau terlambat satu menit." Noah kembali menatap Brandon dengan wajah melongo seolah mengatakan,

'satu menit saja kau hitung?'

Kanara meletakkan kopi yang dia buat di atas meja Brandon lalu menunduk meminta maaf.

"Maaf bos, lain kali aku akan tepat waktu." ucapnya.

"Ingat kata-katamu. Kalau tidak, aku akan memberimu hukuman memberi makan ikan-ikanku di sana." Kanara mengikuti arah pandangan Brandon yang menunjukkan sebuah aquarium sedang berisi ikan-ikan peliharaannya di bagian tengah ruangan ini.

Perkataan Brandon sukses membuat Noah keheranan. Pasalnya Brandon tidak pernah sekalipun mengijinkan orang lain memberi makan ikan-ikan peliharaannya. Orang lain masuk ke ruangan ini terus lama-lama keluar saja pasti akan langsung dia usir. Tapi untuk perempuan office girl ini ...

Noah menatap Brandon, terus so office girl. Ia menatap keduanya bergantian. Si office girl agak taku-takut dan malu. Sedangkan Brandon ...

Noah tersenyum penuh arti. Aneh, memang ada yang aneh. Dari tatapan pria itu ke Kanara saja sudah aneh. Wanita itu memang cantik, tapi Brandon bukanlah sosok laki-laki yang akan tergoda dengan kecantikan wanita. Noah senyum-senyum terus, sepertinya dia mendapatkan kelemahan Brandon sekarang.

Dari sekian banyak wanita cantik yang berpendidikan tinggi, pria itu malah tertarik pada seorang office girl? Bukannya Noah ingin membeda-bedakan status dan merendahkan pekerjaan seorang office girl, hanya saja untuk seorang pria seperti Brandon yang memiliki nama besar, hal itu pasti akan menjadi berita yang sangat menggemparkan. Apalagi kalau Limey sampai dengar dia kalah dari office girl di kantor mereka. Wahh, Noah tidak sabar menunggu datangnya hari itu, hari di mana Brandon membuat semua orang melongo tidak percaya.

"Apa yang akan kau lakukan setelah ini? Maksudku, apa pekerjaanmu habis ini?"

Brandon bertanya sampai tidak sadar ada orang lain selain dia dan wanita itu di dalam ruangan ini. Mata Kanara berkedip-kedip sembari berpikir. Anehnya segala gerak-gerik tubuh wanita itu menarik di mata Brandon.

"Sa ... Saya di suruh fotokopi bos."

"Kau tahu caranya menggunakan mesin fotocopy?" mengingat wanita itu tidak tahu menggunakan mesin kopi kemarin, bisa jadi dia juga tidak tahu mengoperasikan mesin fotocopy kantor.

Noah terus senyum-senyum melihat interaksi mereka. Brandon tampak berbeda saat berbicara dengan si office girl.

"Ekspresimu itu tertulis dengan jelas kalau kau sama sekali tidak tahu. Aku benarkan?"

Kanara menundukkan kepala. Pria itu selalu bisa menebak kekurangannya.

"Kalau kau tidak bisa, kerjakan yang lain dulu. Bilang pada karyawan yang memintamu fotocopy kalau aku menyuruhmu melakukan pekerjaan lain. Atau kau ikut saja denganku hari ini. Kebetulan aku butuh seorang asisten." Brandon mengatakan itu tanpa berpikir panjang.

"Ah?"

"Aku bilang aku butuh asisten hari ini, kau ikut saja denganku."

Noah mengulum senyumnya. Jadi begini cara Brandon mendekati seorang wanita? Singkat, padat, memerintah.

"Tapi aku, tadi bu Gia menyuruhku ..."

"Aku atau orang itu yang bos di sini?"

Kanara terdiam. Tentu saja laki-laki itu.

"Pergilah, ganti seragam yang kau pakai itu dengan pakaian biasa. Lima belas menit lagi tunggu aku di lantai satu."

Kanara menganggukkan kepala lalu berbalik keluar dari ruangan itu, menyisakan Brandon dan Noah yang terus menatapnya dengan senyum penuh arti. Ketika Brandon menyadari keberadaan Noah, pria itu bersikap cool.

"Pantas saja kau tidak ingin aku membuatkan kopi untukmu, ternyata aku kalah dengan wanita cantik itu." tak ada tanggapan apa-apa dari Brandon. Lelaki itu sibuk menatap ke laptopnya lagi.

"Katakan, kau menyukainya kan?"

Brandon menatap Noah.

"Jangan berpikir sembarangan. Mana mungkin aku menyukainya?" bantah Brandon langsung. Noah mengangguk-anggukkan kepala sambil tersenyum.

"Ya,ya. Kau tidak menyukainya, tapi matamu mengatakan sebaliknya. Kau tidak pernah menatap satupun wanita seperti cara kau memandangi wanita tadi.

"Wanita itu sudah mempunyai suami dan anak, bagaimana aku bisa menyukainya kalau kita tidak pernah bisa bersama?" balas Brandon. Ia selalu merasa kesal tiap kali menyebut wanita itu punya suami.

Noah melotot,

"Brandon kau," ia tidak menyangka sahabatnya ini akan tertarik pada wanita yang sudah menikah. Astaga. Brandon belum pernah menyukai wanita, sekalinya tertarik pada yang namanya perempuan, malah perempuannya sudah menikah.

Noah tak dapat berkata-kata.

"Dengar, kau memang laki-laki yang sangat berkuasa. Kau bisa mendapatkan apapun yang kau mau, tapi jangan sampai kau khilaf dan merebut istri orang. Sebaiknya jaga jarak dengan wanita itu." Noah mengingatkan.

Brandon hanya diam, entah apa yang dia pikirkan.

Terpopuler

Comments

anita

anita

bedalah nooaah klo cwek ini jgnkan lama2 d ruangan ayang bhkan dia boleh kok masuk kmar pribadi ayaang ...d suruh ganti sprei maksudnya.
trus bolak balikin bantal jg trus d suruh ngrasain udah mpuk n nyaman belum..udah gt d ajak testimoni andai d naiki berdua ksempitan gk..pokok bnyak dech kerjaan si cewek .nmnya aja office girl noaah..ya maklum gt..

2024-12-29

1

sum mia

sum mia

waaaah.... bakal bikin heboh perusahaan ini mah . seorang bos besar mengajak keluar seorang office girl . dipastikan si Limey kalau tahu bakal ngereog tiada henti .

lanjut terus kak semangat moga sehat slalu 😍😍😍

2024-12-20

3

Ajeng Sri Pramudya

Ajeng Sri Pramudya

brandon cepatan cari informasi terlengkap mengenai kanara biar bisa cepat tahu siapa kanara sebenarnya sekaligus kamu bisa tau wanita yang kamu cari selama ini kalo kamu gercep cari informasinya..
semangat thor update nya..
kalo bisa tambahin up nya.. 😄🤭❤️

2024-12-20

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1
2 Bab 2
3 Bab 3
4 Bab 4
5 Bab 5
6 Bab 6
7 Bab 7
8 Bab 8
9 Bab 9
10 Bab 10
11 Bab 11
12 Bab 12
13 Bab 13
14 Bab 14
15 Bab 15
16 Bab 16
17 Bab 17
18 Bab 18
19 Bab 19
20 Bab 20
21 Bab 21
22 Bab 22
23 Bab 23
24 Bab 24
25 Bab 25
26 Bab 26
27 Bab 27
28 Bab 28
29 Bab 29
30 Bab 30
31 Bab 31
32 Bab 32
33 Bab 33
34 Bab 34
35 Bab 35
36 Bab 36
37 Bab 37
38 Bab 38
39 Bab 39
40 Bab 40
41 Bab 41
42 Bab 42
43 Bab 43
44 Bab 44
45 Bab 45
46 Bab 46
47 Bab 47
48 Bab 48
49 Bab 49
50 Bab 50
51 Bab 51
52 Bab 52
53 Bab 53
54 Bab 54
55 Bab 55
56 Bab 56
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59
60 Bab 60
61 Bab 61
62 Bab 62
63 Bab 63
64 Bab 64
65 Bab 65
66 Bab 66
67 Bab 67
68 Bab 68
69 Bab 69
70 Bab 70
71 Bab 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75
76 Bab 76
77 Bab 77
78 Bab 78
79 Bab 79
80 Bab 80
81 Bab 81
82 Bab 82
83 Bab 83
84 Bab 84
85 Bab 85
86 Bab 86
87 Bab 87
88 Bab 88
89 Bab 89
90 Bab 90
91 Bab 91
92 Bab 92
93 Bab 93
94 Bab 94
95 Bab 95
96 Bab 96
97 Bab 97
98 Bab 98
99 Bab 99
100 Bab 100
101 Bab 101
102 Bab 102
103 bab 103
104 Bab 104
105 Bab 105
106 Bab 106
107 Bab 107
108 Bab 108
109 Bab 109
110 Bab 110
111 Bab 111
112 Bab 112
113 Bab 113
114 Bab 114
115 Bab 115
116 Bab 116
117 Bab 117
118 Bab 118
119 Bab 119
120 Bab 120
121 Bab 121
122 Bab 122
123 Bab 123 Tamat
Episodes

Updated 123 Episodes

1
Bab 1
2
Bab 2
3
Bab 3
4
Bab 4
5
Bab 5
6
Bab 6
7
Bab 7
8
Bab 8
9
Bab 9
10
Bab 10
11
Bab 11
12
Bab 12
13
Bab 13
14
Bab 14
15
Bab 15
16
Bab 16
17
Bab 17
18
Bab 18
19
Bab 19
20
Bab 20
21
Bab 21
22
Bab 22
23
Bab 23
24
Bab 24
25
Bab 25
26
Bab 26
27
Bab 27
28
Bab 28
29
Bab 29
30
Bab 30
31
Bab 31
32
Bab 32
33
Bab 33
34
Bab 34
35
Bab 35
36
Bab 36
37
Bab 37
38
Bab 38
39
Bab 39
40
Bab 40
41
Bab 41
42
Bab 42
43
Bab 43
44
Bab 44
45
Bab 45
46
Bab 46
47
Bab 47
48
Bab 48
49
Bab 49
50
Bab 50
51
Bab 51
52
Bab 52
53
Bab 53
54
Bab 54
55
Bab 55
56
Bab 56
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59
60
Bab 60
61
Bab 61
62
Bab 62
63
Bab 63
64
Bab 64
65
Bab 65
66
Bab 66
67
Bab 67
68
Bab 68
69
Bab 69
70
Bab 70
71
Bab 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75
76
Bab 76
77
Bab 77
78
Bab 78
79
Bab 79
80
Bab 80
81
Bab 81
82
Bab 82
83
Bab 83
84
Bab 84
85
Bab 85
86
Bab 86
87
Bab 87
88
Bab 88
89
Bab 89
90
Bab 90
91
Bab 91
92
Bab 92
93
Bab 93
94
Bab 94
95
Bab 95
96
Bab 96
97
Bab 97
98
Bab 98
99
Bab 99
100
Bab 100
101
Bab 101
102
Bab 102
103
bab 103
104
Bab 104
105
Bab 105
106
Bab 106
107
Bab 107
108
Bab 108
109
Bab 109
110
Bab 110
111
Bab 111
112
Bab 112
113
Bab 113
114
Bab 114
115
Bab 115
116
Bab 116
117
Bab 117
118
Bab 118
119
Bab 119
120
Bab 120
121
Bab 121
122
Bab 122
123
Bab 123 Tamat

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!