Bab 20. Pulang kampung

Purnama menyiapkan barang mereka yang akan di bawa pulang, sebenar nya masih ada tiga hari lagi mereka liburan di sini. namun karena keadaan mendesak maka mau tak mau mereka pun pulang kerumah untuk melihat keadaan Andini, sebab dia juga di kabari oleh Maharani bahwa keadaan Andini memang parah saat ini.

Seberapa parah nya Maharani masih belum tau karena hantu yang satu ini tidak paham dengan keadaan wanita hamil, Nilam paham karena dia sudah merasakan bagai mana wanita hamil yang akan mendapatkan masalah, sebab dia meninggal juga karena mati di bunuh oleh istri muda sang suami dengan keadaan perut meledak hancur berantakan.

Arya juga mau pulang karena dia pun tidak nyaman bila liburan sendiri dan Kakak nya menghadapi masalah, dari pada nanti malah di suruh pulang dengan terburu buru tidak karuan. lebih baik pulang bareng saja bersama sama, padahal Purnama bilang kalau mau tinggal ya tinggal saja karena dia juga belum tau seberapa parah sakit nya.

Namun Arya menolak dan ingin segera pulang saja, sebab Arya sudah bisa membaca sikap Kakak nya. dia paling malas kalau pulang di buru buru, makanya sekarang bersiap untuk berangkat pulang dan menyiapkan beberapa makanan khas daerah sana untuk oleh oleh yang akan di berikan pada tetangga dekat nanti nya.

"Kira kira Andini kenapa ya?" tanya Arya saat mau berangkat pulang.

"Maharani bilang Nilam terlihat panik, maka nya aku di suruh cepat pulang." jawab Purnama.

"Apa kira kira masih ada sisa pengaruh dari Seno?" tebak Arya.

"Tidak ada lah kalau itu, sudah bersih kok tubuh Andini dati susuk nya." sangkal Purnama.

"Jadi kenapa ya kira kira dia, kok ada saja gangguan kalau orang mau bahagia." Arya menghembuskan nafas kasar.

"Dia sempat bilang kalau rumah nya ada setan, apa mungkin itu ganguan dari setan nya." tebak Purnama.

"Sejenis kuyang kan yang memakan janin itu?" tanya Arya lagi.

"Takut nya Andini di santet oleh gadis yang naksir Hendra, kalian lihat lah sekarang Hendra makin tampan." ujar Fatma ikut bicara.

Baik Arya atau pun Purnama langsung menatap wanita bercadar ini, Arya merasa tidak terima karena Fatma malah memuji pria lain selain diri nya. tentu ular jantan ini tidak terima, merasa kalah karena tidak di puji oleh sang istri.

"Tidak! maksud ku dia cukup tampan sehingga mungkin banyak yang suka, aku belajar dari pengalaman ku yang punya suami tampan." Fatma lansung meralat.

"Suami mu ini tampan?" Purnama melirik adik nya.

"Tentu saja dia sangat tampan, wanita mana yang tidak tergila gila pada nya! bahkan aku mulai cemas, aku semakin tua dan dia semakin muda." keluh Fatma.

Yang di puji langsung meleyot tidak karuan sehingga terus tersenyum lebar, Purnama bergidik dengan ekspresi adik nya ini. mereka pun segera masuk kedalam mobil masing masing, menuju pulang karena perjalanan nya akan memakan waktu dua belas jam lama nya.

"Maaf ya sayang kita jadi cepat pulang." Purnama bicara dengan Zahra.

"Enggak apa apa kok, Mama! Ara tau Mama mau bantu orang." jawab Zahra.

"Anak Mama memang pinter, besok kita jalan jalan lagi ya kalau urusan Mama sudah beres." janji Purnama.

"Kamu tuh kalau punya urusan selalu begitu, aku saja di abaikan!" rutuk Zidan.

Purnama tidak menjawab karena ada Zahra di kursi belakang, Zidan masih merajuk karena saat itu di tinggal kan saat sedang menikmati apem kelapa hitam. mana di tinggal agak lama sehingga lupa sudah dengan rasa apem, yang lagi tegang juga langsung layu karena hilang semangat.

"Besok dua kali ya, aku janji kok." hibur Purnama pelan.

"Satu kali saja di tinggal apa lagi dua kali." Zidan masih merutuk.

"Ku selentik nanti ya Mas kalau cerewet terus!" akhir nya ular naik darah.

"Eh jangan dong, kok jadi kamu yang marah." Zidan kaget juga jadi nya.

Sudah diam tidak ada lagi jawaban karena mood nya juga rusak karena Zidan terus mempermasalahkan masalah kemarin, sudah di ajak lagi tapi menolak karena dia bilang sudah loyo sehingga tidak semangat mau mengulang lagi dari awal. maka nya terus terbawa sampai sekarang, menurut Purnama kan bisa di ulang karena rasa nya juga pasti sama.

Tapi karena dasar pengen merajuk karena di tinggal pas lagi enak enak nya, maka Zidan pun memilih untuk memperpanjang masalah. padahal Purnama bila membujuk hanya sampai tiga kali saja, bila terus merajuk maka akan di terjang tanpa ampun karena dia tidak punya kesabaran seluas samudra.

...****************...

Pagi pagi sekali Wati sudah membereskan air kencing yang berceceran tadi malam, sudah di semprot pewangi juga agar tidak menimbulkan aroma yang tidak sedap. jadi saat Andini bangun dan bersiap pulang kampung, semua nya sudah wangi dan rumah pun dalam keadaan bersih saat di tinggal kan oleh mereka semua nya.

Sebab Wati pun akan di suruh pulang saja dulu dengan keadaan kontrak tetap berjalan, tentu saja gadis ini senang karena dapat libur tapi kontrak tetap berjalan. dia juga mulai beres beres baju yang tidak seberapa, itu pun tidak di bawa semua karena akan kembali lagi nanti kesini untuk bekerja pada keluarga Hendra.

"Kamu pulang lah dulu ya, besok kalau sudah selesai maka akan kami kabari." ucap Hendra sembari memberi uang dua ratus ribu.

"Baik, terima kasih Tuan dan Ibu." Wati senang sekali.

Wati segera naik taxi yang segera pergi menuju rumah teman nya, setelah itu Andini dan Hendra yang bersiap siap untuk pulang juga karena mereka harus bertemu dengan Purnama.

"Kalian pulang lah duluan, aku dan Nilam akan melihat dulu rumah ini." suruh Maharani.

"Kami masih mau mencari setan nya, sebab tadi malam dia tidak keluar." ujar Nilam juga.

"Ya sudah kalau begitu kami duluan, hati hati ya." Hendra segera menuntun sang istri.

Nilam dan Maharani mengangguk pelan karena mereka memang masih mau melihat wujud nya setan di rumah ini, tadi malam di cari tapi tidak ketemu sehingga mereka yang gabut malah menakuti Wati sampai pembantu itu ngompol.

"Kunci pintu nya, kami tidak perlu kunci." teriak Maharani.

"Aaah iya maaf, aku lupa kalau kalian setan." cengir Hendra berlari lagi.

"Dasar sialan, rupa mu saja yang tampan tapi ternyata bodoh juga!" rutuk Maharani mengepakan sayap.

"Jangan kencang kencang, api ku kena sambar ya jadi padam!" kesal Nilam.

Nama nya pertemanan mereka ini kadang akur dan kadang juga bertengkar karena memang begitu lah yang nama nya pertemanan, tidak ada yang sempurna dan malah yang begini ini akan awet satu sama lain.

Terpopuler

Comments

Mmh Marcel Udayana

Mmh Marcel Udayana

aku suka sama Nilam dan Maharani 🤩
plisss Thor jangan sampai Andini meninggal ya Thor 😟🙏

2024-12-12

1

Yulay Yuli

Yulay Yuli

mudah² an yang mati beranak bukan Andini y thour.

2024-12-12

1

kuaci

kuaci

msh penasaran andini knp ya

2024-12-12

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Pindah kekota
2 Bab 2. Ada darah bulat
3 Bab 3. Bau mulut
4 Bab 4. Godaan Hendra
5 Bab 5. Salsa datang
6 Bab 6. Tidak ada yang aneh
7 Bab 7. Mendatangi dukun
8 Bab 8. Salah sasaran
9 Bab 9. Asep memohon
10 Bab 10. Gantung diri
11 Bab 11. Sosok besar tinggi
12 Bab 12. Hilang
13 Bab 13. Hampir ikut
14 Bab 14. Ayu di hantui
15 Bab 15. Di luar kendali
16 Bab 16. Ternyata bukan
17 Bab 17. Nilam dan Maharani
18 Bab 18. Kencing di celana
19 Bab 19. Laila merindu
20 Bab 20. Pulang kampung
21 Bab 21. Membantai setan besar
22 Bab 22. Ternyata sama.
23 Bab 23. Celaka
24 Bab 24. Pesan terakhir
25 Bab 25. Salsa histeris
26 Bab 26. Memandikan jenazah
27 Bab 27. Di makamkan
28 Bab 28. Andini datang
29 Bab 29. Hendra nekat
30 Bab 30. Gunjingan
31 Bab 31. Datang melihat
32 Bab 32. Pembalasan Andini
33 Bab 33. Tujuh kesempatan
34 Bab 34. Serangan mendadak
35 Bab 35. Kecelakaan Rini
36 Bab 36. Celana robek
37 Bab 37. Menemukan pelaku
38 Bab 38. Keributan
39 Bab 39. Landak di ganti
40 Bab 40. Kecurigaan Andini
41 Bab 41. berbincang
42 Bab 42. Nasihat Gun
43 Bab 43. Adu skil
44 Bab 44. Kekota
45 Bab 45. Bertemu Asep
46 Bab 46. Rumah dukun
47 Bab 47. Bicara dengan Aldi
48 Bab 48. Kejam nya Nilam
49 Bab 49. Ayu mati
50 Bab 50. Menyelidiki Munah
51 Bab 51. Wanita bercadar
52 Bab 52. Aldi mencari kuburan
53 Bab 53. Gun dan Sam melapor
54 Bab 54. Menelusuri bukit
55 Bab 55. Kitab seribu jurus
56 Bab 56. Menemukan kuburan
57 Bab 57. Bertapa
58 Bab 58. Membongkar kuburan
59 Bab 59. Menemukan gadis cina
60 Bab 60. Purnama berpamitan
61 Bab 61. Iblis mesum
62 Bab 62. Meli
63 Bab 63. Gun melapor
64 Bab 64. Flashback
65 Bab 65. Flashback part 2
66 Bab 66. Rasa sakit Andini
67 Bab 67. membantai Rehan
68 Bab 68. Mendatangi ruangan Siska
69 Bab 69. Menik dan Xiefa
70 Bab 70. Pulang
71 Bab 71. Delson
72 Bab 72. Gagal
73 Bab 73. Arya vs Siska
74 Bab 74. Petir hijau
75 Bab 75. Kedatangan
76 Bab 76. Pertengkaran Davin vs Hendra
77 Bab 77. Tempur
78 Bab 78. Tidak di sangka
79 Bab 79. Mayat Meli
80 Bab 80. Debat
81 Bab 81. Terjatuh
82 Bab 82. Xiela nekat
83 Bab 83. Pembicaraan random
84 Bab 84. Hendra di hajar Arya
85 Bab 85. Mencari kepanti
86 Bab 86. Zombi pemakan arwah
87 Bab 87. Arjuna
88 Bab 88. Zombi Munah
89 Bab 89. Andini vs Siska
90 Bab 90. Siska tumbang.
91 Bab 91. Pati Geni kalah
92 Babb 92. Bagaskara
93 Bab 93. Perjuangan Arjuna.
94 Bab 94. Melupakan hal penting
95 Bab 95. Kecelakaan
96 Bab 96. Ngobrol bersama
97 Bab 97. Tidak selamat
98 Bab 98. Di tunggu Arya
99 Bab 99. Pelatihan
100 Bab 100. Di kejar manusia
101 Bab 101. Berhasil
102 Bab 102. Menjadi ribut
103 Bab 103. Hendra datang
104 Bab 104. Debat
105 Bab 105. Pelajaran
106 Bab 106. Mencabut gigi
107 Bab 107. Arya dan Sam
108 Bab 108. Andini berhasil
109 Bab 109. Resmi jadi member
110 Bab 110. Selesai
111 Pengumuman
Episodes

Updated 111 Episodes

1
Bab 1. Pindah kekota
2
Bab 2. Ada darah bulat
3
Bab 3. Bau mulut
4
Bab 4. Godaan Hendra
5
Bab 5. Salsa datang
6
Bab 6. Tidak ada yang aneh
7
Bab 7. Mendatangi dukun
8
Bab 8. Salah sasaran
9
Bab 9. Asep memohon
10
Bab 10. Gantung diri
11
Bab 11. Sosok besar tinggi
12
Bab 12. Hilang
13
Bab 13. Hampir ikut
14
Bab 14. Ayu di hantui
15
Bab 15. Di luar kendali
16
Bab 16. Ternyata bukan
17
Bab 17. Nilam dan Maharani
18
Bab 18. Kencing di celana
19
Bab 19. Laila merindu
20
Bab 20. Pulang kampung
21
Bab 21. Membantai setan besar
22
Bab 22. Ternyata sama.
23
Bab 23. Celaka
24
Bab 24. Pesan terakhir
25
Bab 25. Salsa histeris
26
Bab 26. Memandikan jenazah
27
Bab 27. Di makamkan
28
Bab 28. Andini datang
29
Bab 29. Hendra nekat
30
Bab 30. Gunjingan
31
Bab 31. Datang melihat
32
Bab 32. Pembalasan Andini
33
Bab 33. Tujuh kesempatan
34
Bab 34. Serangan mendadak
35
Bab 35. Kecelakaan Rini
36
Bab 36. Celana robek
37
Bab 37. Menemukan pelaku
38
Bab 38. Keributan
39
Bab 39. Landak di ganti
40
Bab 40. Kecurigaan Andini
41
Bab 41. berbincang
42
Bab 42. Nasihat Gun
43
Bab 43. Adu skil
44
Bab 44. Kekota
45
Bab 45. Bertemu Asep
46
Bab 46. Rumah dukun
47
Bab 47. Bicara dengan Aldi
48
Bab 48. Kejam nya Nilam
49
Bab 49. Ayu mati
50
Bab 50. Menyelidiki Munah
51
Bab 51. Wanita bercadar
52
Bab 52. Aldi mencari kuburan
53
Bab 53. Gun dan Sam melapor
54
Bab 54. Menelusuri bukit
55
Bab 55. Kitab seribu jurus
56
Bab 56. Menemukan kuburan
57
Bab 57. Bertapa
58
Bab 58. Membongkar kuburan
59
Bab 59. Menemukan gadis cina
60
Bab 60. Purnama berpamitan
61
Bab 61. Iblis mesum
62
Bab 62. Meli
63
Bab 63. Gun melapor
64
Bab 64. Flashback
65
Bab 65. Flashback part 2
66
Bab 66. Rasa sakit Andini
67
Bab 67. membantai Rehan
68
Bab 68. Mendatangi ruangan Siska
69
Bab 69. Menik dan Xiefa
70
Bab 70. Pulang
71
Bab 71. Delson
72
Bab 72. Gagal
73
Bab 73. Arya vs Siska
74
Bab 74. Petir hijau
75
Bab 75. Kedatangan
76
Bab 76. Pertengkaran Davin vs Hendra
77
Bab 77. Tempur
78
Bab 78. Tidak di sangka
79
Bab 79. Mayat Meli
80
Bab 80. Debat
81
Bab 81. Terjatuh
82
Bab 82. Xiela nekat
83
Bab 83. Pembicaraan random
84
Bab 84. Hendra di hajar Arya
85
Bab 85. Mencari kepanti
86
Bab 86. Zombi pemakan arwah
87
Bab 87. Arjuna
88
Bab 88. Zombi Munah
89
Bab 89. Andini vs Siska
90
Bab 90. Siska tumbang.
91
Bab 91. Pati Geni kalah
92
Babb 92. Bagaskara
93
Bab 93. Perjuangan Arjuna.
94
Bab 94. Melupakan hal penting
95
Bab 95. Kecelakaan
96
Bab 96. Ngobrol bersama
97
Bab 97. Tidak selamat
98
Bab 98. Di tunggu Arya
99
Bab 99. Pelatihan
100
Bab 100. Di kejar manusia
101
Bab 101. Berhasil
102
Bab 102. Menjadi ribut
103
Bab 103. Hendra datang
104
Bab 104. Debat
105
Bab 105. Pelajaran
106
Bab 106. Mencabut gigi
107
Bab 107. Arya dan Sam
108
Bab 108. Andini berhasil
109
Bab 109. Resmi jadi member
110
Bab 110. Selesai
111
Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!