Tanda hati

 Zara kembali ke meja makan dan ia terkejut, ketika melihat semuanya telah habis. "Kak" panggil Zara terkejut. Padahal Zara hanya mencuci piring sebentar saja, tetapi ayam kecap dan capcay nya sudah tak tersisa.

   "Tadi ada pengemis di luar jadi aku bungkusin makanan" Ucap Ar berbohong.

   "Tapi banyak tulangnya dipiring kakak" Sahut Zara terkekeh dibalik cadarnya, dan Ar langsung salah tingkah mendengar ucapan Zara.

   "Yasudah sini Zara bereskan dulu, kalau Kakak sudah selsai makannya" Ucap Zara dan Ar tidak menjawab apa_apa, ia malah berjalan kearah wastafel untuk mencuci tangan setelah itu ia duduk disofa sambil menghidupkan tv.

Setelah selsai membereskan semuanya, Zara langsung menghampiri Ar, "Kak mau shalat Isya kapan? tanya Zara.

   "Duluan aja" jawab Ar yang fokus menatap layar TV, sementara Zara langsung naik ke atas untuk shalat Isya. Sudah hampir 2 jam Ar baru naik ke atas menuju kamarnya, begitu ia masuk ternyata Zara sudah tidur di atas sofa. Ar memutuskan untuk berwudhu setelah itu ia akan salat Isya, setelah salat Isya Ar Pun juga memutuskan untuk segera tidur. Karena hari ini cukup melelahkan karena habis menyetir dari bandung ke jakarta.

 Seperti biasa Zara akan bangun untuk salat subuh, tapi sebelum itu ia membangunkan Ar terlebih dahulu. "Kak bangun Sudah waktunya shalat subuh" kata Zara sambil menepuk_nepuk pundak Ar.

   "Berisik banget sih lo, kalau mau shalat ya shalat aja. Bggak usah ganggu orang" Bentak Ar kemudian ia langsung menutup telinganya, menggunakan bantal.

   "Astagfirullah" Ucap Zara mengelus dadanya, kemudian Ia memutuskan untuk shalat sendirian karena Ar kembali tidur lagi.

 Selesai menjalankan melaksanakan salat subuh, Zara turun ke bawah untuk membereskan rumah sampai rapi. Setelah itu Ia memutuskan untuk membuat sarapan, untuk dirinya dan juga Ar.

 Cukup lama Zara menunggu di bawah dan kembali naik ke atas, tapi Ar tidak ada tanda-tanda akan bangun. Mau membangunkannya pun dia takut dibentak lagi, Jadi Zara pun memutuskan untuk menyiapkan pakaian Ar saja. Karena semalam Ar bilang hari ini adalah latihan basket, seusai kuliah selesai menyiapkan pakaian untuk Ar. Zara langsung mengambil tasnya dan turun ke bawah, ia akan ke Panti Asuhan terlebih dahulu baru kemudian kuliah.

Tak lupa Ia juga menulis lembar kertas dan ia letakkan di atas meja makan, setelah itu ia langsung keluar dari apartemen dan memesan taksi online untuk menuju ke panti asuhan.

 Ar terbangun karena ponselnya terus berdering, "Hemm" Ucap Ar setelah mengangkat teleponnya.

   "Lu di mana jangan sampai gak datang latihan, lo udah absen 3 hari ar" Ucap Raka.

   "Lu bawel banget sih" Ucap Ar lalu memutus panggilannya secara sepihak.

 Ar langsung beranjak dari tempat tidur lalu menuju kamar mandi, setelah selesai mandi. Ar melihat pakaiannya udah disiapkan oleh Zara, di taro diatas sofa.

   "Kemana dia, apa dia ada dibawah? Ucap dalam hati kemudian ia langsung memakai pakaiannya, Zara juga sudah menyiapkan pakaian basketnya untuk Ar latihan basket nanti. Dan sudah rapi dimasukkan ke dalam tas Ar, dalam tasnya juga Zara Sudah masukkan semua buku sesuai jadwal kelas hari ini lengkap dengan alat tulis.

Ar langsung turun kebawah membawa tasnya, "Zara" Panggil Ar sambil menuruni tangga tapi sepertinya sepi karena tidak ada jawaban apapun.

Ar langsung menuju ke meja makan dan ternyata di sana sudah ada sarapan, berupa sandwich dan segelas smooties buah. Ketika Ar menggeser piring yang berisi sandwich ada secarik kertas, yang terjatuh ke lantai Ar pun segera mengambil kertas tersebut lalu membacanya.

"Selamat pagi Kak, pagi ini Zara mau ke panti terlebih dahulu. Setelah itu baru jalan ke kampus Zara sudah menyiapkan sarapan, dan juga Zara sudah menyiapkan jus untuk kakak latihan nanti. Jusnya ada dalam kulkas ya Kak, Zara sudah menyiapkannya di botol" Tulis Zara dan menyelipkan tanda hati di akhir kalimatnya.

Setelah membaca itu ada perasaan aneh di hati Ar, "Manis juga dia" Ucap Ar Kemudian ia langsung menggelengkan kepalanya. "Duh mikir apa sih gue" gumam Ar dalam hati.

Zara sudah berada di Panti dan dia disambut hangat oleh ibu Lastri, karena memang sebelumnya Zara sudah memberitahu Bu lastri jika hari ini ia akan mampir ke panti asuhan.

"Assalamualaikum Bu" Ucap Zara mencium punggung tangan ke Lastri.

"Waalaikumsalam Zara, Ya Allah ibu kangen" Ucap Bu lastri lalu memeluk Zara.

"Bagaimana pernikahan kamu? Tanya Bu lastri tiba-tiba, dan itu membuat Zara terkejut.

"Ibu jangan keras-keras nanti ada yang dengar" Ucap Zara

Bu lastri langsung terkekeh, "Aduh nak nak Zara kalau ibu punya suami seganteng nak Ar pasti Ibu udah umumin di kampus. kalau perlu ibu pamerin di sosial media" bisik Bu lastri Sambil tertawa.

"Ibu bisa aja" Ucap Zara

"Anak-anak lagi pada sekolah ya Bu? tanya Zara

"Ya Zara seperti biasa nanti pulangnya siang hari"

"Padahal suara kangen sama anak-anak" Ucap Zara

"Kalau gitu pulang dari kampus mampir aja ke sini" kata Bu lastri.

"Tapi Zara belum izin sama Kak Ar Bu"

"Tinggal telepon aja Zara"

"Ya dah nanti saya coba kalau tidak besok aja aku pulang dari kampus, nanti mampir ke sini Zara beralasan karena tidak mungkin juga dia menghubungi Ar. Karena memang ia tidak mempunyai nomor teleponnya!

Tiba-tiba ponselnya berdering bergetar ternyata Mira yang menghubunginya

"Bu Zara mau angkat telepon dulu ya" Ujar Zara yang diangguki oleh Bu lastri, setelah itu Zara langsung keluar menuju halaman panti.

"Assalamualaikum Mir" Ucap Zara

"Waalaikumsalam Za kamu udah di Jakarta ya? Tanya Mira di seberang sana, dari suaranya mira terdengar begitu antusias.

"Iya kebetulan Hari ini aku mau ke kampus dan sekarang aku sedang berada di Panti" jawab Zara.

"Share loc biar nanti aku jemput" Ucap Mira.

"Ih enggak usah Mir aku nggak mau ngrepotin" Jawab Zara.

"Nggak apa-apa Za orang nggak ngerepotin kok" Sambung mira.

"Ya udah kalau gitu nanti aku share loc ya Mir" Jawab Zara akhirnya nyerah.

"Oke Za Aku tutup dulu ya teleponnya, Assalamualaikum"

"Iya Waalaikumsalam" kemudian panggilan telepon pun terputus.

Zara langsung masuk lagi ke dalam, "Sudah nak? sarapan dulu yuk" ajak bu lastri sambil mengambilkan sepiring nasi goreng dan juga segelas air teh hangat untuk Zara.

"Ya ampun Ibu Zara jadi ngerepotin ibu" Ucap Zara jadi nggak enak.

"Mana ada seorang anak ngrepotin ibunya" Ucap Bu lastri tersenyum, mendengar ucapan Bu lastri barusan membuat mata Zara berkaca-kaca. Karena ia jadi teringat dengan almarhumah Umi Aisha, terlebih memiliki wajah yang begitu mirip dengan uminya.

"Loh kok malah sedih" Ucap bu lastri yang menatap Zara.

"Nggak kok Bu Zara hanya bahagia saja, karena Zara merasa kalau almarhumah Umi masih ada ketika melihat ibu" Sahut cZara tersenyum.

Bu lastri pun ikut tersenyum "Ya sudah lebih baik kita sarapan dulu biar kamu bisa fokus belajarnya" Ucap bu lastri yang diangguki oleh Zara.

Setelah selesai sarapan, Zara langsung membantu bu lastri merapihkan piring yang kotor. Dan setelah semuannya selesai di cuci tiba-tiba saja ada yang ngetuk pintu.

tok tok tok

"Siapa ya Za" tanya Bu lastri.

"Biar saya yang bukain Bu" Ucap Zara kemudian dia langsung membuka pintu.

"Assalamualaikum" Ucap Mira tersenyum.

" Waalaikumsalam" jawab Zara yang langsung memeluk Mira, karena dia juga sudah sangat rindu pada sahabatnya itu.

"Siapa Za? Tanya Bu lastri menghampiri mereka berdua.

"Bu kenalin ini Mira sahabat Zara di kampus"

"Mira Bu" ucap mira mencium punggung tangan di Lastri.

"Saya Bu lastri" Ucap Bu lastri tersenyum

"Za Bu lastri mirip .. Mira pun langsung menjeda ucapannya karena merasa tidak enak.

"Mirip almarhumah Umi" Ucap Zara

"Maaf ya Za" mira merasa benar-benar merasa tidak enak.

"Sudahlah santai aja Mir kamu kayak sama siapa aja" sahut Zara terkekeh.

    "Zara ajak masuk dong temennya" Ucap Bu Lastri.

____Tbc___

Episodes
1 Zara
2 Calon Maba
3 Ospek
4 Hukuman
5 Modus Rully
6 Insiden Dilapangan Basket
7 Zara Dibawa Kerumah Sakit
8 Fakta Yang Terpendam
9 Perjodohan
10 Arsenio Bimbang
11 Demi Black Card
12 Ar Nginap Di Rumah Zara
13 Suara Adzan Yang Indah
14 Obsesi Hanif
15 Terbukti Ar Pelindung Zara
16 SAH!!!
17 Pengantin Baru yang Unik
18 Ketemu Mantan
19 Imam untuk Zara
20 Tanda hati
21 Sensi
22 Arsenio Terjatuh
23 Ketiduran
24 Mulai Penasaran
25 Merampas Hak Secara Paksa
26 Mulai Bucin
27 Kenapa Harus Ar, Za
28 Cintai Aku Karena Allah
29 Tiba_tiba Di Drop Out
30 Dirga Ikhlas
31 Cantik Sekali Menantu Papah
32 Dirga Mendatangi Tempat Kerja Adiba
33 Gaji Pertama
34 Wanita Penggoda
35 PMS
36 Hari Patah Hati Sedunia
37 Kebohongan Rosi
38 Sekertaris Gatel
39 Sensitif
40 Istri Sah VS Sekertaris
41 Muka Tembok
42 Sintya Mendorong Zara
43 Sintya Memeluk Ar
44 Manipulatif
45 Pura Pura Pingsan
46 Calon Istri
47 Gara-gara Seblak
48 Ada Apa Dengan Zara
49 Happiness
50 Telur Gulung
51 Rekaman CCTV
52 Kehilangan Akal
53 Pijit
54 Menyenangkan Suami
55 Habis Ninu Ninu
56 Di Culik
57 My Wife
58 Sold Out
59 Gagal unboxing
60 Istri Lo Sakit
61 Kejutan
62 Insiden
63 Runtuhnya Dunia Ar Dan Zara
64 Sabar dan Ikhlas
65 Kalian Berdua Pacaran
66 Kelakuan Bejat Hanif
67 Di usir
68 Penyesalan
69 Seperti Jalang Lo
70 Vidio Call Bella
71 Couple Goals
72 Hanya Menjadi Pemuas Nafsu
73 Berhasil Mendapat Barang Bukti
74 Pertolongan Untuk Mira
75 Balasan Untuk Hanif
76 Ar junior part 2
77 Kabar Kematian Hanif
78 Nunggu Masa Iddah
79 Jaga Jarak ( belum direvisi )
Episodes

Updated 79 Episodes

1
Zara
2
Calon Maba
3
Ospek
4
Hukuman
5
Modus Rully
6
Insiden Dilapangan Basket
7
Zara Dibawa Kerumah Sakit
8
Fakta Yang Terpendam
9
Perjodohan
10
Arsenio Bimbang
11
Demi Black Card
12
Ar Nginap Di Rumah Zara
13
Suara Adzan Yang Indah
14
Obsesi Hanif
15
Terbukti Ar Pelindung Zara
16
SAH!!!
17
Pengantin Baru yang Unik
18
Ketemu Mantan
19
Imam untuk Zara
20
Tanda hati
21
Sensi
22
Arsenio Terjatuh
23
Ketiduran
24
Mulai Penasaran
25
Merampas Hak Secara Paksa
26
Mulai Bucin
27
Kenapa Harus Ar, Za
28
Cintai Aku Karena Allah
29
Tiba_tiba Di Drop Out
30
Dirga Ikhlas
31
Cantik Sekali Menantu Papah
32
Dirga Mendatangi Tempat Kerja Adiba
33
Gaji Pertama
34
Wanita Penggoda
35
PMS
36
Hari Patah Hati Sedunia
37
Kebohongan Rosi
38
Sekertaris Gatel
39
Sensitif
40
Istri Sah VS Sekertaris
41
Muka Tembok
42
Sintya Mendorong Zara
43
Sintya Memeluk Ar
44
Manipulatif
45
Pura Pura Pingsan
46
Calon Istri
47
Gara-gara Seblak
48
Ada Apa Dengan Zara
49
Happiness
50
Telur Gulung
51
Rekaman CCTV
52
Kehilangan Akal
53
Pijit
54
Menyenangkan Suami
55
Habis Ninu Ninu
56
Di Culik
57
My Wife
58
Sold Out
59
Gagal unboxing
60
Istri Lo Sakit
61
Kejutan
62
Insiden
63
Runtuhnya Dunia Ar Dan Zara
64
Sabar dan Ikhlas
65
Kalian Berdua Pacaran
66
Kelakuan Bejat Hanif
67
Di usir
68
Penyesalan
69
Seperti Jalang Lo
70
Vidio Call Bella
71
Couple Goals
72
Hanya Menjadi Pemuas Nafsu
73
Berhasil Mendapat Barang Bukti
74
Pertolongan Untuk Mira
75
Balasan Untuk Hanif
76
Ar junior part 2
77
Kabar Kematian Hanif
78
Nunggu Masa Iddah
79
Jaga Jarak ( belum direvisi )

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!