Calon Maba

"Masya Allah Alhamdulillah, masih ada orang baik di kota yang padat penduduk ini.. gumam Zara dalam hati, tak henti_hentinya bersyukur.

"Bagaimana nak Zara, kok malah melamun? tanya bu lastri lagi.

"Apa gak papa bu kalau saya tidak bayar sewa kamarnya? tanya Zara tidak enak hati.

"Gak papa nak kebetulan ada satu kamar yang kosong, dikarenakan suster penjaga anak_anak memilih pulang kampung dan tak kembali lagi kesini... jawab bu lastri tersenyum.

"Kalau begitu apa boleh saya yang menggantikan suster penjaga itu bu? tanya Zara.

"Sangat boleh nak Zara, memang saya membutuhkan tenaga pengajar. Untuk mengajar anak_anak panti mengaji, kalau untuk menjaga anak_anak sudah ada suster yang menjaga. Tapi ya gitu nak Zara saya tidak bisa membayar dengan nominal besar".. jawab bu lastri sambil membenarkan jilbab panjangnya.

"Zara tidak perlu dibayar bu, sudah diperbolehkan tinggal disini secara gratis aja Zara bersyukur.. jawa Zara.

"Zara akan menjadi relawan untuk mengajar ngaji, disini dengan suka rela.. Sambung Zara sambil tersenyum di balik cadarnya.

"Alhamdulillah untuk makan, nak Zara tidak perlu memikirkan itu. Disini kita makan sama_sama, walaupun sederhana.. tambah bu lastri.

"Alhamdulillah terimakasih banyak bu.. jawab Zara.

"Ya sudah mari ibu antarkan nak Zara ke kamar, biar nak Zara bisa istirahat.. ajak bu lastri dan Zara mengangguk.

"Ini adalah kamar untuk nak Zara, walaupun tidak besar semoga nak Zara betah tinggal disini"... ucap bu lastri menunjukan kamar yang akan Zara tempati.

Zara memandang seisi kamar yang bernuansa biru, terdapat kasur yang cukup untuk 2 orang. Lemari pakaian, meja rias lengkap dengan cerminnya. Sampai ada meja kerja di pojok dan tak lupa juga kipas angin di samping tempat tidur.

"Masyaallah, Alhamdulillah.. ucap Zara penuh rasa syukur.

Zara langsung meletakan koper di samping tempat tidur, bu lastri teringat jika dia belum nanya tujuan Zara. Ke jakarta, ia hanya tau Zara berasal dari bandung.

"Oh iya nak Zara apakah ibu boleh bertanya?

"Silahkan bu..

"Nak Zara datang ke jakarta apakah untuk bekerja? tanya bu lastri.

"Oh itu ngga bu Zara datang ke jakarta, karena Zara diterima kuliah di universitas malaka. Kebetulan 3 hari lagi Zara akan menjalani ospek sebagai mahasiswa baru"... jelas Zara.

"Masyaallah itu kampus terbaik disini, tidak sembarangan orang bisa diterima. Kampus malaka hanya untuk orang_orang yang berprestasi".... ucap bu lastri takjub.

"Alhamdulillah bu, Zara lolos tes lewat jalur prestasi.. jawab Zara lagi.

"Masyaallah, ya sudah sekarang nak Zara istirahat aja dulu nanti kita makan malam bersama dengan anak_anak panti.

"Iya bu terimakasih sekali lagi.. di angguki oleh bu lastri.

______

Besok adalah waktunya Zara untuk datang ke kampus malaka, ia sedang sedikit kesal sambil berulang kali membaca pesan chat group khusus calon mahasiswa baru.

PERLENGKAPAN PESERTA OSPEK

1, PAKAIAN RESMI MAHASISWA/I)

a, Kemeja putih lengan pendek/panjang.

b, Celana / rok panjang warna hitam.

c, Jilbab warna putih( untuk yang berhijab.)

d, Sepatu warna hitam.

e, Kaos kaki ( kanan merah, kiri putih )

PERLENGKAPAN

_ Topi bentuk kerucut dari kertas karton pink untuk putra, biru untuk putri dengan tali penyangkut warna kuning.

_ Papan nama kertas karton berwarna pink untuk putra, warna biru untuk putri dengan tali warna kuning ( bertuliskan nama hewan )

_ Untuk putri rambut di kuncir 5 dengan pita warna warni, dan untuk yang pakai hijab tempelkan pita warna warni berbentuk love. Sebanyak 5 buah, dengan lem double tipe.

_ Gelang dari tali rapia dengan rumbai_rumbai berwarna kuning.

NOTE: JIKA ATRIBUT TIDAK LENGKAP MAKA HUKUMAN MENANTI KALIAN

"Hufff.. Zara membuang nafasnya kasar, sambil meletakkan handphone nya kembali.

"Kenapa harus seribet ini sih ya Allah.. bisik Zara.

"Eh, Astagfirullah kenapa aku ngeluh kaya gini, seharusnya aku bersyukur karena udah diterima di kampus malaka".. Zara langsung mengelus dada, sambil terus beristigfar.

Tok tok tok

"Zara boleh ibu masuk? tanya bu lastri dari luar.

"Iya Bu masuk aja, Kak Icha kunci... jawab Icha yang langsung memasang tali cadarnya.

"loh Kamu sedang apa?.. tanya Bu lastri yang melihat banyak melihat banyak sekali kertas karton berserakan.

"Zara lagi nyiapin buat ospek besok Bu, udah kelar sih tinggal nyari nama aja buat tulis di papan nama.. jawab Zara.

"Kenapa nggak Tulis nama kamu aja.. tanya Bu lastri, yang langsung duduk di atas karpet di lantai beralaskan karpet tepat di samping Zara.

"Panitia Ospek nyuruhnya pakai nama hewan Bu.. jawab Zara.

"Gimana kalau kamu tulis aja nama Panda.. Bu lastri memberi usul.

"Ibu suka panda?.. gadis itu malah bertanya.

"Bukan begitu tapi filosofi panda itu sangat mencerminkan diri kamu... Jawab bu lastri.

"Maksud Ibu?.. Zara mengernyitkan dahi.

"Panda itu simbol kelembutan sama seperti kamu, Kamu adalah gadis yang lembut.. Jawab bi lastri sambil tersenyum.

"Ah Ibu bisa aja.. jawab Zara malu, tapi tangannya menulis kata Panda pada papan nama yang sudah dia buat.

"Kamu ini malu-malu tapi ditulis juga.. kata Bu lastri terkekeh sambil geleng-geleng melihat kelakuan Zara.

"Hehehe habis Zara bingung Bu, jadinya sesuai yang Ibu Katakan aja yang Zara tulis.. Bu lastri hanya tersenyum menanggapinya.

"Zara Ibu boleh tanya?

"Silahkan Bu, selagi Zara bisa jawab... jawab Zara tersenyum di balik cadarnya. Bu lastri dapat melihat senyum Zara, karena matanya menyipit.

"Sudah tiga hari kamu di sini tapi kamu selalu memakai penutup wajah depan Ibu, apa kamu keberatan jika Ibu ingin melihat melihat wajah kamu.

"Maaf jika Ibu tersinggung Zara tidak terbiasa melepas cadar, karena selama Zara tinggal di Bandung Zara selalu memakai cadar. Kecuali di dalam kamar karena di rumah Zara sering ada tamu Abah, yang berkunjung santri sering bolak-balik ke rumah untuk bertemu Abah.. Zara merasa gak enak hati.

"Apa orang tua kamu seorang pemuka agama? tanya bu lastri terkejut.

"Alhamdulillah Bu Abah seorang kyai, yang memiliki pesantren dengan ratusan santri.. jawab Zara malu-malu.

"Masya Allah pantes aja kamu sangat fasih mengajinya, ternyata kamu anak seorang Kyai. Pasti ayah dan ibu kamu sangat bangga memiliki anak sesolihah kamu... ucap bu lastri.

"Amin... ucap Zara dengan raut wajah sedih.

"loh Zara kenapa kamu jadi sedih? Apa ada perkataan ibu yang salah.. tanya Bu lastri sedikit terkejut melihat mukanya Zara.

"Nggak bu Zara kangen dengan Umi Zara... jawab Zara sambil mengusap sudut matanya yang berair.

"Ya sudah coba ditelepon aja kalau kangen, Ibu juga ingin berkenalan dengan Umi kamu.

"Tidak bisa Bu.. jawab Zara.

"Kenapa Nak?

"Karena Uminya Zara sudah berada di surganya Allah... ucap Zara sambil tersenyum menatap Bu lastri.

Bu lastri langsung menutup mulutnya dengan tangannya sendiri ya begitu terkejut saat mengetahui bahwa Zara adalah anak piatu.

"Maaf ya nak Zara Ibu tidak tahu.. kata bu lastri.

"Nggak papa kok Bu.. bu lastri langsung memeluknya.

"Nggak papa Bu, emang Zara belum cerita sama ibu... jawab Zara tak lama mereka melepaskan pelukannya.

____Tbc____

Terpopuler

Comments

snow Dzero

snow Dzero

Cirebon AP Bandung sih tempat asal y

2025-02-15

0

lihat semua
Episodes
1 Zara
2 Calon Maba
3 Ospek
4 Hukuman
5 Modus Rully
6 Insiden Dilapangan Basket
7 Zara Dibawa Kerumah Sakit
8 Fakta Yang Terpendam
9 Perjodohan
10 Arsenio Bimbang
11 Demi Black Card
12 Ar Nginap Di Rumah Zara
13 Suara Adzan Yang Indah
14 Obsesi Hanif
15 Terbukti Ar Pelindung Zara
16 SAH!!!
17 Pengantin Baru yang Unik
18 Ketemu Mantan
19 Imam untuk Zara
20 Tanda hati
21 Sensi
22 Arsenio Terjatuh
23 Ketiduran
24 Mulai Penasaran
25 Merampas Hak Secara Paksa
26 Mulai Bucin
27 Kenapa Harus Ar, Za
28 Cintai Aku Karena Allah
29 Tiba_tiba Di Drop Out
30 Dirga Ikhlas
31 Cantik Sekali Menantu Papah
32 Dirga Mendatangi Tempat Kerja Adiba
33 Gaji Pertama
34 Wanita Penggoda
35 PMS
36 Hari Patah Hati Sedunia
37 Kebohongan Rosi
38 Sekertaris Gatel
39 Sensitif
40 Istri Sah VS Sekertaris
41 Muka Tembok
42 Sintya Mendorong Zara
43 Sintya Memeluk Ar
44 Manipulatif
45 Pura Pura Pingsan
46 Calon Istri
47 Gara-gara Seblak
48 Ada Apa Dengan Zara
49 Happiness
50 Telur Gulung
51 Rekaman CCTV
52 Kehilangan Akal
53 Pijit
54 Menyenangkan Suami
55 Habis Ninu Ninu
56 Di Culik
57 My Wife
58 Sold Out
59 Gagal unboxing
60 Istri Lo Sakit
61 Kejutan
62 Insiden
63 Runtuhnya Dunia Ar Dan Zara
64 Sabar dan Ikhlas
65 Kalian Berdua Pacaran
66 Kelakuan Bejat Hanif
67 Di usir
68 Penyesalan
69 Seperti Jalang Lo
70 Vidio Call Bella
71 Couple Goals
72 Hanya Menjadi Pemuas Nafsu
73 Berhasil Mendapat Barang Bukti
74 Pertolongan Untuk Mira
75 Balasan Untuk Hanif
76 Ar junior part 2
77 Kabar Kematian Hanif
78 Nunggu Masa Iddah
79 Jaga Jarak ( belum direvisi )
Episodes

Updated 79 Episodes

1
Zara
2
Calon Maba
3
Ospek
4
Hukuman
5
Modus Rully
6
Insiden Dilapangan Basket
7
Zara Dibawa Kerumah Sakit
8
Fakta Yang Terpendam
9
Perjodohan
10
Arsenio Bimbang
11
Demi Black Card
12
Ar Nginap Di Rumah Zara
13
Suara Adzan Yang Indah
14
Obsesi Hanif
15
Terbukti Ar Pelindung Zara
16
SAH!!!
17
Pengantin Baru yang Unik
18
Ketemu Mantan
19
Imam untuk Zara
20
Tanda hati
21
Sensi
22
Arsenio Terjatuh
23
Ketiduran
24
Mulai Penasaran
25
Merampas Hak Secara Paksa
26
Mulai Bucin
27
Kenapa Harus Ar, Za
28
Cintai Aku Karena Allah
29
Tiba_tiba Di Drop Out
30
Dirga Ikhlas
31
Cantik Sekali Menantu Papah
32
Dirga Mendatangi Tempat Kerja Adiba
33
Gaji Pertama
34
Wanita Penggoda
35
PMS
36
Hari Patah Hati Sedunia
37
Kebohongan Rosi
38
Sekertaris Gatel
39
Sensitif
40
Istri Sah VS Sekertaris
41
Muka Tembok
42
Sintya Mendorong Zara
43
Sintya Memeluk Ar
44
Manipulatif
45
Pura Pura Pingsan
46
Calon Istri
47
Gara-gara Seblak
48
Ada Apa Dengan Zara
49
Happiness
50
Telur Gulung
51
Rekaman CCTV
52
Kehilangan Akal
53
Pijit
54
Menyenangkan Suami
55
Habis Ninu Ninu
56
Di Culik
57
My Wife
58
Sold Out
59
Gagal unboxing
60
Istri Lo Sakit
61
Kejutan
62
Insiden
63
Runtuhnya Dunia Ar Dan Zara
64
Sabar dan Ikhlas
65
Kalian Berdua Pacaran
66
Kelakuan Bejat Hanif
67
Di usir
68
Penyesalan
69
Seperti Jalang Lo
70
Vidio Call Bella
71
Couple Goals
72
Hanya Menjadi Pemuas Nafsu
73
Berhasil Mendapat Barang Bukti
74
Pertolongan Untuk Mira
75
Balasan Untuk Hanif
76
Ar junior part 2
77
Kabar Kematian Hanif
78
Nunggu Masa Iddah
79
Jaga Jarak ( belum direvisi )

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!