Perjodohan

  Tok tok tok

Tiba_tiba saja ada tamu yang datang, Bu lastri langsung buru_buru membukakan pintu.

    "Assalamualaikum... Ucap seseorang diambang pintu.

   "Walaikumsalam...Maaf bapak siapa ya, tanya bu lastri.

Bukannya menjawab orang itu malah tertegun melihat bu lastri.

   "Astagfirullah... Ucapnya langsung menundukan pandangannya, matanya langsung memanas seketika dia langsung teringat dengan almarhumah istrinya.

Dia bertanya_tanya dalam hati, mengapa wanita di depannya mirip sekali dengan almarhumah Umi Aisha.

Ya yang datang adalah Abah Fais, ia sengaja datang ke jakarta setelah mengetahui Zara masuk rumah sakit. Sekaligus ia ingin bersilatuharmi, dengan pak Abimana dan mama elena.

   "Maaf bapak ada perlu apa ya? tanya bu lastri lagi yang melihat Abah Fais terdiam.

   "Emm, ini saya mau bertemu dengan putri saya Delisha Zara.. jawab Abah Fais.

   "Ya Allah ternyata bapak adalah orang tuanya nak Zara, silahkan masuk pak.. ucap bu lastri gugup dan mempersilahkan Abah Fais masuk.

   "Assalamualaikum.. Abah Fais memberi salam ketika memasuki panti An_nur.

   "Walaikumsalam.. jawab Zara, Pak Abimana dan Mama Elena berbarengan.

    "Abah.. panggil Zara dan ia pun langsung berdiri, kemudian mencium punggung tangan Abah Fais lalu memeluknya.

Dua minggu di jakarta membuat Zara sangat merindukan sang Ayah.

   "Pak Fais/Aa Fais... Sapa pak Abimana dan Mama Elena, Abah Fais langsung bersalaman dengan Pak Abimana sedangkan Mama Elena hanya menangkupkan kedua tangannya di dada. Ia tahu Abah Fais tidak akan bersalaman dengan lawan jenis.

   "kok nggak bilang sama Zara kalau mau ke sini.. tanya Zara setelah Abah Fais duduk dikursi.

     "Abah sudah bilang sama Pak Abimana dan Elen... jelas Abah Fais, sambil mengusap kepala putri satu-satunya itu.

   "A Faiz apa kabar? tanya Elena.

   "Alhamdulillah saya baik, Oh ya Mana Putra kalian?

 "Ar sedang tidak enak badan Pak.. Jawab Pak Abimana berbohong.

Padahal sebelum menjemput Zara di rumah sakit. Dia bertengkar hebat sama Sang putra karena Ar menolak untuk ikut, ia memilih untuk pulang ke apartemennya. karena memang selama 3 bulan terakhir, Ar jarang pulang ke rumah Setelah semua fasilitasnya dicabut apartemen art adalah hadiah dari sang kakek jadi Pak Abi tidak bisa mengambil kunci apartemennya.

 Sementara Abah Fais menggangguk saja,

     "A fais Malam ini tidur di rumah kami saja.. ucap Mama Elena.

   "Ya Pak Fais tidak usah mencari penginapan.. Sambung Pak Abimana.

   "Tidak apa-apa saya tidak mau merepotkan.. sahut Abah Fais.

    "Sama sekali tidak merepotkan A ayolah kita sudah lama tidak bertemu.. Sahut mama Elena.

   "Baiklah terima kasih Elen Pak Abi...Ucapkan Abah Faiz, yang digangguki Mama Elena sama papa Abimana.

  "Zara ikut saja sekalian.. Ucap Mama Elena.

  "Kalau perlu Zara tinggal saja di rumah kami Sambung Pak Abimana.

   "Zara harus mengajar anak-anak Panti tante, om.. Ucap Zara tidak enak.

   "Kapan kamu ngajar anak-anak di sini? tanya Pak Abimana.

   "Sehabis Ashar mengaji Iqro dan Alquran, lalu dilanjut salat magrib berjamaah. Setelah itu anak-anak lanjut belajar kitab sampai Isya, Om.

    "Malamnya kamu pulang saja ke rumah tante.. ucap Elena.

   "Sepertinya tidak perlu Elen, takut nanti terjadi fitnah karena kalian memiliki Putra... sahut Abah Fais.

   "Kalau seperti itu kita nikahkan saja mereka A, agar Zara ada yang menjaga dan A Fais tidak perlu khawatir lagi, selama Zara di Jakarta.. Celetuk mama Elena membuat Zara terkejut.

  "Ta_ pi Tante, Zara masih mau kuliah dan mengejar cita-cita Zara untuk menjadi seorang dokter.

   "Menikah tidak akan mempengaruhi pendidikan dan impian kamu sayang, kamu masih bisa lanjut kuliah.. Ucap Mama Elena sambil tersenyum.

   "Benar apa yang dikatakan istri saya Pak Fais, Bagaimana apakah Abah Fais setuju? Tanya Pak Abimana sepemikiran dengan istrinya, ia yakin Zara bisa merubah Ar menjadi lebih baik lagi.

   "Lama Abah Fais terdiam dan berpikir, "Apa kamu siap Zara? tiba-tiba Abah Fais bertanya pada putrinya.

  "Zara menurut saja apa kata Abah.. Jawab Zara.

    "Baiklah nanti kita bicarakan ini lagi... Ucap Abah Fais, yang diangguki mama Elena dan Pak Abimana.

   Seperti permintaan Mama Elena tadi yang meminta Abah Fais dan Zara bermalam di rumahnya, saat ini mereka semua telah sampai di kediaman Pak Abimana.

     Saat ini Pak Abimana dan apa Abah Fais sedang membicarakan tentang Perjodohan Zara dan juga Ar.

    Sementara Mama Elena dan Zara sedang berada di dapur untuk memasak makan malam, Zara memang sengaja meminta agar dia yang memasak dan mama Elena memutuskan untuk membantu Zara. Setelan memberitahu maid untuk tidak masak malam ini.

    "Sepertinya kamu jago masak ya".. Tebak Mama Elena sambil tersenyum.

   "Nggak jago tante cuma bisa aja.. jawab Zara yang sudah akrab dengan mama Elena itu.

   "Mah.. tiba-tiba saja Ar muncul dan memanggil sama mama.

  "Loh Ar Mama pikir kamu tidak pulang.. sahut Mama Elena terkejut.

   "Ngapain lo?.. Bukannya menjawab mamanya, Ar malah bertanya pada Zara dengan Tatapan yang tajam.

   Entahlah rasanya ia semakin membenci Zara yang dianggapnya sebagai wanita munafik itu, terlebih saat ini Zara sedang berada di rumahnya. Ar malah berpikir jika Zara sedang mencari perhatian kedua orang tuanya.

 Ar belum mengetahui kehadiran Abah Fais, karena ketika ia sampai ia tidak melewati pintu utama. Ia Malah lewati pintu belakang yang terhubung dengan dapur.

   "Aku lagi masak.. jawab Zara cuek.

   "Ar jangan terlalu kasar sama wanita.. tegur Mama Elena.

Ar tidak berkata apa-apa lagi, ia malah meninggalkan Zara dan nama Elena begitu saja. ia langsung berjalan menuju ke kamarnya.

  "Ar kemarilah.. tiba-tiba Pak Abimana sedang duduk di ruang keluarga, bersama Abah Fais memanggil Ar.

 Ar dengan malas menghampiri Pak Abimana, "Ar Perkenalkan ini Ayahnya Zara.. Ucap Abimana.

   "Malam om saya Ar.. ucap Ar Seraya mencium punggung tangan Abah Fais.

"Jangan panggil Om panggil saja Abah.. Ucap Abah Fais tersenyum, lalu menepuk pundak Ar pelan.

"Iya Om eh Abah.. jawab Ar kikuk.

"Putra Pak Abimana sangat tampan dan juga sopan sekali.. Ucap Abah Fais.

Mendengar pujian dari Abah Fais, hati Ar terasa tersentil, baru pertama kali ada orang yang mengatakan bahwa dirinya anak yang sopan. Bahkan sang Papa sekalipun tidak pernah memujinya seperti itu, malah Pak Abimana seringnya menyebut Ar Putra pembangkang dan susah diatur.

"Begitulah Abah Fais selain sopan Ar juga anak yang penurut" Sarkas Pak Abimana menatap Ar, sementara air hanya memasang wajah datar.

"Makan malam sudah siap, Ayo kita makan dulu.. ajak mama Elena.

"Mari Abah Fais.. ajak Pak Abimana.

"Ayo Ar makan malam bersama.. sambung Pak Abi mana.

"Ar mau langsung ke kamar.. jawab Ar datar.

"Maaf tidak baik menolak permintaan orang tua.. Ucap Abah Fais, Entah mengapa memandang wajah Abah Fais membuat hati Ar begitu tenang. tapi beda halnya ketika ia melihat wajah Zara, entah Mengapa Ar sangat membenci gadis itu.

"Baik Bah.. Jawab Ar menurut seperti kerbau dicucuk hidungnya.

Pak Abimana begitu terkejut karena selama ini Ar tidak pernah menurut kepada ucapan siapapun.

Mereka semua sudah berkumpul di meja makan dan akan memulai makan malam bersama, Zara sudah menyiapkan makanan yang telah Ia masak bersama mama Elena. Kemudian menyendokan nasi dan juga lauknya untuk Abahnya.

"Tante dan om mau sekalian diambilkan? Tanya Zara.

"Tidak usah nak, Kamu duduklah dan makan... Jawab Mama Elena.

"Dasar muka dua.. Umpat Ar dalam hati.

Episodes
1 Zara
2 Calon Maba
3 Ospek
4 Hukuman
5 Modus Rully
6 Insiden Dilapangan Basket
7 Zara Dibawa Kerumah Sakit
8 Fakta Yang Terpendam
9 Perjodohan
10 Arsenio Bimbang
11 Demi Black Card
12 Ar Nginap Di Rumah Zara
13 Suara Adzan Yang Indah
14 Obsesi Hanif
15 Terbukti Ar Pelindung Zara
16 SAH!!!
17 Pengantin Baru yang Unik
18 Ketemu Mantan
19 Imam untuk Zara
20 Tanda hati
21 Sensi
22 Arsenio Terjatuh
23 Ketiduran
24 Mulai Penasaran
25 Merampas Hak Secara Paksa
26 Mulai Bucin
27 Kenapa Harus Ar, Za
28 Cintai Aku Karena Allah
29 Tiba_tiba Di Drop Out
30 Dirga Ikhlas
31 Cantik Sekali Menantu Papah
32 Dirga Mendatangi Tempat Kerja Adiba
33 Gaji Pertama
34 Wanita Penggoda
35 PMS
36 Hari Patah Hati Sedunia
37 Kebohongan Rosi
38 Sekertaris Gatel
39 Sensitif
40 Istri Sah VS Sekertaris
41 Muka Tembok
42 Sintya Mendorong Zara
43 Sintya Memeluk Ar
44 Manipulatif
45 Pura Pura Pingsan
46 Calon Istri
47 Gara-gara Seblak
48 Ada Apa Dengan Zara
49 Happiness
50 Telur Gulung
51 Rekaman CCTV
52 Kehilangan Akal
53 Pijit
54 Menyenangkan Suami
55 Habis Ninu Ninu
56 Di Culik
57 My Wife
58 Sold Out
59 Gagal unboxing
60 Istri Lo Sakit
61 Kejutan
62 Insiden
63 Runtuhnya Dunia Ar Dan Zara
64 Sabar dan Ikhlas
65 Kalian Berdua Pacaran
66 Kelakuan Bejat Hanif
67 Di usir
68 Penyesalan
69 Seperti Jalang Lo
70 Vidio Call Bella
71 Couple Goals
72 Hanya Menjadi Pemuas Nafsu
73 Berhasil Mendapat Barang Bukti
74 Pertolongan Untuk Mira
75 Balasan Untuk Hanif
76 Ar junior part 2
77 Kabar Kematian Hanif
78 Nunggu Masa Iddah
79 Jaga Jarak ( belum direvisi )
Episodes

Updated 79 Episodes

1
Zara
2
Calon Maba
3
Ospek
4
Hukuman
5
Modus Rully
6
Insiden Dilapangan Basket
7
Zara Dibawa Kerumah Sakit
8
Fakta Yang Terpendam
9
Perjodohan
10
Arsenio Bimbang
11
Demi Black Card
12
Ar Nginap Di Rumah Zara
13
Suara Adzan Yang Indah
14
Obsesi Hanif
15
Terbukti Ar Pelindung Zara
16
SAH!!!
17
Pengantin Baru yang Unik
18
Ketemu Mantan
19
Imam untuk Zara
20
Tanda hati
21
Sensi
22
Arsenio Terjatuh
23
Ketiduran
24
Mulai Penasaran
25
Merampas Hak Secara Paksa
26
Mulai Bucin
27
Kenapa Harus Ar, Za
28
Cintai Aku Karena Allah
29
Tiba_tiba Di Drop Out
30
Dirga Ikhlas
31
Cantik Sekali Menantu Papah
32
Dirga Mendatangi Tempat Kerja Adiba
33
Gaji Pertama
34
Wanita Penggoda
35
PMS
36
Hari Patah Hati Sedunia
37
Kebohongan Rosi
38
Sekertaris Gatel
39
Sensitif
40
Istri Sah VS Sekertaris
41
Muka Tembok
42
Sintya Mendorong Zara
43
Sintya Memeluk Ar
44
Manipulatif
45
Pura Pura Pingsan
46
Calon Istri
47
Gara-gara Seblak
48
Ada Apa Dengan Zara
49
Happiness
50
Telur Gulung
51
Rekaman CCTV
52
Kehilangan Akal
53
Pijit
54
Menyenangkan Suami
55
Habis Ninu Ninu
56
Di Culik
57
My Wife
58
Sold Out
59
Gagal unboxing
60
Istri Lo Sakit
61
Kejutan
62
Insiden
63
Runtuhnya Dunia Ar Dan Zara
64
Sabar dan Ikhlas
65
Kalian Berdua Pacaran
66
Kelakuan Bejat Hanif
67
Di usir
68
Penyesalan
69
Seperti Jalang Lo
70
Vidio Call Bella
71
Couple Goals
72
Hanya Menjadi Pemuas Nafsu
73
Berhasil Mendapat Barang Bukti
74
Pertolongan Untuk Mira
75
Balasan Untuk Hanif
76
Ar junior part 2
77
Kabar Kematian Hanif
78
Nunggu Masa Iddah
79
Jaga Jarak ( belum direvisi )

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!