Zara Dibawa Kerumah Sakit

   "Ada apa? langsung to the point aja kamu sedang membutuhkan bantuan saat ini.. Tebak seseorang disebrang sana.

   "Ar sedang butuh uang untuk bayar rumah sakit" jawab Ar to the point.

  "Siapa yang sakit?

   "Ar bikin cewek pingsan, karena gak sengaja lempar bola basket mengenai kepalanya... jawab Ar dengan berbohong tentu dia tidak mungkin berbohong dengan sengaja melakukan itu.

   "Baiklah papa akan ke rumah kesana untuk membayarnya, jika semua fasilitas akan dikembalikan tapi sudah pasti dengan sebuah syarat. Yang jelas sudah kamu ketahui apa syarat itu.. ucap pak bagaskara dari sebrang.

Ya Arsenio menelpon sang papa karena saat ini tabungannya, telah menipis jelas ia tidak akan mampu untuk membayar rumah sakit. Pak bagaskara memang sudah memblokir semua fasilitas Ar, mulai dari kartu dan juga uang bulanan. Yang tersisa hanya mobil karena itu hadiah, pemberian dari sang mama saat Ar ultah di usia yang ke 17.

  Selama ini Ar mencukupi kebutuhannya, dari hobinya bermain basket. Ar memang sering menjuarai perlombaan basket, mulai dari tingkat kampus sampai antar kota. Ar bukan hanya terkenal di kampusnya, nama Ar sudah sangat terkenal di luar sana. Selain terkenal sebagai tim basket yang memiliki wajah tampan, Ar juga dikenal sebagai pewaris tunggal keluarga Abimana.

 Karena memang sang papah, adalah pengusaha sukses nomor satu di indonesia. Selain itu Ar juga mempunyai followers instagram hampir dua juta pengikut, Ar terkadang mendapat tawaran untuk endorse dari sana juga Ar mendapat uang tambahan.

 Hanya saja sudah 1 bulan ini Ar sedang tidak menerima endorse, karena ia sedang fokus bersama tim basket nya. Untuk melaksanakan perlombaan antar kota, dalam waktu 2 bulan yang akan datang.

Ar langsung mematikan teleponnya secara sepihak, urusan persyaratan dari papanya biarlah nanti dipikirkan. Yang terpenting papanya mau datang dan membantu membayar biaya rumah sakit Zara.

Ar tidak menemui Zara, ia malah menunggu papanya di lobi rumah sakit. Dan setelah beberapa menit akhirnya Pak Abimana datang juga, dan Ar menatap sebal ke arah sang papah karena ia malah data membawa mamanya.

 Pak Abimana sangat tahu kelemahannya, adalah mamanya yang bernama mama elena.

    "Ar apa yang terjadi?... tanya mama elena dengan raut wajah khawatir.

   "Papah gak bilang? Ar malah balik bertanya.

     "Bilang, tapi mama mau dengar langsung dari mulut kamu sendiri.

   "Maaf mah Ar gak sengaja..

   "Dimana gadis itu? tanya mama elena, sementara Ar langsung menaikkan kedua bahunya tanda ia tidak tahu.

   "Kamu ini gimana sih Ar, kan kamu yang bawa dia ke sini.. ucap pak Abimana.

Tiba-tiba saja mira datang menghampiri mereka.. "Kak Ar alhamdulilah zara sudah sadar, tapi maaf aku nggak bisa nemenin karena aku harus pulang.. Ucap mira.

   "Ini kak titip tas zara... sambung mira menyerahkan tas Zara pada Ar, dan Ar langsung menerimanya.

    "Di mana ruangannya? Tanya Ar.

    "Di lantai 3 kamar 6.. jawab Mira.

    "Lu masukin dia kamar VIP... tanya Ar terkejut.

      "Hanya kamar inap itu yang tersisa Kak.. jawab Mira takut.

     "Sudahlah kamu tidak perlu mempermasalahkan itu, lebih baik kita ke sana sekarang.. ucap mama elena.

"Ya sudah kalau gitu aku pamit dulu ya Kak, Tante Om.. Pamit Mira, yang dianggap oleh Abimana. sementara Ar hanya arahnya masang wajah datar.

"Kamu hati-hati ya... Pesan mama Elina, mira mengangguk.

Mereka bertiga sudah sampai di ruangan di mana Zara dirawat, dokter menjelaskan bahwa Zara baik-baik saja. Ia hanya mengalami syok karena terkejut dan itu membuat tubuhnya menjadi lemah, dan dokter sudah memberi Zara obat infus dokter. menawarkan agar Zara dirawat inap saja, dia baru diperbolehkan pulang besok.

 "Nak... Panggil Mama elina menghampiri Zara

Zara langsung berusaha untuk bangun tapi di cegah oleh Mama Elina.

"Jangan bangun dulu, tidak apa kamu tiduran aja.. Ucup Mama Elina, Tapi ia langsung terkejut ketika Zara langsung mengambil tangannya. Dan menciumnya punggung tangannya, Setelah itu beralih mencium punggung tangan Pak Abimana.

Mama Elina begitu tersentuh melihat perilaku Zara barusan, baginya gadis di depannya ini sangat langka. Di zaman sekarang ini sudah sangat jarang sekali ada gadis yang sopan seperti Zara, begitupun dengan Pak Abimana yang langsung tersenyum.

Melihat itu Ar sangat kesal, dengan Zara karena menurut Ar. Zara begitu pandai mencari perhatian, orang tuanya.

"Dasar caper... Maki Ar pelan tapi Pak Abimana mendengarnya.

"Ar jaga bicara kamu... bentak Pak Abimana, tapi Ar tidak peduli sama sekali. Ia Malah asik memainkan ponselnya, dan duduk anteng di sofa bahkan untuk menyapa Zarasaja dia tidak sudi.

"Maaf ya nak, Oh iya siapa namamu... tanya mama elena.

"Delisha Zara tante, tapi biasa dipanggil Zara... jawab cara tersenyum di balik cadarnya.

"Maafkan anak tante ya, gara-gara dia kamu jadi seperti ini.

"Nggak papa Tante Kak Ar juga pasti tidak sengaja.. jawab Zara.

"Ih pede banget.. gerutu Ar dalam hatinya.

"Oh iya Di mana orang tua kamu, Apa kamu sudah mengabarinya? tanya Pak Abimana.

"Abah Zara di Bandung Om, tiba-tiba saja ponsel Zara berdering dan dia melihat Abahnya sedang melakukan video call.

"Om, tante Zara izin mengangkat telepon dulu, dari Abah.. Ucap Zara minta izin, Mama Elina dan Abimana mengangguk.

Zara langsung menggeser tombol hijau di layar ponselnya, dan di sana langsung terpampang wajah Abahnya.

"Assalamualaikum Abah.. Ucap Zara.

"Waalaikumsalam, Neng di mana? Kaya lagi di rumah sakit? Neng sakit? tanya Abah Fais beruntun.

"Neng gapapa Abah, tadi Zahra ada insiden kecil di kampus, tapi Neng baik-baik aja seperti yang Abah lihat sekarang.

"Insiden apa Neng? tanya Abah seperti dengan cuaca seperti penasaran.

"Boleh Om bicara dengan Abah kamu?.. Pinta Pak Abimana yang langsung dianggap oleh Zara.

"Abah ada yang mau bicara sama abah.. ucap Zara, sambil menyerahkan ponselnya ke arah Pak Abimana.

"Assalamualaikum Pak.. ucap pak Abimana.

"Waalaikumsalam.. jawab Abah Fais.

"Sebelumnya saya minta maaf atas nama Putra saya, yang tidak sengaja melempar bola basket lalu mengenai Putri anda. Sehingga membuatnya pingsan tapi bapak tidak perlu khawatir, karena anak saya dan juga saya tidak lari dari tanggung jawab... Jelas Pak Abimana.

"Terima kasih Pak karena sudah mau bertanggung jawab, dan memastikan bahwa putri saya baik-baik saja.. jawab Abah fais

"Oh iya Perkenalkan ini istri saya Elena.. Ucap Pak Abimana dan mama Elina pun menampakan wajahnya di layar ponsel Zara.

"Assalamualaikum ya Allah elen.. Ucap Abah Fais, tiba-tiba dan itu membuat Mama Elena terkejut.

"Aa Ais.. Ucap Mama Elena yang matanya mulai berkaca-kaca.

___Tbc___

Episodes
1 Zara
2 Calon Maba
3 Ospek
4 Hukuman
5 Modus Rully
6 Insiden Dilapangan Basket
7 Zara Dibawa Kerumah Sakit
8 Fakta Yang Terpendam
9 Perjodohan
10 Arsenio Bimbang
11 Demi Black Card
12 Ar Nginap Di Rumah Zara
13 Suara Adzan Yang Indah
14 Obsesi Hanif
15 Terbukti Ar Pelindung Zara
16 SAH!!!
17 Pengantin Baru yang Unik
18 Ketemu Mantan
19 Imam untuk Zara
20 Tanda hati
21 Sensi
22 Arsenio Terjatuh
23 Ketiduran
24 Mulai Penasaran
25 Merampas Hak Secara Paksa
26 Mulai Bucin
27 Kenapa Harus Ar, Za
28 Cintai Aku Karena Allah
29 Tiba_tiba Di Drop Out
30 Dirga Ikhlas
31 Cantik Sekali Menantu Papah
32 Dirga Mendatangi Tempat Kerja Adiba
33 Gaji Pertama
34 Wanita Penggoda
35 PMS
36 Hari Patah Hati Sedunia
37 Kebohongan Rosi
38 Sekertaris Gatel
39 Sensitif
40 Istri Sah VS Sekertaris
41 Muka Tembok
42 Sintya Mendorong Zara
43 Sintya Memeluk Ar
44 Manipulatif
45 Pura Pura Pingsan
46 Calon Istri
47 Gara-gara Seblak
48 Ada Apa Dengan Zara
49 Happiness
50 Telur Gulung
51 Rekaman CCTV
52 Kehilangan Akal
53 Pijit
54 Menyenangkan Suami
55 Habis Ninu Ninu
56 Di Culik
57 My Wife
58 Sold Out
59 Gagal unboxing
60 Istri Lo Sakit
61 Kejutan
62 Insiden
63 Runtuhnya Dunia Ar Dan Zara
64 Sabar dan Ikhlas
65 Kalian Berdua Pacaran
66 Kelakuan Bejat Hanif
67 Di usir
68 Penyesalan
69 Seperti Jalang Lo
70 Vidio Call Bella
71 Couple Goals
72 Hanya Menjadi Pemuas Nafsu
73 Berhasil Mendapat Barang Bukti
74 Pertolongan Untuk Mira
75 Balasan Untuk Hanif
76 Ar junior part 2
77 Kabar Kematian Hanif
78 Nunggu Masa Iddah
79 Jaga Jarak
Episodes

Updated 79 Episodes

1
Zara
2
Calon Maba
3
Ospek
4
Hukuman
5
Modus Rully
6
Insiden Dilapangan Basket
7
Zara Dibawa Kerumah Sakit
8
Fakta Yang Terpendam
9
Perjodohan
10
Arsenio Bimbang
11
Demi Black Card
12
Ar Nginap Di Rumah Zara
13
Suara Adzan Yang Indah
14
Obsesi Hanif
15
Terbukti Ar Pelindung Zara
16
SAH!!!
17
Pengantin Baru yang Unik
18
Ketemu Mantan
19
Imam untuk Zara
20
Tanda hati
21
Sensi
22
Arsenio Terjatuh
23
Ketiduran
24
Mulai Penasaran
25
Merampas Hak Secara Paksa
26
Mulai Bucin
27
Kenapa Harus Ar, Za
28
Cintai Aku Karena Allah
29
Tiba_tiba Di Drop Out
30
Dirga Ikhlas
31
Cantik Sekali Menantu Papah
32
Dirga Mendatangi Tempat Kerja Adiba
33
Gaji Pertama
34
Wanita Penggoda
35
PMS
36
Hari Patah Hati Sedunia
37
Kebohongan Rosi
38
Sekertaris Gatel
39
Sensitif
40
Istri Sah VS Sekertaris
41
Muka Tembok
42
Sintya Mendorong Zara
43
Sintya Memeluk Ar
44
Manipulatif
45
Pura Pura Pingsan
46
Calon Istri
47
Gara-gara Seblak
48
Ada Apa Dengan Zara
49
Happiness
50
Telur Gulung
51
Rekaman CCTV
52
Kehilangan Akal
53
Pijit
54
Menyenangkan Suami
55
Habis Ninu Ninu
56
Di Culik
57
My Wife
58
Sold Out
59
Gagal unboxing
60
Istri Lo Sakit
61
Kejutan
62
Insiden
63
Runtuhnya Dunia Ar Dan Zara
64
Sabar dan Ikhlas
65
Kalian Berdua Pacaran
66
Kelakuan Bejat Hanif
67
Di usir
68
Penyesalan
69
Seperti Jalang Lo
70
Vidio Call Bella
71
Couple Goals
72
Hanya Menjadi Pemuas Nafsu
73
Berhasil Mendapat Barang Bukti
74
Pertolongan Untuk Mira
75
Balasan Untuk Hanif
76
Ar junior part 2
77
Kabar Kematian Hanif
78
Nunggu Masa Iddah
79
Jaga Jarak

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!