SAH!!!

   "Tapi dia sudah menyentuh Zara bah" Tangis Zara kembali pecah.

Ar semakin bingung dengan ucapan Zara, kenapa dia menangis lagi padahal Hanif hanya memegang bahunya saja. Toh tadi juga dia tidak berhasil menarik cadarnya, Ar juga berpikir bahwa Zara berpacaran dengan rully. Tidak mungkin juga, rully tidak menyentuhnya.

    "Sudah, kamu wudhu saja dulu setelah itu kamu istirahat" Ucap Abah Fais menenangkan Zara.

   "Kalau begitu Ar ijin pamit untuk kembali ke jakarta bah" Ucap Ar.

   "Terimakasih karena sudah menolong Zara" Ucap Abah Fais, menepuk bahu Ar.

   "Kak terimakasih" Ucap Zara sambil menundukan kepalanya, ia sangat malu tentang kejadian tadi.

Ar pun mengangguk lalu pamit untuk kembali ke jakarta.

   "Ya Allah.. Terimakasih karena telah mengirimkan pertolongan untuk hamba" Ucap Zara dalam hati, tak henti_hentinya bersyukur. Jika saja Ar tidak datang, entahlah apa yang akan terjadi.

   "Sepertinya Ar memang bisa jadi pelindung, untuk Zara. Ya Allah permudahkan lah pernikahan putri nanti, dan berikanlah keberkahan didalamnya" Abah Fais pun berdoa dalam hatinya.

Setelah kejadian 4 hari yang lalu, Zara tidak pernah keluar dari rumahnya. Bahkan ia tidak berani lagi untuk bertemu laki_laki, selain Abahnya dan mungkin juga Ar. Karena Ar lah yang telah menyelamatkan Zara, kemarin.

Seperti malam ini Zara sedang melamun di depan cermin, ia sedang memikirkan tentang setatusnya besok yang sudah berubah menjadi istri orang. Memang usia Zara masih 19 tahun, dan itu terbilang masih cukup muda. Jika harus menjalani biduk rumah tangga nanti, tapi dari segi ilmu agama Zara sudah paham apa saja hak dan kewajiban dia, jika sudah menjadi istri nanti.

 Padahal hari ini santri sedang sibuk, mempersiapkan acara akad nikah Zara dan Ar besok. Begitu juga dengan para santriwati dan para ustadzah yang tengah sibuk memasak, tapi Zara malah mengurung dirinya di dalam kamar. Dan sepertinya Zara cukup trauma, setelah kejadian itu. beberapa hari yang lalu yang hampir membuat dirinya kehilangan mahkotanya.

   "Neng lagi apa? boleh Abah masuk? tanya Abah Fais dari luar kamar.

   "Iya sebentar bah" Sahut Zara kemudian ia membuka pintu kamarnya, karena memang setelah kejadian itu ia selalu mengunci kamarnya.

   "Ada apa Abah? Tanya Zara setelah pintu terbuka.

   "Boleh Abah masuk? Tanya Abah Fais.

   "Iya bah..

   "Abah ingin bicara dengan kamu" setelah ia duduk di ujung tempat tidur milik Zara.

   "Silahkan Bah, Abah mau ngomong apa? tanya Zara.

   "Neng besok setatu kamu sudah menjadi seorang istri, dan itu tandanya tanggung jawab Abah sebagai orang tua kamu sudah selsai" Abah Fais pun menjeda ucapannya, kemudian ia menatap Zara.

   "Sekarang Abah tanya sama kamu, apa kamu benar_benar siap menikah dengan Ar?

   "Zara siap bah, apapun yang terjadi nantinya, insyaallah Zara akan menjalani tugas istri dengan baik. Dan tentu pilihan Abah juga yang terbaik untuk Zara" jawab Zara saat ini matanya berkaca_kaca.

    "Abah, apa Zara boleh bertanya? tanya Zara yang di angguki oleh Abah Fais.

  "Jika Kak Ar tidak mencintai Zara, apa yang harus Zara lakukan? Kali Zara menatap sang Abah.

   "Neng dulu Abah sama Umi juga gak saling cinta, kami berdua dijodohkan. Tapi tetap menjalankan tugasnya sebagai seorang istri dengan baik, dan lama kelamaan cinta itu akan tumbuh dengan sendirinya. Pada intinya jangan putus ibadah dan berdoa, selalu mohon kepada Allah agar rumah tangga kalian menjadi sakinah mawadah marohmah" jawab Abah Fais meyakinkan Zara, Ia tahu jika ada kekhawatiran dalam diri putrinya saat itu.

   "Abah percaya sama Ar, dia pasti bisa menjaga dan menyayangi mu" Ucap Abah Fais meyakinkan.

   "Amiin" Sahut Zara.

  "Yasudah sekarang kamu istirahat, besok pagi jam 9 akad dimulai" Ucap Abah Fais yang diangguki Zara.

Setelah Abah Fais keluar dari kamarnya, Zara segera mengunci pintunya dia menghembuskan nafasnya kasar.

"Bismillah" ucap Zara dalam hati, Zara hendak memejamkan matanya tapi tiba-tiba ponselnya berdering. Setelah ia melihat ternyata ada panggilan dari Mira, "Assalamualaikum" Ucap Zara.

"Waalaikumsalam, Zara kamu ke mana aja udah seminggu Nggak ikut kelas" kesal Mira.

"Aku sedang berada di Bandung Mir, ada sesuatu yang harus aku lakukan kemungkinan satu minggu lagi aku baru kuliah. Aku juga sudah izin cuti, selama dua Minggu" Jawab Zara

"Hah padahal aku udah kangen banget loh sama kamu, Aku juga capek ngadepin Kak Rully yang selalu Nanyain kamu terus setiap hari" Ucap Mira merajuk di seberang sana.

"Ya udah nggak usah ditanggapin Mir, bilang aja aku lagi balik ke Bandung" Zara terkekeh setelah mendengar keluhan dari sahabatnya itu.

"Ya udah deh jangan lama-lama ya di Bandung Aku kan nggak punya temen lagi selain kamu" Pesan Mira.

"Ya Mir nanti kalau aku sudah sampai Jakarta pasti ku kabari" Jawab Zara.

"Ya udah aku tutup dulu ya Za, "Assalamualaikum" Ucap Mira.

"Waalaikumsalam" Jawab Zara, kemudian panggilan terputus.

"Maaf ya Mir aku nggak jujur dengan tentang aku yang akan menikah sama Kak Ar, aku belum siap untuk cerita tentang ini" Gumam Zara dalam hati, kemudian Ia pun membicarakan matanya dan bersiap untuk tidur. Sebenarnya Zahra belum mengantuk, tapi dia harus bangun untuk melakukan salat tahajud dan setelah Subuh dia akan dirias olehmu mua.

Zara sudah selesai make up, ia saat ini ditemani oleh Ustadzah Nur dan juga Ustadzah Maya.

"Masya Allah Ustadzah Zara cantik sekali" Puji Ustadzah Maya.

"Terima kasih Ustadzah" jawab Zara malu, saat ini Zara mengenakan gaun pengantin syar'i berwarna putih. Senada dengan jilbab yang menutup dada dan juga cadarnya, Zara memakai mahkota di atas kepala. Dengan riasan make up yang tipis dan tidak berlebihan, tapi tidak mengurangi aura kecantikan Zara sama sekali.

"Sebentar lagi acara akad akan segera dimulai, keluarga mempelai pria sudah berada dalam masjid" Ucap Ustazah Nur, mendengar perkataan Ustadzah Nur jantung Zara berdegup dengan kencang dari biasanya.

"Ya sudah kalau Ustadzah Zara sudah siap, ayo kita ke Aula pondok pesantren. Setelah akad selesai baru Ustadzah Zara masuk ke dalam masjid" Ucap Ustadzah Maya.

Mereka berdua langsung membantu Zara keluar dari kamar, dan langsung menuju aula pesantren di sana para santriwati sudah berkumpul.

Sementara para santri semuanya sudah berada di masjid.

"MasyaAllah Ustadzah Zara cantik sekali"

"Persis seperti bidadari" Puji beberapa santriwati pada saat Zara memasuki Aulia pesantren, sementara Zara tersenyum di balik cadarnya.

"Ananda Arsenio Abimana bin Abimana Ankara, saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan putri saya Delisha Zara Aisha binti Muhammad Fais. Dengan mahar berupa uang tunai sebesar 200 juta, dibayar tunai" Ucap Abah Fais dengan suara lantang lewat pengeras suara.

"Saya terima nikah dan kawinnya di Delisha Zara Aisha binti Muhammad Fais dengan mas kawin tersebut dibayar tunai" Ucap Ar dengan satu tarikan nafas.

"Bagaimana para saksi" Tanya Pak Penghulu.

"SAH" Jawab para saksi mereka semua berada dalam masjid secara bersamaan.

"Alhamdulillah Ustadzah Zara sekarang udah menjadi seorang istri" Ucap para Ustadzah.

"Makasih Ustadzah" jawab Zara, dengan tangan yang sudah dingin karena gugup.

"Silahkan mempelai wanita untuk memasuki masjid, untuk menemui mempelai pria" Ucap Penghulu melalui pengeras suara.

"Bismillah Ya Allah" Ucap Zara kemudian berdiri, dan ia pun berjalan menuju ke dalam masjid dengan diantar oleh para ustadzah.

   "Masya Allah" Ucap mereka berbarengan.

____Tbc___

Episodes
1 Zara
2 Calon Maba
3 Ospek
4 Hukuman
5 Modus Rully
6 Insiden Dilapangan Basket
7 Zara Dibawa Kerumah Sakit
8 Fakta Yang Terpendam
9 Perjodohan
10 Arsenio Bimbang
11 Demi Black Card
12 Ar Nginap Di Rumah Zara
13 Suara Adzan Yang Indah
14 Obsesi Hanif
15 Terbukti Ar Pelindung Zara
16 SAH!!!
17 Pengantin Baru yang Unik
18 Ketemu Mantan
19 Imam untuk Zara
20 Tanda hati
21 Sensi
22 Arsenio Terjatuh
23 Ketiduran
24 Mulai Penasaran
25 Merampas Hak Secara Paksa
26 Mulai Bucin
27 Kenapa Harus Ar, Za
28 Cintai Aku Karena Allah
29 Tiba_tiba Di Drop Out
30 Dirga Ikhlas
31 Cantik Sekali Menantu Papah
32 Dirga Mendatangi Tempat Kerja Adiba
33 Gaji Pertama
34 Wanita Penggoda
35 PMS
36 Hari Patah Hati Sedunia
37 Kebohongan Rosi
38 Sekertaris Gatel
39 Sensitif
40 Istri Sah VS Sekertaris
41 Muka Tembok
42 Sintya Mendorong Zara
43 Sintya Memeluk Ar
44 Manipulatif
45 Pura Pura Pingsan
46 Calon Istri
47 Gara-gara Seblak
48 Ada Apa Dengan Zara
49 Happiness
50 Telur Gulung
51 Rekaman CCTV
52 Kehilangan Akal
53 Pijit
54 Menyenangkan Suami
55 Habis Ninu Ninu
56 Di Culik
57 My Wife
58 Sold Out
59 Gagal unboxing
60 Istri Lo Sakit
61 Kejutan
62 Insiden
63 Runtuhnya Dunia Ar Dan Zara
64 Sabar dan Ikhlas
65 Kalian Berdua Pacaran
66 Kelakuan Bejat Hanif
67 Di usir
68 Penyesalan
69 Seperti Jalang Lo
70 Vidio Call Bella
71 Couple Goals
72 Hanya Menjadi Pemuas Nafsu
73 Berhasil Mendapat Barang Bukti
74 Pertolongan Untuk Mira
75 Balasan Untuk Hanif
76 Ar junior part 2
77 Kabar Kematian Hanif
78 Nunggu Masa Iddah
79 Jaga Jarak
Episodes

Updated 79 Episodes

1
Zara
2
Calon Maba
3
Ospek
4
Hukuman
5
Modus Rully
6
Insiden Dilapangan Basket
7
Zara Dibawa Kerumah Sakit
8
Fakta Yang Terpendam
9
Perjodohan
10
Arsenio Bimbang
11
Demi Black Card
12
Ar Nginap Di Rumah Zara
13
Suara Adzan Yang Indah
14
Obsesi Hanif
15
Terbukti Ar Pelindung Zara
16
SAH!!!
17
Pengantin Baru yang Unik
18
Ketemu Mantan
19
Imam untuk Zara
20
Tanda hati
21
Sensi
22
Arsenio Terjatuh
23
Ketiduran
24
Mulai Penasaran
25
Merampas Hak Secara Paksa
26
Mulai Bucin
27
Kenapa Harus Ar, Za
28
Cintai Aku Karena Allah
29
Tiba_tiba Di Drop Out
30
Dirga Ikhlas
31
Cantik Sekali Menantu Papah
32
Dirga Mendatangi Tempat Kerja Adiba
33
Gaji Pertama
34
Wanita Penggoda
35
PMS
36
Hari Patah Hati Sedunia
37
Kebohongan Rosi
38
Sekertaris Gatel
39
Sensitif
40
Istri Sah VS Sekertaris
41
Muka Tembok
42
Sintya Mendorong Zara
43
Sintya Memeluk Ar
44
Manipulatif
45
Pura Pura Pingsan
46
Calon Istri
47
Gara-gara Seblak
48
Ada Apa Dengan Zara
49
Happiness
50
Telur Gulung
51
Rekaman CCTV
52
Kehilangan Akal
53
Pijit
54
Menyenangkan Suami
55
Habis Ninu Ninu
56
Di Culik
57
My Wife
58
Sold Out
59
Gagal unboxing
60
Istri Lo Sakit
61
Kejutan
62
Insiden
63
Runtuhnya Dunia Ar Dan Zara
64
Sabar dan Ikhlas
65
Kalian Berdua Pacaran
66
Kelakuan Bejat Hanif
67
Di usir
68
Penyesalan
69
Seperti Jalang Lo
70
Vidio Call Bella
71
Couple Goals
72
Hanya Menjadi Pemuas Nafsu
73
Berhasil Mendapat Barang Bukti
74
Pertolongan Untuk Mira
75
Balasan Untuk Hanif
76
Ar junior part 2
77
Kabar Kematian Hanif
78
Nunggu Masa Iddah
79
Jaga Jarak

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!