Terbukti Ar Pelindung Zara

Drrrrttt drrrrtt

Ponsel Ar kembali bergetar ada panggilan masuk, dan ia menatap malas layar ponselnya ketika melihat nama Cindy tertera disana.

Ar sama sekali tidak berniat mengangkatnya, toh saat ini sudah tidak ada Zara. Jadi untuk apa dia harus berpura_pura baik pada Cindy, tujuannya dia mengangkat telpon dari Cindy dan memanggilnya sayang. Hanya karena dia tidak mau kalah dari Zara, karena dia menganggap Zara berpacaran dengan rully. Apalagi saat ini juga Ar mengetahui, jika ada seorang ustadz yang menyukai Zara.

Setelah merasa puas melihat pemandangan hijau disana, Ar memutuskan untuk kembali masuk ke dalam mobilnya. Tapi lagi_lagi Cindy terus menelponnya..

"Halo sayang" Ucap Cindy.

"Stop panggil gue sayang, sekarang kita udah gakada hubungan apa_apa lagi. Dan jangan pernah hubungi gue lagi" Setelah mengatakan itu Ar memutuskan panggilan secara sepihak.

Ia melempar asal telponnya ke kursi mobil, kemudian ia mulai menyalakan mesin mobilnya dan berniat melanjutkan perjalanannya ke jakarta.

"Isi bensin dulu deh nanti pas udah dibawah" Gumamnya lirih, Rumah Zara dan pondok pesantren milik Abah Fais ini berada diatas. Untuk mencapai kesana ia harus melewati perkebunan teh terlebih dulu, dan letak jalan rayanya sudah jelas cukup jauh dari rumah Zara.

"Lah dompet gue mana? Ucap Ar mencari dompetnya.

"Kayaknya ketinggalan dirumah Abah deh, mana semua kartu gue ada di dompet lagi" Ar terus menggerutu sendiri pasalnya selama ini ia memang tidak pernah lupa, dan selalu meletakkan dompetnya di dashboard mobil. Dan akhirnya Ar memutuskan untuk kembali kerumah Zara, untuk mengambil dompetnya.

Setelah sampai Ar langsung memarkirkan mobilnya, di depan halaman rumah Zara. Ar sempat bingung, ketika melihat rumah terbuka. walaupun Ar hanya menginap 1 malam, tapi ia tahu jika Zara tidak pernah lupa menutup pintu rumahnya.

"Mungkin Abah sudah selsai rapat" tebak Ar dan ia mulai melangkahkan kakinya untuk masuk kedalam.

"Loh Ar kamu belum berangkat? Tanya Abah Fais yang baru datang.

"Loh Abah disini? Ar malah balik bertanya.

"Ia Abah mau ambil berkas pondok yang ketinggalan, rapatnya belum selsai" Jawab Abah Fais.

"Ar tadi udah sampai perkebunan teh, eh dompet Ar sepertinya tertinggal. Ini Ar mau masuk kirain Abah di dalam, karena pintu rumah terbuka" Ucap Ar.

"Si eneng pasti lupa menutup pintu" Ucap Abah Fais menggelengkan kepalannya.

"Aaaaaaaaa Tolooooooong"

Mereka berdua pun terkejut, setelah mendengar teriakan Zara yang berasal dari dalam. Abah Fais dan Ar malah saling tatap, setelah itu Ar langsung berlari kedalam. Sementara Abah dengan cepat mengikuti Ar dari belakang, karena Abah Fais memang sudah tidak bisa berlari. Seperti Ar ataupun anak muda, pada umumnya.

Ar langsung mencari keberadaan Zara, dan ia melihat pintu kamar Zara yang tertutup. Ar bisa mendengar suara tangis Zara, dan juga ada suara laki_laki yang dikenalnya.

"Jangan nangis sayang, aku akan merebut kamu dari laki\_laki kota itu" Ucap seseorang dari kamar Zara.

"Lepas Ustadz jangan sentuh saya" kali ini Ar mendengar suara Zara yang menangis, sesenggukan.

BRRRAAAAAAKKKKK...

Ar menendang pintu kamar Zara dan pintu itu langsung terbuka, ia melihat Hanif hendak memeluk Zara dan menarik cadarnya. Sementara Zara sedang melindungi dirinya, agar Hanif tak bisa menyentuhnya. Zara masih nangis sesenggukan dengan tubuh yang sudah gemetar, untung saja Hanif gak berhasil menarik cadarnya.

Ar yang itu pun langsung geram dengan tatapan yang berapi_api, ia langsung menarik Hanif dengan kasar. Kemudian memberinya bogeman mentah tepat diwajahnya, dan Hanif pun langsung jatuh tersungkur tepat dikaki Abah Fais.

"Berani sekali kamu berbuat seperti itu, terhadap putri saya!!! geram abah Fais, kemudian ia menarik kerah baju koko Hanif dengan kasar.

"Ar tolong panggilkan para Ustadz di aula, suruh mereka semua datang kesini" Pinta Abah Fais.

"Iya bah.. Jawab Ar yang saat ini melirik kearah Zara, yang sudah luruh kelantai, Zara terus menangis dengan tubuh yang masih gemetaran. Dan ia duduk dengan menekuk dan memeluk lututnya sendiri.

Entahlah melihat keadaan Zara yang seperti itu, membuat Ar menjadi tidak tega. Ia pun langsung menuju aula pondok pesantren, untuk memanggil para Ustadz sesuai perintah dari Abah Fais.

"Assalamualaikum... Ucap para Ustadz, yang udah tiba dirumah Abah Fais.

"Walaikumsalam... Jawab Abah Fais, dengan wajah datar.

"Ada apa kiyai memanggil kami kemari" Tanya Ustad Fikri.

"Ar tolong tutup pintunya" pinta Abah Fais, dan Ar langsung menutup pintu itu.

"Saya memanggil kalian semua kemari, untuk menjadi saksi mulai hari ini. Hanif saya berhentikan untuk mengajar para santri, dan tolong awasi dia jangan sampai dia masuk kembali ke pesantren saya" Ucap Abah Fais tegas.

Hanif yang mendengar itu langsung terkejut, "Kiyai tolong maafkan saya, saya khilaf" Ujar Hanif bersujud di kakinya Abah.

"Khilaf seperti apa yang kamu maksud? kamu sudah dengan sengaja hendak menodai putri saya satu\_satunya" Geram Abah Fais, dia tidak berniat menyuruh Hanif bangun.

"Saya benar khilaf pak kiyai" Mohon Hanif.

"Keputusan saya sudah bulat" Ucap Abah Fais lagi.

Para Ustadz yang berada disana begitu terkejut, mendengar ucapan Abah Fais. Mereka memang mengetahui jika Hanif menyukai anak kiyainya, tapi mereka sama sekali tidak menyangka. Jika Hanif akan melakukan hal kotor, dan memalukan seperti itu.

"Sekarang kemasi barang\_barang kamu, dan cepat pergi dari lingkungan pondok saya. Saya tidak mau menerima seorang Ustadz, yang tidak berakhlak seperti kamu"

"Dan saya minta tolong sama kalian semua agar mengawasi dia, dan satu lagi cukup kalian saja yang mengetahui soal kejadian ini" Sambung Abah Fais, memberi pesan.

"Tapi kiyai.. Ucapan Hanif langsung terjeda setelah Abah Fais memberinya tatapan tajam.

"Pergi atau akan saya laporkan tentang perbuatan kamu" ancam Abah Fais.

Hanif dengan wajah pasrah langsung keluar dari sama, entahlah dia akan menyesali perbuatannya atau tidak.

"Kalau begitu, kami permisi dulu pak kiyai" Ucap Ustadz fikri.

"Ini berkas pondok, tolong urus rapat ini sampai selsai" Tambah Abah Fais, dan menyerahkan map kepada Ustadz fikri.

"Baik kiyai" Jawab Ustadz fikri kemudian ia pun pamit dari sana, dan diikuti oleh Ustadz lainnya.

Dan sekarang tinggal Abah Fais dan Ar disitu, Abah Fais memijit pelipisnya karena terasa pusing.

"Abah sebaiknya kita lihat keadaan Zara dulu" Ucap Ar.

"Astaghfirullah al azhim Zara" Sahut abah Fais yang langsung bangkit dari tempat duduknya, ia sampai lupa dengan putrinya. karena begitu geram dengan kelakuan Hanif.

Abah Fais pun langsung menuju ke kamar Zara yang di ikuti oleh Ar.

"Neng.. Panggil Abah Fais setelah memasuki kamar Zara.

"Abah.. Lirih Zara dengan mata sembab, Abah Fais pun langsung membawa Zara kedalam pelukannya.

"Sabar neng, bersyukurlah dia tidak melakukan hal yang lebih" Ucap Abah Fais, mengelus puncak kepala Zara.

Episodes
1 Zara
2 Calon Maba
3 Ospek
4 Hukuman
5 Modus Rully
6 Insiden Dilapangan Basket
7 Zara Dibawa Kerumah Sakit
8 Fakta Yang Terpendam
9 Perjodohan
10 Arsenio Bimbang
11 Demi Black Card
12 Ar Nginap Di Rumah Zara
13 Suara Adzan Yang Indah
14 Obsesi Hanif
15 Terbukti Ar Pelindung Zara
16 SAH!!!
17 Pengantin Baru yang Unik
18 Ketemu Mantan
19 Imam untuk Zara
20 Tanda hati
21 Sensi
22 Arsenio Terjatuh
23 Ketiduran
24 Mulai Penasaran
25 Merampas Hak Secara Paksa
26 Mulai Bucin
27 Kenapa Harus Ar, Za
28 Cintai Aku Karena Allah
29 Tiba_tiba Di Drop Out
30 Dirga Ikhlas
31 Cantik Sekali Menantu Papah
32 Dirga Mendatangi Tempat Kerja Adiba
33 Gaji Pertama
34 Wanita Penggoda
35 PMS
36 Hari Patah Hati Sedunia
37 Kebohongan Rosi
38 Sekertaris Gatel
39 Sensitif
40 Istri Sah VS Sekertaris
41 Muka Tembok
42 Sintya Mendorong Zara
43 Sintya Memeluk Ar
44 Manipulatif
45 Pura Pura Pingsan
46 Calon Istri
47 Gara-gara Seblak
48 Ada Apa Dengan Zara
49 Happiness
50 Telur Gulung
51 Rekaman CCTV
52 Kehilangan Akal
53 Pijit
54 Menyenangkan Suami
55 Habis Ninu Ninu
56 Di Culik
57 My Wife
58 Sold Out
59 Gagal unboxing
60 Istri Lo Sakit
61 Kejutan
62 Insiden
63 Runtuhnya Dunia Ar Dan Zara
64 Sabar dan Ikhlas
65 Kalian Berdua Pacaran
66 Kelakuan Bejat Hanif
67 Di usir
68 Penyesalan
69 Seperti Jalang Lo
70 Vidio Call Bella
71 Couple Goals
72 Hanya Menjadi Pemuas Nafsu
73 Berhasil Mendapat Barang Bukti
74 Pertolongan Untuk Mira
75 Balasan Untuk Hanif
76 Ar junior part 2
77 Kabar Kematian Hanif
78 Nunggu Masa Iddah
79 Jaga Jarak
Episodes

Updated 79 Episodes

1
Zara
2
Calon Maba
3
Ospek
4
Hukuman
5
Modus Rully
6
Insiden Dilapangan Basket
7
Zara Dibawa Kerumah Sakit
8
Fakta Yang Terpendam
9
Perjodohan
10
Arsenio Bimbang
11
Demi Black Card
12
Ar Nginap Di Rumah Zara
13
Suara Adzan Yang Indah
14
Obsesi Hanif
15
Terbukti Ar Pelindung Zara
16
SAH!!!
17
Pengantin Baru yang Unik
18
Ketemu Mantan
19
Imam untuk Zara
20
Tanda hati
21
Sensi
22
Arsenio Terjatuh
23
Ketiduran
24
Mulai Penasaran
25
Merampas Hak Secara Paksa
26
Mulai Bucin
27
Kenapa Harus Ar, Za
28
Cintai Aku Karena Allah
29
Tiba_tiba Di Drop Out
30
Dirga Ikhlas
31
Cantik Sekali Menantu Papah
32
Dirga Mendatangi Tempat Kerja Adiba
33
Gaji Pertama
34
Wanita Penggoda
35
PMS
36
Hari Patah Hati Sedunia
37
Kebohongan Rosi
38
Sekertaris Gatel
39
Sensitif
40
Istri Sah VS Sekertaris
41
Muka Tembok
42
Sintya Mendorong Zara
43
Sintya Memeluk Ar
44
Manipulatif
45
Pura Pura Pingsan
46
Calon Istri
47
Gara-gara Seblak
48
Ada Apa Dengan Zara
49
Happiness
50
Telur Gulung
51
Rekaman CCTV
52
Kehilangan Akal
53
Pijit
54
Menyenangkan Suami
55
Habis Ninu Ninu
56
Di Culik
57
My Wife
58
Sold Out
59
Gagal unboxing
60
Istri Lo Sakit
61
Kejutan
62
Insiden
63
Runtuhnya Dunia Ar Dan Zara
64
Sabar dan Ikhlas
65
Kalian Berdua Pacaran
66
Kelakuan Bejat Hanif
67
Di usir
68
Penyesalan
69
Seperti Jalang Lo
70
Vidio Call Bella
71
Couple Goals
72
Hanya Menjadi Pemuas Nafsu
73
Berhasil Mendapat Barang Bukti
74
Pertolongan Untuk Mira
75
Balasan Untuk Hanif
76
Ar junior part 2
77
Kabar Kematian Hanif
78
Nunggu Masa Iddah
79
Jaga Jarak

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!