Imam untuk Zara

   "Kak"... panggil Zara setelah mereka berdua masuk ke dalam mobil.

  "Hemm...

  "Kakak putus sama Kak Cindy? Tanya Zara.

  "Bukan urusan lo! Jawab Ar datar, mendengar jawaban Ar Zara pun tidak berniat menanyakan apa_apa lagi.

 "Dan lo gak usah kepedean, gue belain lo cuma karena gue udah janji sama Abah kalau gue akan jagain lo" Sambung Ar yang mulai melajukan mobilnya, Zara pun hanya mengangguk dan bersabar.

   "Kak ini Mama telepon" Ucap Zara.

   "Ya angkat lah, ngapain lo kasih tau gue" Jawab Ar kesal, entahlah saat ini hati Ar begitu terasa panas. Begitu melihat Cindy bersama laki_laki lain di depan matanya sendiri, ia sangat benci jika ada yang berani membohonginya.

  "Assalamualaikum mah" Ucap Zara.

  "Walaikumsalam, kamu sudah dimana nak" Tanya Mama Elena.

  "Masih dijalan mah, mungkin sekitar 1 jam lagi kami sampai"

  "Kalian langsung ke apartemen? Tanya Mama Elena lagi.

  "Iya mah sesuai permintaan Kak Ar"

  "Ya sudah kebetulan mama dan papa sedang ada urusan, jadi mungkin mama gak bisa ke apartemen. Tapi jangan kawatir karena mama sudah menyuruh orang, untuk menyiapkan semua keperluan kalian berdua"

   "Iya mah gak papa kok, makasih banyak ya mah" Sahut Zara.

  "Iya Sayang sama_sama kalau gitu mama tutup dulu ya teleponnya, kalian hati_hati dan ingatkan Ar untuk tidak ngebut"

  "Iya Mah" Jawab Zara dan panggilan terputus.

Setelah hampir 1 jam akhirnya mereka sampai juga di apartemen Ar, dan untungnya Ar masih mau membawakan koper milik Zara.

    "Assalamualaikum" Ucap Zara ketika Ar membuka pintu menggunakan key card.

  "Kak disini ada dua kamar kan? Tanya Zara.

  "Iya disitu satu dan diatas satu" Kata Ar sambil menunjuk ke kamarnya yang ada di pojok.

Zara kemudian berjalan ke arah kamar tersebut, Kak kok pintunya gak bisa di buka" Tanya Zara.

   "Gak bisa di buka gimana? kemarin aman_aman aja" Sahut Ar yang sedang duduk di sofa.

   "Tapi bener gak bisa Kak, ini kuncinya aja gak masuk"

   "Nyusahin banget sih lo" Ucap Ar kesal, namun tetap berjalan menghampiri Zara.

   "Yakin gak bisa?

  "Pasti ini ulah Papa" Dalam hati Ar merasa geram.

  "Ya sudah lo tidur di kamar gue aja" Ucap Ar yang sudah sangat lelah.

  "Tapi Kak"...

  "Dengan catatan lo tidur di sofa" Sambung Ar kemudian menaiki tangga sambil membawa koper milik Zara, dan Zara langsung membuntuti Ar.

    "Nih koper lo, lo boleh menata pakaian lo dilemari gue itu pun kalau masih ada space nya" Ucap Zara tersenyum tipis.

 Zara kemudian membuka lemari Ar, dan ia mendapati ada space yang kosong dan itu cukup muat banyak untuk pakaiannya.

   "Ini ada kok Kak, muat banyak malah buat pakaian Zara" Ucap Zara dan Ar langsung terkejut.

  "Mama dan papa gimana sih sampai nyiapin space khusus segala buat pakaian dia" Ucap Ar dalam hati.

  "Yasudah tapi ingat jangan berani_berani lo naik ke tempat tidur gue" Ucap Ar memperingati Zara, Zara hanya mengangguk paham.

   "Kak tapi besok Zara boleh ke kampus kan? Tanya Zara.

  "Iya tapi jangan harap gue mau berangkat bareng lo dan di kampus anggap kita gak pernah kenal"

  "Oke" Jawab Zara dan itu cukup membuat Ar terkejut, kenapa juga Zara tidak ada raut sedih diwajahnya bahkan terkesan biasa aja.

   "Kakak mau mandi duluan? Tanya Zara.

  "Lo aja duluan" Jawab Ar dan lagi_lagi Zara mengangguk, lalu ia membawa handuk dan juga baju ganti karena gak mungkin juga nanti berpakaian di depan Ar.

Hampir setengah jam Zara baru selsai mandi, dan ia keluar dari kamar mandi sudah dengan berpakaian lengkap. "Kak Zara sudah selsai" Ucap Zara.

   "Iya" Jawab Ar singkat, dan ia malah pokus dengan gadgetnya.

   "Kakak gak mandi? bentar lagi maghrib nanti sekalian salat berjamaah" tanpa menjawab Ar Langsung menyambar handuknya dan langsung masuk ke kamar mandi.

Ar keluar dari kamar mandi tepat setelah adzan Maghrib berkumandang dan ia melihat Zara sudah menggelar dua sajadah, dan Ia juga sudah menyiapkan sehelai kain sarung berwarna hitam. Baju koko warna putih, dan juga peci warna hitam.

"Perasaan ini nggak ada di lemari gue" Ucap Ar bingung.

"Itu memang ada di koper Zara, dan Zara yang bawa titpan dari Abah. Ada 5 kain sarung dan ada 5 baju koko" Ucap Zara sambil menundukkan wajahnya malu, karena saat ini Ar hnya menggunakan celana pendek bahan saja.

Ar langsung memakai sarung dan baju koko pemberian Abah mertuanya, dan sekarang ia sudah siap untuk menjadi imam. Selama tiga hari setelah pernikahan Ar memang diajarkan tata cara membaca Alquran dengan benar, dan tata cara menjadi imam dan bisa dikatakan Ar memang belajar sangat cepat. Buktinya sekarang ia sudah bisa melakukannya dengan baik, ditambah lagi suara mengaji Ar memang sangat merdu.

Selesai salat magrib Zara menengadahkan tangannya untuk berdoa, tetapi kali ini ia berdoa di dalam hati karena malu jika Ar sampai mendengarnya.

"Ya Allah terima kasih untuk pertama kalinya Kak Ar mau menjadi imam untuk hamba, Ya Allah berkahilah pernikahan kami berdua dan lembutkanlah hati Kak Ar segera. Hadirkanlah kebaikan untuk hamba" Amin Zara langsung mengusap wajah dengan kedua tangannya, setelah itu tiba-tiba saja Ar menjulurkan tangannya.

"Hah kenapa Kak? tangan Kakak sakit? Ucap Zara polos.

"Gak mau cium tangan suami? tanya Ar.

DEG

Mendengar ucapan Ar Zara langsung memberanikan diri menatap laki-laki yang kini telah menjadi suaminya, dengan tangan gemetar Zara mengambil tangan Ar lalu mencium punggung tangannya.

Tukk

"Aduh"... Zara memegang keningnya.

"Lu ngapain malah bengong, gue ngomong dari tadi juga" Ucap Ar kesel setelah menyentil kening Zara.

"Ya Allah ternyata aku cuma berkhayal barusan" Ucap Zara dalam hati.

"Lu mikirin apa sih? tanya Ar

"Nggak, nggak ada apa-apa. Kakak ngomong apa tadi? tanya Zara

"Gue bilang laper, karena itu gue mau makan di luar" Ucap Ar

"Gak usah masak di luar kak" Zara masak aja.

"Lama"... Padahal dalam hati Ar sangat senang, kalau dimasakin Zara saat ini. Karena memang tujuannya alasan mau makan di luar, supaya Zara memasak untuk dirinya. Padahal tanpa Ar berbohong pun, Zara pasti akan masak.

"Nggak sampai setengah jam, nanti kalau sudah selesai masak Zara panggil kakak" Ucap Zara yang langsung turun ke bawah, setelah sampai di bawah Zara langsung memasak nasi terlebih dahulu.

Ia memilih untuk masuk menu rumahan, yaitu ayam kecap dan juga capcay.

Karena Zara pandai memasak, makanya tidak butuh waktu lama untuk menyelesaikan itu semua. Tepat sesuai apa yang Zara katakan, bahwa ia akan memasak dalam waktu 30 menit. Dan sekarang semua makanan, sudah tersaji di atas meja.

Sebelum Zara memanggil Ar untuk turun, tapi tiba-tiba Ar sudah menuruni tangga.

"Kak, Zara baru mau panggil" Ucap Zara.

"Udah selsai?

"Udah Kak" Jawab

"Lu mau ke mana Nggak sopan suami mau makan bukan nyari temenin" Ucap Ar.

"Maaf Kak Zara pikir Kakak mau makan sendiri" Sahut Zara gugup, sementara Ar hanya memasang wajah datar ia kadang kesal dengan Zara yang suka berspekulasi sendiri.

"Ini Kak silahkan" Ucap Zara yang sudah mengambil nasi dan lauk yang ia masak tadi, untuk Ar.

"Makan" Ar menatap Zara.

"Iya Kak" jawab Zara menurut, kemudian ia mengambil nasi dan lauk juga Setelah itu mereka makan dengan suasana hening.

"Kenapa enak sekali ya masakan dia, di zaman sekarang udah jarang banget ada cewek yang bisa masak" Gumam Ar dalam hati.

Zara yang melihat Ar makan dengan lahap pun, langsung tersenyum di balik cadarnya.

"Kakak mau nambah? Tanya Zara

Nasinya cukup mau ayam sama sayur aja" Ucap Ar tanpa rasa malu, ia cuek aja dan tidak peduli juga Kalau nantinya Zara besar kepala karena memang benar Masakannya enak. Zara langsung mengambil sepotong ayam dan juga capcay, setelah itu Zara membereskan bekas makanannya dan kembali duduk.

___Tbc___

Episodes
1 Zara
2 Calon Maba
3 Ospek
4 Hukuman
5 Modus Rully
6 Insiden Dilapangan Basket
7 Zara Dibawa Kerumah Sakit
8 Fakta Yang Terpendam
9 Perjodohan
10 Arsenio Bimbang
11 Demi Black Card
12 Ar Nginap Di Rumah Zara
13 Suara Adzan Yang Indah
14 Obsesi Hanif
15 Terbukti Ar Pelindung Zara
16 SAH!!!
17 Pengantin Baru yang Unik
18 Ketemu Mantan
19 Imam untuk Zara
20 Tanda hati
21 Sensi
22 Arsenio Terjatuh
23 Ketiduran
24 Mulai Penasaran
25 Merampas Hak Secara Paksa
26 Mulai Bucin
27 Kenapa Harus Ar, Za
28 Cintai Aku Karena Allah
29 Tiba_tiba Di Drop Out
30 Dirga Ikhlas
31 Cantik Sekali Menantu Papah
32 Dirga Mendatangi Tempat Kerja Adiba
33 Gaji Pertama
34 Wanita Penggoda
35 PMS
36 Hari Patah Hati Sedunia
37 Kebohongan Rosi
38 Sekertaris Gatel
39 Sensitif
40 Istri Sah VS Sekertaris
41 Muka Tembok
42 Sintya Mendorong Zara
43 Sintya Memeluk Ar
44 Manipulatif
45 Pura Pura Pingsan
46 Calon Istri
47 Gara-gara Seblak
48 Ada Apa Dengan Zara
49 Happiness
50 Telur Gulung
51 Rekaman CCTV
52 Kehilangan Akal
53 Pijit
54 Menyenangkan Suami
55 Habis Ninu Ninu
56 Di Culik
57 My Wife
58 Sold Out
59 Gagal unboxing
60 Istri Lo Sakit
61 Kejutan
62 Insiden
63 Runtuhnya Dunia Ar Dan Zara
64 Sabar dan Ikhlas
65 Kalian Berdua Pacaran
66 Kelakuan Bejat Hanif
67 Di usir
68 Penyesalan
69 Seperti Jalang Lo
70 Vidio Call Bella
71 Couple Goals
72 Hanya Menjadi Pemuas Nafsu
73 Berhasil Mendapat Barang Bukti
74 Pertolongan Untuk Mira
75 Balasan Untuk Hanif
76 Ar junior part 2
77 Kabar Kematian Hanif
78 Nunggu Masa Iddah
79 Jaga Jarak ( belum direvisi )
Episodes

Updated 79 Episodes

1
Zara
2
Calon Maba
3
Ospek
4
Hukuman
5
Modus Rully
6
Insiden Dilapangan Basket
7
Zara Dibawa Kerumah Sakit
8
Fakta Yang Terpendam
9
Perjodohan
10
Arsenio Bimbang
11
Demi Black Card
12
Ar Nginap Di Rumah Zara
13
Suara Adzan Yang Indah
14
Obsesi Hanif
15
Terbukti Ar Pelindung Zara
16
SAH!!!
17
Pengantin Baru yang Unik
18
Ketemu Mantan
19
Imam untuk Zara
20
Tanda hati
21
Sensi
22
Arsenio Terjatuh
23
Ketiduran
24
Mulai Penasaran
25
Merampas Hak Secara Paksa
26
Mulai Bucin
27
Kenapa Harus Ar, Za
28
Cintai Aku Karena Allah
29
Tiba_tiba Di Drop Out
30
Dirga Ikhlas
31
Cantik Sekali Menantu Papah
32
Dirga Mendatangi Tempat Kerja Adiba
33
Gaji Pertama
34
Wanita Penggoda
35
PMS
36
Hari Patah Hati Sedunia
37
Kebohongan Rosi
38
Sekertaris Gatel
39
Sensitif
40
Istri Sah VS Sekertaris
41
Muka Tembok
42
Sintya Mendorong Zara
43
Sintya Memeluk Ar
44
Manipulatif
45
Pura Pura Pingsan
46
Calon Istri
47
Gara-gara Seblak
48
Ada Apa Dengan Zara
49
Happiness
50
Telur Gulung
51
Rekaman CCTV
52
Kehilangan Akal
53
Pijit
54
Menyenangkan Suami
55
Habis Ninu Ninu
56
Di Culik
57
My Wife
58
Sold Out
59
Gagal unboxing
60
Istri Lo Sakit
61
Kejutan
62
Insiden
63
Runtuhnya Dunia Ar Dan Zara
64
Sabar dan Ikhlas
65
Kalian Berdua Pacaran
66
Kelakuan Bejat Hanif
67
Di usir
68
Penyesalan
69
Seperti Jalang Lo
70
Vidio Call Bella
71
Couple Goals
72
Hanya Menjadi Pemuas Nafsu
73
Berhasil Mendapat Barang Bukti
74
Pertolongan Untuk Mira
75
Balasan Untuk Hanif
76
Ar junior part 2
77
Kabar Kematian Hanif
78
Nunggu Masa Iddah
79
Jaga Jarak ( belum direvisi )

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!