Modus Rully

"Cantik apanya coba modelnya aja kayak gitu.. ucap Cindy tak terima.

Dirga tidak menjawab apapun, ia males jika harus berdebat dengan Cindy. Teman_teman Ar sebenarnya tidak menyukai Cindy, yang merasa dirinya itu lebih dari segalanya.

"Sayang ke kantin yukk.. ajak Cindy dengan nada manja.

"Kamu duluan aja, nanti aku nyusul setelah ganti pakaian.. jawab Arsenio.

"Ya udah sayang, aku duluan ya... Ucap Cindy dan dia pun langsung menghampiri dua temannya, yang sejak tadi menunggu di luar lapangan.

"Siapa cewek tadi?.. tanya miya.

"Sudahlah gak usah bahas tuh cewek males gue.. jawab Cindy.

"Pasti lo males karena dia deketin Ar.. Tebak Rosa.

"Gitulah, gara_gara si Rully nyuruh tuh cewek minta tanda tangan ke cowok gue.. Jawab Cindy lagi.

"Udah yukk kantin, nanti Ar nyusul.. ajak Cindy pada temen_temennya, dan mereka ikut saja kemana Cindy pergi.

Sementara Zara kini mencari keberadaan Rully, untuk menyerahkan kertas berisi tanda tangan Ar yang udah berhasil ia dapatkan.

"Dimana sih kak Rully... Tanya Zara dalam hati sambil mengedarkan pandangannya.

"Hai.. sapa seorang gadis yang tiba_tiba menghampirinya.

"Kenalin namaku Mira.. ucap mira sambil mengulurkan tanganya.

"Aku Zara.. ucap Zara lalu berkenalan dengan mira.

"Kamu yang tadi dihukum juga ya? tanya Zara.

"Iya, pasti kamu lagi nyari kak Rully kan? tebak mira.

"Iya nih, aku mau kasih ini.. Jawab Zara menunjukan kertas yang berisi tanda tangan Arsenio.

"Wah kamu hebat bisa dapat tanda tangan kak Ar..

"Hah, hebat?

"Iya kak Ar itu temannya abang aku, bang dirga dia itu cowok dingin tau.. ucap mira.

"Ooh kamu dong kalau kak Cindy, pacarnya kak Ar.. tanya Zara.

"Oh kamu tau juga, pasti tadi kak Cindy nyamperin kamu ya?..

"Lebih tepatnya nyamperin kak Ar sih.. jawab Zara.

"Itu karena kak Cindy gak pernah suka, kalau ada yang deketin kak Ar... Jelas mira.

"Eh itu kak Rully.. Tunjuk Zara.

"Ya udah yuk kita kesana.. ajak mira, lalu mereka berdua pun nyamperin Rully.

"Kak ini.. ucap Zara, menyerahkan selembar kertas.

"Ini punya aku kak.. mira menimpali, menyerahkan kertasnya kepada Rully.

"Ok, besok_besok atribut yang lengkap... Ucap Rully memperingati Zara dan Mira.

"Iya kak.. Jawab Zara dan Mira bersamaan.

"Ketik nomer hp kamu disini.. Pinta Rully menyodorkan ponsel berlogo apel groak.

Zara dengan polosnya menulis nomernya disana, ia berpikir jika itu adalah salah satu kegiatan ospek.

"Ok thanks.. ucap Rully lalu pergi dari sana.

"Loh kok kak Rully gak minta nomer kamu juga mir? tanya Zara heran, dan menatap mira bingung.

"Ya ampun Zara kamu kok polos banget sih, itu mah emang dasar kak Rully nya aja yang mau minta nomer kamu" jawab mira terkekeh.

Zara menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, "Aku pikir itu bagian dari kegiatan ospek.. ucap Zara, sementara Mira hanya menggelengkan kepalanya. Dan ia masih aja terkekeh, melihat kepolosan Zara.

"Ya sudah sekalian aja deh aku minta nomer kamu, biar besok kita bisa bareng.. Ucap Mira, dan Zara pun mengangguk lalu langsung memberikan nomernya pada mira.

"Sebelum pulang kita ke kantin dulu yukk, aku yang traktir anggap aja untuk pertemanan kita" Ucap Mira.

"Hemm boleh dech.. jawab Zara.

Sesampainya disana Mira langsung memesan makanan, dan minuman untuk dirinya dan Zara. Setelah itu, dia mencari tempat duduk yang kosong.

"Disana aja yuk.. Ajak Mira menunjuk meja di pojok dan Zara mengangguk.

Rupanya tak jauh dari itu ada Cindy dan dua temannya, yang sedang menatap ke arahnya dengan tatapan tidak suka. Zara dan Mira tidak memperdulikan tatapan Cindy, ia memilih untuk pokus.

Tak lama rupanya Ar, gilang, dirga, raka dan romi datang langsung menghampiri meja Cindy.

"Widih pucuk dicinta ulam pun tiba...Ucap Dirga yang sedang makan bersama adiknya sedang makan bersama.

"Adek lo temenan sama cewek incaran lo tuh.. Ucap Romi.

"Fix sih ini mah emang takdir hidup gue... Ucap Dirga percaya diri.

Sementara Ar sama sekali tidak perduli, dengan pembicaraan teman_temannya. Ia hanya memasang wajah datar, meskipun saat ini sudah ada Cindy di hadapannya.

Zara dan Mira saling bercerita, dan mira tau jika Zara tinggal di panti asuhan. Dan menjadi relawan, untuk mengajar anak_anak panti mengaji.

"Kapan\_kapan aku boleh main ke panti gak? Tanya Mira.

"Boleh dong.. jawab Zara.

"Apa gak papa, kalau aku gak pakai hijab kayak gini? tanya mira karena ia memang tidak menggunakan hijab.

"Gak papa mir.. siapa tau nanti kamu bisa cepat_cepat berhijab.. Jawab Zara tersenyum.

"Kalau untuk berhijab kayaknya aku gak siap deh Za.. ucap mira.

"Maaf mir bukannya aku menggurui, tapi kalau kamu nunggu siap kapan akan memulainya? Hidayah itu dijemput bukan ditunggu. Tapi itu pilihan kamu, semoga saja kamu mau menjemput hidayah itu" Ucap Zara dengan suara lembutnya.

Mira seakan tertampar, dengan ucapan Zara barusan. memang benar apa yang dikatakan Zara, Tentang hidayah itu dijemput bukan ditunggu.

"Doain ya Za.. Ucap mira tersenyum.

"Insyaallah.. Ucap Zara membalas Mira.

_______

Seperti biasa kegiatan Zara setelah menunaikan sholat asar, adalah mengajar anak_anak panti mengaji.

"Assalamualaikum adik_adik.. Ucap Zara ketika masuk kedalam ruangan, yang sudah disulap oleh bu lastri. Tadinya ruangan itu dijadikan gudang, tapi setelah Zara memberi usul untuk menjadikan ruangan itu dijadikan mushola. Akhirnya Bu lastri setuju dan sekarang ruangan itu dipakai untuk salat berjamaah, dan juga dipakai untuk kegiatan mengaji para anak-anak santri.

"Waalaikumsalam, Kakak Ustadzah yang cantik... jawab anak-anak Panti bersamaan.

"Masya Allah Amin tapi kan kakak sudah bilang jangan panggil ustadzah, Panggil aja Kak Zara jawab Zara tersenyum.

Zara memang sudah memutuskan untuk melepaskan cadar, ketika sedang mengajar ngaji. Karena memang yang berada di Panti, hanya anak-anak yang belum baligh. Ketika salat berjamaah Zara pun melepas cadar, dan setelah itulah anak-anak panti memanggilnya Ustadzah cantik.

Karena memang wajah Zara yang sangat cantik,

Zara melepas cadxar hanya ketika ia berada dalam mushola. Dan di dalam kamarnya ketika berada di luar ruangan itu, ia tidak akan melepas cadarnya. Dan ketika ia sedang mengajar ngaji pun, ia selalu menutup pintu ruangan yang sudah diubah menjadi mushola itu.

Karena ia khawatir ketika tiba-tiba ada anak panti kedua akan masuk, karena memang jarak rumah kedua itu berada di belakang rumah panti utama. Karena rumah panti kedua berisikan anak-anak dewasa, kalaupun ada yang mau masuk ketika Zara mengajar pasti mereka akan mengetuk pintu terlebih dahulu.

Jadi Zara pasti akan memakai cadarnya ketika ada yang datang, selesai mengajar Zara mengajak anak-anak bertadarusan sambil menunggu waktu maghrib. Dan setelah selesai menunaikan salat magrib, mereka kembali belajar kitab.

Zara mengamalkan semua ilmu pemberian Abahnya, kepada anak-anak panti karena Abah Faiz selalu mengingatkan Zara. Tentang ilmu yang tak diamalkan, bagaikan pohon yang tidak berbuah.

Semua anak-anak panti juga tidak ada yang protes, jika kegiatannya dimulai dari ba'da Ashar. Mereka mengaji dan setelah selesai mengerjakan salat magrib mereka belajar kitab Hidayatul mustafid. tujuan Zara adalah agar anak-anak Panti mengenal, dan paham tentang ilmu tauhid.

Sampai masuk waktu Isya mereka semua langsung salat berjamaah, setelah itu barulah mereka makan malam bersama. Begitulah kegiatan anak-anak panti, yang rata-rata masih sekolah SD itu. Bangun sholat subuh lanjut tadarus, sampai jam setengah enam pagi setelah itu semuanya bersiap-siap buat sarapan bersama. Lalu bersiap untuk berangkat sekolah, dan biaya sekolah mereka semua di anggung oleh Bu lastri.

Ada sekitar 40 anak santri saat ini, dan memang kebetulan Bu lastri memiliki usaha di bidang furniture. yang cukup maju usaha itu satu-satunya peninggalan almarhum suami Bu lastri, semua keuntungan bisnisnya. Hanyalah untuk anak panti, dan alhamdulillah ada beberapa donatur yang membantu.

____Tbc____

Episodes
1 Zara
2 Calon Maba
3 Ospek
4 Hukuman
5 Modus Rully
6 Insiden Dilapangan Basket
7 Zara Dibawa Kerumah Sakit
8 Fakta Yang Terpendam
9 Perjodohan
10 Arsenio Bimbang
11 Demi Black Card
12 Ar Nginap Di Rumah Zara
13 Suara Adzan Yang Indah
14 Obsesi Hanif
15 Terbukti Ar Pelindung Zara
16 SAH!!!
17 Pengantin Baru yang Unik
18 Ketemu Mantan
19 Imam untuk Zara
20 Tanda hati
21 Sensi
22 Arsenio Terjatuh
23 Ketiduran
24 Mulai Penasaran
25 Merampas Hak Secara Paksa
26 Mulai Bucin
27 Kenapa Harus Ar, Za
28 Cintai Aku Karena Allah
29 Tiba_tiba Di Drop Out
30 Dirga Ikhlas
31 Cantik Sekali Menantu Papah
32 Dirga Mendatangi Tempat Kerja Adiba
33 Gaji Pertama
34 Wanita Penggoda
35 PMS
36 Hari Patah Hati Sedunia
37 Kebohongan Rosi
38 Sekertaris Gatel
39 Sensitif
40 Istri Sah VS Sekertaris
41 Muka Tembok
42 Sintya Mendorong Zara
43 Sintya Memeluk Ar
44 Manipulatif
45 Pura Pura Pingsan
46 Calon Istri
47 Gara-gara Seblak
48 Ada Apa Dengan Zara
49 Happiness
50 Telur Gulung
51 Rekaman CCTV
52 Kehilangan Akal
53 Pijit
54 Menyenangkan Suami
55 Habis Ninu Ninu
56 Di Culik
57 My Wife
58 Sold Out
59 Gagal unboxing
60 Istri Lo Sakit
61 Kejutan
62 Insiden
63 Runtuhnya Dunia Ar Dan Zara
64 Sabar dan Ikhlas
65 Kalian Berdua Pacaran
66 Kelakuan Bejat Hanif
67 Di usir
68 Penyesalan
69 Seperti Jalang Lo
70 Vidio Call Bella
71 Couple Goals
72 Hanya Menjadi Pemuas Nafsu
73 Berhasil Mendapat Barang Bukti
74 Pertolongan Untuk Mira
75 Balasan Untuk Hanif
76 Ar junior part 2
77 Kabar Kematian Hanif
78 Nunggu Masa Iddah
79 Jaga Jarak
Episodes

Updated 79 Episodes

1
Zara
2
Calon Maba
3
Ospek
4
Hukuman
5
Modus Rully
6
Insiden Dilapangan Basket
7
Zara Dibawa Kerumah Sakit
8
Fakta Yang Terpendam
9
Perjodohan
10
Arsenio Bimbang
11
Demi Black Card
12
Ar Nginap Di Rumah Zara
13
Suara Adzan Yang Indah
14
Obsesi Hanif
15
Terbukti Ar Pelindung Zara
16
SAH!!!
17
Pengantin Baru yang Unik
18
Ketemu Mantan
19
Imam untuk Zara
20
Tanda hati
21
Sensi
22
Arsenio Terjatuh
23
Ketiduran
24
Mulai Penasaran
25
Merampas Hak Secara Paksa
26
Mulai Bucin
27
Kenapa Harus Ar, Za
28
Cintai Aku Karena Allah
29
Tiba_tiba Di Drop Out
30
Dirga Ikhlas
31
Cantik Sekali Menantu Papah
32
Dirga Mendatangi Tempat Kerja Adiba
33
Gaji Pertama
34
Wanita Penggoda
35
PMS
36
Hari Patah Hati Sedunia
37
Kebohongan Rosi
38
Sekertaris Gatel
39
Sensitif
40
Istri Sah VS Sekertaris
41
Muka Tembok
42
Sintya Mendorong Zara
43
Sintya Memeluk Ar
44
Manipulatif
45
Pura Pura Pingsan
46
Calon Istri
47
Gara-gara Seblak
48
Ada Apa Dengan Zara
49
Happiness
50
Telur Gulung
51
Rekaman CCTV
52
Kehilangan Akal
53
Pijit
54
Menyenangkan Suami
55
Habis Ninu Ninu
56
Di Culik
57
My Wife
58
Sold Out
59
Gagal unboxing
60
Istri Lo Sakit
61
Kejutan
62
Insiden
63
Runtuhnya Dunia Ar Dan Zara
64
Sabar dan Ikhlas
65
Kalian Berdua Pacaran
66
Kelakuan Bejat Hanif
67
Di usir
68
Penyesalan
69
Seperti Jalang Lo
70
Vidio Call Bella
71
Couple Goals
72
Hanya Menjadi Pemuas Nafsu
73
Berhasil Mendapat Barang Bukti
74
Pertolongan Untuk Mira
75
Balasan Untuk Hanif
76
Ar junior part 2
77
Kabar Kematian Hanif
78
Nunggu Masa Iddah
79
Jaga Jarak

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!