Pengantin Baru yang Unik

   "Silahkan duduk di sebelah suami kamu" Ucap bapak penghulu.

Zara langsung duduk di bantu Mama Elena, yang saat ini tengah senyum bahagia.

   "Ar ayo doakan istrimu" Pinta Abah Fais, 3 hari yang lalu Abah Fais memang menghubungi Ar. Dan meminta Ar menghafalkan doa setelah ijab kabun, Abah Fais pun mengajarkan doa dan tata caranya. Ar pun menurut saja walaupun cukup sulit bagi Ar, untuk menghafalkan doa tersebut karena memang sebelumnya Ar tidak pernah tau.

Ar pun meletakkan telapak tangan kanannya tepat di ubun_ubun Zara, "Allahumma inni as aluka khoirohaa, wa khoiro maa jabaltaha 'alaihi wa a'uudzu bika min syarrihaa, wa syarri maa jabaltaha alaihi" Ucap Ar mengecup kening Zara.

DEG

Ada desiran aneh yang menjalar di tubuh Zara,ketika air mencium keningnya dengan tangan gemetar garapan meraih tangan kanan Iya mencium punggung tangan laki-laki yang saat ini sudah berstatus bagi suaminya itu.

Zara langsung menatap Ar yang kini memakai pakaian Senada, dengan gaun pengantinnya yang berwarna putih juga. Zara tersenyum di balik cadarnya, Baru kali ini Zara berani menatap Ar dengan lama. Sementara Ar memasang wajah datar lalu membuang muka, Zara yang awalnya bahagia langsung tersadar jika saat ini Ar memang belum bisa menerimanya.

Setelah acara akad selesai santri dan santriwati pun makan bersama, sementara Zara, Ar dan kedua orang tuanya pun Langsung kembali ke rumah Zara untuk istirahat. Tapi sebelum itu ia akan makan bersama dulu di rumah Zara, setelah berganti pakaian Zara pun menghampiri Abah Fais dan kedua mertuanya di ruang tamu.

"Di sini udaranya sangat sejuk sekali ya beda sama Jakarta" Ucap Mama Elena.

"Tante mau lihat pemandangan di belakang nggak? Tanya Zara.

"Kok Tante sih Mama dong Sayang" Sahut Mama Elena.

"Iya Tante eh Mama" Ucap Zara gugup.

"Mana coba tunjukin sama mama" Ucap Mama Elena berdiri dari tempat duduknya.

"Ayo mah ikut Zara" Ajak Zara kemudian Ia pun berjalan ke belakang rumahnya.

"Saya jadi penasaran" Sahut Abimana yang ikut berdiri dari kursinya dan hendak menyusul istri dan menantunya itu.

"Kalau begitu ayo kita ke sana" Pak Abimana ajak Abah Fais.

"Baru sehari menikah Udah pinter nyari muka aja" Ucap Ar dalam hati. Pak Abimana dan Abah Fais yang hendak pergi ke belakang, menyusul Zara dan mama Elena tiba-tiba Abah Fais menghentikan langkahnya.

"Loh Ar Kenapa masih duduk, kamu nggak mau ikut kami ke belakang? Tanya Abah Fais

"Ah Iya bah ini Ar juga mau ikut kok" sahut Ar yang langsung berdiri dari kursinya, kemudian mereka bertiga langsung menuju ke belakang rumah.

"Masya Allah indah sekali Zara" Ucap Mama Elena ketika melihat hamparan kebun teh, yang hijau terlihat segar itu ditambah udara yang begitu segar begitu sejuk.

"Iya Mah biasanya Nanti kalau udah jam 05.00 sore ada kabut yang turun" Ucap Zara.

"Sepertinya Papa betah kalau tinggal di sini" Sambung Pak Abimana terkekeh.

"Ini kamu yang taro banyak bunga di sini? Tanya Mama Elena, yang diangguki oleh Zara.

"Ya begitulah Elen, Zara itu selalu menghabiskan waktunya di sini Bahkan ia sampai minta dibuatkan gazebo agar ia bisa duduk berlama-lama di sini. Sahut Abah Fais terkekeh, mengingat waktu itu Zara merengek minta dibikinin gazebo minta bantuan dari para santri.

"Ar Bagaimana Apa kamu suka di sini? tanya Pak Abimana.

"Lebih baik kita duduk aja di situ biar lebih enak ngobrolnya" Ujar Abah Fais, sambil menunjuk ke arah Gazebo yang terbuat dari kayu.

Setelah mereka duduk pak Abimana pun kembali bertanya pada Ar, "Bagaimana Ar?

"Sejuk udaranya" jawab Ar singkat.

"Tenang masih ada waktu satu minggu buat kamu di sini" Ucap Pak Abimana.

"Sepertinya tiga hari aja cukup" Jawab Ar Loh.

"Kenapa terburu-buru" Tanya Abah Fais.

"Ar sudah memutuskan untuk kembali ke Jakarta Bah, dan nanti kami akan tinggal di apartemen Ar"

"Ar juga tidak bisa berlama-lama absen latihan basket, Ar hanya izin 3 hari saja" Jawabnya.

"Ya sudah Papa keputusan kamu, Zara pasti menurut selagi itu baik" ucap apa Fais yang diganggu Ar.

Setelah mengobrol cukup lama, mereka pun kembali masuk ke dalam rumah karena hari sudah semakin sore. Dan benar saja apa yang dikatakan Zara tadi, kabut sudah mulai turun saat ini dan mereka pun bersiap-siap untuk melaksanakan salat maghrib.

Dan dilanjut sholat Isya, setelah itu mereka akan makan malam bersama.

Setelah selesai makan mereka pun memutuskan, untuk beristirahat Mama Elena Pak Abimana dan Abah Fais udah masuk ke kamar masing-masing.

Dan saat ini hanya tinggal Ar dan Zara saja.

"Kakak mau istirahat" tanya Zara takut.

"Gak"... jawab Ar singkat sambil memainkan ponselnya.

"Kalau gitu Zara ke kamar duluan ya Kak" Pamit Zara.

"Terserah"... jawab Ar yang sama sekali tidak menatap Zara ia Malah fokus menatap layar ponselnya.

Zara langsung saja masuk ke dalam kamarnya, ia memutuskan untuk tidur lebih dulu. Dan ia tidak melepas jilbab dan cadarnya, ia sudah bertekad dalam hati. Akan buka cadar di depan Ar, ketika Ar sudah bisa menerima dirinya.

Saat ini Pak Abimana terbangun Iya melihat jam, yang menunjukkan jam 01.00 dini hari. Ia pun keluar menuju kamar mandi untuk buang air kecil, Tapi begitu melihat ke ruang tamu ia melihat Ar yang sedang tertidur di sofa.

Pak Abimana segera menghampiri Ar, dan membangunkannya.

"Ar bangun"... Ucap Pak Abimana dengan suara yang dikecilkan, karena ia khawatir Abah Fais akan mendengar.

"Hemm"... Ar pun langsung membuka matanya.

"Kamu mau mempermalukan Papa di depan desain papa? Tanya Pak Abimana sedikit garam.

"Ada apa sih Pah?... Tanya Ar bingung.

"Ada apa kamu bilang ngapain kamu tidur di sofa, bukannya menemani istri kamu di kamar" Ucap Papanya

"Tapi Pah Ar gak mau tidur bareng sama dia" Ucap Ar.

"Kamu itu sekarang sudah menjadi suaminya, bersikaplah untuk menjadi suami yang baik"

"Tapi Ar gak mencintainya pah" jawab Ar

"Jangan terlalu membencinya, karena kebanyakan benci itu bisa berubah menjadi cinta" ucap Pak Abimana.

"Gak akan" Jawab Ar.

"Papa gak mau tahu kamu pindah ke kamar Zara sekarang, sebelum Pak Fais melihat kamu di sini" Ucap Abimana tidak ingin dibantah.

Ia pun buru_buru ke kamar mandi karena sudah kebelet pipis, sementara dengan langkah malas Ar memasuki kamar Zara. Setelah berada di dalam ia melihat Zara sudah terlelap, dengan keadaan masih memakai kerudung dan juga cadarnya.

"Buset gak gerah apa" gumam Ar dalam hati. Tapi dia malah menatap Zara dan terus memperhatikan, perempuan yang saat ini sudah menjadi istrinya.

"Gue jadi gue jadi penasaran sama wajahnya, Seperti apa apa sih gue intip sedikit ya? gumam Ar dalam hati. Lalu ia hendak menyingkap cadarnya, tapi tiba-tiba saja Zara malah bergerak memiringkan kepalanya membuat art terkejut.

"Dih ngapain juga gue penasaran sama cewek munafik kayak dia, gumam Ar dalam hati, ia malah mengambil bantal dan memutuskan untuk tidur di bawah saja dengan beralaskan karpet.

Zara terbangun setelah mendengar suara azan subuh berkumandang, ia melihat ke samping ternyata Ar tidak ada di sana. Dan itu tandanya Ar tidak tidur di sampingnya, Apakah Ar tidur di ruang tamu ya? Tanya Zara dalam hati. Ia pun memutuskan turun dari ranjang tempat tidurnya, dan iya berniat untuk mengambil wudhu sambil mencari Ar.

Tapi tiba-tiba

Bruukkk

"Awww"...Ucap Zara tersandung sesuatu, yang buat dirinya jatuh dan menimpa sesuatu. "Pantes aja aku cari guling nggak ada ternyata gulingnya jatuh, Ucap Zara dan ia belum sadar saat ini.

"Woi lu mau ngapain sih? tiba-tiba Zara terkejut setelah mendengar suara, ya Sama persis dengan suara Ar.

"Loh kok gulingnya bisa ngomong sih" Ucap Zara sambil membenarkan jilbabnya.

"Agresif banget sih lu jadi cewek, lo sengaja kan mau ngapa-ngapain gue. Pas gue lagi tidur" tanya Ar

"Aaaaa"... Ar langsung menutup mulut Zara, sehingga membuat Zara hanya bisa mengedip_ngedipkan matanya saja.

"Lu ngapain pakai teriak sih? kalau Mama Papa Dan Abah dengar dikiranya gue lagi ngapa-ngapain lo" Ucap Ar tajam.

"Maaf Kak aku nggak tahu kalau Kakak ada di bawah" Ucap Zara takut, dan saat ini dia sudah menjauh dari tubuh Ar.

"Alasan aja lu, bilang aja lu mau ngapa-ngapain gue kan dasar agresif" kesal Ar, lalu dia pun bangun dan pindah ke tempat tidur Zara

"Huh kenapa Kak Ar galak banget sih" Guman Zara dalam hati.

"Kak udah Subuh, kita salat dulu" Ajak Zara

"Berisik lu gue mau tidur" bentak Ar.

"Astagfirullah"... Ucap Zara berusaha sabar.

____Tbc___

Episodes
1 Zara
2 Calon Maba
3 Ospek
4 Hukuman
5 Modus Rully
6 Insiden Dilapangan Basket
7 Zara Dibawa Kerumah Sakit
8 Fakta Yang Terpendam
9 Perjodohan
10 Arsenio Bimbang
11 Demi Black Card
12 Ar Nginap Di Rumah Zara
13 Suara Adzan Yang Indah
14 Obsesi Hanif
15 Terbukti Ar Pelindung Zara
16 SAH!!!
17 Pengantin Baru yang Unik
18 Ketemu Mantan
19 Imam untuk Zara
20 Tanda hati
21 Sensi
22 Arsenio Terjatuh
23 Ketiduran
24 Mulai Penasaran
25 Merampas Hak Secara Paksa
26 Mulai Bucin
27 Kenapa Harus Ar, Za
28 Cintai Aku Karena Allah
29 Tiba_tiba Di Drop Out
30 Dirga Ikhlas
31 Cantik Sekali Menantu Papah
32 Dirga Mendatangi Tempat Kerja Adiba
33 Gaji Pertama
34 Wanita Penggoda
35 PMS
36 Hari Patah Hati Sedunia
37 Kebohongan Rosi
38 Sekertaris Gatel
39 Sensitif
40 Istri Sah VS Sekertaris
41 Muka Tembok
42 Sintya Mendorong Zara
43 Sintya Memeluk Ar
44 Manipulatif
45 Pura Pura Pingsan
46 Calon Istri
47 Gara-gara Seblak
48 Ada Apa Dengan Zara
49 Happiness
50 Telur Gulung
51 Rekaman CCTV
52 Kehilangan Akal
53 Pijit
54 Menyenangkan Suami
55 Habis Ninu Ninu
56 Di Culik
57 My Wife
58 Sold Out
59 Gagal unboxing
60 Istri Lo Sakit
61 Kejutan
62 Insiden
63 Runtuhnya Dunia Ar Dan Zara
64 Sabar dan Ikhlas
65 Kalian Berdua Pacaran
66 Kelakuan Bejat Hanif
67 Di usir
68 Penyesalan
69 Seperti Jalang Lo
70 Vidio Call Bella
71 Couple Goals
72 Hanya Menjadi Pemuas Nafsu
73 Berhasil Mendapat Barang Bukti
74 Pertolongan Untuk Mira
75 Balasan Untuk Hanif
76 Ar junior part 2
77 Kabar Kematian Hanif
78 Nunggu Masa Iddah
79 Jaga Jarak
Episodes

Updated 79 Episodes

1
Zara
2
Calon Maba
3
Ospek
4
Hukuman
5
Modus Rully
6
Insiden Dilapangan Basket
7
Zara Dibawa Kerumah Sakit
8
Fakta Yang Terpendam
9
Perjodohan
10
Arsenio Bimbang
11
Demi Black Card
12
Ar Nginap Di Rumah Zara
13
Suara Adzan Yang Indah
14
Obsesi Hanif
15
Terbukti Ar Pelindung Zara
16
SAH!!!
17
Pengantin Baru yang Unik
18
Ketemu Mantan
19
Imam untuk Zara
20
Tanda hati
21
Sensi
22
Arsenio Terjatuh
23
Ketiduran
24
Mulai Penasaran
25
Merampas Hak Secara Paksa
26
Mulai Bucin
27
Kenapa Harus Ar, Za
28
Cintai Aku Karena Allah
29
Tiba_tiba Di Drop Out
30
Dirga Ikhlas
31
Cantik Sekali Menantu Papah
32
Dirga Mendatangi Tempat Kerja Adiba
33
Gaji Pertama
34
Wanita Penggoda
35
PMS
36
Hari Patah Hati Sedunia
37
Kebohongan Rosi
38
Sekertaris Gatel
39
Sensitif
40
Istri Sah VS Sekertaris
41
Muka Tembok
42
Sintya Mendorong Zara
43
Sintya Memeluk Ar
44
Manipulatif
45
Pura Pura Pingsan
46
Calon Istri
47
Gara-gara Seblak
48
Ada Apa Dengan Zara
49
Happiness
50
Telur Gulung
51
Rekaman CCTV
52
Kehilangan Akal
53
Pijit
54
Menyenangkan Suami
55
Habis Ninu Ninu
56
Di Culik
57
My Wife
58
Sold Out
59
Gagal unboxing
60
Istri Lo Sakit
61
Kejutan
62
Insiden
63
Runtuhnya Dunia Ar Dan Zara
64
Sabar dan Ikhlas
65
Kalian Berdua Pacaran
66
Kelakuan Bejat Hanif
67
Di usir
68
Penyesalan
69
Seperti Jalang Lo
70
Vidio Call Bella
71
Couple Goals
72
Hanya Menjadi Pemuas Nafsu
73
Berhasil Mendapat Barang Bukti
74
Pertolongan Untuk Mira
75
Balasan Untuk Hanif
76
Ar junior part 2
77
Kabar Kematian Hanif
78
Nunggu Masa Iddah
79
Jaga Jarak

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!