Pacar, Teman atau Ulat Bulu?

Seorang wanita cantik dengan rambut panjang dan gaun malam yang menggoda datang mendekati Elvan. "Elvan, kamu luar biasa malam ini," ucap wanita itu dengan suara manja, sambil menyentuh lengan Elvan dengan lembut.

Celia yang berdiri di samping Elvan langsung menatap wanita itu dengan tatapan tajam. Tanpa banyak bicara, Celia melangkah maju dan berdiri di depan wanita itu. "Kamu siapa?" tanya Celia dengan nada datar, suara yang jelas menunjukkan ketidaksukaannya.

Wanita itu agak terkejut, tetapi langsung mengalihkan senyum ke Celia. "Oh, maaf, aku temannya Elvan" jawab wanita itu.

Elvan yang melihat itu, mencoba mencairkan suasana, "Celia, ini Kira, temanku," ucap Elvan sambil memperkenalkan Kira pada Celia. Tapi tidak memperkenalkan siapa Celia pada Kira.

Celia merasa kesal, ia menoleh ke arah Elvan sebentar. “Oh, Kira ya? Nice to meet you,” ucap Celia sambil menatap wanita itu, lalu langsung beralih ke pertanyaan lain. "Kamu datang sama siapa?" tanya Celia, nada suaranya lebih terkesan menginterogasi.

Kira yang sedikit bingung tersenyum canggung. “Aku datang sama teman-teman. Cuma nggak nyangka bakal ketemu Elvan di sini,” jawabnya dengan nada santai.

Celia mengangguk pelan, meskipun tidak terlihat seperti orang yang benar-benar tertarik. "Oh, gitu ya. Jadi 'kebetulan' banget ya, bisa ketemu Elvan," jawab Celia dengan menekankan kata kebetulan. Celia menatap tangan Kira yang masih menempel di lengan Elvan. Celia menarik lengan Elvan, Elvan reflek menoleh ke arah Celia. "Oh, maaf. nggak sengaja," ucap Celia, ekspresinya datar, seolah tidak merasa bersalah sedikit pun.

Elvan merasa suasana semakin canggung. “Celia, ayo kita pulang. Aku capek banget,” ajaknya, berusaha mengubah suasana.

Celia menoleh ke arah Elvan dan mengangkat alisnya. “CeLia? Sejak kapan kamu manggil aku dengan nama? Biasanya kamu manggil aku dengan panggilan 'sayang',” ucap Celia dengan menekankan kata sayang.

Elvan terdiam sejenak, dia sadar, dia sudah membuat situasinya semakin runyam. “Celia, aku nggak bermaksud…,” ucap Elvan pelan.

Lily, yang berdiri di samping Celia, hanya bisa tersenyum geli melihat sikap Celia yang seperti itu. Dia tahu Celia bisa sedikit reaktif, jika ada orang yang mengusik miliknya. "Santai sist," ujar Lily sambil menepuk pundak Celia.

Celia menoleh ke arah Lily, "Aku tahu apa yang harus aku lakuin,” jawab Celia, lalu mengalihkan pandanganya dan menatap Elvan.

Celia menatap Elvan sebentar, lalu berjalan meninggalkan Elvan. Elvan menoleh ke arah Lily. Tapi Lily cuma mengangkat bahunya dan mengikuti Celia yang berjalan menuju pintu keluar. Celia melangkah cepat, dan Lily mengikuti di belakangnya tanpa berkata-kata lagi, ia tahu kalau sekarang bukan saat yang tepat untuk berbicara.

Elvan hanya bisa menghela napas panjang sambil menatap kepergian Celia.

"Dia siapa? Pacar kamu?" tanya Kira penasaran.

Elvan hanya mengangguk, lalu berjalan meninggalkan Kira. Kira menatap kepergian Elvan dengan tatapan menyeringai. Dia tidak peduli jika Elvan sudah punya pacar, dia akan tetap mengejar Elvan, bagaimana pun caranya, dia akan berusaha untuk mendapatkan Elvan.

Celia menghentikan langkahnya, ia menyandarkan tubuhnya di pintu mobil dan memejamkan mata sejenak, mencoba menenangkan diri. Lily berdiri di sampingnya, tidak mengatakan apa pun, hanya menunggu Celia siap untuk bicara.

“Dia nggak memperkenalkan aku sebagai pacarnya,” ucap Celia, suaranya terdengar pelan namun jelas.

Lily menghela napas, “Mungkin Elvan cuma bingung. Aku tahu kalian punya hubungan yang kuat. Jangan biarkan wanita seperti Kira mengusik hubungan kalian,” ujar Lily lembut, mencoba menghibur sahabatnya.

Celia membuka matanya dan menatap Lily. “Aku tahu, tapi tetap aja… aku nggak suka sama sikap dia. Harusnya dia tegas, menepis tangan Kira misalnya, bukan malah ngebiarin lengannya di tempelin ulat bulu kayak Kira," gerutu Celia.

Sementara itu, Elvan keluar dari club dan melangkah cepat mendekati Celia. "Celia, aku bisa jelasin."

Celia berbalik, menatap Elvan dengan tatapan dingin. “Apa yang mau kamu jelasin? Kamu bahkan nggak memperkenalkan aku siapa di depan dia. Jadi apa aku ini cuma orang asing buat kamu?”

Elvan mengusap wajahnya, “Bukan gitu, sayang. Aku cuma… aku nggak pengen bikin suasana makin canggung. Aku nggak kepikiran dia bakal...”

“Sayang? Canggung?" potong Celia. “Sekarang aja panggil sayang, tadi kemana aja bro? Kamu bahkan lebih peduli sama perasaan dia daripada aku? Aku ini siapa kamu?"

Elvan terdiam. Kata-kata Celia menohoknya. Dia tahu, dia salah, dan dia tidak punya alasan yang cukup kuat untuk membela diri.

“Kalau kamu nggak bisa menghargai aku di depan orang lain, mungkin kita harus mikir ulang soal hubungan ini,” tambah Celia, nada suaranya tegas namun mengandung luka yang mendalam.

Elvan menatap Celia dengan tatapan penuh rasa bersalah. “Celia, jangan bilang gitu. Aku serius sama kamu. Aku cuma...”

“Kamu serius? Kalau serius, buktikan, bukan cuma ngomong,” potong Celia lagi. Dia menatap Elvan untuk terakhir kalinya sebelum membuka pintu mobil. "Aku butuh waktu buat sendiri. Jangan hubungi aku dulu!" ucap Celia, lalu masuk ke dalam mobil.

Lily menatap Elvan dengan tatapan prihatin sebelum masuk ke mobil bersama Celia.

Elvan mematung, menyaksikan mobil itu pergi, meninggalkan rasa sesal yang menggumpal di dadanya.

Di sisi lain, Kira berdiri di dekat pintu, memperhatikan kejadian itu dari jauh dengan senyum tipis di wajahnya. “Menarik,” gumamnya. Dia tahu ini adalah kesempatan yang bisa dimanfaatkannya untuk mendekati Elvan.

Namun, di dalam mobil, Celia berusaha menahan air matanya. "Aku cuma nggak mau kehilangan dia," bisiknya pelan.

Lily meraih tangan Celia, memberikan dukungan tanpa banyak bicara.

Terpopuler

Comments

Carmenita🌴 [HIATUS, JGN BACA!]

Carmenita🌴 [HIATUS, JGN BACA!]

apalaaaa Kira ini🙄🙄🙄

2025-01-10

0

lihat semua
Episodes
1 Pertemuan Pertama
2 Awal yang hangat di Bali
3 Awal yang hangat part 2
4 Perpisahan yang tak terucap
5 Jejak yang tertinggal di Bali
6 Jalan yang membawa kembali
7 Langkah yang belum terputus
8 Di persimpangan perasaan
9 Setelah Kejujuran
10 Kedatangan Tristan
11 Mencoba sesuatu yang baru
12 Langkah Awal Menuju Bahagia
13 Momen yang Tak Terlupakan
14 Janji
15 Karang Boma Cliff
16 Rencana Masa Depan
17 Rumah di Hati
18 Gairah dan Keinginan
19 Cerita Baru
20 Pacar, Teman atau Ulat Bulu?
21 Tak cukup dengan kata-kata
22 Bayang-bayang Kira
23 Melawan Kira
24 Jejak Masa Lalu
25 Konflik Keluarga dan Harga Diri
26 Antara Cinta dan Keluarga
27 Duri dalam Mawar
28 Pilihan dan Konsekuensi
29 Pertemuan yang Tak Terduga
30 Cemburu Manis
31 Kebetulan atau Sesuatu yang Lain?
32 Sentuhan dan Keraguan
33 Tembok Yang Runtuh
34 Bersatu Melawan Daddy
35 Mengambil Hati Calon Ipar
36 Drama Pagi-Pagi
37 Masalah Selesai? Belum Tentu!
38 Malam yang Tak Terlupakan
39 Celia, Will You Marry Me?
40 Celia, Elvan, dan Bayangan Rylan
41 Pertemuan di Bandara
42 Pertemuan Keluarga dan Syarat yang Mengikat
43 Menggapai Restu
44 Cinta dan Ambisi
45 Nikmati Saja, Sayang
46 Cerita Kita Dimulai
47 Hari Bahagia yang Dinantikan
48 Melepas dan Menerima
49 Hari Bahagia
50 Lagi-lagi Kira
51 Membuatkan Keponakan
52 Mas atau Abang?
53 Sarapan Pertama sebagai Menantu
54 Kejutan Pagi yang Manis
55 Romansa yang Tertangkap Mata
56 Kabar Tak Terduga
57 Cinta yang Menenangkan
Episodes

Updated 57 Episodes

1
Pertemuan Pertama
2
Awal yang hangat di Bali
3
Awal yang hangat part 2
4
Perpisahan yang tak terucap
5
Jejak yang tertinggal di Bali
6
Jalan yang membawa kembali
7
Langkah yang belum terputus
8
Di persimpangan perasaan
9
Setelah Kejujuran
10
Kedatangan Tristan
11
Mencoba sesuatu yang baru
12
Langkah Awal Menuju Bahagia
13
Momen yang Tak Terlupakan
14
Janji
15
Karang Boma Cliff
16
Rencana Masa Depan
17
Rumah di Hati
18
Gairah dan Keinginan
19
Cerita Baru
20
Pacar, Teman atau Ulat Bulu?
21
Tak cukup dengan kata-kata
22
Bayang-bayang Kira
23
Melawan Kira
24
Jejak Masa Lalu
25
Konflik Keluarga dan Harga Diri
26
Antara Cinta dan Keluarga
27
Duri dalam Mawar
28
Pilihan dan Konsekuensi
29
Pertemuan yang Tak Terduga
30
Cemburu Manis
31
Kebetulan atau Sesuatu yang Lain?
32
Sentuhan dan Keraguan
33
Tembok Yang Runtuh
34
Bersatu Melawan Daddy
35
Mengambil Hati Calon Ipar
36
Drama Pagi-Pagi
37
Masalah Selesai? Belum Tentu!
38
Malam yang Tak Terlupakan
39
Celia, Will You Marry Me?
40
Celia, Elvan, dan Bayangan Rylan
41
Pertemuan di Bandara
42
Pertemuan Keluarga dan Syarat yang Mengikat
43
Menggapai Restu
44
Cinta dan Ambisi
45
Nikmati Saja, Sayang
46
Cerita Kita Dimulai
47
Hari Bahagia yang Dinantikan
48
Melepas dan Menerima
49
Hari Bahagia
50
Lagi-lagi Kira
51
Membuatkan Keponakan
52
Mas atau Abang?
53
Sarapan Pertama sebagai Menantu
54
Kejutan Pagi yang Manis
55
Romansa yang Tertangkap Mata
56
Kabar Tak Terduga
57
Cinta yang Menenangkan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!