Cerita Baru

Keesokan harinya, Celia bangun dengan perasaan campur aduk. Hari ini dia harus bekerja kembali, meski workshop pertamanya berjalan sukses, tapi ia tahu ini baru permulaan.

Matahari pagi mulai mengintip dari balik tirai, memantulkan cahaya lembut ke dinding kamarnya. Celia merenggangkan tubuhnya sambil melihat ponsel di meja samping tempat tidur. Dia mengecek notifikasi yang masuk, ada banyak pesan dari peserta workshop, komentar dari pengikutnya di media sosial, hingga beberapa tawaran kolaborasi kecil.

Elvan mengetuk pintu pelan sebelum masuk dengan secangkir kopi di tangan. “Good morning, dear,” sapa Elvan dengan senyum jahilnya.

"Morning," Celia tersenyum dan duduk bersandar di tempat tidur. Elvan mendekat, lalu duduk di ujung tempat tidur sambil menyerahkan kopi ke Celia. Celia menyeruput kopinya, mencoba menikmati aroma khas yang menenangkan.

"Gimana? Yakin mau mulai kerja hari ini?" tanya Elvan.

Celia mengangguk, lalu menghubungi Lily untuk datang ke vila.

Setelah sarapan, Celia, Elvan, dan Lily berkumpul di ruang tamu. Kali ini mereka serius berdiskusi tentang langkah berikutnya. Lily duduk bersila di lantai dengan laptop terbuka, sementara Elvan membawa papan tulis kecil yang sudah penuh coretan ide.

“Jadi, aku pikir kita nggak cuma berhenti di workshop. Kita bisa bikin konten berkelanjutan di media sosial. Gimana kalau kamu bikin vlog atau seri video pendek tentang kehidupan di dunia modeling?” usul Lily dengan semangat.

Celia mengerutkan dahinya. “Vlog? Ada ide lain nggak?" tanya Celia.

Elvan menyahut sambil menunjuk papan tulisnya. “Kalau nggak vlog, mungkin kamu bisa bikin seri Q&A. Jawab pertanyaan dari pengikut kamu. Itu lebih santai, dan kamu nggak perlu terlalu formal.”

Celia diam, ia berpikir sebentar. “Oke, itu kedengarannya lebih masuk akal. Tapi siapa yang bakal edit semua videonya?”

Elvan mengangkat tangannya. “Siapa lagi kalau bukan aku, editor favoritmu!” ucap Elvan sambil mengedipkan matanya.

Lily memutar bola matanya, ia merasa jengah dengan tingkah Elvan. Sementara Celia hanya tertawa kecil.

Seminggu kemudian, video pertama Celia dari seri Q&A dirilis. Dalam video itu, ia menjawab beberapa pertanyaan sederhana, seperti “Bagaimana memulai karir di dunia modeling?” atau “Apa tantangan terbesar jadi model?” Videonya dibuat dengan latar pantai Bali yang indah, memberi kesan santai dan autentik.

Tak disangka, video itu mendapat sambutan hangat. Banyak komentar positif dari pengikutnya, bahkan beberapa profesional di industri mulai memperhatikan langkah barunya. Salah satu komentar yang mencuri perhatian Celia adalah dari seorang fotografer terkenal, “Saya suka dengan video Anda. Dunia modeling memang butuh lebih banyak orang seperti Anda, yang jujur dan terbuka.”

Celia membaca komentar itu berkali-kali, ia tak percaya. Ia merasa dihargai dengan cara yang berbeda, sesuatu yang lebih tulus dibandingkan pujian tentang penampilannya dulu.

Malam harinya, Elvan mengajak Celia jalan-jalan ke pantai. Mereka membawa minuman dingin dan duduk di atas pasir yang masih hangat. Langit malam penuh bintang, dengan suara ombak menjadi latar belakang yang menenangkan.

“Van, kamu tahu nggak? Aku mulai merasa nyaman dengan apa yang aku lakuin sekarang,” ucap Celia sambil menatap laut.

“Bagus dong. Berarti kamu udah nemuin jalan kamu sendiri,” balas Elvan sambil menyeruput minumannya.

Celia menoleh ke arah Elvan, “Tapi aku takut kalau ini cuma sementara."

Elvan menatapnya dalam-dalam. “Celia, nggak ada yang perlu di takuti. Yang penting, kamu tahu siapa yang bakal selalu ada buat kamu."

Celia tersenyum kecil. “Kamu selalu ngomong kayak gitu. Klise tapi kena.”

Elvan terkekeh. “Karena aku tahu kamu cuma butuh aku. Kamu bisa, sayang. Kamu cuma perlu percaya sama diri kamu sendiri.”

Tanpa sadar, Celia menyandarkan kepalanya di bahu Elvan. Mereka duduk dalam diam, menikmati momen itu.

Hari-hari berikutnya, Celia semakin sibuk dengan proyek barunya. Lily membantu mengatur jadwal, sementara Elvan terus memberi dukungan teknis. Mereka bertiga membentuk tim yang solid, saling melengkapi.

Di tengah kesibukan, Celia menerima pesan dari seorang peserta workshop sebelumnya, Anya. Pesannya cukup panjang, tapi isinya sederhana. Rasa terima kasih atas inspirasi dan motivasi yang Celia berikan. Anya bercerita bagaimana ia mulai bangkit dari keraguannya, mencoba langkah-langkah kecil untuk mencapai mimpinya.

Celia merasa hatinya hangat membaca pesan itu. Ia menyadari, apa yang ia lakukan sekarang bukan hanya untuk dirinya sendiri. Ada banyak orang yang terinspirasi oleh perjalanannya, dan itu memberi Celia dorongan untuk terus maju.

Sore itu, saat hujan turun dengan deras, Celia duduk di depan jendela sambil menyesap teh hangat. Hujan membawa aroma nostalgia, mengingatkannya pada semua hal yang sudah ia lewati.

Elvan datang membawa selimut tebal, lalu duduk di sampingnya. “Apa yang kamu pikirkan?” tanya Elvan sambil menyelimuti bahu Celia.

“Banyak,” jawab Celia singkat.

Elvan menatap lekat wajah Celia,“Jangan terlalu keras sama diri kamu sendiri. Kadang, kita cuma perlu nikmatin prosesnya," ucap Elvan sambil mengusap rambut Celia.

Celia mengangguk pelan. Ia tahu, apapun yang terjadi, ia tidak sendiri.

Beberapa minggu setelah proyek video Q&A Celia berjalan dengan lancar, Elvan kembali disibukkan oleh pekerjaannya sebagai DJ. Meskipun ia selalu meluangkan waktu untuk membantu Celia, pekerjaannya di dunia musik tetap menjadi prioritas yang tidak bisa ia abaikan.

Elvan mengajak Celia menghadiri salah satu acara DJ-nya di sebuah beach club terkenal di Bali. Celia awalnya ragu, tetapi Elvan berhasil meyakinkannya. “Please, datang sebentar aja. Aku cuma mau kamu lihat apa yang aku lakuin di sana,” ucap Elvan dengan puppy eyes-nya.

Celia akhirnya datang, beach club dipenuhi cahaya neon dan dentuman musik elektronik. Suasana ramai, dengan orang-orang menari di bawah lampu warna-warni yang bergerak mengikuti irama. Celia berdiri di dekat area VIP, melihat Elvan di atas panggung. Elvan mengenakan headphone di telinganya, sementara tangannya sibuk mengatur turntable. Wajahnya tampak fokus, tetapi senyum kecil terlihat setiap kali ia berhasil membuat kerumunan bersorak.

Celia terpesona. Ini pertama kalinya ia melihat Elvan dalam elemen yang sepenuhnya berbeda. “Dia kelihatan beda banget, ya,” gumam Celia pada dirinya sendiri.

Lily, yang ikut menemani Celia malam itu, mengangguk. “Iya. Kalau di rumah, dia kayak cowok nggak jelas. Tapi kalau udah di panggung, beuh, pesonanya awur-awuran. Lihat tuh, banyak cewek-cewek yang teriak-teriak," ujar Lily sambil menunjuk ke arah kerumunan wanita berpakaian seksi.

Celia tersenyum kecut, ia merasa bangga pada Elvan. Tapi di sisi lain, ia merasa kesal melihat Elvan di gandrungi para wanita yang hadir di club.

Setelah acara selesai, Elvan menghampiri Celia dengan wajah berseri-seri. “Gimana? Seru nggak?” tanya Elvan sambil menyeka keringat dengan handuk kecil.

Celia mengangguk, lalu mengambil alih handuk dari tangan Elvan, membantu Elvan mengelap keringatnya. Ia mencoba menutupi perasaan campur aduknya. “Seru banget. Kamu keren. Aku nggak nyangka kamu bisa nge-handle crowd sebesar itu," ucap Celia sambil tersenyum, sesekali ia melirik ke arah kerumunan wanita yang menatapnya dengan tatapan sinis.

Terpopuler

Comments

Ellana_michelle

Ellana_michelle

semangat kak/Smile/

2025-01-01

1

lihat semua
Episodes
1 Pertemuan Pertama
2 Awal yang hangat di Bali
3 Awal yang hangat part 2
4 Perpisahan yang tak terucap
5 Jejak yang tertinggal di Bali
6 Jalan yang membawa kembali
7 Langkah yang belum terputus
8 Di persimpangan perasaan
9 Setelah Kejujuran
10 Kedatangan Tristan
11 Mencoba sesuatu yang baru
12 Langkah Awal Menuju Bahagia
13 Momen yang Tak Terlupakan
14 Janji
15 Karang Boma Cliff
16 Rencana Masa Depan
17 Rumah di Hati
18 Gairah dan Keinginan
19 Cerita Baru
20 Pacar, Teman atau Ulat Bulu?
21 Tak cukup dengan kata-kata
22 Bayang-bayang Kira
23 Melawan Kira
24 Jejak Masa Lalu
25 Konflik Keluarga dan Harga Diri
26 Antara Cinta dan Keluarga
27 Duri dalam Mawar
28 Pilihan dan Konsekuensi
29 Pertemuan yang Tak Terduga
30 Cemburu Manis
31 Kebetulan atau Sesuatu yang Lain?
32 Sentuhan dan Keraguan
33 Tembok Yang Runtuh
34 Bersatu Melawan Daddy
35 Mengambil Hati Calon Ipar
36 Drama Pagi-Pagi
37 Masalah Selesai? Belum Tentu!
38 Malam yang Tak Terlupakan
39 Celia, Will You Marry Me?
40 Celia, Elvan, dan Bayangan Rylan
41 Pertemuan di Bandara
42 Pertemuan Keluarga dan Syarat yang Mengikat
43 Menggapai Restu
44 Cinta dan Ambisi
45 Nikmati Saja, Sayang
46 Cerita Kita Dimulai
47 Hari Bahagia yang Dinantikan
48 Melepas dan Menerima
49 Hari Bahagia
50 Lagi-lagi Kira
51 Membuatkan Keponakan
52 Mas atau Abang?
53 Sarapan Pertama sebagai Menantu
54 Kejutan Pagi yang Manis
55 Romansa yang Tertangkap Mata
56 Kabar Tak Terduga
57 Cinta yang Menenangkan
Episodes

Updated 57 Episodes

1
Pertemuan Pertama
2
Awal yang hangat di Bali
3
Awal yang hangat part 2
4
Perpisahan yang tak terucap
5
Jejak yang tertinggal di Bali
6
Jalan yang membawa kembali
7
Langkah yang belum terputus
8
Di persimpangan perasaan
9
Setelah Kejujuran
10
Kedatangan Tristan
11
Mencoba sesuatu yang baru
12
Langkah Awal Menuju Bahagia
13
Momen yang Tak Terlupakan
14
Janji
15
Karang Boma Cliff
16
Rencana Masa Depan
17
Rumah di Hati
18
Gairah dan Keinginan
19
Cerita Baru
20
Pacar, Teman atau Ulat Bulu?
21
Tak cukup dengan kata-kata
22
Bayang-bayang Kira
23
Melawan Kira
24
Jejak Masa Lalu
25
Konflik Keluarga dan Harga Diri
26
Antara Cinta dan Keluarga
27
Duri dalam Mawar
28
Pilihan dan Konsekuensi
29
Pertemuan yang Tak Terduga
30
Cemburu Manis
31
Kebetulan atau Sesuatu yang Lain?
32
Sentuhan dan Keraguan
33
Tembok Yang Runtuh
34
Bersatu Melawan Daddy
35
Mengambil Hati Calon Ipar
36
Drama Pagi-Pagi
37
Masalah Selesai? Belum Tentu!
38
Malam yang Tak Terlupakan
39
Celia, Will You Marry Me?
40
Celia, Elvan, dan Bayangan Rylan
41
Pertemuan di Bandara
42
Pertemuan Keluarga dan Syarat yang Mengikat
43
Menggapai Restu
44
Cinta dan Ambisi
45
Nikmati Saja, Sayang
46
Cerita Kita Dimulai
47
Hari Bahagia yang Dinantikan
48
Melepas dan Menerima
49
Hari Bahagia
50
Lagi-lagi Kira
51
Membuatkan Keponakan
52
Mas atau Abang?
53
Sarapan Pertama sebagai Menantu
54
Kejutan Pagi yang Manis
55
Romansa yang Tertangkap Mata
56
Kabar Tak Terduga
57
Cinta yang Menenangkan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!