Awal yang hangat part 2

Siang kembali berganti malam, membawa suasana damai yang kental di rumah Elvan dan Nenek Kinan. Namun, tidak di vila tempat Celia menginap, suasana sedikit berbeda. Celia sedang berbicara melalui panggilan video dengan manajer sekaligus sahabatnya, Lily.

“Celia, aku ngerti kamu butuh istirahat. Tapi, kabur ke Bali tanpa memberitahuku? Aku hampir gila mencari tahu di mana keberadaan kamu!” Lily, yang biasanya ceria, terlihat setengah kesal dan setengah cemas di layar.

Celia tertawa kecil sambil menyandarkan tubuhnya. “Aku cuma butuh waktu sendiri, Ly. Kamu tahu, pekerjaan ini sudah terlalu melelahkan.”

“Aku ngerti, tapi kamu nggak bisa begitu saja meninggalkan semuanya. Aku dapat banyak panggilan dari klien yang menanyakan jadwalmu,” balas Lily dengan nada serius.

“Ly, please, beri aku waktu. Hanya sebentar. Aku janji bakalan balik."

Lily menghela napas panjang. “Baiklah, aku tidak akan memaksamu. Tapi tolong kabari aku, ya?"

Celia tersenyum. “Terima kasih, Ly. Kamu memang yang terbaik," ucap Celia sambil mengacungkan jempolnya.

Setelah panggilan berakhir, Celia menatap ponselnya sejenak. Ia merasa bersyukur memiliki Lily, yang selalu mendukungnya meskipun ia sering bertindak impulsif.

******

Keesokan harinya, Celia memutuskan untuk kembali mengunjungi rumah Elvan dan Nenek Kinan. Ada sesuatu yang menarik tentang mereka, membuatnya merasa nyaman, seolah ia menemukan tempat berlindung dari hiruk pikuk kehidupannya.

Sesampainya disana, ia mendapati Nenek Kinan sedang merawat bunga-bunga di taman depan.

“Selamat pagi, Nek!” sapa Celia dengan senyum manisnya.

Nenek Kinan menoleh dan tersenyum lebar. “Pagi, Nak Celia! Sudah sarapan?”

Celia menggeleng. “Belum, Nek. Aku berharap bisa mencicipi masakan Nenek lagi," Celia menjawab sambil terkekeh.

Nenek tersenyum, dan berkata, “Oh, tentu saja. Masuklah, nanti Nenek buatkan sarapan."

Celia melangkah masuk ke dalam rumah, ia melihat Elvan sedang duduk di ruang tamu dengan laptop di pangkuannya. Wajahnya terlihat serius, fokus pada layar.

“Hai, Elvan,” sapa Celia sambil tersenyum.

Elvan mendongak, ekspresinya berubah sedikit lebih lembut. “Hai. Kenapa kamu datang sepagi ini?"

“Aku ingin mencicipi masakan Nenekmu lagi,” jawab Celia santai, lalu duduk di sofa di sebelah Elvan.

“Aku rasa Nenek akan senang mendengarnya.” ujar Elvan, lalu kembali fokus pada laptopnya.

“Apa yang sedang kamu kerjakan?” Celia bertanya, ia penasaran.

“Proyek musik. Aku sedang membuat remix untuk klub tempat aku bekerja,” jawab Elvan tanpa mengalihkan pandangannya dari layar.

Celia mendekat, mencoba melihat layar laptopnya. “Boleh aku dengar?”

Elvan terdiam sejenak, lalu mengangguk. Ia memasang headphone di kepala Celia dan memutar musik yang sedang ia kerjakan.

“Wow, ini keren. Kamu benar-benar berbakat,” puji Celia setelah mendengar beberapa detik.

Elvan tersenyum tipis. “Terima kasih.”

Nenek Kinan mempersiapkan sarapan sederhana di dapur. Ia tersenyum kecil sambil mendengar tawa Celia dari ruang tamu. Dalam hati, ia merasa senang melihat cucunya mulai terbuka kepada seseorang, sesuatu yang jarang terjadi.

Ketika sarapan sudah siap, nenek memanggil Celia dan Elvan. Mereka bertiga duduk di meja makan. Percakapan ringan mengalir di antara mereka.

“Jadi, Celia, apa yang kamu lakukan di Jakarta?” tanya Nenek Kinan dengan penasaran.

Celia terdiam sejenak, merasa ragu untuk menjawab. “Aku seorang model, Nek. Tapi sekarang aku sedang mengambil waktu istirahat.”

Elvan, yang sedang mengunyah roti, hampir tersedak mendengar jawaban itu. “Model?” tanya Elvan, sedikit terkejut.

Celia tertawa kecil melihat reaksinya. “Kenapa? Kamu tidak tahu?”

Elvan menggeleng. “Aku tidak terlalu mengikuti dunia seperti itu.”

“Jadi selama ini kamu tidak tahu siapa aku?” Celia masih terkejut, tetapi dalam hati merasa lega.

“Tidak,” jawab Elvan jujur. “Aku hanya tahu kamu orang yang cerewet dan suka datang ke rumahku tanpa diundang.”

Celia tertawa. “Well, sekarang kamu tahu, kan? Padahal aku model yang cukup terkenal."

Nenek Kinan tersenyum tipis melihat interaksi mereka.

****

Celia dan Elvan berjalan-jalan di sepanjang pantai di dekat rumah Elvan. Matahari hampir tenggelam, menciptakan gradasi warna oranye dan ungu yang indah di langit.

“Kenapa kamu memilih tinggal di Bali?” tanya Celia sambil berjalan di samping Elvan.

Elvan menatap horizon sejenak sebelum menjawab. “Nenek memintaku pindah ke sini. Dia sudah tua, dan aku tidak ingin dia sendirian.”

Celia tersenyum mendengar jawaban itu. “Kamu cucu yang baik," ucap Celia sambil mengacungkan dua jempolnya ke atas.

“Tidak juga,” balas Elvan. “Aku hanya melakukan apa yang harus aku lakukan.”

Celia menatap Elvan, mencoba memahami pria di sampingnya. Di balik sikap dinginnya, ia melihat seseorang yang peduli, meskipun tidak selalu menunjukkan perasaannya.

“Elvan, kamu tahu? Aku merasa seperti menemukan tempat yang tepat di sini,” ujar Celia pelan.

Elvan menoleh, “alasannya?”

Celia menatap laut, matanya berkilauan dalam cahaya matahari terbenam. “Karena kalian. Kamu dan Nenek Kinan membuatku merasa seperti di rumah.”

Elvan terdiam, tidak tahu harus berkata apa. Namun, dalam hatinya, ia merasakan hal yang sama. Mereka berjalan dalam diam, menikmati suara deburan ombak dan aroma laut yang khas. Meski tidak banyak berbicara, Celia merasa kehadiran Elvan di sisinya memberikan ketenangan yang ia butuhkan.

Hari mulai gelap, ketika mereka tiba di rumah, Nenek Kinan sedang duduk di teras dengan secangkir teh hangat di tangannya. Wanita tua itu tersenyum lebar melihat keduanya.

“Kalian terlihat seperti pasangan muda yang baru jatuh cinta,” celetuk Nenek sambil tertawa kecil.

Celia hampir tersedak mendengarnya, “Nenek, jangan bercanda begitu!” ujar Celia sambil tersenyum canggung.

Elvan hanya mendengus kecil lalu masuk ke dalam rumah tanpa menanggapi. Namun, wajahnya terlihat sedikit memerah.

“Duduklah, Nak,” ujar Nenek sambil menunjuk kursi di sebelahnya. “Nenek ingin berbicara sedikit denganmu.”

Celia menurut dan duduk di samping Nenek. Ia merasa nyaman dengan wanita tua itu, seperti berbicara dengan neneknya sendiri.

“Nak, aku ingin bertanya. Apa rencanamu selanjutnya?” tanya Nenek dengan lembut.

Celia terdiam sejenak, memandangi langit malam yang bertabur bintang. “Aku tidak tahu, Nek. Selama ini, hidupku hanya tentang pekerjaan. Aku merasa seperti kehilangan jati diri. Itulah mengapa aku datang ke sini, untuk mencari tahu siapa aku sebenarnya.”

Nenek Kinan mengangguk pelan. “Kadang-kadang, kita butuh menjauh dari hiruk-pikuk untuk benar-benar mendengarkan hati kita sendiri. Tapi ingat, Nak, menemukan diri sendiri bukan berarti harus melupakan tanggung jawabmu.”

Kata-kata itu menohok hati Celia. Ia menyadari bahwa meski ingin beristirahat, ia tidak bisa sepenuhnya mengabaikan pekerjaannya.

Terpopuler

Comments

Sunny Eclaire

Sunny Eclaire

ah bilang aja mau ngeliat elvan /Facepalm//Facepalm//Facepalm/

2025-01-11

1

Umrida Dongoran

Umrida Dongoran

hy kk... bagus banget ceritanya kk

2025-01-05

1

ARIES ♈

ARIES ♈

terimakasih ya...kak udah mampir..🫰🏻🌸

2024-12-31

1

lihat semua
Episodes
1 Pertemuan Pertama
2 Awal yang hangat di Bali
3 Awal yang hangat part 2
4 Perpisahan yang tak terucap
5 Jejak yang tertinggal di Bali
6 Jalan yang membawa kembali
7 Langkah yang belum terputus
8 Di persimpangan perasaan
9 Setelah Kejujuran
10 Kedatangan Tristan
11 Mencoba sesuatu yang baru
12 Langkah Awal Menuju Bahagia
13 Momen yang Tak Terlupakan
14 Janji
15 Karang Boma Cliff
16 Rencana Masa Depan
17 Rumah di Hati
18 Gairah dan Keinginan
19 Cerita Baru
20 Pacar, Teman atau Ulat Bulu?
21 Tak cukup dengan kata-kata
22 Bayang-bayang Kira
23 Melawan Kira
24 Jejak Masa Lalu
25 Konflik Keluarga dan Harga Diri
26 Antara Cinta dan Keluarga
27 Duri dalam Mawar
28 Pilihan dan Konsekuensi
29 Pertemuan yang Tak Terduga
30 Cemburu Manis
31 Kebetulan atau Sesuatu yang Lain?
32 Sentuhan dan Keraguan
33 Tembok Yang Runtuh
34 Bersatu Melawan Daddy
35 Mengambil Hati Calon Ipar
36 Drama Pagi-Pagi
37 Masalah Selesai? Belum Tentu!
38 Malam yang Tak Terlupakan
39 Celia, Will You Marry Me?
40 Celia, Elvan, dan Bayangan Rylan
41 Pertemuan di Bandara
42 Pertemuan Keluarga dan Syarat yang Mengikat
43 Menggapai Restu
44 Cinta dan Ambisi
45 Nikmati Saja, Sayang
46 Cerita Kita Dimulai
47 Hari Bahagia yang Dinantikan
48 Melepas dan Menerima
49 Hari Bahagia
50 Lagi-lagi Kira
51 Membuatkan Keponakan
52 Mas atau Abang?
53 Sarapan Pertama sebagai Menantu
54 Kejutan Pagi yang Manis
55 Romansa yang Tertangkap Mata
56 Kabar Tak Terduga
57 Cinta yang Menenangkan
Episodes

Updated 57 Episodes

1
Pertemuan Pertama
2
Awal yang hangat di Bali
3
Awal yang hangat part 2
4
Perpisahan yang tak terucap
5
Jejak yang tertinggal di Bali
6
Jalan yang membawa kembali
7
Langkah yang belum terputus
8
Di persimpangan perasaan
9
Setelah Kejujuran
10
Kedatangan Tristan
11
Mencoba sesuatu yang baru
12
Langkah Awal Menuju Bahagia
13
Momen yang Tak Terlupakan
14
Janji
15
Karang Boma Cliff
16
Rencana Masa Depan
17
Rumah di Hati
18
Gairah dan Keinginan
19
Cerita Baru
20
Pacar, Teman atau Ulat Bulu?
21
Tak cukup dengan kata-kata
22
Bayang-bayang Kira
23
Melawan Kira
24
Jejak Masa Lalu
25
Konflik Keluarga dan Harga Diri
26
Antara Cinta dan Keluarga
27
Duri dalam Mawar
28
Pilihan dan Konsekuensi
29
Pertemuan yang Tak Terduga
30
Cemburu Manis
31
Kebetulan atau Sesuatu yang Lain?
32
Sentuhan dan Keraguan
33
Tembok Yang Runtuh
34
Bersatu Melawan Daddy
35
Mengambil Hati Calon Ipar
36
Drama Pagi-Pagi
37
Masalah Selesai? Belum Tentu!
38
Malam yang Tak Terlupakan
39
Celia, Will You Marry Me?
40
Celia, Elvan, dan Bayangan Rylan
41
Pertemuan di Bandara
42
Pertemuan Keluarga dan Syarat yang Mengikat
43
Menggapai Restu
44
Cinta dan Ambisi
45
Nikmati Saja, Sayang
46
Cerita Kita Dimulai
47
Hari Bahagia yang Dinantikan
48
Melepas dan Menerima
49
Hari Bahagia
50
Lagi-lagi Kira
51
Membuatkan Keponakan
52
Mas atau Abang?
53
Sarapan Pertama sebagai Menantu
54
Kejutan Pagi yang Manis
55
Romansa yang Tertangkap Mata
56
Kabar Tak Terduga
57
Cinta yang Menenangkan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!