Rencana Masa Depan

Setelah malam semakin larut, Celia merapatkan selimut yang membalut tubuhnya. Angin laut terasa semakin dingin, namun kehangatan di antara mereka tetap terasa. Celia menatap bintang-bintang yang mulai memenuhi langit, seolah berlomba-lomba memamerkan sinarnya.

“Elvan,” panggil Celia lembut.

“Hm?” Elvan menoleh, menatap Celia dengan senyum kecil di wajahnya.

“Kamu pernah mikir nggak, tentang masa depan kita? Maksudku… apa yang bakal terjadi sama kita nanti?” tanya Celia ragu-ragu.

Elvan mengernyitkan dahinya, lalu meraih tangan Celia. “Maksud kamu apa, sayang?”

Celia menunduk sebentar, lalu mengangkat pandangannya ke arah Elvan. “Aku tahu kita punya dunia masing-masing. Kamu dengan musikmu, aku dengan karierku sebagai model. Kadang aku takut, apa kita bisa terus seperti ini?”

Elvan terdiam, menyadari kekhawatiran yang selama ini mungkin juga ada di pikirannya, namun tak pernah ia ungkapkan. “Cel, aku nggak akan bohong. Dunia kita memang nggak gampang. Jadwal kita sering bentrok, tekanan dari luar juga nggak sedikit. Tapi yang aku tahu pasti, aku nggak mau kehilangan kamu. Apa pun yang terjadi, aku akan berusaha untuk tetap disamping kamu.”

Celia tersenyum tipis, matanya mulai berkaca-kaca. “Aku juga nggak mau kehilangan kamu, Van. Tapi aku takut… kalau nanti aku nggak cukup kuat.”

Elvan mendekat, menggenggam kedua tangan Celia erat. “Sayang, dengerin aku. Kita nggak perlu mikirin terlalu jauh sekarang. Yang penting, kita jalanin aja apa yang ada di depan kita. Kalau ada masalah, kita hadapi bareng. Kamu paham kan?”

Celia mengangguk pelan, “Kamu bener. Aku aja yang terlalu banyak pikiran."

Elvan tertawa kecil, lalu mengusap pipi Celia dengan lembut. “Itu salah satu hal yang aku suka dari kamu. Kamu selalu mikirin segala kemungkinan, bahkan yang belum terjadi.”

Celia tersenyum, lalu memeluk Elvan erat. Elvan membalas pelukan itu dengan lembut.

Setelah beberapa saat, akhirnya mereka memutuskan untuk kembali ke mobil.

Di perjalanan pulang, Elvan menggenggam tangan Celia yang ada di pangkuannya, memberi keyakinan bahwa apa pun yang terjadi, mereka akan baik-baik saja.

Setengah jam kemudian, mereka akhirnya tiba di vila. Celia keluar lebih dulu, merentangkan kedua tangannya, menikmati hembusan angin malam yang lebih hangat dibandingkan di tebing. Elvan membawa keranjang piknik mereka, lalu berjalan menyusul Celia yang sudah bersandar di dinding teras vila.

“Kamu capek?” tanya Elvan sambil menaruh keranjang piknik di meja kecil di dekat pintu.

Celia menggeleng sambil tersenyum. “Nggak, kok. Aku malah masih pengen ngobrol sama kamu.”

“Ngobrol soal apa? Jangan bilang kamu mau bahas kerjaan?” Elvan mengerucutkan bibirnya, membuat Celia tertawa kecil.

“Bukan. Aku lagi nggak mau ngomongin soal kerjaan malam ini,” jawab Celia sambil duduk di kursi teras. “Tapi… aku mau nanya sesuatu sama kamu, sesuatu yang lebih penting.”

Elvan ikut duduk di kursi yang ada di sebelah Celia, memiringkan kepalanya sambil menatap Celia dengan penuh rasa ingin tahu. “Apa itu?”

Celia menghela napasnya, mencoba menyusun kata-kata. “Van, aku tahu hubungan kita baru sebentar. Tapi aku… aku ngerasa kalau kita udah cukup lama saling mengenal. Jadi, aku cuma pengen tahu, kamu pernah mikir soal masa depan kita nggak?"

"Masa depan yang seperti apa sayang? Bukankah tadi kita sudah membahasnya?" tanya Elvan. Dia masih belum paham tentang apa yang Celia bicarakan.

"Bukan itu, tadi kan kita bahas karir dan pekerjaan kita. Tapi ini tentang... Pernikahan," jelas Celia sambil menundukkan kepalanya.

Elvan terdiam sejenak, lalu tersenyum. “Aku udah mikir soal itu, malah udah sering banget mikirin.”

Celia mengangkat kepalanya, terkejut mendengar jawaban Elvan “Serius? Kamu nggak bohong kan? Lagian kamu juga nggak pernah ngomong apa-apa.”

Elvan menggeser kursinya lebih dekat dengan Celia, ia meraih tangan Celia. “Karena aku masih nunggu waktu yang tepat. Aku nggak mau bikin kamu ngerasa tertekan atau kepikiran. Tapi kalau kamu tanya, aku udah siap nikah atau belum, jawabannya ya, aku udah siap. Siap lahir batin, aku juga udah bayangin gimana kalau nanti kita menikah," jawab Elvan sambil tersenyum tipis.

Celia tertawa kecil, sedikit lega mendengar jawaban Elvan. “Kamu udah bayangin gimana?”

Elvan tersenyum lebar, matanya berbinar-binar. “Aku bayangin kita menikah di tempat yang indah, tapi sederhana. Mungkin di Bali juga, dengan teman-teman dekat dan keluarga. Aku mau semuanya santai, tapi berkesan. Dan aku cuma pengen lihat kamu bahagia.”

Celia terdiam sejenak, lalu menatap Elvan dengan mata yang berkaca-kaca. “Van, aku… aku juga udah bayangin itu. Aku sering mikir gimana rasanya jalan di altar dan lihat kamu nunggu di ujung sana.”

Elvan tersenyum, lalu mengusap punggung tangan Celia. “Kalau gitu, kenapa kita nggak mulai ngerencanain? Nggak harus sekarang, tapi kita bisa ngomongin detailnya pelan-pelan.”

Celia mengangguk, “Iya, aku setuju. Tapi aku pengen pastiin satu hal, Van."

“Apa itu?” tanya Elvan.

“Kamu yakin nggak bakal bosan sama aku?”

Elvan tertawa kecil, lalu mencubit hidung Celia dengan gemas. “Kalau aku bosan sama kamu, itu artinya aku udah gila. Kamu itu penyemangat hidup aku, sayang."

Celia tertawa mendengar ucapan Elvan.

Episodes
1 Pertemuan Pertama
2 Awal yang hangat di Bali
3 Awal yang hangat part 2
4 Perpisahan yang tak terucap
5 Jejak yang tertinggal di Bali
6 Jalan yang membawa kembali
7 Langkah yang belum terputus
8 Di persimpangan perasaan
9 Setelah Kejujuran
10 Kedatangan Tristan
11 Mencoba sesuatu yang baru
12 Langkah Awal Menuju Bahagia
13 Momen yang Tak Terlupakan
14 Janji
15 Karang Boma Cliff
16 Rencana Masa Depan
17 Rumah di Hati
18 Gairah dan Keinginan
19 Cerita Baru
20 Pacar, Teman atau Ulat Bulu?
21 Tak cukup dengan kata-kata
22 Bayang-bayang Kira
23 Melawan Kira
24 Jejak Masa Lalu
25 Konflik Keluarga dan Harga Diri
26 Antara Cinta dan Keluarga
27 Duri dalam Mawar
28 Pilihan dan Konsekuensi
29 Pertemuan yang Tak Terduga
30 Cemburu Manis
31 Kebetulan atau Sesuatu yang Lain?
32 Sentuhan dan Keraguan
33 Tembok Yang Runtuh
34 Bersatu Melawan Daddy
35 Mengambil Hati Calon Ipar
36 Drama Pagi-Pagi
37 Masalah Selesai? Belum Tentu!
38 Malam yang Tak Terlupakan
39 Celia, Will You Marry Me?
40 Celia, Elvan, dan Bayangan Rylan
41 Pertemuan di Bandara
42 Pertemuan Keluarga dan Syarat yang Mengikat
43 Menggapai Restu
44 Cinta dan Ambisi
45 Nikmati Saja, Sayang
46 Cerita Kita Dimulai
47 Hari Bahagia yang Dinantikan
48 Melepas dan Menerima
49 Hari Bahagia
50 Lagi-lagi Kira
51 Membuatkan Keponakan
52 Mas atau Abang?
53 Sarapan Pertama sebagai Menantu
54 Kejutan Pagi yang Manis
55 Romansa yang Tertangkap Mata
56 Kabar Tak Terduga
57 Cinta yang Menenangkan
Episodes

Updated 57 Episodes

1
Pertemuan Pertama
2
Awal yang hangat di Bali
3
Awal yang hangat part 2
4
Perpisahan yang tak terucap
5
Jejak yang tertinggal di Bali
6
Jalan yang membawa kembali
7
Langkah yang belum terputus
8
Di persimpangan perasaan
9
Setelah Kejujuran
10
Kedatangan Tristan
11
Mencoba sesuatu yang baru
12
Langkah Awal Menuju Bahagia
13
Momen yang Tak Terlupakan
14
Janji
15
Karang Boma Cliff
16
Rencana Masa Depan
17
Rumah di Hati
18
Gairah dan Keinginan
19
Cerita Baru
20
Pacar, Teman atau Ulat Bulu?
21
Tak cukup dengan kata-kata
22
Bayang-bayang Kira
23
Melawan Kira
24
Jejak Masa Lalu
25
Konflik Keluarga dan Harga Diri
26
Antara Cinta dan Keluarga
27
Duri dalam Mawar
28
Pilihan dan Konsekuensi
29
Pertemuan yang Tak Terduga
30
Cemburu Manis
31
Kebetulan atau Sesuatu yang Lain?
32
Sentuhan dan Keraguan
33
Tembok Yang Runtuh
34
Bersatu Melawan Daddy
35
Mengambil Hati Calon Ipar
36
Drama Pagi-Pagi
37
Masalah Selesai? Belum Tentu!
38
Malam yang Tak Terlupakan
39
Celia, Will You Marry Me?
40
Celia, Elvan, dan Bayangan Rylan
41
Pertemuan di Bandara
42
Pertemuan Keluarga dan Syarat yang Mengikat
43
Menggapai Restu
44
Cinta dan Ambisi
45
Nikmati Saja, Sayang
46
Cerita Kita Dimulai
47
Hari Bahagia yang Dinantikan
48
Melepas dan Menerima
49
Hari Bahagia
50
Lagi-lagi Kira
51
Membuatkan Keponakan
52
Mas atau Abang?
53
Sarapan Pertama sebagai Menantu
54
Kejutan Pagi yang Manis
55
Romansa yang Tertangkap Mata
56
Kabar Tak Terduga
57
Cinta yang Menenangkan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!