Langkah yang belum terputus

Keesokan harinya, setelah sarapan, Celia duduk di taman belakang rumah Nenek Kinan. Angin Bali yang sejuk berhembus lembut, menemani lamunannya. Celia menatap layar ponselnya, membaca pesan singkat dari Lily yang berisi jadwal pemotretan berikutnya.

“Aku harus fokus,” gumamnya pada diri sendiri, mencoba meyakinkan hati untuk tetap berada di jalurnya.

Namun, pikirannya terus melayang pada Elvan. Sudah dua hari sejak Celia menginap di sini, interaksi mereka terasa berbeda. Bukan karena canggung, tetapi Elvan terlihat lebih tertutup. Elvan selalu menyibukkan diri di studio, seperti sengaja menciptakan jarak di antara mereka.

“Nak Celia,” suara lembut Nenek Kinan menyadarkannya dari lamunan.

“Nenek,” balas Celia sambil tersenyum.

“Kenapa kamu terlihat murung pagi ini? Ada sesuatu yang mengganggu?”

Celia menggeleng pelan. “Tidak, Nek. Hanya memikirkan pekerjaan.”

Nenek Kinan tersenyum penuh arti. “Kalau itu benar, kenapa kamu terus melihat ke arah jalan?”

Celia terkekeh pelan, menyadari bahwa Nenek Kinan bisa membaca pikirannya. “Aku hanya penasaran ke mana Elvan pergi sepagi ini.”

“Oh, dia di studionya. Ada proyek musik yang harus diselesaikan,” jawab Nenek Kinan santai. “Kamu tahu? Dia sering memikirkanmu saat bekerja. Tapi dia tidak pernah mengakuinya.”

Celia terdiam, hatinya berbunga-bunga mendengar itu. Ada sesuatu dalam ucapan Nenek Kinan yang membuatnya semakin penasaran dengan perasaan Elvan.

*****

Di studio kecilnya di tengah kota, Elvan sedang tenggelam dalam pekerjaannya. Irama elektronik memenuhi ruangan, namun pikirannya terus terganggu oleh bayangan Celia.

“Kenapa dia harus kembali?” gumamnya pada diri sendiri.

Elvan tahu, sejak Celia tiba, dan serumah dengannya, hatinya menjadi tak tenang. Ada perasaan yang selama ini ia pendam, tetapi gengsi membuatnya sulit untuk mengakuinya, bahkan pada dirinya sendiri.

Tiba-tiba pintu studio terbuka, dan Lily masuk dengan wajah serius.

“Kamu Elvan?" tanyanya singkat.

“Siapa kamu? Kenapa kamu di sini?” tanya Elvan, dengan raut sedikit terkejut.

“Aku Lily, sahabat sekaligus manajer Celia. Aku kesini cuma ingin memastikan agar Celia tetap fokus pada pekerjaannya,” jawab Lily sambil melipat tangan di depan dada. “Dan aku tahu kamu salah satu alasan kenapa dia tidak fokus.”

Elvan menyipitkan matanya, “Aku tidak tahu apa maksud kamu.”

“Jangan pura-pura, Elvan. Aku tahu ada sesuatu di antara kamu dan Celia. Aku tidak menghalangi hubungan kalian, tapi kamu harus tahu, Celia punya tanggung jawab. Jadi, aku harap kamu tidak mengganggunya.”

Elvan menarik napas dalam-dalam, mencoba menahan emosinya. “Kalau begitu, mungkin kamu harus bicara dengannya, bukan denganku.”

Lily terdiam sejenak, lalu mendekat. “Elvan, kamu harus jujur pada dirimu sendiri. Kalau kamu peduli pada Celia, jangan biarkan perasaanmu membuatnya kehilangan arah.”

Tanpa menunggu jawaban dari Elvan, Lily keluar dari studio, meninggalkan Elvan yang masih mematung, dengan pikiran yang semakin kalut.

*****

Celia memutuskan untuk pergi ke studio. Ia tahu lokasi itu dengan baik, bahkan masih ingat aroma khas ruangan yang penuh dengan kreativitas Elvan.

Ketika Celia tiba, ia mengetuk pintu dengan pelan. Butuh beberapa detik sebelum pintu terbuka, dan Elvan muncul dengan wajah sedikit terkejut.

“Celia?” panggil Elvan.

“Hai, aku ingin bicara denganmu. Apakah kamu sibuk?” tanya Celia.

Elvan menghela napas dan mempersilakan Celia masuk. Ruangan itu tidak banyak berubah sejak terakhir kali ia datang, tetapi ada nuansa berbeda dalam suasana mereka kali ini.

“Apa yang kamu ingin bicarakan?” tanya Elvan, mencoba terdengar santai meski ketegangan semakin terasa.

“Aku hanya ingin tahu kenapa kamu menghindariku,” jawab Celia tanpa basa-basi.

Elvan tertawa kecil, meskipun ada kekakuan dalam tawanya. “Aku tidak menghindarimu.”

“Kamu bohong. Kamu sengaja menghindar dariku, bukan?” balas Celia dengan tatapan tajam.

Elvan terdiam. Ia tahu ia tidak bisa terus berpura-pura. Tetapi sebelum ia sempat menjawab, ponsel Celia berbunyi. Itu panggilan dari Lily.

“Sebentar, aku angkat telepon dulu,” ucap Celia sambil melangkah keluar studio.

Saat Celia sibuk dengan teleponnya, Elvan menatap layar komputernya. Lagu yang sedang ia kerjakan adalah karya terbaiknya sejauh ini, tetapi ia belum menemukan keberanian untuk memperdengarkannya pada Celia.

Ketika Celia kembali, ia menatap Elvan dengan tatapan penuh arti. “Lily mengingatkanku tentang jadwal besok. Tapi aku tidak ingin pergi sebelum kita menyelesaikan ini.”

“Menyelesaikan apa?” tanya Elvan.

“Perasaanmu, Elvan. Aku tahu kau merasakan sesuatu, dan aku ingin kau jujur padaku.”

Elvan terdiam. Kata-kata Celia menusuk hatinya, tetapi sesuatu membuatnya sulit untuk menjawab.

“Celia, aku tidak tahu apa yang kau harapkan dariku. Aku hanya seorang DJ biasa. Kamu punya dunia yang jauh lebih besar dariku. Dan..."

“Berhenti merendahkan dirimu sendiri,” potong Celia dengan suara gemetar. “Aku tidak peduli siapa kamu atau apa pekerjaanmu. Aku hanya ingin kau jujur.”

Elvan menatap Celia dalam diam. Ia tahu ini adalah saatnya untuk berbicara, tetapi ketakutan akan penolakan menahannya.

“Aku tidak tahu, Celia,” jawab Elvan akhirnya.

Celia menghela napas, kecewa tetapi tidak marah. Ia tahu Elvan butuh waktu untuk membuka diri, dan ia bersedia menunggu.

“Aku akan pergi,” ucap Celia sambil melangkah keluar studio. “Tapi aku harap suatu hari kamu bisa jujur, bukan hanya padaku, tapi juga pada dirimu sendiri.”

Elvan hanya bisa menatap punggung Celia yang semakin menjauh. Di dalam hatinya, ia tahu Celia benar. Tetapi apakah ia memiliki keberanian untuk melangkah? Itu masih menjadi pertanyaan yang belum terjawab.

Terpopuler

Comments

Ellana_michelle

Ellana_michelle

semangat terusss/Smile/

2024-12-31

1

lihat semua
Episodes
1 Pertemuan Pertama
2 Awal yang hangat di Bali
3 Awal yang hangat part 2
4 Perpisahan yang tak terucap
5 Jejak yang tertinggal di Bali
6 Jalan yang membawa kembali
7 Langkah yang belum terputus
8 Di persimpangan perasaan
9 Setelah Kejujuran
10 Kedatangan Tristan
11 Mencoba sesuatu yang baru
12 Langkah Awal Menuju Bahagia
13 Momen yang Tak Terlupakan
14 Janji
15 Karang Boma Cliff
16 Rencana Masa Depan
17 Rumah di Hati
18 Gairah dan Keinginan
19 Cerita Baru
20 Pacar, Teman atau Ulat Bulu?
21 Tak cukup dengan kata-kata
22 Bayang-bayang Kira
23 Melawan Kira
24 Jejak Masa Lalu
25 Konflik Keluarga dan Harga Diri
26 Antara Cinta dan Keluarga
27 Duri dalam Mawar
28 Pilihan dan Konsekuensi
29 Pertemuan yang Tak Terduga
30 Cemburu Manis
31 Kebetulan atau Sesuatu yang Lain?
32 Sentuhan dan Keraguan
33 Tembok Yang Runtuh
34 Bersatu Melawan Daddy
35 Mengambil Hati Calon Ipar
36 Drama Pagi-Pagi
37 Masalah Selesai? Belum Tentu!
38 Malam yang Tak Terlupakan
39 Celia, Will You Marry Me?
40 Celia, Elvan, dan Bayangan Rylan
41 Pertemuan di Bandara
42 Pertemuan Keluarga dan Syarat yang Mengikat
43 Menggapai Restu
44 Cinta dan Ambisi
45 Nikmati Saja, Sayang
46 Cerita Kita Dimulai
47 Hari Bahagia yang Dinantikan
48 Melepas dan Menerima
49 Hari Bahagia
50 Lagi-lagi Kira
51 Membuatkan Keponakan
52 Mas atau Abang?
53 Sarapan Pertama sebagai Menantu
54 Kejutan Pagi yang Manis
55 Romansa yang Tertangkap Mata
56 Kabar Tak Terduga
57 Cinta yang Menenangkan
Episodes

Updated 57 Episodes

1
Pertemuan Pertama
2
Awal yang hangat di Bali
3
Awal yang hangat part 2
4
Perpisahan yang tak terucap
5
Jejak yang tertinggal di Bali
6
Jalan yang membawa kembali
7
Langkah yang belum terputus
8
Di persimpangan perasaan
9
Setelah Kejujuran
10
Kedatangan Tristan
11
Mencoba sesuatu yang baru
12
Langkah Awal Menuju Bahagia
13
Momen yang Tak Terlupakan
14
Janji
15
Karang Boma Cliff
16
Rencana Masa Depan
17
Rumah di Hati
18
Gairah dan Keinginan
19
Cerita Baru
20
Pacar, Teman atau Ulat Bulu?
21
Tak cukup dengan kata-kata
22
Bayang-bayang Kira
23
Melawan Kira
24
Jejak Masa Lalu
25
Konflik Keluarga dan Harga Diri
26
Antara Cinta dan Keluarga
27
Duri dalam Mawar
28
Pilihan dan Konsekuensi
29
Pertemuan yang Tak Terduga
30
Cemburu Manis
31
Kebetulan atau Sesuatu yang Lain?
32
Sentuhan dan Keraguan
33
Tembok Yang Runtuh
34
Bersatu Melawan Daddy
35
Mengambil Hati Calon Ipar
36
Drama Pagi-Pagi
37
Masalah Selesai? Belum Tentu!
38
Malam yang Tak Terlupakan
39
Celia, Will You Marry Me?
40
Celia, Elvan, dan Bayangan Rylan
41
Pertemuan di Bandara
42
Pertemuan Keluarga dan Syarat yang Mengikat
43
Menggapai Restu
44
Cinta dan Ambisi
45
Nikmati Saja, Sayang
46
Cerita Kita Dimulai
47
Hari Bahagia yang Dinantikan
48
Melepas dan Menerima
49
Hari Bahagia
50
Lagi-lagi Kira
51
Membuatkan Keponakan
52
Mas atau Abang?
53
Sarapan Pertama sebagai Menantu
54
Kejutan Pagi yang Manis
55
Romansa yang Tertangkap Mata
56
Kabar Tak Terduga
57
Cinta yang Menenangkan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!