LFTL Bab 18 - Mengekor Di Belakang

"Aruni, selama ini kamu tinggal dengan siapa?" tanya bibi Jema, kini mereka kembali duduk ruang dapur. Aruni masih menggunakan seragam miliknya, bekerja di sini Aruni mendapatkan 7 seragam sekaligus yang akan Aruni gunakan setiap hari.

"Dengan anakku Bi, Adrian namanya."

"Berapa usianya?"

"18 Tahun."

"Sudah besar ya, jika hanya berdua lebih baik anakmu ajak tinggal di sini saja. Jadi kamu tidak perlu repot pulang pergi."

Aruni tersenyum kecil, "Terima kasih tawarannya Bi, nanti akan saya bicarakan dengan Adrian," jawab Aruni, ingin langsung menolak dia merasa tak enak hati.

Dan lebih tak enak hati lagi jika langsung mengiyakan, pasalnya dia belum sepenuhnya bekerja di rumah ini. Setidaknya Aruni harus menunjukkan kinerjanya selama satu bulan ke depan, barulah dia berani mengajak Adrian untuk tinggal di sini.

Memang paviliun di sini lebih lengkap fasilitasnya dibanding kos-kosan, rupanya majikannya benar-benar kaya raya, sampai para pelayannya pun mendapatkan fasilitas yang fantastis.

Tapi Aruni tak ingin takabur, apa yang dia dapatkan sekarang sudah lebih lebih dari cukup.

Sekitar jam 10 pagi akhirnya Aruni pamit untuk pergi, dia telah berkenalan dengan seluruh pelayan di rumah ini, besok mulai jadi tim yang akan melayani sang Tuan.

Keluar dari rumah megah tersebut Aruni sudah melepas baju seragamnya, kembali menggunakan bajunya sendiri yang sudah cukup lusuh. Tapi rambut Aruni yang biasanya hanya diikat biasa saja, kini tetap disanggul dengan rapi.

Hari ini juga Aruni berniat mengurus surat-surat perceraiannya dengan Hendra. Mengakhiri pernikahan yang selama 20 tahun ini dia jalani.

Sebelum jam istirahat, Aruni telah tiba di kantor catatan sipil. Segala berkas dia ajukan dan langsung ditangani.

Harusnya Aruni datang bersama Hendra untuk menandatangani surat perceraian tersebut, tapi karena Hendra tak datang kelak surat ini akan dikirim ke alamat rumah pria itu.

Aruni pikir prosesnya akan sangat panjang dan membutuhkan banyak uang, namun siapa sangka jika hari ini saja dia bisa mendapatkan surat perceraian tersebut, hanya perlu tanda tangan Hendra untuk sah secara hukum.

Bahkan semuanya gratis tanpa dipungut biasa sepeserpun.

"Benar Pak saya tidak perlu bayar?" tanya Aruni. Kata Yanti saja, dulu Yanti perlu banyak uang untuk bisa bercerai dengan suaminya.

"Benar ibu Aruni, anda termasuk warga tidak mampu jadi semua biaya akan ditanggung oleh negara."

"Oh syukurlah," ucap Aruni penuh syukur, sampai menyentuh dadanya sendiri saking terharunya.

Sekali Tuhan membantunya, keberuntungan ini datang bertubi-tubi.

"Bagaimana jika mantan suami saya menolak untuk menandatangani surat ini? Apa proses perceraiannya akan jadi panjang?" tanya Aruni pula, dia belum begitu paham.

Menerka-nerka juga Bagaimana jika tiba-tiba Hendra berubah pikiran. Apalagi sekarang Adrian ikut dengannya, pria itu pasti akan mempersulit semuanya.

"Iya Bu, jika pak Hendra menolak untuk menandatangani surat ini maka proses perceraiannya akan masuk ke pengadilan."

Aruni sontak menghela nafas kasar, mulai ada kegundahan yang kembali mengusik hatinya. "Baik Pak, terima kasih," jawab Aruni.

Kelak pihak catatan sipil lah yang Akan mengirim surat perceraian itu ke rumah Hendra.

"Semoga semuanya bisa selesai dengan cepat," gumam Aruni, seraya mulai berjalan keluar meninggalkan gedung catatan sipil tersebut.

Aruni masih belum tahu juga bahwa semua kemudahan yang dia dapatkan sejak kemarin tak lepas dari campur tangan Gionino.

Bahkan ketika Aruni datang ke sini saja, Gio tetap mengawasinya dari jauh. Dia berada di dalam mobilnya dan melihat Aruni yang berjalan di depan sana.

Melihat Aruni yang terus melangkah seperti tak kenal lelah.

Ingin sekali rasanya Gionino menarik wanita masuk ke dalam mobilnya, ingin sekali rasanya Gio memijat kedua kaki Aruni.

Tapi yang bisa Gionino lakukan sekarang hanyalah mengawasi dari kejauhan.

Gionino pikir Aruni akan langsung pulang ke kos-kosan, ternyata tidak. Ternyata Aruni pergi ke sekolah Adrian untuk menjemput sang anak.

Dari dalam mobil Gionino melihat jelas saat Aruni dan Adrian bertemu, keduanya saling lempar senyum lalu Aruni memeluk lengan sang anak.

Pemandangan yang bagi Gio sangat indah, berharap kelak dia akan masuk ke dalam keluarga kecil tersebut.

"Ibu, cantik sekali," ucap Adrian, baru kali ini dia melihat ibunya mengikat rambutnya rapi seperti ini.

Aruni tersipu malu, dia tidak menjawab apa-apa.

"Kenapa ibu malah datang ke sini?" tanya Adrian pula, dia senang tapi jadi bertanya-tanya juga. Gara-gara sang ibu datang Adrian jadi tidak bisa menemui tuan Gio untuk berterima kasih.

"Tidak apa-apa, ibu melewati sekolahmu jadi kita pulang bersama saja."

"Memangnya ibu dari mana?"

"Mendaftarkan perceraian dengan papamu."

"Syukurlah, aku senang mendengarnya. Sangat senang," balas Adrian, dia sampai memeluk ibunya erat. Tak peduli meski masih berada di dekat sekolah, meski masih banyak teman-teman yang akan melihatnya.

Tapi sungguh, Adrian merasa sangat bersyukur.

Mereka kemudian berjalan menuju halte bus, sementara Gio tetap mengekor di belakang dengan mobil mewahnya.

'Ya Tuhan, mau sampai kapan tuan Gio jadi penguntit seperti ini?' batin Deni yang jadi supir.

Terpopuler

Comments

enur .⚘🍀

enur .⚘🍀

hahaha tetiba Gio jadi kang nguntit 🤭 emang ny gda kerjaan di kantor hemm 😂 eh Gio khan yg punya kantor ny, jadi bebas mau gawe atau tidak 😆😁

2024-11-14

6

Dwi Oktaviani

Dwi Oktaviani

maklum pak cinta lama belum usai ini... ketika dipertemukan kembali rasanya berbunga 2 harum mewangi... hehehehe

do'akan saja pak mereka bisa bersatu dan bahagia.. entah lah org tua Gio masih ada atau ga ya??? sebab sekarang kan sdh 45 tahu.. waktu temen2nya masih baru2 nikah kek nya masih ada sih ya kak???

2024-11-15

0

Ayna Adam

Ayna Adam

Tumben blm update kak Lunoxs?

2024-11-15

1

lihat semua
Episodes
1 LFTL Bab 1
2 LFTL Bab 2
3 LFTH Bab 3
4 LFTL Bab 4
5 LFTL Bab 5
6 LFTL Bab 6
7 LFTL Bab 7 - Susah Untuk Didekati
8 LFTL Bab 8 - Ikan Bakar
9 LFTL Bab 9 - Pria Badjingan
10 LFTL Bab 10 - Yang Paling Terluka
11 LFTL Bab 11 - Pontang Panting
12 LFTL Bab 12 - Temani Aku Bertemu Ibumu
13 LFTL Bab 13 - Kita Hadapi Berdua
14 LFTL Bab 14 - Apa Aku Yang Salah
15 LFTL Bab 15 - Durian Runtuh
16 LFTL Bab 16 - Kuli Bangunan
17 LFTL Bab 17 - Cantik Sekali
18 LFTL Bab 18 - Mengekor Di Belakang
19 LFTL Bab 19 - Sosok Ayah
20 LFTL Bab 20 - Enak Sekali
21 LFTL Bab 21 - Mengikuti
22 LFTL Bab 22 - Semuanya Akan Baik-baik Saja Bagiku
23 LFTL Bab 23 - Menemukan Debarnya Lagi
24 LFTL Bab 24 - Mulai Darimana?
25 LFTL Bab 25 - Cinta
26 LFTL Bab 26 - Satu-satunya Orang
27 LFTL Bab 26 - Benang-benang Yang Telah Terputus
28 LFTL Bab 28 - Rumah Barumu
29 LFTL Bab 29 - Satu Nama
30 LFTL Bab 30 - Tak Mampu Dia Tebus
31 LFTL Bab 31 - Menyusuri Semua Luka Aruni
32 LFTL Bab 32 - Makin Banyak Bicara
33 LFTL Bab 33 - Membuka Setengah Jendela Kaca
34 LFTL Bab 34 - 19 Tahun
35 LFTL Bab 35 - Sedang Tidak Baik-baik Saja
36 LFTL Bab 36 - Pengacara
37 LFTL Bab 37 - Tak Pernah Usai
38 LFTL Bab 38 - Wanita Yang Merasa Hampa
39 LFTL Bab 39 - 1000 Alasan
40 LFTL Bab 40 - Diam-diam Tersenyum
41 LFTL Bab 41 - Satu Rahasia
42 LFTL Bab 42 - Petak Umpet
43 LFTL Bab 43 - Keceplosan
44 LFTL Bab 44 - Jalan Ini Sudah Benar
45 LFTL Bab 45 - Rerumputan Taman
46 LFTL Bab 46 - Wanita Karir
47 LFTL Bab 47 - Maukah Kamu Datang?
48 LFTL Bab 48 - Mulai Peduli
49 LFTL Bab 49 - Orang Yang Sama
50 LFTL Bab 50 - Nanti
51 LFTL Bab 51 - Terasa Ingin Meledak
52 LFTL Bab 52 - Tiga Hari Kemudian
53 LFTL Bab 53 - Kita Masih Punya Waktu
54 LFTL Bab 54 - Bahagia Atau Sedih
55 LFTL Bab 55 - Tidak Mau Mendengar Apapun
56 LFTL Bab 56 - Belajar Ikhlas
57 LFTL Bab 57 - Mengakhiri Semuanya
58 LFTL Bab 58 - Kenapa Memanggil Adrian Dengan Sebutan Tuan?
59 LFTL Bab 59 - Tidak Akan Punya Kuasa Apa-apa
60 LFTL Bab 60 - Beri Aku Pertanda
61 LFTL Bab 61 - Satu-satunya Harapan
62 LFTL Bab 62 - Menerima Semuanya
63 LFTL Bab 63 - Sekutu Anak Sendiri
64 LFTL Bab 64 - Ayah Dan Anak
65 LFTL Bab 65 - Mas Tidak Bohong?
66 LFTL Bab 66 - Potret Keluarga
67 LFTL Bab 67 - Terlepas Dari Genggaman
68 LFTL Bab 68 - Belajar Untuk Tidak Bohong
69 LFTL Bab 69 - Datang Lebih Cepat
70 LFTL Bab 70 - Sampai Puas
71 LFTL Bab 71 - Naura Abraham
72 Adrian dan Ansara
Episodes

Updated 72 Episodes

1
LFTL Bab 1
2
LFTL Bab 2
3
LFTH Bab 3
4
LFTL Bab 4
5
LFTL Bab 5
6
LFTL Bab 6
7
LFTL Bab 7 - Susah Untuk Didekati
8
LFTL Bab 8 - Ikan Bakar
9
LFTL Bab 9 - Pria Badjingan
10
LFTL Bab 10 - Yang Paling Terluka
11
LFTL Bab 11 - Pontang Panting
12
LFTL Bab 12 - Temani Aku Bertemu Ibumu
13
LFTL Bab 13 - Kita Hadapi Berdua
14
LFTL Bab 14 - Apa Aku Yang Salah
15
LFTL Bab 15 - Durian Runtuh
16
LFTL Bab 16 - Kuli Bangunan
17
LFTL Bab 17 - Cantik Sekali
18
LFTL Bab 18 - Mengekor Di Belakang
19
LFTL Bab 19 - Sosok Ayah
20
LFTL Bab 20 - Enak Sekali
21
LFTL Bab 21 - Mengikuti
22
LFTL Bab 22 - Semuanya Akan Baik-baik Saja Bagiku
23
LFTL Bab 23 - Menemukan Debarnya Lagi
24
LFTL Bab 24 - Mulai Darimana?
25
LFTL Bab 25 - Cinta
26
LFTL Bab 26 - Satu-satunya Orang
27
LFTL Bab 26 - Benang-benang Yang Telah Terputus
28
LFTL Bab 28 - Rumah Barumu
29
LFTL Bab 29 - Satu Nama
30
LFTL Bab 30 - Tak Mampu Dia Tebus
31
LFTL Bab 31 - Menyusuri Semua Luka Aruni
32
LFTL Bab 32 - Makin Banyak Bicara
33
LFTL Bab 33 - Membuka Setengah Jendela Kaca
34
LFTL Bab 34 - 19 Tahun
35
LFTL Bab 35 - Sedang Tidak Baik-baik Saja
36
LFTL Bab 36 - Pengacara
37
LFTL Bab 37 - Tak Pernah Usai
38
LFTL Bab 38 - Wanita Yang Merasa Hampa
39
LFTL Bab 39 - 1000 Alasan
40
LFTL Bab 40 - Diam-diam Tersenyum
41
LFTL Bab 41 - Satu Rahasia
42
LFTL Bab 42 - Petak Umpet
43
LFTL Bab 43 - Keceplosan
44
LFTL Bab 44 - Jalan Ini Sudah Benar
45
LFTL Bab 45 - Rerumputan Taman
46
LFTL Bab 46 - Wanita Karir
47
LFTL Bab 47 - Maukah Kamu Datang?
48
LFTL Bab 48 - Mulai Peduli
49
LFTL Bab 49 - Orang Yang Sama
50
LFTL Bab 50 - Nanti
51
LFTL Bab 51 - Terasa Ingin Meledak
52
LFTL Bab 52 - Tiga Hari Kemudian
53
LFTL Bab 53 - Kita Masih Punya Waktu
54
LFTL Bab 54 - Bahagia Atau Sedih
55
LFTL Bab 55 - Tidak Mau Mendengar Apapun
56
LFTL Bab 56 - Belajar Ikhlas
57
LFTL Bab 57 - Mengakhiri Semuanya
58
LFTL Bab 58 - Kenapa Memanggil Adrian Dengan Sebutan Tuan?
59
LFTL Bab 59 - Tidak Akan Punya Kuasa Apa-apa
60
LFTL Bab 60 - Beri Aku Pertanda
61
LFTL Bab 61 - Satu-satunya Harapan
62
LFTL Bab 62 - Menerima Semuanya
63
LFTL Bab 63 - Sekutu Anak Sendiri
64
LFTL Bab 64 - Ayah Dan Anak
65
LFTL Bab 65 - Mas Tidak Bohong?
66
LFTL Bab 66 - Potret Keluarga
67
LFTL Bab 67 - Terlepas Dari Genggaman
68
LFTL Bab 68 - Belajar Untuk Tidak Bohong
69
LFTL Bab 69 - Datang Lebih Cepat
70
LFTL Bab 70 - Sampai Puas
71
LFTL Bab 71 - Naura Abraham
72
Adrian dan Ansara

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!