LFTL Bab 5

Di atas meja sudah tersaji nasi dingin, sambel orek tempe dan juga lalapan timun. Aruni memanggil suaminya untuk segera makan malam.

Malam ini hujan memang tidak turun, tapi hawa dinginnya begitu terasa. Apalagi ventilasi di dapur Aruni tidak ada aling-alingnya, semilir angin malam sampai mampu dirasakan oleh kulit.

"Tempe lagi, tempe lagi," ucap Hendra menggerutu, sampai bosan dia dengan menu satu itu. Tapi Hendra tetap menarik kursi dan duduk di meja makan.

"Makan saja yang ada Mas, untung masih bisa makan," jawab Aruni, suaranya pelan terkesan seperti memohon.

Sementara Adrian pilih diam, di dalam keluarga ini Adrian memang tak banyak bicara. Sesekali dia hanya bicara dengan sang ibu, sementara dengan ayahnya sendiri Adrian jarang sekali bicara.

Adrian juga sudah lelah meminta ibunya untuk berpisah dengan sang ayah, tapi sang ibu terus saja memilih untuk bertahan.

"Harusnya kamu berusaha lebih keras, bagaimana caranya agar ada kemajuan di keluarga kita! Tidak hidup miskin terus!" kata Hendra.

Kali ini Aruni tidak menjawab pertanyaan tersebut, dia berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuh. Membiarkan anak dan suaminya makan malam berdua, nanti Aruni akan makan yang tersisa.

"Jangan pura-pura tidak dengar kamu Runi! Besok aku minta uang untuk mancing! Bosan di rumah terus!"

Aruni memang masih mendengar ucapan suaminya tersebut, namun dia pilih untuk segera mengguyur tubuhnya yang lelah.

Pagi ini Aruni enggan sekali untuk pergi keluar, dia takut tiba-tiba kembali bertemu dengan Gionino. Pertemuan itu benar-benar tidak dia inginkan.

Dunia ini sangat luas, Kenapa pula mereka harus kembali bertemu?

Sehabis melihat Adrian pergi sekolah, Aruni hendak kembali masuk ke dalam rumah. Tapi langkahnya terhenti di ambang pintu karena tiba-tiba sang suami muncul.

"Mana uangnya, aku minta 50 ribu."

"Aku tidak punya uang Mas, harusnya kamu bantu aku untuk mencari uang."

"Apa? membantumu mencari uang? Aku sudah bilang, aku malas kerja!"

"Tapi kamu kepala keluarga, apa kamu tidak malu sampai meminta uang milik Adrian?"

Saking keselnya mendengar kata-kata itu Hendra langsung mencekik leher Aruni. "Dasar istri kurang ajar! Sama sekali tidak bisa menghormati suami!"

"Sakit, Mas," lirih Aruni, bicara diantara nafas yang hampir habis.

Hendra lantas melempar tubuh Aruni dengan penuh amarah. "Dimana kamu menyimpan uangmu?! Hah! Dimana?!" pekik Hendra.

Ada beberapa tetangga yang melihat perkelahian suami istri tersebut, tapi mereka juga tak bisa berbuat banyak. Apalagi Hendra memang dikenal begitu kasar, alih-alih menyelamatkan Aruni yang ada mereka justru akan mendapatkan pukulan pula dari pria itu.

"Aku benar-benar tidak punya uang Mas, uangku kemarin sudah habis untuk membeli beras," bohong Aruni, sebagian uang yang dia simpan tak boleh diganggu gugat. Tak apa-apa Aruni mendapatkan pukulan yang bertubi, asal uang untuk Adrian tetap utuh.

"Dasar istri tidak berguna!" maki Hendra, kakinya melayang untuk menendang tubuh sang istri.

Saat dilihatnya Aruni telah meringkuk tak berdaya, barulah Hendra pergi meninggalkan rumah tersebut.

"Ya ampun mbak Aruni," iba sang tetangga, dia datang dan membantu Aruni untuk duduk.

"Aku tidak apa-apa Mbak, aku baik-baik saja," jawab Aruni.

"Kenapa kamu tidak pisah saja dengan laki-laki seperti itu! Adrian sudah besar, dia pasti paham."

"Mau kemana jika aku berpisah dengan mas Hendra Mbak, aku tidak punya rumah. Hanya rumah milik mas Hendra ini yang bisa ku jadikan tempat tinggal," jelas Aruni, jika hanya memikirkan tentang dia sendiri mungkin Aruni sudah pergi sejak lama. Tapi sekarang ada Adrian yang harus dia dahulukan.

Biaya hidup sangat mahal, sementara penghasilannya hanya pas-pasan. Mengontrak rumah pun hanya akan menambah beban baru.

Tidak apa-apa Aruni bertahan di sini, asal Adrian masih memiliki tempat yang disebut rumah.

"Ya Tuhan," balas sang tetangga, sesak sendiri saat membayangkan nasib Aruni.

Dua wanita itu akhirnya tak mampu berkata apa-apa lagi, Aruni dibantu berdiri dan mereka masuk ke dalam rumah.

Menjelang siang Aruni akhirnya memutuskan untuk keluar dari rumah. Tak boleh dia berhenti bekerja hanya karena seorang pria dari masa lalu.

Namun kali ini Aruni menatap jalanan dengan lebih teliti, memastikan lebih dulu jika Gio tidak berada di sekitarnya. Niat hati tidak ingin memikirkan, tapi sekarang malah jadi selalu waspada begini.

Nama Gionino kembali berputar di benaknya.

Aruni tidak tahu jika hari ini Gio memang tidak ada rencana untuk menemuinya, Gio justru mendatangi sekolah Adrian.

Sekolah kecil dengan bangunan yang cat putihnya mulai nampak pudar. Di beberapa dinding bahkan ada bekas tendangan bola yang nampak kotor.

Saat dilihatnya anak berusia 18 tahun itu keluar dari gerbang sekolah, Gio langsung menghampiri.

"Adrian," panggil Gionino.

Suara asing namun berhasil menghentikan langkah kaki Adrian. Lalu bertanya-tanya di dalam hati, siapa pria asing itu?

Terpopuler

Comments

Niͷg_Nσͷg

Niͷg_Nσͷg

Rumah..Rumah Rumah seperti apa yang kamu berikan pada Adrian..Runi? kamu bukan memberikan Rumah yang nyaman dan penuh canda tawa , tapi yang kamu berikan pada Adrian Neraka Dunia, kamu bertahan bukan untuk Adrian, tapi kamu takut berubah status makanya kamu biarkan raga dan hatimu remuk Redam di buat berantakan oleh Hendra laki2 tak berguna..kerja tidak mau tiap hari menuntut makanan enak..apa laki2 seperti itu yang akan kamu jadikan Rumah buat Adrian...Gimana kamu bisa menyayangi dan mencintai anakmu, jika mencintai dirimu sendiri saja kau tak mampu 😪

Entah apa yang sebenarnya terjadi dalam hidupmu Runi..sampai kamu nekat bertahan dengan laki2 yang sedikitpun tak bisa di sebut ayah dan suami...ishhhh jadi gregetan 😤😤

Bagus Gio..kalau kamu tak bisa membujuk Runi setidaknya kamu berusaha mendekati Adrian, siapa tahu Adrian ada di pihakmu, bisa membujuk ibunya untuk keluar dari cengkraman laki2 iblisss macam hendra

2024-11-10

27

Kar Genjreng

Kar Genjreng

duh Runi rumah suaminya tapi pemiliknya mirip demite,,,tapi ya bener si kalau cuma sendiri mungkin sudah kabur entah kemana,,,tapi Anak remaja,,,maknya biarpun di siksa masih tetap bertahan,,,tapi ko miris men to Thor Lunoxs mentolo men rek ya opo,,, opo Dirimu GE nesuan ta bi Aruni,,

2024-11-13

0

Cici Sri Yuniawati

Cici Sri Yuniawati

baguss langkah yg tepat Gio... untuk mendapatkan Aruni kamu memang harus menjinakkan dulu anaknya yg menjadi tumpuan hidupnya Aruni karena semua penderitaan Aruni rela Terima hanya demi kelangsungan hidup sangat anak😩😮‍💨

2024-11-10

2

lihat semua
Episodes
1 LFTL Bab 1
2 LFTL Bab 2
3 LFTH Bab 3
4 LFTL Bab 4
5 LFTL Bab 5
6 LFTL Bab 6
7 LFTL Bab 7 - Susah Untuk Didekati
8 LFTL Bab 8 - Ikan Bakar
9 LFTL Bab 9 - Pria Badjingan
10 LFTL Bab 10 - Yang Paling Terluka
11 LFTL Bab 11 - Pontang Panting
12 LFTL Bab 12 - Temani Aku Bertemu Ibumu
13 LFTL Bab 13 - Kita Hadapi Berdua
14 LFTL Bab 14 - Apa Aku Yang Salah
15 LFTL Bab 15 - Durian Runtuh
16 LFTL Bab 16 - Kuli Bangunan
17 LFTL Bab 17 - Cantik Sekali
18 LFTL Bab 18 - Mengekor Di Belakang
19 LFTL Bab 19 - Sosok Ayah
20 LFTL Bab 20 - Enak Sekali
21 LFTL Bab 21 - Mengikuti
22 LFTL Bab 22 - Semuanya Akan Baik-baik Saja Bagiku
23 LFTL Bab 23 - Menemukan Debarnya Lagi
24 LFTL Bab 24 - Mulai Darimana?
25 LFTL Bab 25 - Cinta
26 LFTL Bab 26 - Satu-satunya Orang
27 LFTL Bab 26 - Benang-benang Yang Telah Terputus
28 LFTL Bab 28 - Rumah Barumu
29 LFTL Bab 29 - Satu Nama
30 LFTL Bab 30 - Tak Mampu Dia Tebus
31 LFTL Bab 31 - Menyusuri Semua Luka Aruni
32 LFTL Bab 32 - Makin Banyak Bicara
33 LFTL Bab 33 - Membuka Setengah Jendela Kaca
34 LFTL Bab 34 - 19 Tahun
35 LFTL Bab 35 - Sedang Tidak Baik-baik Saja
36 LFTL Bab 36 - Pengacara
37 LFTL Bab 37 - Tak Pernah Usai
38 LFTL Bab 38 - Wanita Yang Merasa Hampa
39 LFTL Bab 39 - 1000 Alasan
40 LFTL Bab 40 - Diam-diam Tersenyum
41 LFTL Bab 41 - Satu Rahasia
42 LFTL Bab 42 - Petak Umpet
43 LFTL Bab 43 - Keceplosan
44 LFTL Bab 44 - Jalan Ini Sudah Benar
45 LFTL Bab 45 - Rerumputan Taman
46 LFTL Bab 46 - Wanita Karir
47 LFTL Bab 47 - Maukah Kamu Datang?
48 LFTL Bab 48 - Mulai Peduli
49 LFTL Bab 49 - Orang Yang Sama
50 LFTL Bab 50 - Nanti
51 LFTL Bab 51 - Terasa Ingin Meledak
52 LFTL Bab 52 - Tiga Hari Kemudian
53 LFTL Bab 53 - Kita Masih Punya Waktu
54 LFTL Bab 54 - Bahagia Atau Sedih
55 LFTL Bab 55 - Tidak Mau Mendengar Apapun
56 LFTL Bab 56 - Belajar Ikhlas
57 LFTL Bab 57 - Mengakhiri Semuanya
58 LFTL Bab 58 - Kenapa Memanggil Adrian Dengan Sebutan Tuan?
59 LFTL Bab 59 - Tidak Akan Punya Kuasa Apa-apa
60 LFTL Bab 60 - Beri Aku Pertanda
61 LFTL Bab 61 - Satu-satunya Harapan
62 LFTL Bab 62 - Menerima Semuanya
63 LFTL Bab 63 - Sekutu Anak Sendiri
64 LFTL Bab 64 - Ayah Dan Anak
65 LFTL Bab 65 - Mas Tidak Bohong?
66 LFTL Bab 66 - Potret Keluarga
67 LFTL Bab 67 - Terlepas Dari Genggaman
68 LFTL Bab 68 - Belajar Untuk Tidak Bohong
69 LFTL Bab 69 - Datang Lebih Cepat
70 LFTL Bab 70 - Sampai Puas
71 LFTL Bab 71 - Naura Abraham
72 Adrian dan Ansara
Episodes

Updated 72 Episodes

1
LFTL Bab 1
2
LFTL Bab 2
3
LFTH Bab 3
4
LFTL Bab 4
5
LFTL Bab 5
6
LFTL Bab 6
7
LFTL Bab 7 - Susah Untuk Didekati
8
LFTL Bab 8 - Ikan Bakar
9
LFTL Bab 9 - Pria Badjingan
10
LFTL Bab 10 - Yang Paling Terluka
11
LFTL Bab 11 - Pontang Panting
12
LFTL Bab 12 - Temani Aku Bertemu Ibumu
13
LFTL Bab 13 - Kita Hadapi Berdua
14
LFTL Bab 14 - Apa Aku Yang Salah
15
LFTL Bab 15 - Durian Runtuh
16
LFTL Bab 16 - Kuli Bangunan
17
LFTL Bab 17 - Cantik Sekali
18
LFTL Bab 18 - Mengekor Di Belakang
19
LFTL Bab 19 - Sosok Ayah
20
LFTL Bab 20 - Enak Sekali
21
LFTL Bab 21 - Mengikuti
22
LFTL Bab 22 - Semuanya Akan Baik-baik Saja Bagiku
23
LFTL Bab 23 - Menemukan Debarnya Lagi
24
LFTL Bab 24 - Mulai Darimana?
25
LFTL Bab 25 - Cinta
26
LFTL Bab 26 - Satu-satunya Orang
27
LFTL Bab 26 - Benang-benang Yang Telah Terputus
28
LFTL Bab 28 - Rumah Barumu
29
LFTL Bab 29 - Satu Nama
30
LFTL Bab 30 - Tak Mampu Dia Tebus
31
LFTL Bab 31 - Menyusuri Semua Luka Aruni
32
LFTL Bab 32 - Makin Banyak Bicara
33
LFTL Bab 33 - Membuka Setengah Jendela Kaca
34
LFTL Bab 34 - 19 Tahun
35
LFTL Bab 35 - Sedang Tidak Baik-baik Saja
36
LFTL Bab 36 - Pengacara
37
LFTL Bab 37 - Tak Pernah Usai
38
LFTL Bab 38 - Wanita Yang Merasa Hampa
39
LFTL Bab 39 - 1000 Alasan
40
LFTL Bab 40 - Diam-diam Tersenyum
41
LFTL Bab 41 - Satu Rahasia
42
LFTL Bab 42 - Petak Umpet
43
LFTL Bab 43 - Keceplosan
44
LFTL Bab 44 - Jalan Ini Sudah Benar
45
LFTL Bab 45 - Rerumputan Taman
46
LFTL Bab 46 - Wanita Karir
47
LFTL Bab 47 - Maukah Kamu Datang?
48
LFTL Bab 48 - Mulai Peduli
49
LFTL Bab 49 - Orang Yang Sama
50
LFTL Bab 50 - Nanti
51
LFTL Bab 51 - Terasa Ingin Meledak
52
LFTL Bab 52 - Tiga Hari Kemudian
53
LFTL Bab 53 - Kita Masih Punya Waktu
54
LFTL Bab 54 - Bahagia Atau Sedih
55
LFTL Bab 55 - Tidak Mau Mendengar Apapun
56
LFTL Bab 56 - Belajar Ikhlas
57
LFTL Bab 57 - Mengakhiri Semuanya
58
LFTL Bab 58 - Kenapa Memanggil Adrian Dengan Sebutan Tuan?
59
LFTL Bab 59 - Tidak Akan Punya Kuasa Apa-apa
60
LFTL Bab 60 - Beri Aku Pertanda
61
LFTL Bab 61 - Satu-satunya Harapan
62
LFTL Bab 62 - Menerima Semuanya
63
LFTL Bab 63 - Sekutu Anak Sendiri
64
LFTL Bab 64 - Ayah Dan Anak
65
LFTL Bab 65 - Mas Tidak Bohong?
66
LFTL Bab 66 - Potret Keluarga
67
LFTL Bab 67 - Terlepas Dari Genggaman
68
LFTL Bab 68 - Belajar Untuk Tidak Bohong
69
LFTL Bab 69 - Datang Lebih Cepat
70
LFTL Bab 70 - Sampai Puas
71
LFTL Bab 71 - Naura Abraham
72
Adrian dan Ansara

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!