LFTL Bab 10 - Yang Paling Terluka

"ARUNI!! dimana kamu simpan uangnya!!" teriak Hendra, mencari di manapun tapi tidak membuahkan hasil apa-apa membuatnya semakin kesal.

Hendra keluar dari dalam kamar dengan wajah merah penuh amarah dan Adrian langsung mendorong sang Ibu agar berlindung di balik tubuhnya.

"Minggir kamu! Papa ingin membuat perhitungan dengan ibumu itu!" bentak Hendra.

"Sekali saja Papa menyakiti Ibu lagi, aku tidak akan segan membalasnya," jawab Adrian, dia ucapkan dengan begitu dingin dan sorot mata tajam.

Selama ini Adrian sudah cukup menahan diri karena sang ibu, tapi sekarang tidak akan Adrian lakukan lagi.

Jika harus berkelahi sampai tumpah darah pun akan dia lakukan, sungguh, Adrian juga sudah muak hidup seperti ini terus.

Bukan kemiskinan yang membuatnya tidak terima, tapi sikap sang ayah yang merupai iblis.

Bagaimana bisa pria seperti ini hadir di dalam hidupnya dan sang ibu. Kenapa Tuhan begitu tidak adil pada hidup mereka berdua?

"Jangan jadi anak durhaka kamu Adrian, kamu pikir Siapa yang sudah membesarkanmu jadi seperti ini? Papa juga ikut andil!"

"Tidak! Papa sedikitpun Tidak pernah ikut andil, ibu yang mengurusku, ibu pula yang membiayai semua kebutuhanku," balas Adrian, kedua tangannya terkepal kuat.

Betapa tidak tahu dirinya Hendra saat mengatakan dia pun ikut adil dalam membesarkannya.

Padahal Adrian masih ingat betul, ketika dia kecil sang ibu selalu menggendongnya saat bekerja. Buruh cuci, setrika, cabut rumput, semuanya sang ibu lakukan sambil menggendongnya.

Ingat semua kenangan itu dadda Adrian sesak sekali, kedua matanya mulai nampak berkaca-kaca. Namun dia tahan diri agar tidak menangis. Tidak ingin terlihat lemah dihadapan pria iblis ini.

"Berani kamu bicara seperti itu pada Papa? pasti didikan ibumu yang sudah membuatmu kurang ajar seperti ini!" maki Hendra, dia coba menarik Adrian agar berhenti melindungi sang ibu.

Namun Adrian benar-benar menepati ucapannya untuk terus melindungi ibu Runi. Mereka saling dorong dengan kuat.

"Mas, aku mohon jangan sakiti Adrian!" pinta Aruni.

"Ini semua gara-gara kamu! Dasar istri tidak berguna! pergi kamu dari rumah ini!" bentak Hendra. Tanpa pikir panjang kalimat itu terlontar dari mulutnya. Bahkan seolah makin menyulut api amarah yang dia rasakan.

Kepalang basah akhirnya Hendra menarik Adrian untuk masuk ke dalam kamar, malam ini juga dia akan mengusir istri tak tahu diri itu.

Sudah menumpang tinggal di rumahnya, tapi tidak memberinya uang. Justru menyembunyikan untuk dipakainya sendiri.

Hendra marah sekali.

"Lepas Pa!" lawan Adrian, karena sang ayah tak mendengarkan ucapannya, akhirnya Adrian mengambil tindakan nekad. Untuk pertama kali di dalam hidupnya akhirnya dia memukul sang ayah.

Bugh! Pukulan itu tepat mengenai wajah Hendra.

Aruni memekik saking terkejutnya.

Sementara Hendra makin berapi-api dalam amarah. Di saat ada kesempatan dia menarik Aruni dengan sangat kuat, sampai tubuh ringkih Aruni terseret seperti sebuah karung.

"Lepas Pa!" pekik Adrian.

Namun Hendra sudah tak mampu dikendalikan, akhirnya Aruni terlempar pula keluar dari rumah tersebut.

Malam yang dingin jadi semakin terasa mengerikan.

"PERGI kamu dari rumah ini! Jangan pernah injakan kakimu lagi di sini!!" usir Hendra.

Aruni sudah meringkuk di dalam pelukan Adrian, ketidakberdayaan yang membuatnya makin terpuruk.

"Adrian, cepat masuk!" titah Hendra, dia tak peduli tentang Aruni, yang penting Adrian tetap berada di sampingnya. Kelak Adrian lah yang akan jadi pencari uang.

Lagipula Aruni sudah semakin tua dan ringkih, tak ada sedikitpun yang bisa dia manfaatkan dari wanita itu.

"Ingat! Hanya Adrian yang boleh masuk ke rumah ini! Aku menceraikan mu!" ucap Hendra, dia kemudian masuk ke dalam rumah dan menutup pintu dengan kuat.

BRAK!!

Di hadapan Hendra, Aruni memang sudah tak ada harga dirinya. Serupa keset kaki yang mampu dia buang kapan pun.

"Ibu lihat, pria seperti itulah yang selama ini ibu pertahankan," ucap Adrian lirih.

Ibunya yang dihina-hina namun dialah yang paling terluka.

Terpopuler

Comments

Raden Roro Natasya

Raden Roro Natasya

pucuk dicinta ulam pun tiba,gak perlu lg gio nyuruh cerai to Aruni sdh dicerai...bawa ibu mu pergi ke alamat gio Adrian, ajukan cerai resmi sbg saksi anak sendiri yg mendengar kata talak dari mulut hendra,juga visum tubuh mu aruni biar makin kuat bukti kdrt yg kamu alami selama ini...

2024-11-12

4

momAriqa

momAriqa

ya Alloh pingin nonjok kelakuan suami gitu gua racun sekalian biar modar sekalian 😠 Arumi nah udah dikasih talak ayo menjauh jangan pertahankan suami model gitu bawa anakmu,, maaf ya thor pembaca ikut esmosi 🤣🤣🤣 kerennnn ceritanya kak lanjut 🤗🤗🙏🙏

2024-11-12

3

Zieya🖤

Zieya🖤

kadang orang bertahan bukan kerna terlalu mencintai tapi, bertahan hanya kerna untuk meneruskan hidup. jadi bahagia atau menderita dijalani saja kerna kadang lelah untuk berjuang atau telah mati rasa jadi hanya pasrah pada takdir...

2024-11-12

1

lihat semua
Episodes
1 LFTL Bab 1
2 LFTL Bab 2
3 LFTH Bab 3
4 LFTL Bab 4
5 LFTL Bab 5
6 LFTL Bab 6
7 LFTL Bab 7 - Susah Untuk Didekati
8 LFTL Bab 8 - Ikan Bakar
9 LFTL Bab 9 - Pria Badjingan
10 LFTL Bab 10 - Yang Paling Terluka
11 LFTL Bab 11 - Pontang Panting
12 LFTL Bab 12 - Temani Aku Bertemu Ibumu
13 LFTL Bab 13 - Kita Hadapi Berdua
14 LFTL Bab 14 - Apa Aku Yang Salah
15 LFTL Bab 15 - Durian Runtuh
16 LFTL Bab 16 - Kuli Bangunan
17 LFTL Bab 17 - Cantik Sekali
18 LFTL Bab 18 - Mengekor Di Belakang
19 LFTL Bab 19 - Sosok Ayah
20 LFTL Bab 20 - Enak Sekali
21 LFTL Bab 21 - Mengikuti
22 LFTL Bab 22 - Semuanya Akan Baik-baik Saja Bagiku
23 LFTL Bab 23 - Menemukan Debarnya Lagi
24 LFTL Bab 24 - Mulai Darimana?
25 LFTL Bab 25 - Cinta
26 LFTL Bab 26 - Satu-satunya Orang
27 LFTL Bab 26 - Benang-benang Yang Telah Terputus
28 LFTL Bab 28 - Rumah Barumu
29 LFTL Bab 29 - Satu Nama
30 LFTL Bab 30 - Tak Mampu Dia Tebus
31 LFTL Bab 31 - Menyusuri Semua Luka Aruni
32 LFTL Bab 32 - Makin Banyak Bicara
33 LFTL Bab 33 - Membuka Setengah Jendela Kaca
34 LFTL Bab 34 - 19 Tahun
35 LFTL Bab 35 - Sedang Tidak Baik-baik Saja
36 LFTL Bab 36 - Pengacara
37 LFTL Bab 37 - Tak Pernah Usai
38 LFTL Bab 38 - Wanita Yang Merasa Hampa
39 LFTL Bab 39 - 1000 Alasan
40 LFTL Bab 40 - Diam-diam Tersenyum
41 LFTL Bab 41 - Satu Rahasia
42 LFTL Bab 42 - Petak Umpet
43 LFTL Bab 43 - Keceplosan
44 LFTL Bab 44 - Jalan Ini Sudah Benar
45 LFTL Bab 45 - Rerumputan Taman
46 LFTL Bab 46 - Wanita Karir
47 LFTL Bab 47 - Maukah Kamu Datang?
48 LFTL Bab 48 - Mulai Peduli
49 LFTL Bab 49 - Orang Yang Sama
50 LFTL Bab 50 - Nanti
51 LFTL Bab 51 - Terasa Ingin Meledak
52 LFTL Bab 52 - Tiga Hari Kemudian
53 LFTL Bab 53 - Kita Masih Punya Waktu
54 LFTL Bab 54 - Bahagia Atau Sedih
55 LFTL Bab 55 - Tidak Mau Mendengar Apapun
56 LFTL Bab 56 - Belajar Ikhlas
57 LFTL Bab 57 - Mengakhiri Semuanya
58 LFTL Bab 58 - Kenapa Memanggil Adrian Dengan Sebutan Tuan?
59 LFTL Bab 59 - Tidak Akan Punya Kuasa Apa-apa
60 LFTL Bab 60 - Beri Aku Pertanda
61 LFTL Bab 61 - Satu-satunya Harapan
62 LFTL Bab 62 - Menerima Semuanya
63 LFTL Bab 63 - Sekutu Anak Sendiri
64 LFTL Bab 64 - Ayah Dan Anak
65 LFTL Bab 65 - Mas Tidak Bohong?
66 LFTL Bab 66 - Potret Keluarga
67 LFTL Bab 67 - Terlepas Dari Genggaman
68 LFTL Bab 68 - Belajar Untuk Tidak Bohong
69 LFTL Bab 69 - Datang Lebih Cepat
70 LFTL Bab 70 - Sampai Puas
71 LFTL Bab 71 - Naura Abraham
72 Adrian dan Ansara
Episodes

Updated 72 Episodes

1
LFTL Bab 1
2
LFTL Bab 2
3
LFTH Bab 3
4
LFTL Bab 4
5
LFTL Bab 5
6
LFTL Bab 6
7
LFTL Bab 7 - Susah Untuk Didekati
8
LFTL Bab 8 - Ikan Bakar
9
LFTL Bab 9 - Pria Badjingan
10
LFTL Bab 10 - Yang Paling Terluka
11
LFTL Bab 11 - Pontang Panting
12
LFTL Bab 12 - Temani Aku Bertemu Ibumu
13
LFTL Bab 13 - Kita Hadapi Berdua
14
LFTL Bab 14 - Apa Aku Yang Salah
15
LFTL Bab 15 - Durian Runtuh
16
LFTL Bab 16 - Kuli Bangunan
17
LFTL Bab 17 - Cantik Sekali
18
LFTL Bab 18 - Mengekor Di Belakang
19
LFTL Bab 19 - Sosok Ayah
20
LFTL Bab 20 - Enak Sekali
21
LFTL Bab 21 - Mengikuti
22
LFTL Bab 22 - Semuanya Akan Baik-baik Saja Bagiku
23
LFTL Bab 23 - Menemukan Debarnya Lagi
24
LFTL Bab 24 - Mulai Darimana?
25
LFTL Bab 25 - Cinta
26
LFTL Bab 26 - Satu-satunya Orang
27
LFTL Bab 26 - Benang-benang Yang Telah Terputus
28
LFTL Bab 28 - Rumah Barumu
29
LFTL Bab 29 - Satu Nama
30
LFTL Bab 30 - Tak Mampu Dia Tebus
31
LFTL Bab 31 - Menyusuri Semua Luka Aruni
32
LFTL Bab 32 - Makin Banyak Bicara
33
LFTL Bab 33 - Membuka Setengah Jendela Kaca
34
LFTL Bab 34 - 19 Tahun
35
LFTL Bab 35 - Sedang Tidak Baik-baik Saja
36
LFTL Bab 36 - Pengacara
37
LFTL Bab 37 - Tak Pernah Usai
38
LFTL Bab 38 - Wanita Yang Merasa Hampa
39
LFTL Bab 39 - 1000 Alasan
40
LFTL Bab 40 - Diam-diam Tersenyum
41
LFTL Bab 41 - Satu Rahasia
42
LFTL Bab 42 - Petak Umpet
43
LFTL Bab 43 - Keceplosan
44
LFTL Bab 44 - Jalan Ini Sudah Benar
45
LFTL Bab 45 - Rerumputan Taman
46
LFTL Bab 46 - Wanita Karir
47
LFTL Bab 47 - Maukah Kamu Datang?
48
LFTL Bab 48 - Mulai Peduli
49
LFTL Bab 49 - Orang Yang Sama
50
LFTL Bab 50 - Nanti
51
LFTL Bab 51 - Terasa Ingin Meledak
52
LFTL Bab 52 - Tiga Hari Kemudian
53
LFTL Bab 53 - Kita Masih Punya Waktu
54
LFTL Bab 54 - Bahagia Atau Sedih
55
LFTL Bab 55 - Tidak Mau Mendengar Apapun
56
LFTL Bab 56 - Belajar Ikhlas
57
LFTL Bab 57 - Mengakhiri Semuanya
58
LFTL Bab 58 - Kenapa Memanggil Adrian Dengan Sebutan Tuan?
59
LFTL Bab 59 - Tidak Akan Punya Kuasa Apa-apa
60
LFTL Bab 60 - Beri Aku Pertanda
61
LFTL Bab 61 - Satu-satunya Harapan
62
LFTL Bab 62 - Menerima Semuanya
63
LFTL Bab 63 - Sekutu Anak Sendiri
64
LFTL Bab 64 - Ayah Dan Anak
65
LFTL Bab 65 - Mas Tidak Bohong?
66
LFTL Bab 66 - Potret Keluarga
67
LFTL Bab 67 - Terlepas Dari Genggaman
68
LFTL Bab 68 - Belajar Untuk Tidak Bohong
69
LFTL Bab 69 - Datang Lebih Cepat
70
LFTL Bab 70 - Sampai Puas
71
LFTL Bab 71 - Naura Abraham
72
Adrian dan Ansara

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!