LFTL Bab 19 - Sosok Ayah

"Bagaimana di tempat kerja Ibu yang baru tadi? apa bossnya baik?" tanya Adrian, dia menatap ibunya penuh selidik. Ingin tahu siapakah boss sang ibu, mungkinkah beliau adalah tuan Gionino.

Sekarang mereka sudah tiba di rumah, tadi di perjalanan pulang Aruni membeli 1 nasi bungkus. Nanti mereka akan makan 1 bungkus itu berdua, di campur nasi putih di rumah jika merasa kurang. Sebab nasi bungkus ini banyak sekali bumbunya.

"Ibu tidak bertemu dengan bosnya secara langsung Adrian, ibu hanya bertemu dengan kepala pelayan di rumah itu," jelas Aruni, seraya mulai mempersiapkan piring untuk mereka makan di ruang depan.

"Rumahnya besar sekali, mewah. Ibu sampai takut membuat lantainya kotor," jelas Aruni lalu terkekeh.

"Di sana juga ada paviliun khusus untuk para pelayan, ibu diminta tinggal disana saja bersama mu agar tidak pulang pergi, tapi ibu tidak enak jika langsung menerimanya," ucap Aruni lagi. Sekarang dia sudah duduk di hadapan sang anak.

Mereka duduk di lantai keramik tanpa alas.

"Paviliunnya bagus sekali, tapi tidak apa-apa ya untuk sementara kita tinggal di sini dulu?" tanya Aruni kemudian.

Dengan tersenyum Adrian menganggukkan kepalanya, "Bagiku di sini juga sudah enak, lebih nyaman daripada tinggal di rumah papa," jawab Adrian.

"Ya sudah, sekarang kita makan dulu ya," ajak Aruni yang langsung mengalihkan pembicaraan. Dia tak ingin Adrian terus membicarakan kebenciannya pada sang ayah.

Aruni bahkan berharap kelak Adrian bisa melupakan semua kebencian tersebut. Adrian harus selalu menghormati Hendra sebagai ayahnya, tak peduli sebejat apa pria itu.

"Iya Bu, ayo kita makan," jawab Adrian, semakin yakin bahwa bos sesungguhnya sang ibu adalah tuan Gionino. Sebab tiba-tiba ibunya diminta untuk tinggal di sana beserta dia juga.

Sama persis seperti yang diucapkan oleh tuan Gio kemarin.

Sungguh, Adrian tidak merasa marah sedikitpun tentang hal ini. Justru bersyukur karena ibunya bekerja di rumah orang sebaik tuan Gionino.

Menjelang sore Aruni meminta bantuan Adrian untuk pergi ke warung terdekat. Membeli beberapa kebutuhan mereka berdua, seperti sabun mandi, pasta gigi dan juga shampo.

Di perjalanan tersebut akhirnya Adrian memiliki kesempatan untuk bisa menghubungi tuan Gionino. Adrian tidak berani untuk menelpon, jadi dia hanya mengirim pesan singkat ke nomor ponsel yang tertera di kartu nama tersebut.

'Selamat sore Pak, ini saya Adrian. Terima kasih untuk semua bantuan Bapak. Saya tahu sejak kemarin Bapak sudah membantu saya dan ibu. Kos-kosan dan juga pekerjaan yang ibu dapatkan. Terima kasih, Pak,' tulis Adrian lalu langsung dia kirimkan.

Saat ponsel Gio bergetar ada pesan masuk, pria itu langsung membukanya. Sejak beberapa hari ini di memang selalu menunggu Adrian menghubunginya lebih dulu.

Bibir Gio langsung tersenyum ketika membaca pesan tersebut dan melihat ada nama Adrian tertera di dalamnya.

Bahasa yang digunakan oleh Adrian formal sakali, tapi dia sangat menyukainya. "Harusnya Adrian jadi anakku saja, bukan anak pria badjingan itu," gumam Gionino.

Tapi mengingat usia Adrian saat ini masih 18 tahun membuatnya kecewa sendiri, jika saat berpisah dulu Aruni hamil, maka harusnya anak mereka tahun ini berusia 19 tahun.

Tapi fakta itu tidak membuatnya lantas membenci Adrian. Adrian tak bisa memilih siapa ayah dan ibunya, dia lahir ke dunia ini berkat kuasa tuhan.

Lagipula tiap kali melihat Adrian, Gio langsung teringat akan Aruni dan semua penderitaan ibu dan anak tersebut.

Kini Gio tak ingin menambah beban keduanya, Gio justru ingin membahagiakan keduanya, Aruni dan Adrian sekaligus.

Mengingat perasannya pada Aruni yang masih begitu kuat, Gio bahkan akan menganggap Adrian seperti anaknya sendiri.

Setelah puas dan memandangi pesan yang dikirim oleh Adrian, Gio lantas memutuskan untuk menghubungi anak tersebut melalui sambungan telepon.

Dengan perasaan gugup Adrian menjawabnya, "Halo, Pak," jawab Adrian.

"Darimana kamu tahu bahwa semua itu adalah bantuan dariku?" tanya Gio langsung.

"Maaf Pak, aku hanya menebak-nebak saja."

"Pastikan ini jadi rahasia kita berdua ya, ibu Aruni jangan sampai tahu dulu."

Adrian tersenyum lebar sakali, "Iya Pak," jawab Adrian patuh. Entah kenapa merasa mendapatkan sosok ayah dari pria lain, bukan dari ayahnya sendiri.

Seseorang yang mampu melindungi dia dan ibu.

Terpopuler

Comments

Kar Genjreng

Kar Genjreng

jadi sebelum berpisah atau tepatnya orang tua Gio memisahkan Aruni,,,ternyata sudah menanam benih to Gio di rahim Aruni,,,tapi Ada an baru 18. tapi berharap itu anak Gio Adrian,

2024-11-16

1

Ika_Kartika ❤️

Ika_Kartika ❤️

berdoa'a saja Nak semoga benar Gio itu ayah kandungmu,, tp kalo Gio benar" bukan ayahmu berdoa juga semoga kelak ibumu mau menerima Gio dan menjadikan Gio sebagai ayahmu

2024-12-12

0

Poppy Nurmala

Poppy Nurmala

kok aku ngerasa si adrian ank nya gio ya..🤭
tpi mau si adrian anknya gio ato hendra terserah author lah. yg penting gio aruni happy ending😁

2024-11-15

1

lihat semua
Episodes
1 LFTL Bab 1
2 LFTL Bab 2
3 LFTH Bab 3
4 LFTL Bab 4
5 LFTL Bab 5
6 LFTL Bab 6
7 LFTL Bab 7 - Susah Untuk Didekati
8 LFTL Bab 8 - Ikan Bakar
9 LFTL Bab 9 - Pria Badjingan
10 LFTL Bab 10 - Yang Paling Terluka
11 LFTL Bab 11 - Pontang Panting
12 LFTL Bab 12 - Temani Aku Bertemu Ibumu
13 LFTL Bab 13 - Kita Hadapi Berdua
14 LFTL Bab 14 - Apa Aku Yang Salah
15 LFTL Bab 15 - Durian Runtuh
16 LFTL Bab 16 - Kuli Bangunan
17 LFTL Bab 17 - Cantik Sekali
18 LFTL Bab 18 - Mengekor Di Belakang
19 LFTL Bab 19 - Sosok Ayah
20 LFTL Bab 20 - Enak Sekali
21 LFTL Bab 21 - Mengikuti
22 LFTL Bab 22 - Semuanya Akan Baik-baik Saja Bagiku
23 LFTL Bab 23 - Menemukan Debarnya Lagi
24 LFTL Bab 24 - Mulai Darimana?
25 LFTL Bab 25 - Cinta
26 LFTL Bab 26 - Satu-satunya Orang
27 LFTL Bab 26 - Benang-benang Yang Telah Terputus
28 LFTL Bab 28 - Rumah Barumu
29 LFTL Bab 29 - Satu Nama
30 LFTL Bab 30 - Tak Mampu Dia Tebus
31 LFTL Bab 31 - Menyusuri Semua Luka Aruni
32 LFTL Bab 32 - Makin Banyak Bicara
33 LFTL Bab 33 - Membuka Setengah Jendela Kaca
34 LFTL Bab 34 - 19 Tahun
35 LFTL Bab 35 - Sedang Tidak Baik-baik Saja
36 LFTL Bab 36 - Pengacara
37 LFTL Bab 37 - Tak Pernah Usai
38 LFTL Bab 38 - Wanita Yang Merasa Hampa
39 LFTL Bab 39 - 1000 Alasan
40 LFTL Bab 40 - Diam-diam Tersenyum
41 LFTL Bab 41 - Satu Rahasia
42 LFTL Bab 42 - Petak Umpet
43 LFTL Bab 43 - Keceplosan
44 LFTL Bab 44 - Jalan Ini Sudah Benar
45 LFTL Bab 45 - Rerumputan Taman
46 LFTL Bab 46 - Wanita Karir
47 LFTL Bab 47 - Maukah Kamu Datang?
48 LFTL Bab 48 - Mulai Peduli
49 LFTL Bab 49 - Orang Yang Sama
50 LFTL Bab 50 - Nanti
51 LFTL Bab 51 - Terasa Ingin Meledak
52 LFTL Bab 52 - Tiga Hari Kemudian
53 LFTL Bab 53 - Kita Masih Punya Waktu
54 LFTL Bab 54 - Bahagia Atau Sedih
55 LFTL Bab 55 - Tidak Mau Mendengar Apapun
56 LFTL Bab 56 - Belajar Ikhlas
57 LFTL Bab 57 - Mengakhiri Semuanya
58 LFTL Bab 58 - Kenapa Memanggil Adrian Dengan Sebutan Tuan?
59 LFTL Bab 59 - Tidak Akan Punya Kuasa Apa-apa
60 LFTL Bab 60 - Beri Aku Pertanda
61 LFTL Bab 61 - Satu-satunya Harapan
62 LFTL Bab 62 - Menerima Semuanya
63 LFTL Bab 63 - Sekutu Anak Sendiri
64 LFTL Bab 64 - Ayah Dan Anak
65 LFTL Bab 65 - Mas Tidak Bohong?
66 LFTL Bab 66 - Potret Keluarga
67 LFTL Bab 67 - Terlepas Dari Genggaman
68 LFTL Bab 68 - Belajar Untuk Tidak Bohong
69 LFTL Bab 69 - Datang Lebih Cepat
70 LFTL Bab 70 - Sampai Puas
71 LFTL Bab 71 - Naura Abraham
72 Adrian dan Ansara
Episodes

Updated 72 Episodes

1
LFTL Bab 1
2
LFTL Bab 2
3
LFTH Bab 3
4
LFTL Bab 4
5
LFTL Bab 5
6
LFTL Bab 6
7
LFTL Bab 7 - Susah Untuk Didekati
8
LFTL Bab 8 - Ikan Bakar
9
LFTL Bab 9 - Pria Badjingan
10
LFTL Bab 10 - Yang Paling Terluka
11
LFTL Bab 11 - Pontang Panting
12
LFTL Bab 12 - Temani Aku Bertemu Ibumu
13
LFTL Bab 13 - Kita Hadapi Berdua
14
LFTL Bab 14 - Apa Aku Yang Salah
15
LFTL Bab 15 - Durian Runtuh
16
LFTL Bab 16 - Kuli Bangunan
17
LFTL Bab 17 - Cantik Sekali
18
LFTL Bab 18 - Mengekor Di Belakang
19
LFTL Bab 19 - Sosok Ayah
20
LFTL Bab 20 - Enak Sekali
21
LFTL Bab 21 - Mengikuti
22
LFTL Bab 22 - Semuanya Akan Baik-baik Saja Bagiku
23
LFTL Bab 23 - Menemukan Debarnya Lagi
24
LFTL Bab 24 - Mulai Darimana?
25
LFTL Bab 25 - Cinta
26
LFTL Bab 26 - Satu-satunya Orang
27
LFTL Bab 26 - Benang-benang Yang Telah Terputus
28
LFTL Bab 28 - Rumah Barumu
29
LFTL Bab 29 - Satu Nama
30
LFTL Bab 30 - Tak Mampu Dia Tebus
31
LFTL Bab 31 - Menyusuri Semua Luka Aruni
32
LFTL Bab 32 - Makin Banyak Bicara
33
LFTL Bab 33 - Membuka Setengah Jendela Kaca
34
LFTL Bab 34 - 19 Tahun
35
LFTL Bab 35 - Sedang Tidak Baik-baik Saja
36
LFTL Bab 36 - Pengacara
37
LFTL Bab 37 - Tak Pernah Usai
38
LFTL Bab 38 - Wanita Yang Merasa Hampa
39
LFTL Bab 39 - 1000 Alasan
40
LFTL Bab 40 - Diam-diam Tersenyum
41
LFTL Bab 41 - Satu Rahasia
42
LFTL Bab 42 - Petak Umpet
43
LFTL Bab 43 - Keceplosan
44
LFTL Bab 44 - Jalan Ini Sudah Benar
45
LFTL Bab 45 - Rerumputan Taman
46
LFTL Bab 46 - Wanita Karir
47
LFTL Bab 47 - Maukah Kamu Datang?
48
LFTL Bab 48 - Mulai Peduli
49
LFTL Bab 49 - Orang Yang Sama
50
LFTL Bab 50 - Nanti
51
LFTL Bab 51 - Terasa Ingin Meledak
52
LFTL Bab 52 - Tiga Hari Kemudian
53
LFTL Bab 53 - Kita Masih Punya Waktu
54
LFTL Bab 54 - Bahagia Atau Sedih
55
LFTL Bab 55 - Tidak Mau Mendengar Apapun
56
LFTL Bab 56 - Belajar Ikhlas
57
LFTL Bab 57 - Mengakhiri Semuanya
58
LFTL Bab 58 - Kenapa Memanggil Adrian Dengan Sebutan Tuan?
59
LFTL Bab 59 - Tidak Akan Punya Kuasa Apa-apa
60
LFTL Bab 60 - Beri Aku Pertanda
61
LFTL Bab 61 - Satu-satunya Harapan
62
LFTL Bab 62 - Menerima Semuanya
63
LFTL Bab 63 - Sekutu Anak Sendiri
64
LFTL Bab 64 - Ayah Dan Anak
65
LFTL Bab 65 - Mas Tidak Bohong?
66
LFTL Bab 66 - Potret Keluarga
67
LFTL Bab 67 - Terlepas Dari Genggaman
68
LFTL Bab 68 - Belajar Untuk Tidak Bohong
69
LFTL Bab 69 - Datang Lebih Cepat
70
LFTL Bab 70 - Sampai Puas
71
LFTL Bab 71 - Naura Abraham
72
Adrian dan Ansara

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!