LFTL Bab 15 - Durian Runtuh

Terlepas dari semua permasalahan yang terjadi di masa lalu, tapi sekarang Aruni dan Gio telah menjalani kehidupan masing-masing.

Sumpah demi apapun, Aruni tidak ingin terlibat lagi dengan pria ini dan seluruh keluarganya. Aruni sudah sangat puas untuk diinjak-injak.

Sekarang dia pun telah terlepas dari Hendra, jadi Aruni ingin secara perlahan memperbaiki hidupnya lagi.

Aruni tidak membenci Gio, dia hanya tak ingin terhubung kembali. Dengan begitu dia benar-benar bisa melupakan semua kenangan yang ada di masa lalu.

Secara perlahan Aruni menarik tangannya agar terlepas dari genggaman Gio, tatapannya kini nampak begitu lelah seperti tak ingin berdebat.

Terpaksa, Gio melepaskannya.

"Kami pergi," ucap Aruni, hanya dua kata, kemudian dia menarik Adrian untuk segera pergi dari sana.

Selepas ibu dan anak itu menjauh Deni mendekati sang Tuan.

"Aku tidak tahu apa yang terjadi pada Aruni, kenapa malah dia yang marah," gumam Gionino.

"Lalu apa rencana Anda sekarang Tuan?"

"Aruni tidak akan menerima bantuanku, kecuali aku melakukannya dengan cara sembunyi-sembunyi," jawab Gio. "Kata Adrian, Aruni sedang mencari kos-kosan dengan harga miring. Maka aturlah agar siang ini juga mereka mendapatkan harga yang sesuai."

"Baik Tuan."

"Kirim sebuah brosur lowongan pekerjaan sebagai pembantu, atur agar Aruni mengambil pekerjaan itu. Kelak dia akan bekerja di rumahku."

"Baik Tuan."

"Buat pekerjaan yang mudah , Aruni hanya perlu membantu bagian dapur. Cukup menyiapkan sarapan, makan siang dan makan malam. Selebihnya dia tetap bisa keluar dari rumah," ucap Gio lagi, dia paham Aruni belum bisa terikat dengan pekerjaan.

Aruni juga harus mengurus perceraiannya dengan pria bejat itu.

"Baik Tuan," jawab Deni patuh.

Gio terus menatap Aruni dan Adrian yang bejalan di ujung sana, dia tatap terus sampai benar-benar hilang dari pandangannya.

"Bu," panggil Adrian setelah mereka menjauh dari tuan Gionino. Meski pria itu tidak nampak lagi tapi langkah keduanya masih terlihat tergesa-gesa.

Adrian hanya mengimbangi langkah ibunya.

"Bagaimana bisa kamu bertemu dengan pria itu?" tanya Aruni.

"Pak Gio mendatangi sekolahku."

"Mulai sekarang jangan temui pria itu lagi. Ibu tidak tahu dan tidak ingin tahu apa saja yang sudah kalian bicarakan, tapi anggaplah semua hanya angin lalu," jelas Aruni.

Adrian terdiam mendengar perintah tersebut, dua cerita dia dapatkan dalam sekali waktu dan hal ini membuatnya bingung harus percaya yang mana.

Ketulusan tuan Gio tak mampu dia tepis tapi amarah sang ibu juga tidak bisa dia abaikan.

"Kamu sudah makan?" tanya Aruni.

"Sudah, aku tadi makan di kantin sekolah."

"Jam berapa?"

"Istirahat terakhir," jawab Adrian, agar dia bisa tahan tidak sarapan dan tidak makan siang lagi, jadi sisa uang jajannya bisa dia tabung.

"Kita cari kos-kosan sebentar, setelah itu baru makan di warung," jelas Aruni dan Adrian mengangguk.

Tak butuh waktu lama Aruni mendapatkan kos-kosan yang dia inginkan, Aruni senang sekali karena kos-kosan ini cukup besar sementara harganya sangat murah. Kata sang pemilik kos-kosannya masih baru, jadi masih harga promo.

Meskipun hanya ada 1 kamar tapi sangat cukup untuk ditinggali dia dan Adrian. Kos-kosan dengan tiga ruang yang bagi Aruni cukup besar. Ruang depan, kamar lalu dapur dan kamar mandi di belakang.

Aruni bahkan langsung membayar untuk satu bulan dan mendapatkan kunci kos-kosan tersebut.

Di perjalanan pulang untuk mengambil barang-barang mereka, Aruni mendapatkan sebuah brosur lowongan pekerjaan, seseorang memberikannya dengan terburu-buru.

Lowongan kerja untuk jadi pembantu di sebuah rumah mewah dengan gaji tetap yang begitu besar baginya, yaitu 5 juta per bulan.

"Ya ampun, sepertinya hari ini adalah hari keberuntungan kamu Adrian," ucap Aruni yang merasa mendapatkan durian runtuh. Seumur hidupnya baru kali ini dia merasa beruntung.

Aruni sudah menghubungi nomor yang tertera di brosur tersebut dan besok dia bisa langsung datang ke rumah yang ada di alamatnya.

Aruni senang sekali, untuk membayar kos-kosan dia menggunakan uang tabungan yang telah dia persiapkan untuk Adrian. Namun siapa sangka, kini tuhan menggantinya dengan lebih banyak.

Tapi Adrian malah terdiam, entah kenapa merasa apa yang mereka alami kali ini persis seperti yang diucapkan oleh tuan Gio tadi.

Yang ingin membantu ibunya untuk bekerja sebagai pembantu di sebuah rumah.

'Jangan-jangan ini semua karena Pak Gio,' batin Adrian. Tapi dia diam saja, tidak memberi tahu sang ibu.

Terpopuler

Comments

Kar Genjreng

Kar Genjreng

kejatuhan duren Gio Runi?? pokonya biarpun tau lebih baik diam saja ya Adrian ,,,biar Ibumu memulihkan perasaan dan bisa menata hatinya menjadi lebih baik,,

2024-11-13

3

Sugiharti Rusli

Sugiharti Rusli

uda biar aja Adrian, karena kan kamu tahu kalo ibu kamu ga akan menerima secara langsung dari si Gio,,,

2024-11-14

2

FaiqohElhumairoh

FaiqohElhumairoh

Gio menjadi malaikat penolong bagi Aruni dan Adrian🥰
Diam adalah jalan yg terbaik ya Adrian🤗

2024-11-14

2

lihat semua
Episodes
1 LFTL Bab 1
2 LFTL Bab 2
3 LFTH Bab 3
4 LFTL Bab 4
5 LFTL Bab 5
6 LFTL Bab 6
7 LFTL Bab 7 - Susah Untuk Didekati
8 LFTL Bab 8 - Ikan Bakar
9 LFTL Bab 9 - Pria Badjingan
10 LFTL Bab 10 - Yang Paling Terluka
11 LFTL Bab 11 - Pontang Panting
12 LFTL Bab 12 - Temani Aku Bertemu Ibumu
13 LFTL Bab 13 - Kita Hadapi Berdua
14 LFTL Bab 14 - Apa Aku Yang Salah
15 LFTL Bab 15 - Durian Runtuh
16 LFTL Bab 16 - Kuli Bangunan
17 LFTL Bab 17 - Cantik Sekali
18 LFTL Bab 18 - Mengekor Di Belakang
19 LFTL Bab 19 - Sosok Ayah
20 LFTL Bab 20 - Enak Sekali
21 LFTL Bab 21 - Mengikuti
22 LFTL Bab 22 - Semuanya Akan Baik-baik Saja Bagiku
23 LFTL Bab 23 - Menemukan Debarnya Lagi
24 LFTL Bab 24 - Mulai Darimana?
25 LFTL Bab 25 - Cinta
26 LFTL Bab 26 - Satu-satunya Orang
27 LFTL Bab 26 - Benang-benang Yang Telah Terputus
28 LFTL Bab 28 - Rumah Barumu
29 LFTL Bab 29 - Satu Nama
30 LFTL Bab 30 - Tak Mampu Dia Tebus
31 LFTL Bab 31 - Menyusuri Semua Luka Aruni
32 LFTL Bab 32 - Makin Banyak Bicara
33 LFTL Bab 33 - Membuka Setengah Jendela Kaca
34 LFTL Bab 34 - 19 Tahun
35 LFTL Bab 35 - Sedang Tidak Baik-baik Saja
36 LFTL Bab 36 - Pengacara
37 LFTL Bab 37 - Tak Pernah Usai
38 LFTL Bab 38 - Wanita Yang Merasa Hampa
39 LFTL Bab 39 - 1000 Alasan
40 LFTL Bab 40 - Diam-diam Tersenyum
41 LFTL Bab 41 - Satu Rahasia
42 LFTL Bab 42 - Petak Umpet
43 LFTL Bab 43 - Keceplosan
44 LFTL Bab 44 - Jalan Ini Sudah Benar
45 LFTL Bab 45 - Rerumputan Taman
46 LFTL Bab 46 - Wanita Karir
47 LFTL Bab 47 - Maukah Kamu Datang?
48 LFTL Bab 48 - Mulai Peduli
49 LFTL Bab 49 - Orang Yang Sama
50 LFTL Bab 50 - Nanti
51 LFTL Bab 51 - Terasa Ingin Meledak
52 LFTL Bab 52 - Tiga Hari Kemudian
53 LFTL Bab 53 - Kita Masih Punya Waktu
54 LFTL Bab 54 - Bahagia Atau Sedih
55 LFTL Bab 55 - Tidak Mau Mendengar Apapun
56 LFTL Bab 56 - Belajar Ikhlas
57 LFTL Bab 57 - Mengakhiri Semuanya
58 LFTL Bab 58 - Kenapa Memanggil Adrian Dengan Sebutan Tuan?
59 LFTL Bab 59 - Tidak Akan Punya Kuasa Apa-apa
60 LFTL Bab 60 - Beri Aku Pertanda
61 LFTL Bab 61 - Satu-satunya Harapan
62 LFTL Bab 62 - Menerima Semuanya
63 LFTL Bab 63 - Sekutu Anak Sendiri
64 LFTL Bab 64 - Ayah Dan Anak
65 LFTL Bab 65 - Mas Tidak Bohong?
66 LFTL Bab 66 - Potret Keluarga
67 LFTL Bab 67 - Terlepas Dari Genggaman
68 LFTL Bab 68 - Belajar Untuk Tidak Bohong
69 LFTL Bab 69 - Datang Lebih Cepat
70 LFTL Bab 70 - Sampai Puas
71 LFTL Bab 71 - Naura Abraham
72 Adrian dan Ansara
Episodes

Updated 72 Episodes

1
LFTL Bab 1
2
LFTL Bab 2
3
LFTH Bab 3
4
LFTL Bab 4
5
LFTL Bab 5
6
LFTL Bab 6
7
LFTL Bab 7 - Susah Untuk Didekati
8
LFTL Bab 8 - Ikan Bakar
9
LFTL Bab 9 - Pria Badjingan
10
LFTL Bab 10 - Yang Paling Terluka
11
LFTL Bab 11 - Pontang Panting
12
LFTL Bab 12 - Temani Aku Bertemu Ibumu
13
LFTL Bab 13 - Kita Hadapi Berdua
14
LFTL Bab 14 - Apa Aku Yang Salah
15
LFTL Bab 15 - Durian Runtuh
16
LFTL Bab 16 - Kuli Bangunan
17
LFTL Bab 17 - Cantik Sekali
18
LFTL Bab 18 - Mengekor Di Belakang
19
LFTL Bab 19 - Sosok Ayah
20
LFTL Bab 20 - Enak Sekali
21
LFTL Bab 21 - Mengikuti
22
LFTL Bab 22 - Semuanya Akan Baik-baik Saja Bagiku
23
LFTL Bab 23 - Menemukan Debarnya Lagi
24
LFTL Bab 24 - Mulai Darimana?
25
LFTL Bab 25 - Cinta
26
LFTL Bab 26 - Satu-satunya Orang
27
LFTL Bab 26 - Benang-benang Yang Telah Terputus
28
LFTL Bab 28 - Rumah Barumu
29
LFTL Bab 29 - Satu Nama
30
LFTL Bab 30 - Tak Mampu Dia Tebus
31
LFTL Bab 31 - Menyusuri Semua Luka Aruni
32
LFTL Bab 32 - Makin Banyak Bicara
33
LFTL Bab 33 - Membuka Setengah Jendela Kaca
34
LFTL Bab 34 - 19 Tahun
35
LFTL Bab 35 - Sedang Tidak Baik-baik Saja
36
LFTL Bab 36 - Pengacara
37
LFTL Bab 37 - Tak Pernah Usai
38
LFTL Bab 38 - Wanita Yang Merasa Hampa
39
LFTL Bab 39 - 1000 Alasan
40
LFTL Bab 40 - Diam-diam Tersenyum
41
LFTL Bab 41 - Satu Rahasia
42
LFTL Bab 42 - Petak Umpet
43
LFTL Bab 43 - Keceplosan
44
LFTL Bab 44 - Jalan Ini Sudah Benar
45
LFTL Bab 45 - Rerumputan Taman
46
LFTL Bab 46 - Wanita Karir
47
LFTL Bab 47 - Maukah Kamu Datang?
48
LFTL Bab 48 - Mulai Peduli
49
LFTL Bab 49 - Orang Yang Sama
50
LFTL Bab 50 - Nanti
51
LFTL Bab 51 - Terasa Ingin Meledak
52
LFTL Bab 52 - Tiga Hari Kemudian
53
LFTL Bab 53 - Kita Masih Punya Waktu
54
LFTL Bab 54 - Bahagia Atau Sedih
55
LFTL Bab 55 - Tidak Mau Mendengar Apapun
56
LFTL Bab 56 - Belajar Ikhlas
57
LFTL Bab 57 - Mengakhiri Semuanya
58
LFTL Bab 58 - Kenapa Memanggil Adrian Dengan Sebutan Tuan?
59
LFTL Bab 59 - Tidak Akan Punya Kuasa Apa-apa
60
LFTL Bab 60 - Beri Aku Pertanda
61
LFTL Bab 61 - Satu-satunya Harapan
62
LFTL Bab 62 - Menerima Semuanya
63
LFTL Bab 63 - Sekutu Anak Sendiri
64
LFTL Bab 64 - Ayah Dan Anak
65
LFTL Bab 65 - Mas Tidak Bohong?
66
LFTL Bab 66 - Potret Keluarga
67
LFTL Bab 67 - Terlepas Dari Genggaman
68
LFTL Bab 68 - Belajar Untuk Tidak Bohong
69
LFTL Bab 69 - Datang Lebih Cepat
70
LFTL Bab 70 - Sampai Puas
71
LFTL Bab 71 - Naura Abraham
72
Adrian dan Ansara

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!