LFTL Bab 9 - Pria Badjingan

Sampai menjelang malam ternyata Hendra tidak juga pulang ke rumah. Padahal Aruni masih setia menunggu, dia duduk di ruang tengah dan melipat beberapa baju. Di hadapannya menyala televisi tabung yang dia gunakan sebagai hiburan.

Meskipun tv kuno tapi gambarnya masih cukup jelas. Aruni mendapatkan tv itu dengan harga miring dari tetangganya. Sesekali tatapannya ke arah pangkuan yang melihat baju, lalu sesekali ke arah tv.

Dari dalam kamarnya Adrian diam-diam mengintip sang ibu, sedikitpun dia tidak terpikirkan tentang sang ayah, kini Adrian justru terus teringat dengan tuan Gionino.

Di tangannya bahkan terus menggenggam kartu nama milik pria tersebut.

'Apa yang harus aku lakukan? Bukankah ibu harus tau?' batin Adrian. Tiap dia bingung bagaimana cara memulai untuk bicaranya.

Saat jam menunjukkan angka 9 akhirnya Adrian memutuskan untuk keluar. "Bu, ini sudah malam. Lebih baik ibu tidur," pinta Adrian.

"Sebentar lagi Nak, tunggu papamu pulang lebih dulu."

"Bagaimana jika Papa tidak pulang? ibu tidak akan tidur?" tanya Adrian.

"Tidak seperti itu Adrian, sudahlah, jangan cemaskan ibu, masuklah lagi ke dalam kamar mu."

Bukannya masuk ke dalam kamar, Adrian justru mendekati ibunya, ikut duduk di atas tikar yang tadi ibu Runi gunakan untuk melipat baju.

"Bu sebentar lagi aku lulus sekolah, setelah itu aku mohon bercerai lah dari papa. Kita pergi dari rumah ini," ucap Adrian, dia bisa membahas tentang hal ini selagi sang ayah tidak ada di rumah.

Aruni mana bisa langsung menjawab ucapan anaknya tersebut, meski serba kekurangan Aruni tetaplah sama seperti ibu-ibu yang lain, yang selalu ingin memberikan yang terbaik untuk anaknya.

Aruni ingin Adrian memiliki masa depan yang lebih cerah dibandingkan dia, Adrian harus fokus pada pendidikannya sampai kuliah. Tidak boleh bekerja lebih dulu seperti keinginan Adrian selama ini.

"Setelah lulus SMA aku tidak mau kuliah, aku akan langsung cari pekerjaan," ucap Adrian.

"Mau kerja apa? Sekarang masuk perusahaan kecil saja harus pakai orang dalam, apalagi hanya lulusan SMA. Jika tidak ada orang dalam harus punya uang untuk masuk," jelas Aruni pula.

Adrian terdiam.

"Kamu mau jadi buruh? Sama seperti ibu?" tanya Aruni, pembicaraan yang tentu membuat keduanya teriris.

"Ibu masih mampu bekerja meski hanya serabutan, tapi kamu harus kuliah. Setelah lulus kuliah akan ada banyak perusahaan yang melakukan penerimaan karyawan baru di universitas, kamu bisa mengikuti tesnya dari universitas langsung. Kalau lewat jalur itu dijamin tidak perlu uang dan orang dalam, karena yang mereka cari memang mahasiswa berprestasi," kata Aruni lagi. Dia paham betul tentang hal ini.

Sayangnya dulu dia belum lulus kuliah, namun keadaan yang memaksanya untuk menikah.

Tapi semua sudah berlalu, Aruni tak ingin menyesali takdirnya sendiri. Kini dia ingin Adrian memiliki takdir yang lebih baik.

Aruni juga yakin, sudah dia pikirkan matang-matang, kelak saat Adrian kuliah sang anak pasti bisa mendapatkan beasiswa. Jadi bebannya tidak akan sebanyak itu.

"Ibu sudah memiliki tabungan tersendiri untuk kamu kuliah Adrian, jadi tetaplah fokus untuk belajar. Tidak perlu pikirkan ibu dan papamu," mohon Aruni lagi.

"Tabungan apa? Kamu punya tabungan?!" tanya Hendra yang tiba-tiba muncul di ruang tengah tersebut.

Suara tv dan pembicaraan yang serius membuat Aruni dan Adrian tak sadar saat sang ayah membuka pintu, tiba-tiba Hendra sudah ada di sini.

"Ti-tidak Mas, bukan tabungan, hanya sedikit uang yang aku sisihkan," kilah Aruni.

"Jangan bohong kamu! berikan uang itu padaku!" bentak Hendra.

"Pa, jangan membentak Ibu!"

"Diam kamu! Anak kecil jangan ikut campur urusan orang tua!" Hendra hendak menarik Aruni agar menunjukkan dimana wanita itu menyimpan uang. Tapi dengan cepat Adrian menahannya.

"Jangan sakiti ibu, Pak! aku mohon!" pinta Adrian.

"Minggir!"

Hendra menarik Adrian sampai ada sedikit perkelahian diantara ayah dan anak tersebut. Sebuah pemandangan yang sangat menyakitkan bagi Aruni.

"Cukup Mas! Lepaskan Adrian!" pekik Aruni. Pada akhirnya Aruni dan Adrian saling memeluk untuk melindungi satu sama lain, sedangkan Hendra yang kesal langsung menuju kamarnya untuk mencari uang tabungan yang Aruni maksud.

Dia bongkar habis-habisan kamar tersebut sampai jadi berantakan, di bawah kasur, di lemari baju sampai semua baju berserakan di lantai, tapi Hendra tetap tak menemukan uang tersebut.

Aruni sudah menangis melihat perbuatan sang suami. Sementara Adrian mengepalkan kedua tangannya dengan kuat.

Melihat ini semua semakin bulat tekadnya untuk menerima tawaran tuan Gionino.

Apapun caranya akan dia buat sang ibu berpisah dari pria badjingan itu.

Terpopuler

Comments

Niͷg_Nσͷg

Niͷg_Nσͷg

Betul Runi..kamu boleh gagal menjadi seorang anak ,tapi kamu tidak boleh gagal menjadi seorang ibu..kamu harus berjuang sampai titik darah penghabisan supaya Adrian kelak jadi orang sukses, seorang ibu tak pernah mengharapkan balasan dari anaknya..tapi seorang ibu akan merasa bahagia jika di hari tuanya melihat anaknya menjadi orang yang hebat 🔥🔥

teguhkan hatimu dan pendirianmu Adrian, kalau kamu mau jadi orang sukses dan tak ingin lagi melihat ibumu menderita..terima tawaran dari om Gio dan bawa pergi ibumu sejauh mungkin...jangan biarkan ibumu terus menderita dan di sakiti hendra...

2024-11-11

4

shinta

shinta

Ya, Adrian.... kamu memang harus melepaskan penderitaan ibu kamu, ayok bawa pergi ibumu sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan...
Gio akan meratukan ibumu, yakini itu!!

2024-11-11

9

enur .⚘🍀

enur .⚘🍀

cihh c Hendra denger tabungan aj telinga dan mata ny langsung blingsatan ,oyy kalo mau duit KERJA KERJA ,,jan ngandelin istri mulu ,, dasar laki laki gak guna ,bisa ny cuma meras duit Aruni aj 🤪🙄 ayo Adrian, segera hubungi tuan Gio dan bekerja samalah dengan dia, untuk memisah kan ibu dan c Hendra gill4 🤪😡

2024-11-11

2

lihat semua
Episodes
1 LFTL Bab 1
2 LFTL Bab 2
3 LFTH Bab 3
4 LFTL Bab 4
5 LFTL Bab 5
6 LFTL Bab 6
7 LFTL Bab 7 - Susah Untuk Didekati
8 LFTL Bab 8 - Ikan Bakar
9 LFTL Bab 9 - Pria Badjingan
10 LFTL Bab 10 - Yang Paling Terluka
11 LFTL Bab 11 - Pontang Panting
12 LFTL Bab 12 - Temani Aku Bertemu Ibumu
13 LFTL Bab 13 - Kita Hadapi Berdua
14 LFTL Bab 14 - Apa Aku Yang Salah
15 LFTL Bab 15 - Durian Runtuh
16 LFTL Bab 16 - Kuli Bangunan
17 LFTL Bab 17 - Cantik Sekali
18 LFTL Bab 18 - Mengekor Di Belakang
19 LFTL Bab 19 - Sosok Ayah
20 LFTL Bab 20 - Enak Sekali
21 LFTL Bab 21 - Mengikuti
22 LFTL Bab 22 - Semuanya Akan Baik-baik Saja Bagiku
23 LFTL Bab 23 - Menemukan Debarnya Lagi
24 LFTL Bab 24 - Mulai Darimana?
25 LFTL Bab 25 - Cinta
26 LFTL Bab 26 - Satu-satunya Orang
27 LFTL Bab 26 - Benang-benang Yang Telah Terputus
28 LFTL Bab 28 - Rumah Barumu
29 LFTL Bab 29 - Satu Nama
30 LFTL Bab 30 - Tak Mampu Dia Tebus
31 LFTL Bab 31 - Menyusuri Semua Luka Aruni
32 LFTL Bab 32 - Makin Banyak Bicara
33 LFTL Bab 33 - Membuka Setengah Jendela Kaca
34 LFTL Bab 34 - 19 Tahun
35 LFTL Bab 35 - Sedang Tidak Baik-baik Saja
36 LFTL Bab 36 - Pengacara
37 LFTL Bab 37 - Tak Pernah Usai
38 LFTL Bab 38 - Wanita Yang Merasa Hampa
39 LFTL Bab 39 - 1000 Alasan
40 LFTL Bab 40 - Diam-diam Tersenyum
41 LFTL Bab 41 - Satu Rahasia
42 LFTL Bab 42 - Petak Umpet
43 LFTL Bab 43 - Keceplosan
44 LFTL Bab 44 - Jalan Ini Sudah Benar
45 LFTL Bab 45 - Rerumputan Taman
46 LFTL Bab 46 - Wanita Karir
47 LFTL Bab 47 - Maukah Kamu Datang?
48 LFTL Bab 48 - Mulai Peduli
49 LFTL Bab 49 - Orang Yang Sama
50 LFTL Bab 50 - Nanti
51 LFTL Bab 51 - Terasa Ingin Meledak
52 LFTL Bab 52 - Tiga Hari Kemudian
53 LFTL Bab 53 - Kita Masih Punya Waktu
54 LFTL Bab 54 - Bahagia Atau Sedih
55 LFTL Bab 55 - Tidak Mau Mendengar Apapun
56 LFTL Bab 56 - Belajar Ikhlas
57 LFTL Bab 57 - Mengakhiri Semuanya
58 LFTL Bab 58 - Kenapa Memanggil Adrian Dengan Sebutan Tuan?
59 LFTL Bab 59 - Tidak Akan Punya Kuasa Apa-apa
60 LFTL Bab 60 - Beri Aku Pertanda
61 LFTL Bab 61 - Satu-satunya Harapan
62 LFTL Bab 62 - Menerima Semuanya
63 LFTL Bab 63 - Sekutu Anak Sendiri
64 LFTL Bab 64 - Ayah Dan Anak
65 LFTL Bab 65 - Mas Tidak Bohong?
66 LFTL Bab 66 - Potret Keluarga
67 LFTL Bab 67 - Terlepas Dari Genggaman
68 LFTL Bab 68 - Belajar Untuk Tidak Bohong
69 LFTL Bab 69 - Datang Lebih Cepat
70 LFTL Bab 70 - Sampai Puas
71 LFTL Bab 71 - Naura Abraham
72 Adrian dan Ansara
Episodes

Updated 72 Episodes

1
LFTL Bab 1
2
LFTL Bab 2
3
LFTH Bab 3
4
LFTL Bab 4
5
LFTL Bab 5
6
LFTL Bab 6
7
LFTL Bab 7 - Susah Untuk Didekati
8
LFTL Bab 8 - Ikan Bakar
9
LFTL Bab 9 - Pria Badjingan
10
LFTL Bab 10 - Yang Paling Terluka
11
LFTL Bab 11 - Pontang Panting
12
LFTL Bab 12 - Temani Aku Bertemu Ibumu
13
LFTL Bab 13 - Kita Hadapi Berdua
14
LFTL Bab 14 - Apa Aku Yang Salah
15
LFTL Bab 15 - Durian Runtuh
16
LFTL Bab 16 - Kuli Bangunan
17
LFTL Bab 17 - Cantik Sekali
18
LFTL Bab 18 - Mengekor Di Belakang
19
LFTL Bab 19 - Sosok Ayah
20
LFTL Bab 20 - Enak Sekali
21
LFTL Bab 21 - Mengikuti
22
LFTL Bab 22 - Semuanya Akan Baik-baik Saja Bagiku
23
LFTL Bab 23 - Menemukan Debarnya Lagi
24
LFTL Bab 24 - Mulai Darimana?
25
LFTL Bab 25 - Cinta
26
LFTL Bab 26 - Satu-satunya Orang
27
LFTL Bab 26 - Benang-benang Yang Telah Terputus
28
LFTL Bab 28 - Rumah Barumu
29
LFTL Bab 29 - Satu Nama
30
LFTL Bab 30 - Tak Mampu Dia Tebus
31
LFTL Bab 31 - Menyusuri Semua Luka Aruni
32
LFTL Bab 32 - Makin Banyak Bicara
33
LFTL Bab 33 - Membuka Setengah Jendela Kaca
34
LFTL Bab 34 - 19 Tahun
35
LFTL Bab 35 - Sedang Tidak Baik-baik Saja
36
LFTL Bab 36 - Pengacara
37
LFTL Bab 37 - Tak Pernah Usai
38
LFTL Bab 38 - Wanita Yang Merasa Hampa
39
LFTL Bab 39 - 1000 Alasan
40
LFTL Bab 40 - Diam-diam Tersenyum
41
LFTL Bab 41 - Satu Rahasia
42
LFTL Bab 42 - Petak Umpet
43
LFTL Bab 43 - Keceplosan
44
LFTL Bab 44 - Jalan Ini Sudah Benar
45
LFTL Bab 45 - Rerumputan Taman
46
LFTL Bab 46 - Wanita Karir
47
LFTL Bab 47 - Maukah Kamu Datang?
48
LFTL Bab 48 - Mulai Peduli
49
LFTL Bab 49 - Orang Yang Sama
50
LFTL Bab 50 - Nanti
51
LFTL Bab 51 - Terasa Ingin Meledak
52
LFTL Bab 52 - Tiga Hari Kemudian
53
LFTL Bab 53 - Kita Masih Punya Waktu
54
LFTL Bab 54 - Bahagia Atau Sedih
55
LFTL Bab 55 - Tidak Mau Mendengar Apapun
56
LFTL Bab 56 - Belajar Ikhlas
57
LFTL Bab 57 - Mengakhiri Semuanya
58
LFTL Bab 58 - Kenapa Memanggil Adrian Dengan Sebutan Tuan?
59
LFTL Bab 59 - Tidak Akan Punya Kuasa Apa-apa
60
LFTL Bab 60 - Beri Aku Pertanda
61
LFTL Bab 61 - Satu-satunya Harapan
62
LFTL Bab 62 - Menerima Semuanya
63
LFTL Bab 63 - Sekutu Anak Sendiri
64
LFTL Bab 64 - Ayah Dan Anak
65
LFTL Bab 65 - Mas Tidak Bohong?
66
LFTL Bab 66 - Potret Keluarga
67
LFTL Bab 67 - Terlepas Dari Genggaman
68
LFTL Bab 68 - Belajar Untuk Tidak Bohong
69
LFTL Bab 69 - Datang Lebih Cepat
70
LFTL Bab 70 - Sampai Puas
71
LFTL Bab 71 - Naura Abraham
72
Adrian dan Ansara

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!