LFTL Bab 4

Aruni mengangkat tangan kanannya dan menghapus air mata yang sempat jatuh, juga mengambil satu langkah mundur agar menjauh dari Gio.

Bicara tentang kematian selalu membuatnya merana, antara memutus tali penderitanya sendiri atau meneruskan penderitaan untuk sang anak.

Dan mungkinkah dia akan meninggal dalam keadaan yang lebih baik dari ini? Atau akhirnya dia hanya terkapar di jalanan.

Namun mendengar keseriusan Gio justru membuatnya takut. Gemetar ini hanyalah pintu menuju ke penderitaan yang lain. Aruni sangat tahu, keluarga Gionino bukanlah keluarga yang mampu dia sentuh.

"Jangan mengasihani aku Gio, lebih baik kamu tertawakan saja nasibku," ucap Aruni, dia menunduk. Tiap kali bicara tak berani membalas tatapan Gionino.

"Selama 20 tahun ini kita telah hidup di jalan masing-masing, aku pun tidak pernah mengusikmu lagi. Jadi aku mohon, pergilah," timpal Runi.

Gionino tertegun saat melihat air mata Aruni yang jatuh, sampai membuatnya terdiam dan tak mampu berkata-kata seperti ini.

Luka yang telah digoreskan Hendra terlampau dalam, sampai dia tak mampu menyentuh hati Aruni lagi.

Kedua tangan Gionino terkepal kuat, tekadnya semakin membara untuk menarik Aruni keluar dari neraka tersebut.

Ketika Aruni akhirnya memilih pergi, Gio tidak menahannya. Hanya dia lihat langkah Aruni yang nampak ringkih.

"Di masa lalu aku sudah memberimu kesempatan untuk pergi, sekarang aku tidak akan melepaskan mu lagi ... Aruni," ucap Gio.

Matahari semakin beranjak turun, pertemuan dan pembicaraan yang mereka lakukan seperti menguap di udara begitu saja bagi Aruni.

Dia tak punya waktu untuk memikirkannya, sebelum hari semakin gelap Aruni mempercepat langkah untuk menuju sebuah warung. Beras di rumahnya hanya cukup untuk masak besok pagi, hari ini Aruni haru membeli beras lagi.

Hidup masih harus berjuang untuk bisa bertahan, lalu apa gunanya berkubang dengan masa lalu yang telah selesai?

"Mbak, beli berasnya 2 kilo," ucap Aruni.

"Sekalian bayar hutang suamimu ya Mbak, tadi dia hutang rokok di sini. Sebenarnya aku tidak mau kasih, tapi daripada berdebat dengan Hendra lebih baik ku kasih saja."

Aruni terdiam sesaat, pikirannya langsung menghitung uang yang dia dapatkan hari ini. Semuanya tak bisa dia gunakan, harus ada yang disimpan untuk dana darurat. Jika tiba-tiba Adrian sakit dia harus punya pegangan.

"Kalau begitu berasnya 1 kilo saja Mbak."

"Iya," balas sang pemilik warung seraya mempersiapkan yang Aruni beli. Beras 1 kilo, gula seperempat dan tempe satu potong.

Dengan barang belanjaannya itu Aruni kembali melanjutkan perjalanan menuju rumah. Tapi kesialan seperti tak pernah habis menghampiri Aruni.

Tiba-tiba plastik yang dia bawa sobek hingga membuat beras berjatuhan di jalanan.

"Ya Tuhan," lirih Aruni, rasanya nelangsa sakali saat melihat butiran beras itu berserak di jalanan.

Secepat yang Aruni bisa dia mengikat plastik sobek itu dan memungutinya satu satu. Di usia yang sudah tak muda lagi pandangannya bahkan sedikit kabur, Aruni hanya bergerak sesuai dengan nalurinya. Terkadang bahkan ada batu kecil yang masuk ke dalam plastik.

Harusnya Aruni tiba di rumah sebelum jam 6 sore, tapi hari ini Aruni pulang lebih malam.

Dilihatnya sang suami yang tengah duduk di ruang tengah dengan kaki yang terangkat di atas meja. Sementara Adrian tak terlihat di manapun, sang anak pasti berada di dalam kamarnya.

Aruni segera menyimpan belanjanya di dapur dan menemui sang suami. "Mas, tadi kamu hutang rokok di warung mbak Dian?" tanya Aruni.

"Iya, kenapa? kamu keberatan?"

"Bukan begitu Mas, tapi daripada beli rokok lebih baik untuk beli telur."

"Jangan protes, sudah jadi tugasmu untuk memenuhi kebutuhan ku dan Adrian. Aku sudah malas bekerja!" balas Hendra dengan suara yang makin tinggi.

Aruni menghela nafas perlahan, menenangkan diri dari tiap bentakan yang dia dapatkan. Ditatapnya sekitar rumah ini yang nampak berantakan.

Di luar sana dia harus bekerja, di dalam rumah pun Aruni tak bisa langsung beristirahat.

Yang remuk bukan hanya hatinya, tapi juga seluruh badan.

Saat mendengar suara sang ayah mulai meninggi, Adrian akhirnya keluar dari dalam kamarnya.

"Nak," panggil Aruni.

Sementara Hendra pura-pura tak melihat anak laki-lakinya tersebut.

"Masuklah ke kamar mu lagi, ibu akan siapkan makan malam," ucap Aruni yang langsung tersenyum saat melihat sang anak.

"Aku akan membantu, ibu."

"Baiklah," jawab Aruni. Mereka berdua menuju dapur. Adrian melihat beberapa barang belanjaan ibunya di atas meja makan. Saat dia buka alangkah terkejutnya Adrian ketika melihat beras yang nampak kotor.

Seolah ibunya memungut di jalanan, bukan membeli di warung. Hati Adrian pedih sekali, tapi dia tak bisa berbuat banyak.

"Maaf Nak, tadi ibu menjatuhkan berasnya di jalan. Jadi kotor seperti itu, nanti akan ibu bersihkan."

"Biar aku saja yang bersihkan," balas Adrian.

Terpopuler

Comments

Ika_Kartika ❤️

Ika_Kartika ❤️

udah kepikiran dr kemarin gimana sama keluarga Gio seandai'a Gio bersikeras ingin menikahi Aruni,, apakah mereka akan menerima Aruni plus Adrian dan merestui hubungan Gio dan Aruni... ternyata Aruni pun berpikir k arah sana

2024-11-10

0

Ceilda Rihi

Ceilda Rihi

bab sebelumnya ttg jatuh cinta di usia paruh baya & sy sdh liat faktanya..mrk happy sampe menua bersama.
Bab ini jg..ada tetangga punya anak 4 & suaminya memilih menjauh entah kerja ato gimana tp istrinya kerja serabutan buat makan sehari2 bahkan anak sulungnya ikut bekerja & cm sekolah sampe kls 4 SD..

2025-01-16

0

juhaina R💫💫

juhaina R💫💫

astagaaa,, gio jagn terllu lama bertindak Runi udah terllu lama menahan rasa sesak 🥴 lah Hendra brsa gak punya ank y yakin itu anknya gio y kan kak lunoxs??
up lagi gara gara km aku terlunoxs lunoxs 😂

2024-11-10

2

lihat semua
Episodes
1 LFTL Bab 1
2 LFTL Bab 2
3 LFTH Bab 3
4 LFTL Bab 4
5 LFTL Bab 5
6 LFTL Bab 6
7 LFTL Bab 7 - Susah Untuk Didekati
8 LFTL Bab 8 - Ikan Bakar
9 LFTL Bab 9 - Pria Badjingan
10 LFTL Bab 10 - Yang Paling Terluka
11 LFTL Bab 11 - Pontang Panting
12 LFTL Bab 12 - Temani Aku Bertemu Ibumu
13 LFTL Bab 13 - Kita Hadapi Berdua
14 LFTL Bab 14 - Apa Aku Yang Salah
15 LFTL Bab 15 - Durian Runtuh
16 LFTL Bab 16 - Kuli Bangunan
17 LFTL Bab 17 - Cantik Sekali
18 LFTL Bab 18 - Mengekor Di Belakang
19 LFTL Bab 19 - Sosok Ayah
20 LFTL Bab 20 - Enak Sekali
21 LFTL Bab 21 - Mengikuti
22 LFTL Bab 22 - Semuanya Akan Baik-baik Saja Bagiku
23 LFTL Bab 23 - Menemukan Debarnya Lagi
24 LFTL Bab 24 - Mulai Darimana?
25 LFTL Bab 25 - Cinta
26 LFTL Bab 26 - Satu-satunya Orang
27 LFTL Bab 26 - Benang-benang Yang Telah Terputus
28 LFTL Bab 28 - Rumah Barumu
29 LFTL Bab 29 - Satu Nama
30 LFTL Bab 30 - Tak Mampu Dia Tebus
31 LFTL Bab 31 - Menyusuri Semua Luka Aruni
32 LFTL Bab 32 - Makin Banyak Bicara
33 LFTL Bab 33 - Membuka Setengah Jendela Kaca
34 LFTL Bab 34 - 19 Tahun
35 LFTL Bab 35 - Sedang Tidak Baik-baik Saja
36 LFTL Bab 36 - Pengacara
37 LFTL Bab 37 - Tak Pernah Usai
38 LFTL Bab 38 - Wanita Yang Merasa Hampa
39 LFTL Bab 39 - 1000 Alasan
40 LFTL Bab 40 - Diam-diam Tersenyum
41 LFTL Bab 41 - Satu Rahasia
42 LFTL Bab 42 - Petak Umpet
43 LFTL Bab 43 - Keceplosan
44 LFTL Bab 44 - Jalan Ini Sudah Benar
45 LFTL Bab 45 - Rerumputan Taman
46 LFTL Bab 46 - Wanita Karir
47 LFTL Bab 47 - Maukah Kamu Datang?
48 LFTL Bab 48 - Mulai Peduli
49 LFTL Bab 49 - Orang Yang Sama
50 LFTL Bab 50 - Nanti
51 LFTL Bab 51 - Terasa Ingin Meledak
52 LFTL Bab 52 - Tiga Hari Kemudian
53 LFTL Bab 53 - Kita Masih Punya Waktu
54 LFTL Bab 54 - Bahagia Atau Sedih
55 LFTL Bab 55 - Tidak Mau Mendengar Apapun
56 LFTL Bab 56 - Belajar Ikhlas
57 LFTL Bab 57 - Mengakhiri Semuanya
58 LFTL Bab 58 - Kenapa Memanggil Adrian Dengan Sebutan Tuan?
59 LFTL Bab 59 - Tidak Akan Punya Kuasa Apa-apa
60 LFTL Bab 60 - Beri Aku Pertanda
61 LFTL Bab 61 - Satu-satunya Harapan
62 LFTL Bab 62 - Menerima Semuanya
63 LFTL Bab 63 - Sekutu Anak Sendiri
64 LFTL Bab 64 - Ayah Dan Anak
65 LFTL Bab 65 - Mas Tidak Bohong?
66 LFTL Bab 66 - Potret Keluarga
67 LFTL Bab 67 - Terlepas Dari Genggaman
68 LFTL Bab 68 - Belajar Untuk Tidak Bohong
69 LFTL Bab 69 - Datang Lebih Cepat
70 LFTL Bab 70 - Sampai Puas
71 LFTL Bab 71 - Naura Abraham
72 Adrian dan Ansara
Episodes

Updated 72 Episodes

1
LFTL Bab 1
2
LFTL Bab 2
3
LFTH Bab 3
4
LFTL Bab 4
5
LFTL Bab 5
6
LFTL Bab 6
7
LFTL Bab 7 - Susah Untuk Didekati
8
LFTL Bab 8 - Ikan Bakar
9
LFTL Bab 9 - Pria Badjingan
10
LFTL Bab 10 - Yang Paling Terluka
11
LFTL Bab 11 - Pontang Panting
12
LFTL Bab 12 - Temani Aku Bertemu Ibumu
13
LFTL Bab 13 - Kita Hadapi Berdua
14
LFTL Bab 14 - Apa Aku Yang Salah
15
LFTL Bab 15 - Durian Runtuh
16
LFTL Bab 16 - Kuli Bangunan
17
LFTL Bab 17 - Cantik Sekali
18
LFTL Bab 18 - Mengekor Di Belakang
19
LFTL Bab 19 - Sosok Ayah
20
LFTL Bab 20 - Enak Sekali
21
LFTL Bab 21 - Mengikuti
22
LFTL Bab 22 - Semuanya Akan Baik-baik Saja Bagiku
23
LFTL Bab 23 - Menemukan Debarnya Lagi
24
LFTL Bab 24 - Mulai Darimana?
25
LFTL Bab 25 - Cinta
26
LFTL Bab 26 - Satu-satunya Orang
27
LFTL Bab 26 - Benang-benang Yang Telah Terputus
28
LFTL Bab 28 - Rumah Barumu
29
LFTL Bab 29 - Satu Nama
30
LFTL Bab 30 - Tak Mampu Dia Tebus
31
LFTL Bab 31 - Menyusuri Semua Luka Aruni
32
LFTL Bab 32 - Makin Banyak Bicara
33
LFTL Bab 33 - Membuka Setengah Jendela Kaca
34
LFTL Bab 34 - 19 Tahun
35
LFTL Bab 35 - Sedang Tidak Baik-baik Saja
36
LFTL Bab 36 - Pengacara
37
LFTL Bab 37 - Tak Pernah Usai
38
LFTL Bab 38 - Wanita Yang Merasa Hampa
39
LFTL Bab 39 - 1000 Alasan
40
LFTL Bab 40 - Diam-diam Tersenyum
41
LFTL Bab 41 - Satu Rahasia
42
LFTL Bab 42 - Petak Umpet
43
LFTL Bab 43 - Keceplosan
44
LFTL Bab 44 - Jalan Ini Sudah Benar
45
LFTL Bab 45 - Rerumputan Taman
46
LFTL Bab 46 - Wanita Karir
47
LFTL Bab 47 - Maukah Kamu Datang?
48
LFTL Bab 48 - Mulai Peduli
49
LFTL Bab 49 - Orang Yang Sama
50
LFTL Bab 50 - Nanti
51
LFTL Bab 51 - Terasa Ingin Meledak
52
LFTL Bab 52 - Tiga Hari Kemudian
53
LFTL Bab 53 - Kita Masih Punya Waktu
54
LFTL Bab 54 - Bahagia Atau Sedih
55
LFTL Bab 55 - Tidak Mau Mendengar Apapun
56
LFTL Bab 56 - Belajar Ikhlas
57
LFTL Bab 57 - Mengakhiri Semuanya
58
LFTL Bab 58 - Kenapa Memanggil Adrian Dengan Sebutan Tuan?
59
LFTL Bab 59 - Tidak Akan Punya Kuasa Apa-apa
60
LFTL Bab 60 - Beri Aku Pertanda
61
LFTL Bab 61 - Satu-satunya Harapan
62
LFTL Bab 62 - Menerima Semuanya
63
LFTL Bab 63 - Sekutu Anak Sendiri
64
LFTL Bab 64 - Ayah Dan Anak
65
LFTL Bab 65 - Mas Tidak Bohong?
66
LFTL Bab 66 - Potret Keluarga
67
LFTL Bab 67 - Terlepas Dari Genggaman
68
LFTL Bab 68 - Belajar Untuk Tidak Bohong
69
LFTL Bab 69 - Datang Lebih Cepat
70
LFTL Bab 70 - Sampai Puas
71
LFTL Bab 71 - Naura Abraham
72
Adrian dan Ansara

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!