LFTL Bab 12 - Temani Aku Bertemu Ibumu

Malam yang penuh dengan kesedihan akhirnya berlalu, baik Aruni atau pun Adrian sama-sama tak ingin terus terpuruk dalam kesedihan yang diciptakan oleh Hendra.

Adrian justru berpikir sekarang lah saatnya mereka bangkit, mengukir kenangan indah sendiri tanpa sang ayah lagi.

Pagi-pagi sekali Adrian mengantarkan tas baju milik sang ibu ke rumah bude Yanti, ponsel dan juga dompet sang ibu yang masih tertinggal.

Setelahnya Adrian langsung bersiap-siap pergi ke sekolah seperti biasa.

Sementara Hendra masih tidur dengan nyenyak, seolah semalam tak pernah terjadi apa-apa. Justru merasa senang karena sudah mengusir Aruni dari rumah ini, wanita buruk rupa itu tidak akan lagi menganggu pandangannya.

"Mbak, aku titip tas ku dulu ya. Aku akan cari kos-kosan yang harganya murah," ucap Aruni, setelah membantu Yanti membersihkan rumah dan sarapan, Aruni hendak pamit.

Tadi Aruni juga sudah memberi Adrian uang untuk pegangannya. Untuk makan di sekolah karena Adrian menolak sarapan di rumah bude Yanti.

"Kenapa tidak tinggal di sini saja Mbak? Lagipula aku hanya sendirian di sini."

"Tidak Mbak, aku tidak ingin semakin merepotkan mbak Yanti. Meskipun tinggal sendiri tapi anak-anak mbak Yanti sering berkunjung, aku takut mereka jadi tidak nyaman."

"Itu hanya pikiranmu saja Mbak, mereka pasti senang karena aku jadi ada temannya."

Aruni tersenyum kecil. "Terima kasih Mbak, tapi disini terlalu dekat dengan mas Hendra," jawab Aruni.

Dan untuk alasan kali ini Yanti tak mampu mengelaknya lagi.

Sebelum benar-benar pergi untuk mencari kos-kosan, Aruni masih menyempatkan diri untuk bekerja. Tiba-tiba ada seseorang yang membutuhkan tenaganya untuk menyetrika baju.

Menjelang siang saat jam pulang sekolah, Adrian lama sekali duduk di kursinya. Padahal semua teman-temannya mulai meninggalkan kelas tersebut.

Adrian menatapi kartu nama berwarna hitam milik Gionino Abraham, kembali bertanya-tanya haruskah dia menghubungi pria ini? Sementara sebelumnya Adrian belum sempat membicarakannya pada sang ibu.

Pada dasarnya pria tersebut adalah orang asing untuk Adrian, hal inilah yang membuatnya selalu merasa ragu.

Apalagi kemarin kata tuan Gio beliau ingin sang ibu dan ayahnya bercerai, lalu kini tanpa perlu bantuan pria itupun kedua orang tuanya memang benar-benar telah berpisah.

'Tidak, aku tidak perlu menghubungi pria ini. Aku dan ibu bisa menyelesaikan semuanya sendiri,' batin Adrian, akhirnya bulat tekadnya untuk tidak menghubungi pria tersebut.

Lagipula Adrian tak ingin dicap memanfaatkan seseorang hanya untuk kepentingan sendiri.

Terlebih tuan Gionino bukanlah orang biasa, pria itu bahkan mengendalikan sebuah perusahaan besar.

Ingat latar belakang tuan Gio, membuat Adrian semakin yakin bahwa keputusan sudah benar, yaitu tidak perlu menghubungi tuan Gionino.

"Adrian, orang yang menemui kamu kemarin datang lagi ke sini, cepatlah keluar!" ucap salah satu teman Adrian.

Deg! jantung Adrian sampai berdenyut saking terkejutnya.

"Benarkah?"

"Iya! Cepat, pria itu sudah jadi tontonan anak-anak."

Diantara rasa tidak secara akhirnya Adrian meninggalkan kelas. Berjalan menuju gerbang sekolah dan benar-benar melihat tuan Gionino kembali datang ke sini.

Jantungnya makin berpacu tak karuan.

"Adrian!" panggil Gionino, sebuah panggilan yang memperjelas bahwa kedatangannya memang untuk bertemu dengan Adrian. Bukan anak yang lain.

"Pak Gio," sapa Adrian, dia tidak tahu harus bicara apa lagi.

"Ayo ku antar pulang."

"Tapi ..." ucapan Adrian terjeda.

"Masuklah dulu ke dalam mobil, kita bisa bicara di dalam." Gio bahkan langsung membukakan pintu mobilnya untuk Adrian.

Mau tak mau akhirnya Adrian masuk ke dalam mobil tersebut. Tidak enak jika tak menurut apalagi kemarin dia telah menerima pemberian tuan Gionino.

Bahkan berkat tuan Gio, dia dan sang ibu bisa makan enak meskipun setelahnya ada perrang hebat.

Beberapa teman Adrian yang melihat penasaran sekali siapa pria kaya raya itu, punya hubungan apa pria kaya raya itu dengan Adrian?

"Maaf Pak, sepertinya kita tidak perlu bertemu lagi," ucap Adrian, dia bicara disaat mobil mulai melaju.

"Kenapa kamu bicara seperti itu?"

"Ibu dan papaku sudah bercerai," jawab Adrian singkat, dia tak ingin bicara panjang lebar. Terlebih ini adalah masalah keluarganya, tak sepatutnya tuan Gio tahu.

Adrian hanya perlu menyampaikan inti permasalahannya.

Mendengar jawaban Adrian, Gio tentu cukup terkejut. Seolah jalannya untuk bersama dengan Aruni dipermudah oleh Tuhan.

"Lalu dimana ibumu sekarang?"

"Menumpang tempat salah satu tetangga."

"Kamu masih tinggal di rumah ayahmu?"

"Iya, ibu ingin aku tetap tinggal di sana."

Otak Gio langsung berputar mencari cara bagaimana membantu Aruni tanpa mengalami penolakan oleh wanita itu.

Meskipun hidup serba kekurangan, Gio sangat yakin Aruni akan tetap melindungi harga dirinya.

"Aku akan memberi ibumu pekerjaan, jadi pembantu di sebuah rumah. Ibumu dan kamu juga bisa tinggal di rumah itu. Kamu tidak perlu lagi tinggal bersama papamu. Apa kamu mau?" tanya Gionino. Dia ucapkan dengan sungguh-sungguh.

Namun Adrian terdiam, tak bisa langsung menjawab. Mana mungkin dia mengambil keputusan penting ini sendiri, segala sesuatunya harus atas persetujuan sang ibu.

"Maaf Pak, aku tidak bisa memutuskannya. Bagaimana jika Bapak bertemu langsung saja dengan ibu?"

Gionino terdiam sebentar, "Temani aku bertemu ibumu, jika hanya bertemu berdua dia pasti akan menolak niat baikku."

Terpopuler

Comments

juhaina R💫💫

juhaina R💫💫

tumben kak lunoxs crezy hari ini om pram pasti geser dlu y kan😂😂

2024-11-12

3

Cici Sri Yuniawati

Cici Sri Yuniawati

terimakasih Gio.... cinta dan sayang mu terhadap Aruni benar-benar tullus🥺meskipun sudah berlalu puluhan tahun dan terjadi kesalah pahaman diantara kalian tetap tidak melunturkan rasa sayang mu pada Aruni🤧 meskipun Aruni sudah tidak muda dan cantik lagi cintamu tetap tulus😩 dimana ada pria seperti mu di dunia nyata.... seperti tak adaaa

2024-11-12

4

Ayna Adam

Ayna Adam

Akhirnya Gio menolong Aruni dengan memberikan pekerjaan serta tempat tinggal
Semoga Aruni gak egois dan mau menerima pertolongan dari Gio🥰

2024-11-12

4

lihat semua
Episodes
1 LFTL Bab 1
2 LFTL Bab 2
3 LFTH Bab 3
4 LFTL Bab 4
5 LFTL Bab 5
6 LFTL Bab 6
7 LFTL Bab 7 - Susah Untuk Didekati
8 LFTL Bab 8 - Ikan Bakar
9 LFTL Bab 9 - Pria Badjingan
10 LFTL Bab 10 - Yang Paling Terluka
11 LFTL Bab 11 - Pontang Panting
12 LFTL Bab 12 - Temani Aku Bertemu Ibumu
13 LFTL Bab 13 - Kita Hadapi Berdua
14 LFTL Bab 14 - Apa Aku Yang Salah
15 LFTL Bab 15 - Durian Runtuh
16 LFTL Bab 16 - Kuli Bangunan
17 LFTL Bab 17 - Cantik Sekali
18 LFTL Bab 18 - Mengekor Di Belakang
19 LFTL Bab 19 - Sosok Ayah
20 LFTL Bab 20 - Enak Sekali
21 LFTL Bab 21 - Mengikuti
22 LFTL Bab 22 - Semuanya Akan Baik-baik Saja Bagiku
23 LFTL Bab 23 - Menemukan Debarnya Lagi
24 LFTL Bab 24 - Mulai Darimana?
25 LFTL Bab 25 - Cinta
26 LFTL Bab 26 - Satu-satunya Orang
27 LFTL Bab 26 - Benang-benang Yang Telah Terputus
28 LFTL Bab 28 - Rumah Barumu
29 LFTL Bab 29 - Satu Nama
30 LFTL Bab 30 - Tak Mampu Dia Tebus
31 LFTL Bab 31 - Menyusuri Semua Luka Aruni
32 LFTL Bab 32 - Makin Banyak Bicara
33 LFTL Bab 33 - Membuka Setengah Jendela Kaca
34 LFTL Bab 34 - 19 Tahun
35 LFTL Bab 35 - Sedang Tidak Baik-baik Saja
36 LFTL Bab 36 - Pengacara
37 LFTL Bab 37 - Tak Pernah Usai
38 LFTL Bab 38 - Wanita Yang Merasa Hampa
39 LFTL Bab 39 - 1000 Alasan
40 LFTL Bab 40 - Diam-diam Tersenyum
41 LFTL Bab 41 - Satu Rahasia
42 LFTL Bab 42 - Petak Umpet
43 LFTL Bab 43 - Keceplosan
44 LFTL Bab 44 - Jalan Ini Sudah Benar
45 LFTL Bab 45 - Rerumputan Taman
46 LFTL Bab 46 - Wanita Karir
47 LFTL Bab 47 - Maukah Kamu Datang?
48 LFTL Bab 48 - Mulai Peduli
49 LFTL Bab 49 - Orang Yang Sama
50 LFTL Bab 50 - Nanti
51 LFTL Bab 51 - Terasa Ingin Meledak
52 LFTL Bab 52 - Tiga Hari Kemudian
53 LFTL Bab 53 - Kita Masih Punya Waktu
54 LFTL Bab 54 - Bahagia Atau Sedih
55 LFTL Bab 55 - Tidak Mau Mendengar Apapun
56 LFTL Bab 56 - Belajar Ikhlas
57 LFTL Bab 57 - Mengakhiri Semuanya
58 LFTL Bab 58 - Kenapa Memanggil Adrian Dengan Sebutan Tuan?
59 LFTL Bab 59 - Tidak Akan Punya Kuasa Apa-apa
60 LFTL Bab 60 - Beri Aku Pertanda
61 LFTL Bab 61 - Satu-satunya Harapan
62 LFTL Bab 62 - Menerima Semuanya
63 LFTL Bab 63 - Sekutu Anak Sendiri
64 LFTL Bab 64 - Ayah Dan Anak
65 LFTL Bab 65 - Mas Tidak Bohong?
66 LFTL Bab 66 - Potret Keluarga
67 LFTL Bab 67 - Terlepas Dari Genggaman
68 LFTL Bab 68 - Belajar Untuk Tidak Bohong
69 LFTL Bab 69 - Datang Lebih Cepat
70 LFTL Bab 70 - Sampai Puas
71 LFTL Bab 71 - Naura Abraham
72 Adrian dan Ansara
Episodes

Updated 72 Episodes

1
LFTL Bab 1
2
LFTL Bab 2
3
LFTH Bab 3
4
LFTL Bab 4
5
LFTL Bab 5
6
LFTL Bab 6
7
LFTL Bab 7 - Susah Untuk Didekati
8
LFTL Bab 8 - Ikan Bakar
9
LFTL Bab 9 - Pria Badjingan
10
LFTL Bab 10 - Yang Paling Terluka
11
LFTL Bab 11 - Pontang Panting
12
LFTL Bab 12 - Temani Aku Bertemu Ibumu
13
LFTL Bab 13 - Kita Hadapi Berdua
14
LFTL Bab 14 - Apa Aku Yang Salah
15
LFTL Bab 15 - Durian Runtuh
16
LFTL Bab 16 - Kuli Bangunan
17
LFTL Bab 17 - Cantik Sekali
18
LFTL Bab 18 - Mengekor Di Belakang
19
LFTL Bab 19 - Sosok Ayah
20
LFTL Bab 20 - Enak Sekali
21
LFTL Bab 21 - Mengikuti
22
LFTL Bab 22 - Semuanya Akan Baik-baik Saja Bagiku
23
LFTL Bab 23 - Menemukan Debarnya Lagi
24
LFTL Bab 24 - Mulai Darimana?
25
LFTL Bab 25 - Cinta
26
LFTL Bab 26 - Satu-satunya Orang
27
LFTL Bab 26 - Benang-benang Yang Telah Terputus
28
LFTL Bab 28 - Rumah Barumu
29
LFTL Bab 29 - Satu Nama
30
LFTL Bab 30 - Tak Mampu Dia Tebus
31
LFTL Bab 31 - Menyusuri Semua Luka Aruni
32
LFTL Bab 32 - Makin Banyak Bicara
33
LFTL Bab 33 - Membuka Setengah Jendela Kaca
34
LFTL Bab 34 - 19 Tahun
35
LFTL Bab 35 - Sedang Tidak Baik-baik Saja
36
LFTL Bab 36 - Pengacara
37
LFTL Bab 37 - Tak Pernah Usai
38
LFTL Bab 38 - Wanita Yang Merasa Hampa
39
LFTL Bab 39 - 1000 Alasan
40
LFTL Bab 40 - Diam-diam Tersenyum
41
LFTL Bab 41 - Satu Rahasia
42
LFTL Bab 42 - Petak Umpet
43
LFTL Bab 43 - Keceplosan
44
LFTL Bab 44 - Jalan Ini Sudah Benar
45
LFTL Bab 45 - Rerumputan Taman
46
LFTL Bab 46 - Wanita Karir
47
LFTL Bab 47 - Maukah Kamu Datang?
48
LFTL Bab 48 - Mulai Peduli
49
LFTL Bab 49 - Orang Yang Sama
50
LFTL Bab 50 - Nanti
51
LFTL Bab 51 - Terasa Ingin Meledak
52
LFTL Bab 52 - Tiga Hari Kemudian
53
LFTL Bab 53 - Kita Masih Punya Waktu
54
LFTL Bab 54 - Bahagia Atau Sedih
55
LFTL Bab 55 - Tidak Mau Mendengar Apapun
56
LFTL Bab 56 - Belajar Ikhlas
57
LFTL Bab 57 - Mengakhiri Semuanya
58
LFTL Bab 58 - Kenapa Memanggil Adrian Dengan Sebutan Tuan?
59
LFTL Bab 59 - Tidak Akan Punya Kuasa Apa-apa
60
LFTL Bab 60 - Beri Aku Pertanda
61
LFTL Bab 61 - Satu-satunya Harapan
62
LFTL Bab 62 - Menerima Semuanya
63
LFTL Bab 63 - Sekutu Anak Sendiri
64
LFTL Bab 64 - Ayah Dan Anak
65
LFTL Bab 65 - Mas Tidak Bohong?
66
LFTL Bab 66 - Potret Keluarga
67
LFTL Bab 67 - Terlepas Dari Genggaman
68
LFTL Bab 68 - Belajar Untuk Tidak Bohong
69
LFTL Bab 69 - Datang Lebih Cepat
70
LFTL Bab 70 - Sampai Puas
71
LFTL Bab 71 - Naura Abraham
72
Adrian dan Ansara

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!