LFTL Bab 7 - Susah Untuk Didekati

Adrian semakin gemetar saat mendengar ucapan pria asing tersebut, kedua tangannya di bawah meja kini sudah basah dengan keringat dingin.

Membicarakan tentang sang ibu selalu membuat hatinya teriris, karena Adrian mengetahui semua penderitaan ibunya tapi harus bersikap seolah baik-baik saja. Bahkan untuk menanyakan lebam yang ada di tubuh ibunya pun Adrian tak mampu.

Apakah sakit?

Ayo kita berobat!

Biar aku bantu mengompresnya.

Semua kata-kata itu akhirnya hanya mampu terpendam di dalam hati. Tak ada satupun yang mampu terucap.

Sejak dulu Adrian memang sangat ingin membuat sang ayah dan ibu berpisah, tapi dia hanya anak kecil yang suaranya tidak di dengar. Sampai Adrian akhirnya pilih diam dan hanya bisa melihat semua yang terjadi di rumah tersebut.

Kini secara tiba-tiba Tuhan mendatangkan seseorang yang mungkin bisa membantunya. Tapi jati diri tuan Gionino benar-benar membuat Adrian tak bisa percaya.

Gionino Abraham.

Benarkah dia teman baik ibu?

Benarkah pria ini datang untuk menolongnya?

Apa tujuan tuan Gionino?

Mungkinkah beliau memiliki maksud lain?

Banyak sekali pertanyaan di dalam kepala anak berusia 18 tahun tersebut. Dia tak bisa langsung menyetujuinya.

"Ma-maaf Pak, sepertinya pembicaraan kita terlalu jauh. Aku akan pamit sekarang," jawab Adrian.

Sumpah, dia juga tidak menyangka jika pembicaraannya akan jadi seperti ini. Adrian pikir pria tersebut hanya ingin menanyakan tentang kabar ibunya, menitip salam atau menawarkan sebuah pekerjaan.

Tapi ternyata justru membahas tentang perceraian.

"Baiklah, hubungi aku jika kamu ingin bertemu," jawab Gio, di kartu nama yang dia berikan pada Adrian terdapat pula nomor ponselnya.

Tidak sembarangan orang bisa mendapatkan kartu namanya tersebut, tapi pada Adrian Gio berikan secara cuma-cuma.

Gio juga tidak ingin memaksa Adrian untuk bisa menuruti keinginannya. Gio hanya ingin Adrian tahu tentang tujuan utamanya, selebihnya mereka bisa jadi teman lebih dulu.

Saat Adrian mulai berdiri, Deni langsung datang menghampiri dengan membawa dua kantong plastik berisi makanan yang dia beli di cafe tersebut.

"Bawa ini, makanlah di rumah bersama ibumu," ucap Gio.

Adrian begitu enggan untuk menerimanya, namun saat melihat kesungguhan yang terpancar di kedua mata tuan Gionino, akhirnya Adrian menggerakkan tangannya untuk menerima uluran makanan tersebut.

Adrian lantas menundukkan kepalanya kecil sebagai bentuk hormat, lalu keluar lebih dulu dari cafe ini.

Gio lantas menghela nafasnya dengan kasar, "Ternyata Adrian dan Aruni sama saja, mereka sama-sama susah untuk didekati," gumam Gionino.

Dia masih duduk di tempat yang sama dan menyaksikan Adrian pergi menjauh. Semakin hari kenangannya bersama Aruni makin teringat dengan jelas.

Seminggu sebelum mereka berpisah Gio dan Aruni menghabiskan malam bersama. Segala hal rasanya Gio lakukan pertama kali dengan Aruni. Sebuah kenangan yang membuatnya makin terjerat, sebab rasanya abadi sekali.

Setelah berpisah dengan Aruni padahal Gio pun sempat menjalin hubungan dengan beberapa wanita, jadi seorang tuan muda jelas bukan hal sulit baginya untuk mendapatkan perempuan.

Tapi hubungannya selalu gagal hingga sekarang.

Dan saat dipertemukan lagi dengan Aruni, mata dan pikiran Gio tak pernah bisa terlepas dari wanita itu. Awalnya Gio pikir hanya karena iba, namun ternyata cinta yang masih yang membara.

*

Keluar dari cafe tersebut Adrian langsung mempercepat langkahnya untuk segera pulang ke rumah.

Dia bingung sekali harus beralasan apa pada sang ibu ketika ditanya dari mana dia mendapatkan semua makanan ini.

Adrian juga bingung bagaimana caranya menceritakan pada sang ibu tentang pertemuannya dengan tuan Gionino. Makin bingung pula ketika bertemu dengan sang ayah di rumah.

Mendadak banyak sekali hal yang dia pikirkan.

Tapi ternyata setelah tiba di rumah Adrian tidak bertemu dengan siapapun, ibunya pasti masih bekerja sementara sang ayah entah pergi kemana. Jika tidak tidur di rumah, ayahnya pasti pergi ke tempat pemancingan.

Jam setengah 6 sore barulah Aruni tiba di rumah, dia merasa lega sekali karena hari ini tidak melihat ada Gio di sekitarnya. Mungkin pria itu sudah puas bermain-main dengannya, jadi kini mulai pergi menjauh.

Tapi inilah yang diinginkan oleh Aruni, mereka memang tidak perlu terlibat lagi.

"Bu," sapa Adrian setelah membuka pintu.

"Nak," balas Aruni dengan senyumnya yang hangat.

Jantung Adrian berdegup cepat, mengikuti langkah sang ibu yang menuju dapur.

Aruni hendak minum, namun tatapannya langsung tertuju ke arah meja makan. Sebab ada bungkusan aneh yang sejak tadi belum Adrian buka.

Adrian tidak ingin memakannya sendiri, dia ingin memakan makanan itu dengan sang ibu.

"Apa itu Adrian?" tanya Aruni.

"Makanan Bu."

"Kamu yang membawanya pulang? Dapat darimana?" tatapan Aruni intens sekali ke arah sang anak.

Membuat Adrian menelan ludah dengan kasar. "Tadi ada rumah makan yang sedang berbagi, aku mendapatkan beberapa."

"Benarkah?"

"Iya," jawab Adrian bohong. Ternyata dia butuh waktu untuk mengungkap pertemuan dengan Tuan Gio.

Padahal sekarang Adrian sudah memegang kartu nama milik Gionino Abraham, namun dengan cepat dia simpan di saku celananya.

Terpopuler

Comments

Dien Elvina

Dien Elvina

walah ternyata seminggu sebelum berpisah mereka berdua menghabiskan waktu bersama dan melakukan sesuatu untuk pertama kali..mungkin itulah kenangan indah untuk yg terakhir kali buat mereka..sehingga membuat seorang Gionino susah move on dari Aruni 🤭

2024-11-12

0

Astrid Nandistya Hayoto

Astrid Nandistya Hayoto

Aku makin percaya kalau andrian anak Arumi sama gio,, dia bilang mereka menghabiskan waktu semalam seminggu nya mau berbisa dan melakukan apa yg sebenarnya mereka belum pernah melakukan,,
semoga benar tebakan ku.

2025-02-10

0

Dini Rachmawati

Dini Rachmawati

Sebelum berpisah mereka sempat menikmati malam bersama.... jangan jangan Adrian itu anaknya Gio Ama Aruni ya kak ...
mungkin karena itu sikap Hendra ke Aruni kasar ya kak ... dia tidak mendapatkan yang "asli" dari Aruni ...

2024-11-12

0

lihat semua
Episodes
1 LFTL Bab 1
2 LFTL Bab 2
3 LFTH Bab 3
4 LFTL Bab 4
5 LFTL Bab 5
6 LFTL Bab 6
7 LFTL Bab 7 - Susah Untuk Didekati
8 LFTL Bab 8 - Ikan Bakar
9 LFTL Bab 9 - Pria Badjingan
10 LFTL Bab 10 - Yang Paling Terluka
11 LFTL Bab 11 - Pontang Panting
12 LFTL Bab 12 - Temani Aku Bertemu Ibumu
13 LFTL Bab 13 - Kita Hadapi Berdua
14 LFTL Bab 14 - Apa Aku Yang Salah
15 LFTL Bab 15 - Durian Runtuh
16 LFTL Bab 16 - Kuli Bangunan
17 LFTL Bab 17 - Cantik Sekali
18 LFTL Bab 18 - Mengekor Di Belakang
19 LFTL Bab 19 - Sosok Ayah
20 LFTL Bab 20 - Enak Sekali
21 LFTL Bab 21 - Mengikuti
22 LFTL Bab 22 - Semuanya Akan Baik-baik Saja Bagiku
23 LFTL Bab 23 - Menemukan Debarnya Lagi
24 LFTL Bab 24 - Mulai Darimana?
25 LFTL Bab 25 - Cinta
26 LFTL Bab 26 - Satu-satunya Orang
27 LFTL Bab 26 - Benang-benang Yang Telah Terputus
28 LFTL Bab 28 - Rumah Barumu
29 LFTL Bab 29 - Satu Nama
30 LFTL Bab 30 - Tak Mampu Dia Tebus
31 LFTL Bab 31 - Menyusuri Semua Luka Aruni
32 LFTL Bab 32 - Makin Banyak Bicara
33 LFTL Bab 33 - Membuka Setengah Jendela Kaca
34 LFTL Bab 34 - 19 Tahun
35 LFTL Bab 35 - Sedang Tidak Baik-baik Saja
36 LFTL Bab 36 - Pengacara
37 LFTL Bab 37 - Tak Pernah Usai
38 LFTL Bab 38 - Wanita Yang Merasa Hampa
39 LFTL Bab 39 - 1000 Alasan
40 LFTL Bab 40 - Diam-diam Tersenyum
41 LFTL Bab 41 - Satu Rahasia
42 LFTL Bab 42 - Petak Umpet
43 LFTL Bab 43 - Keceplosan
44 LFTL Bab 44 - Jalan Ini Sudah Benar
45 LFTL Bab 45 - Rerumputan Taman
46 LFTL Bab 46 - Wanita Karir
47 LFTL Bab 47 - Maukah Kamu Datang?
48 LFTL Bab 48 - Mulai Peduli
49 LFTL Bab 49 - Orang Yang Sama
50 LFTL Bab 50 - Nanti
51 LFTL Bab 51 - Terasa Ingin Meledak
52 LFTL Bab 52 - Tiga Hari Kemudian
53 LFTL Bab 53 - Kita Masih Punya Waktu
54 LFTL Bab 54 - Bahagia Atau Sedih
55 LFTL Bab 55 - Tidak Mau Mendengar Apapun
56 LFTL Bab 56 - Belajar Ikhlas
57 LFTL Bab 57 - Mengakhiri Semuanya
58 LFTL Bab 58 - Kenapa Memanggil Adrian Dengan Sebutan Tuan?
59 LFTL Bab 59 - Tidak Akan Punya Kuasa Apa-apa
60 LFTL Bab 60 - Beri Aku Pertanda
61 LFTL Bab 61 - Satu-satunya Harapan
62 LFTL Bab 62 - Menerima Semuanya
63 LFTL Bab 63 - Sekutu Anak Sendiri
64 LFTL Bab 64 - Ayah Dan Anak
65 LFTL Bab 65 - Mas Tidak Bohong?
66 LFTL Bab 66 - Potret Keluarga
67 LFTL Bab 67 - Terlepas Dari Genggaman
68 LFTL Bab 68 - Belajar Untuk Tidak Bohong
69 LFTL Bab 69 - Datang Lebih Cepat
70 LFTL Bab 70 - Sampai Puas
71 LFTL Bab 71 - Naura Abraham
72 Adrian dan Ansara
Episodes

Updated 72 Episodes

1
LFTL Bab 1
2
LFTL Bab 2
3
LFTH Bab 3
4
LFTL Bab 4
5
LFTL Bab 5
6
LFTL Bab 6
7
LFTL Bab 7 - Susah Untuk Didekati
8
LFTL Bab 8 - Ikan Bakar
9
LFTL Bab 9 - Pria Badjingan
10
LFTL Bab 10 - Yang Paling Terluka
11
LFTL Bab 11 - Pontang Panting
12
LFTL Bab 12 - Temani Aku Bertemu Ibumu
13
LFTL Bab 13 - Kita Hadapi Berdua
14
LFTL Bab 14 - Apa Aku Yang Salah
15
LFTL Bab 15 - Durian Runtuh
16
LFTL Bab 16 - Kuli Bangunan
17
LFTL Bab 17 - Cantik Sekali
18
LFTL Bab 18 - Mengekor Di Belakang
19
LFTL Bab 19 - Sosok Ayah
20
LFTL Bab 20 - Enak Sekali
21
LFTL Bab 21 - Mengikuti
22
LFTL Bab 22 - Semuanya Akan Baik-baik Saja Bagiku
23
LFTL Bab 23 - Menemukan Debarnya Lagi
24
LFTL Bab 24 - Mulai Darimana?
25
LFTL Bab 25 - Cinta
26
LFTL Bab 26 - Satu-satunya Orang
27
LFTL Bab 26 - Benang-benang Yang Telah Terputus
28
LFTL Bab 28 - Rumah Barumu
29
LFTL Bab 29 - Satu Nama
30
LFTL Bab 30 - Tak Mampu Dia Tebus
31
LFTL Bab 31 - Menyusuri Semua Luka Aruni
32
LFTL Bab 32 - Makin Banyak Bicara
33
LFTL Bab 33 - Membuka Setengah Jendela Kaca
34
LFTL Bab 34 - 19 Tahun
35
LFTL Bab 35 - Sedang Tidak Baik-baik Saja
36
LFTL Bab 36 - Pengacara
37
LFTL Bab 37 - Tak Pernah Usai
38
LFTL Bab 38 - Wanita Yang Merasa Hampa
39
LFTL Bab 39 - 1000 Alasan
40
LFTL Bab 40 - Diam-diam Tersenyum
41
LFTL Bab 41 - Satu Rahasia
42
LFTL Bab 42 - Petak Umpet
43
LFTL Bab 43 - Keceplosan
44
LFTL Bab 44 - Jalan Ini Sudah Benar
45
LFTL Bab 45 - Rerumputan Taman
46
LFTL Bab 46 - Wanita Karir
47
LFTL Bab 47 - Maukah Kamu Datang?
48
LFTL Bab 48 - Mulai Peduli
49
LFTL Bab 49 - Orang Yang Sama
50
LFTL Bab 50 - Nanti
51
LFTL Bab 51 - Terasa Ingin Meledak
52
LFTL Bab 52 - Tiga Hari Kemudian
53
LFTL Bab 53 - Kita Masih Punya Waktu
54
LFTL Bab 54 - Bahagia Atau Sedih
55
LFTL Bab 55 - Tidak Mau Mendengar Apapun
56
LFTL Bab 56 - Belajar Ikhlas
57
LFTL Bab 57 - Mengakhiri Semuanya
58
LFTL Bab 58 - Kenapa Memanggil Adrian Dengan Sebutan Tuan?
59
LFTL Bab 59 - Tidak Akan Punya Kuasa Apa-apa
60
LFTL Bab 60 - Beri Aku Pertanda
61
LFTL Bab 61 - Satu-satunya Harapan
62
LFTL Bab 62 - Menerima Semuanya
63
LFTL Bab 63 - Sekutu Anak Sendiri
64
LFTL Bab 64 - Ayah Dan Anak
65
LFTL Bab 65 - Mas Tidak Bohong?
66
LFTL Bab 66 - Potret Keluarga
67
LFTL Bab 67 - Terlepas Dari Genggaman
68
LFTL Bab 68 - Belajar Untuk Tidak Bohong
69
LFTL Bab 69 - Datang Lebih Cepat
70
LFTL Bab 70 - Sampai Puas
71
LFTL Bab 71 - Naura Abraham
72
Adrian dan Ansara

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!