LFTL Bab 2

Aruni dengan cepat menurunkan pandangannya, berpikir keras bagaimana caranya dia lari dari situasi yang memalukan ini.

Aruni pikir Tuhan tengah membantunya dengan diturunkan hujan, sebab membuatnya terbebas dari rasa haus yang begitu menyiksa. Namun siapa sangka, dia justru dipertemukan dengan seseorang yang tak pernah Aruni duga. Seolah membawanya terjun kembali ke dari masa lalu yang ingin dia lupakan.

"Maaf Tuan, sepertinya anda salah orang," jawab Aruni, dia berkilah. Tidak mungkin menunjukkan diri dalam keadaan seperti ini, Aruni menundukkan kepala sampai rambutnya yang basah menutupi wajah.

Sungguh, Aruni bersedia bertemu dengan siapapun di dunia ini, asalkan jangan pria tersebut.

Diantara pikirannya yang buntu, akhirnya Aruni memilih untuk langsung pergi. Melangkah cepat keluar dari halte bus, terus berjalan tanpa menoleh ke belakang.

Tak peduli meski kini tubuhnya jadi basah kuyup karena hujan menerpa secara langsung.

"Aruni," gumam Gio di saat bayangan Wanita itu telah benar-benar hilang dari pandangannya. Kini yang nampak hanya hujan yang begitu lebat.

Bahkan payung yang Gio gunakan tidak benar-benar mampu melindungi tubuhnya, sepatu dan celana bagian bawahnya masih basah terkena percikan air.

Sama halnya seperti Aruni, Gionino pun jadi teringat semua kenangan di masa lalu yang baginya terasa menyakitkan.

Dia seperti bimbang, bertanya-tanya benarkah wanita itu adalah Aruni. Wanita yang pernah sangat dia cintai, namun juga memberikan luka yang paling dalam.

Mereka telah merencanakan pernikahan, tapi di lain hari Gio justru menerima undangan pernikahan dari Aruni dan pria lain.

Tapi waktu sudah berlalu begitu lama, ketika mengingat memang masih ada sedikit desir nyeri. Tapi saat melihat wanita itu tadi rasa iba jauh lebih menguasai diri.

Jika benar wanita itu adalah Aruni, maka kini Aruni benar-benar sudah berubah. Tubuhnya nampak kurus dengan wajah yang kusam dan beberapa keriput.

Sementara Aruni yang dia kenal adalah wanita cantik dengan senyum yang begitu manis. Selalu mendapatkan juara saat SMA, gadis yang digadang-gadang memiliki masa depan cerah.

Tapi apa itu tadi? Aruni nampak seperti seorang buruh.

"Tuan, lebih baik kita segera pergi. Nampaknya wanita itu baik-baik saja," ucap Deni, dia adalah asisten pribadi Gionino. Seseorang yang mengemudikan mobil berwarna hitam tersebut.

"Cari tahu tentang wanita itu, Aku ingin tahu apakah dia Aruni atau bukan."

"Baik Tuan," jawab Deni, meski sedikit bingung dengan perintah sang Tuan. Karena tiba-tiba sang Tuan memberinya perintah untuk menyelidiki seorang wanita asing yang mereka temui di jalanan.

*

*

Hujan masih belum reda sampai sore menjelang.

Dengan perasaan gundah Adrian berulang kali mengintip dari balik jendela menunggu kepulangan sang ibu. Di dalam hatinya berulang kali bertanya kenapa hujan harus turun sekarang? tidak bisakah hujan turun setelah sang ibu pulang saja?

Setiap hari Adrian selalu merasa Tuhan tak pernah adil pada ibunya. Hidup yang seolah menderita dari berbagai sisi. Tanpa ada satupun kebahagiaan yang nampak.

Ketika samar-samar Adrian melihat sang ibu di ujung sana, dia langsung keluar dan membawa sebuah payung, berlari menyambut.

Tanpa ada kata-kata Adrian langsung memeluk pundak ibu Aruniya agar berlindung di bawah payung yang sama, Adrian memanglah anak yang pendiam. Daripada menunjukkan kata-kata, dia lebih memilih untuk langsung bertindak.

"Adrian, kenapa kamu keluar. Bajumu jadi ikut basah karena ibu," ucap Aruni, sekarang mereka sudah berada di teras rumah.

"Tidak usah berhenti di sini, ibu langsung masuk saja. Nanti aku yang akan mengepel lantainya."

"Tidak Adrian, ibu akan lewat samping, lebih baik kamu buka pintu dapur."

"Papa tidak ada di rumah Bu, aku sudah memberinya uang 10 ribu tadi." balas Adrian, dia tahu sang ibu tak ingin langsung masuk karena takut atas kemarahan sang ayah.

"Darimana kamu mendapatkan uang itu, Nak?"

"Tabunganku."

"Ya Tuhan," lirih Aruni, hatinya sakit sekali saat mendengar hal itu. "Maafkan ibu Nak."

"Ayo masuk," jawab Adrian langsung, tidak ingin mendengar kata-kata sedih yang akan keluar dari mulut ibunya. Adrian juga langsung menarik sang ibu ke dalam rumah, tidak perlu hujan-hujanan lagi untuk lewat pintu samping.

Di saat ibunya membersihkan tubuh, Adrian langsung mengepel lantai yang basah. Dia juga membuat teh hangat tanpa gula, sebab saat dia lihat gula sudah habis.

Tak berselang lama kemudian Aruni keluar dari dalam kamarnya dan tidak melihat Adrian di manapun, tapi rumah sudah bersih dan ada segelas teh panas di atas meja makan.

Aruni tahu, pasti Adrian yang telah menyiapkan itu semua. Ditatapnya pintu kamar sang anak yang tertutup, tanpa sadar ada air mata yang jatuh dari kedua mata Aruni. Namun dengan cepat Aruni hapus air mata tersebut, sekarang menangis seperti tidak ada gunanya.

Sebab hidup terus berlangsung dan segala hal meskipun buruk harus dia hadapi sendiri.

Dengan perasaan penuh syukur Aruni akhirnya meminum teh buatan sang anak, menghangatkan perut yang sejak tadi kosong.

Hujan masih terus turun sampai pagi menjelang. Entah kemana perginya Hendra sejak kemarin siang, sampai kini pria itu belum juga menampakkan batang hidungnya di rumah.

Aruni memasak telur goreng dengan campuran tepung untuk sarapan Adrian sebelum pergi ke sekolah. Aruni hanya mampu membeli telur untuk makanan bergizi bagi sang anak.

Kadang dia bahkan menyembunyikan telur itu agar tidak dimasak sendiri oleh sang suami.

"Ibu tidak makan?" tanya Adrian.

"Ibu sudah tadi, makanlah. Sebentar lagi jam 7," balas Aruni, dia menjawab seraya mencuci beberapa peralatan dapur yang kotor. Sebenarnya Aruni belum sarapan, tapi dia ingin Adrian puas lebih dulu, baru setelahnya dia akan makan sisa sang anak.

Sampai jam 8 pagi Hendra tak pulang juga, jadi Aruni memutuskan tidak menunggu dan langsung pergi untuk menawarkan jasanya pada orang-orang. Cuci baju, setrika, mencabut rumput, atau apapun itu akan dikerjakan asal bisa langsung mendapatkan uang.

Aruni tidak sadar bahwa semua gerak-geriknya hari ini tengah dipantau oleh seseorang dari kejauhan.

Gio tertegun, "Aruni, jadi kamu pergi hanya untuk hidup seperti ini?" ucap Gionino.

Terpopuler

Comments

🖤❣ DeffaSha ❣🖤

🖤❣ DeffaSha ❣🖤

baru nyadar ternyata mereka udah setua itu yah 🤭🤭 kirain aston dkk masih umur 30an....kalau lah adrian itu anakny gio dari hubungan masa laluny sama aruni maka hanya d cerita ini nih ada anak yg kepisah sama bapakny selama 18 tahun 😁😁😁😁

2024-11-10

1

Ika_Kartika ❤️

Ika_Kartika ❤️

peluk jauh Aruni 🫂 😥,, Adrian tetaplah bersama ibumu nak karena kamulah kekuatan untuk ibumu 🥲... ini babang Gio berarti seumuran sama Aruni juga ya Thor 45 th,, berarti babang Gio sudah paruh baya 🤭

2024-11-09

2

Kar Genjreng

Kar Genjreng

aduh ngenes banget ,,,ko bisa nikah dengan Adrian yang kejam,,, kenapa ga pilih Gionino,,, Aruni hidup nya sangat sengsara 😭😭😭😭

2024-11-13

0

lihat semua
Episodes
1 LFTL Bab 1
2 LFTL Bab 2
3 LFTH Bab 3
4 LFTL Bab 4
5 LFTL Bab 5
6 LFTL Bab 6
7 LFTL Bab 7 - Susah Untuk Didekati
8 LFTL Bab 8 - Ikan Bakar
9 LFTL Bab 9 - Pria Badjingan
10 LFTL Bab 10 - Yang Paling Terluka
11 LFTL Bab 11 - Pontang Panting
12 LFTL Bab 12 - Temani Aku Bertemu Ibumu
13 LFTL Bab 13 - Kita Hadapi Berdua
14 LFTL Bab 14 - Apa Aku Yang Salah
15 LFTL Bab 15 - Durian Runtuh
16 LFTL Bab 16 - Kuli Bangunan
17 LFTL Bab 17 - Cantik Sekali
18 LFTL Bab 18 - Mengekor Di Belakang
19 LFTL Bab 19 - Sosok Ayah
20 LFTL Bab 20 - Enak Sekali
21 LFTL Bab 21 - Mengikuti
22 LFTL Bab 22 - Semuanya Akan Baik-baik Saja Bagiku
23 LFTL Bab 23 - Menemukan Debarnya Lagi
24 LFTL Bab 24 - Mulai Darimana?
25 LFTL Bab 25 - Cinta
26 LFTL Bab 26 - Satu-satunya Orang
27 LFTL Bab 26 - Benang-benang Yang Telah Terputus
28 LFTL Bab 28 - Rumah Barumu
29 LFTL Bab 29 - Satu Nama
30 LFTL Bab 30 - Tak Mampu Dia Tebus
31 LFTL Bab 31 - Menyusuri Semua Luka Aruni
32 LFTL Bab 32 - Makin Banyak Bicara
33 LFTL Bab 33 - Membuka Setengah Jendela Kaca
34 LFTL Bab 34 - 19 Tahun
35 LFTL Bab 35 - Sedang Tidak Baik-baik Saja
36 LFTL Bab 36 - Pengacara
37 LFTL Bab 37 - Tak Pernah Usai
38 LFTL Bab 38 - Wanita Yang Merasa Hampa
39 LFTL Bab 39 - 1000 Alasan
40 LFTL Bab 40 - Diam-diam Tersenyum
41 LFTL Bab 41 - Satu Rahasia
42 LFTL Bab 42 - Petak Umpet
43 LFTL Bab 43 - Keceplosan
44 LFTL Bab 44 - Jalan Ini Sudah Benar
45 LFTL Bab 45 - Rerumputan Taman
46 LFTL Bab 46 - Wanita Karir
47 LFTL Bab 47 - Maukah Kamu Datang?
48 LFTL Bab 48 - Mulai Peduli
49 LFTL Bab 49 - Orang Yang Sama
50 LFTL Bab 50 - Nanti
51 LFTL Bab 51 - Terasa Ingin Meledak
52 LFTL Bab 52 - Tiga Hari Kemudian
53 LFTL Bab 53 - Kita Masih Punya Waktu
54 LFTL Bab 54 - Bahagia Atau Sedih
55 LFTL Bab 55 - Tidak Mau Mendengar Apapun
56 LFTL Bab 56 - Belajar Ikhlas
57 LFTL Bab 57 - Mengakhiri Semuanya
58 LFTL Bab 58 - Kenapa Memanggil Adrian Dengan Sebutan Tuan?
59 LFTL Bab 59 - Tidak Akan Punya Kuasa Apa-apa
60 LFTL Bab 60 - Beri Aku Pertanda
61 LFTL Bab 61 - Satu-satunya Harapan
62 LFTL Bab 62 - Menerima Semuanya
63 LFTL Bab 63 - Sekutu Anak Sendiri
64 LFTL Bab 64 - Ayah Dan Anak
65 LFTL Bab 65 - Mas Tidak Bohong?
66 LFTL Bab 66 - Potret Keluarga
67 LFTL Bab 67 - Terlepas Dari Genggaman
68 LFTL Bab 68 - Belajar Untuk Tidak Bohong
69 LFTL Bab 69 - Datang Lebih Cepat
70 LFTL Bab 70 - Sampai Puas
71 LFTL Bab 71 - Naura Abraham
72 Adrian dan Ansara
Episodes

Updated 72 Episodes

1
LFTL Bab 1
2
LFTL Bab 2
3
LFTH Bab 3
4
LFTL Bab 4
5
LFTL Bab 5
6
LFTL Bab 6
7
LFTL Bab 7 - Susah Untuk Didekati
8
LFTL Bab 8 - Ikan Bakar
9
LFTL Bab 9 - Pria Badjingan
10
LFTL Bab 10 - Yang Paling Terluka
11
LFTL Bab 11 - Pontang Panting
12
LFTL Bab 12 - Temani Aku Bertemu Ibumu
13
LFTL Bab 13 - Kita Hadapi Berdua
14
LFTL Bab 14 - Apa Aku Yang Salah
15
LFTL Bab 15 - Durian Runtuh
16
LFTL Bab 16 - Kuli Bangunan
17
LFTL Bab 17 - Cantik Sekali
18
LFTL Bab 18 - Mengekor Di Belakang
19
LFTL Bab 19 - Sosok Ayah
20
LFTL Bab 20 - Enak Sekali
21
LFTL Bab 21 - Mengikuti
22
LFTL Bab 22 - Semuanya Akan Baik-baik Saja Bagiku
23
LFTL Bab 23 - Menemukan Debarnya Lagi
24
LFTL Bab 24 - Mulai Darimana?
25
LFTL Bab 25 - Cinta
26
LFTL Bab 26 - Satu-satunya Orang
27
LFTL Bab 26 - Benang-benang Yang Telah Terputus
28
LFTL Bab 28 - Rumah Barumu
29
LFTL Bab 29 - Satu Nama
30
LFTL Bab 30 - Tak Mampu Dia Tebus
31
LFTL Bab 31 - Menyusuri Semua Luka Aruni
32
LFTL Bab 32 - Makin Banyak Bicara
33
LFTL Bab 33 - Membuka Setengah Jendela Kaca
34
LFTL Bab 34 - 19 Tahun
35
LFTL Bab 35 - Sedang Tidak Baik-baik Saja
36
LFTL Bab 36 - Pengacara
37
LFTL Bab 37 - Tak Pernah Usai
38
LFTL Bab 38 - Wanita Yang Merasa Hampa
39
LFTL Bab 39 - 1000 Alasan
40
LFTL Bab 40 - Diam-diam Tersenyum
41
LFTL Bab 41 - Satu Rahasia
42
LFTL Bab 42 - Petak Umpet
43
LFTL Bab 43 - Keceplosan
44
LFTL Bab 44 - Jalan Ini Sudah Benar
45
LFTL Bab 45 - Rerumputan Taman
46
LFTL Bab 46 - Wanita Karir
47
LFTL Bab 47 - Maukah Kamu Datang?
48
LFTL Bab 48 - Mulai Peduli
49
LFTL Bab 49 - Orang Yang Sama
50
LFTL Bab 50 - Nanti
51
LFTL Bab 51 - Terasa Ingin Meledak
52
LFTL Bab 52 - Tiga Hari Kemudian
53
LFTL Bab 53 - Kita Masih Punya Waktu
54
LFTL Bab 54 - Bahagia Atau Sedih
55
LFTL Bab 55 - Tidak Mau Mendengar Apapun
56
LFTL Bab 56 - Belajar Ikhlas
57
LFTL Bab 57 - Mengakhiri Semuanya
58
LFTL Bab 58 - Kenapa Memanggil Adrian Dengan Sebutan Tuan?
59
LFTL Bab 59 - Tidak Akan Punya Kuasa Apa-apa
60
LFTL Bab 60 - Beri Aku Pertanda
61
LFTL Bab 61 - Satu-satunya Harapan
62
LFTL Bab 62 - Menerima Semuanya
63
LFTL Bab 63 - Sekutu Anak Sendiri
64
LFTL Bab 64 - Ayah Dan Anak
65
LFTL Bab 65 - Mas Tidak Bohong?
66
LFTL Bab 66 - Potret Keluarga
67
LFTL Bab 67 - Terlepas Dari Genggaman
68
LFTL Bab 68 - Belajar Untuk Tidak Bohong
69
LFTL Bab 69 - Datang Lebih Cepat
70
LFTL Bab 70 - Sampai Puas
71
LFTL Bab 71 - Naura Abraham
72
Adrian dan Ansara

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!