LFTL Bab 11 - Pontang Panting

"Maafkan ibu Adrian, maafkan ibu," ucap Aruni.

Aruni tidak tahu harus bicara lagi dalam keadaan seperti ini, ingin membuat pembelaan untuk sang suami tapi Hendra sendirilah yang menghancurkan keluarga mereka di hadapan sang anak.

Padahal setiap saat Aruni selalu berusaha untuk memperbaiki keluarga ini. Jangan sampai Adrian membenci Ayah kandungnya sendiri.

Jika Aruni lebih dulu dipanggil oleh Tuhan, maka yang dimiliki oleh Adrian hanyalah ayahnya. Sungguh, Aruni hanya wanita biasa, dia benar-benar menginginkan sebuah keluarga yang utuh.

Keinginannya hanya sederhana sekali, tapi kenapa untuk menggapainya terasa begitu susah. Padahal segala hal telah dia upayakan.

"Ayo kita pergi, malam ini kita istirahat di pos keamanan saja," ucap Adrian.

"Tidak Adrian, kamu masuklah ke rumah. Malam ini Ibu akan menumpang di rumah Bude Yanti" jawab Aruni. Yanti adalah tetangga yang sering membantunya, seorang janda yang juga berulang kali menyarankannya untuk berpisah.

"Tapi Bu_"

"Adrian, ibu baik-baik saja. Besok kita bicarakan lagi tentang hal ini. Lebih baik kamu masuk dulu, barang-barang ibu juga masih ada di dalam," jelas Aruni. Dia sudah tidak bisa masuk lagi ke rumah ini dan yang bisa keluar masuk dengan leluasa adalah Adrian.

Uang tabungan yang Aruni persiapan untuk kuliah Adrian pun masih berada di dalam rumah juga. Jadi Adrian harus tetap berada di sini.

Memahami atas maksud sang ibu mengenai barang-barang tersebut akhirnya Adrian setuju. Tapi sebelum masuk ke rumah, Adrian lebih dulu mengantarkan ibunya ke rumah bude Yanti.

Bak gayung bersambut, bude Yanti ternyata lebih dulu membuka pintu sebelum mereka datang. keributan yang terjadi di rumah Aruni kembali di dengar oleh Yanti, takut terjadi sesuatu yang buruk akhirnya dia memutuskan untuk keluar.

"Ya ampun mbak Aruni, Adrian," lirih bude Yanti, sampai lelah sendiri dia melihat semua prahara yang terjadi di rumah tangga mereka.

"Bude, malam ini ibu menginap di bude ya? Papa sudah mengusir ibu," ucap Adrian.

"Astaga," balas Yanti dengan mengelus dada, juga menganggukkan kepalanya dengan cepat. "Kamu juga tidur di rumah bude saja Adrian, tidak usah kembali ke rumah itu lagi."

"Jangan Mbak, biar Adrian pulang. Barang-barang kami masih ada di sana, lagipula mas Hendra tidak mungkin menyakiti Adrian," sahut Aruni.

"Iya Bude, aku pulang saja," jawab Adrian, dia juga memiliki barang penting yang masih tertinggal di rumah, yaitu kartu nama milik tua Gionino Abraham.

"Ya sudah, kamu hati-hati ya Nak. Langsung teriak jika Papamu berbuat yang tidak-tidak," jawab Yanti, dia yang cemas sendiri.

Adrian hanya mengangguk, lalu segera masuk ke dalam rumah. Tidak, bagi Adrian tempat ini juga bukan rumah, hanya bentuk lain dari neraka.

Rumah Yanti tidak begitu jauh dari rumah milik Hendra, tapi tidak pula bersebelahan. Tiap kali Aruni dihajar begini pasti Yanti yang lebih dulu menolong.

"Mau sampai kapan kamu hidup seperti ini Mbak, sudahlah, cerai saja dari Hendra," ucap Yanti setelah mereka tiba di rumah.

Di rumah ini Yanti hanya tinggal seorang diri, anak-anaknya sudah berkeluarga dan dia pun telah berpisah dengan suaminya. Jadi janda di usia tua justru membuatnya bisa hidup dengan tenang.

Sesaat Aruni hanya diam, menghela nafasnya dengan berat. "Mas Hendra sudah menceraikan aku, Mbak," jawab Aruni jujur.

"Oh syukurlah, dia pasti masih kesetanan saat menceraikan kamu. Tanpa kamu dia tidak bisa berbuat apa-apa!"

Aruni kembali terdiam, rasanya berat sekali hidup ini. Apa yang dia pertahankan akhirnya hancur juga.

Memang sejak awal pernikahan mereka terjadi tanpa cinta. Aruni terpaksa, sementara Hendra hanya nafsu belaka. Dulu Aruni sangat cantik, siapapun pria pasti ingin mempersuntingnya.

Namun di awal pernikahan Aruni selalu menolak saat Hendra hendak mengajaknya berhubungan badan, inilah awal mula kebencian Hendra padanya.

Di awal pernikahan ekonomi mereka juga masih baik-baik saja, karena Hendra mendapatkan dukungan dari kedua orang tuanya. Tapi setelah kedua orang tua Hendra meninggal dunia, Hendra benar-benar tak ingin bekerja.

Sikap malas yang terus berlanjut hingga sekarang, sementara Aruni sudah tidak bisa pergi karena telah ada Adrian diantara mereka berdua.

Aruni adalah anak yang besar di panti asuhan, dia tahu betul bagaimana rasa sakitnya hidup tanpa kedua orang tua. Karena itulah dia tak ingin Adrian pun merasakannya.

Tapi apa yang terjadi sekarang, semuanya benar-benar telah hancur.

Aruni kemudian menunduk, jatuh air matanya.

"Untuk apa kamu menangis? Lepas dari Hendra justru Mbak bisa menabung lebih banyak, Mbak bisa lebih fokus pada Adrian. Hendra itu hanya parasit di hidupmu Mbak," jelas Yanti.

Namun Aruni sudah tak mampu menjawab, dia tumpahkan semua rasa sakit ini dalam tangis tersebut. Sebab besok saat bertemu Adrian dia harus kembali tersenyum.

Awalnya Yanti memang marah-marah, namun melihat Aruni menangis seperti itu akhirnya dia peluk juga. "Tidak apa-apa, selama ini kamu sudah jadi ibu yang sangat hebat. Kamu mampu membesarkan Adrian seorang diri."

Getar ponsel milik Yanti di atas membuat pelukan mereka berdua terlepas, ada satu pesan masuk dari Adrian.

"Adrian mengirim pesan Mbak," ucap Yanti.

"Apa katanya."

"Dia akan mengemas baju-baju kalian berdua malam ini juga."

"Boleh aku telepon Adrian sebentar Mbak?" pinta Aruni dan Yanti mengangguk.

Ibu dan anak itu akhirnya terhubung melalui sambungan telepon. "Adrian."

"Iya Bu, ada apa?"

"Kemas baju ibu saja Nak, baju mu jangan."

"Ibu ingin aku tetap tinggal di sini?"

"Untuk sementara waktu sayang, sampai ibu menemukan tempat yang lebih layak. Ya?"

Adrian menangis detik itu juga, namun langsung dia hapus.

Aruni tidak ingin Adrian ikut pontang panting.

Terpopuler

Comments

Istrinya Orang

Istrinya Orang

GG ak tau mau ngomong apA, satu sisi pengennya Adrian ikut emaknya saja karna kalo dia bertahan dirumah neraka itu pasti Adrian akan jadi ladang Hendra buat dapatkan uang,tp disisi lain pikiran Aruni ada betulnya karna sebagai seorang ibu pasti menginginkan yang terbaik utk anaknya termasuk tempat tinggalnya.. tapi kalo aku pengennya Adrian biarlah bersusah susah bersama Aruni saja cepat atau lambat pasti akan dapatkan jg tempat tinggal

2024-11-12

2

Fittar

Fittar

benar kata bude yanti. setelah pisah kamu pasti lebih bisa menghidupi adrian lebih tenang aruni. toh selama ini juga kan begitu,kamu yang bekerja keras untuk adrian.hanya saja apa yang kamu dapat selalu dirampas oleh hendra.

ayo adrian cepat hubungi gio agar dia bantu kalian mendapat tempat tinggal baru

2024-11-12

1

Raden Roro Natasya

Raden Roro Natasya

iih gemes dengan Aruni... Adrian sdh merasakan neraka di rumah itu.... dengan anak mu terus di rumah Hendra,sama aja kamu masih terikat dengan hendra dodol.... karena nti kamu terpaksa memberikan makan minum hendra... jangan jau jadi dongok beleng-beleng lah Aruni

2024-11-12

1

lihat semua
Episodes
1 LFTL Bab 1
2 LFTL Bab 2
3 LFTH Bab 3
4 LFTL Bab 4
5 LFTL Bab 5
6 LFTL Bab 6
7 LFTL Bab 7 - Susah Untuk Didekati
8 LFTL Bab 8 - Ikan Bakar
9 LFTL Bab 9 - Pria Badjingan
10 LFTL Bab 10 - Yang Paling Terluka
11 LFTL Bab 11 - Pontang Panting
12 LFTL Bab 12 - Temani Aku Bertemu Ibumu
13 LFTL Bab 13 - Kita Hadapi Berdua
14 LFTL Bab 14 - Apa Aku Yang Salah
15 LFTL Bab 15 - Durian Runtuh
16 LFTL Bab 16 - Kuli Bangunan
17 LFTL Bab 17 - Cantik Sekali
18 LFTL Bab 18 - Mengekor Di Belakang
19 LFTL Bab 19 - Sosok Ayah
20 LFTL Bab 20 - Enak Sekali
21 LFTL Bab 21 - Mengikuti
22 LFTL Bab 22 - Semuanya Akan Baik-baik Saja Bagiku
23 LFTL Bab 23 - Menemukan Debarnya Lagi
24 LFTL Bab 24 - Mulai Darimana?
25 LFTL Bab 25 - Cinta
26 LFTL Bab 26 - Satu-satunya Orang
27 LFTL Bab 26 - Benang-benang Yang Telah Terputus
28 LFTL Bab 28 - Rumah Barumu
29 LFTL Bab 29 - Satu Nama
30 LFTL Bab 30 - Tak Mampu Dia Tebus
31 LFTL Bab 31 - Menyusuri Semua Luka Aruni
32 LFTL Bab 32 - Makin Banyak Bicara
33 LFTL Bab 33 - Membuka Setengah Jendela Kaca
34 LFTL Bab 34 - 19 Tahun
35 LFTL Bab 35 - Sedang Tidak Baik-baik Saja
36 LFTL Bab 36 - Pengacara
37 LFTL Bab 37 - Tak Pernah Usai
38 LFTL Bab 38 - Wanita Yang Merasa Hampa
39 LFTL Bab 39 - 1000 Alasan
40 LFTL Bab 40 - Diam-diam Tersenyum
41 LFTL Bab 41 - Satu Rahasia
42 LFTL Bab 42 - Petak Umpet
43 LFTL Bab 43 - Keceplosan
44 LFTL Bab 44 - Jalan Ini Sudah Benar
45 LFTL Bab 45 - Rerumputan Taman
46 LFTL Bab 46 - Wanita Karir
47 LFTL Bab 47 - Maukah Kamu Datang?
48 LFTL Bab 48 - Mulai Peduli
49 LFTL Bab 49 - Orang Yang Sama
50 LFTL Bab 50 - Nanti
51 LFTL Bab 51 - Terasa Ingin Meledak
52 LFTL Bab 52 - Tiga Hari Kemudian
53 LFTL Bab 53 - Kita Masih Punya Waktu
54 LFTL Bab 54 - Bahagia Atau Sedih
55 LFTL Bab 55 - Tidak Mau Mendengar Apapun
56 LFTL Bab 56 - Belajar Ikhlas
57 LFTL Bab 57 - Mengakhiri Semuanya
58 LFTL Bab 58 - Kenapa Memanggil Adrian Dengan Sebutan Tuan?
59 LFTL Bab 59 - Tidak Akan Punya Kuasa Apa-apa
60 LFTL Bab 60 - Beri Aku Pertanda
61 LFTL Bab 61 - Satu-satunya Harapan
62 LFTL Bab 62 - Menerima Semuanya
63 LFTL Bab 63 - Sekutu Anak Sendiri
64 LFTL Bab 64 - Ayah Dan Anak
65 LFTL Bab 65 - Mas Tidak Bohong?
66 LFTL Bab 66 - Potret Keluarga
67 LFTL Bab 67 - Terlepas Dari Genggaman
68 LFTL Bab 68 - Belajar Untuk Tidak Bohong
69 LFTL Bab 69 - Datang Lebih Cepat
70 LFTL Bab 70 - Sampai Puas
71 LFTL Bab 71 - Naura Abraham
72 Adrian dan Ansara
Episodes

Updated 72 Episodes

1
LFTL Bab 1
2
LFTL Bab 2
3
LFTH Bab 3
4
LFTL Bab 4
5
LFTL Bab 5
6
LFTL Bab 6
7
LFTL Bab 7 - Susah Untuk Didekati
8
LFTL Bab 8 - Ikan Bakar
9
LFTL Bab 9 - Pria Badjingan
10
LFTL Bab 10 - Yang Paling Terluka
11
LFTL Bab 11 - Pontang Panting
12
LFTL Bab 12 - Temani Aku Bertemu Ibumu
13
LFTL Bab 13 - Kita Hadapi Berdua
14
LFTL Bab 14 - Apa Aku Yang Salah
15
LFTL Bab 15 - Durian Runtuh
16
LFTL Bab 16 - Kuli Bangunan
17
LFTL Bab 17 - Cantik Sekali
18
LFTL Bab 18 - Mengekor Di Belakang
19
LFTL Bab 19 - Sosok Ayah
20
LFTL Bab 20 - Enak Sekali
21
LFTL Bab 21 - Mengikuti
22
LFTL Bab 22 - Semuanya Akan Baik-baik Saja Bagiku
23
LFTL Bab 23 - Menemukan Debarnya Lagi
24
LFTL Bab 24 - Mulai Darimana?
25
LFTL Bab 25 - Cinta
26
LFTL Bab 26 - Satu-satunya Orang
27
LFTL Bab 26 - Benang-benang Yang Telah Terputus
28
LFTL Bab 28 - Rumah Barumu
29
LFTL Bab 29 - Satu Nama
30
LFTL Bab 30 - Tak Mampu Dia Tebus
31
LFTL Bab 31 - Menyusuri Semua Luka Aruni
32
LFTL Bab 32 - Makin Banyak Bicara
33
LFTL Bab 33 - Membuka Setengah Jendela Kaca
34
LFTL Bab 34 - 19 Tahun
35
LFTL Bab 35 - Sedang Tidak Baik-baik Saja
36
LFTL Bab 36 - Pengacara
37
LFTL Bab 37 - Tak Pernah Usai
38
LFTL Bab 38 - Wanita Yang Merasa Hampa
39
LFTL Bab 39 - 1000 Alasan
40
LFTL Bab 40 - Diam-diam Tersenyum
41
LFTL Bab 41 - Satu Rahasia
42
LFTL Bab 42 - Petak Umpet
43
LFTL Bab 43 - Keceplosan
44
LFTL Bab 44 - Jalan Ini Sudah Benar
45
LFTL Bab 45 - Rerumputan Taman
46
LFTL Bab 46 - Wanita Karir
47
LFTL Bab 47 - Maukah Kamu Datang?
48
LFTL Bab 48 - Mulai Peduli
49
LFTL Bab 49 - Orang Yang Sama
50
LFTL Bab 50 - Nanti
51
LFTL Bab 51 - Terasa Ingin Meledak
52
LFTL Bab 52 - Tiga Hari Kemudian
53
LFTL Bab 53 - Kita Masih Punya Waktu
54
LFTL Bab 54 - Bahagia Atau Sedih
55
LFTL Bab 55 - Tidak Mau Mendengar Apapun
56
LFTL Bab 56 - Belajar Ikhlas
57
LFTL Bab 57 - Mengakhiri Semuanya
58
LFTL Bab 58 - Kenapa Memanggil Adrian Dengan Sebutan Tuan?
59
LFTL Bab 59 - Tidak Akan Punya Kuasa Apa-apa
60
LFTL Bab 60 - Beri Aku Pertanda
61
LFTL Bab 61 - Satu-satunya Harapan
62
LFTL Bab 62 - Menerima Semuanya
63
LFTL Bab 63 - Sekutu Anak Sendiri
64
LFTL Bab 64 - Ayah Dan Anak
65
LFTL Bab 65 - Mas Tidak Bohong?
66
LFTL Bab 66 - Potret Keluarga
67
LFTL Bab 67 - Terlepas Dari Genggaman
68
LFTL Bab 68 - Belajar Untuk Tidak Bohong
69
LFTL Bab 69 - Datang Lebih Cepat
70
LFTL Bab 70 - Sampai Puas
71
LFTL Bab 71 - Naura Abraham
72
Adrian dan Ansara

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!