Chapter 19 : Ilusi yang nyata

Ruang dimensi perlahan mulai berubah ke keadaan yang sebelumnya. Waktu juga ikut bergerak seiring Lara melepaskan pelukanya itu. Ramai suara di dalam ruangan mulai terdengar lagi, mata tiruan Aksara pun muncul kembali seolah dia mengetahui isi dalam pikiran Aksara saat ini.

"Andai kakak mengetahui isi hati aku sekarang ini, aku ingin terus berada di samping kakak, tapi aku tidak bisa menahan kakak untuk pergi. Selamat jalan kak, aku akan menunggu kepulangan mu kembali di sini, sehat selalu kakak terbaik ku," ucap Lara dalam hati seraya menatap haru wajah Aksara.

"Sampai bertemu kembali Asya," ucap Aksara mengetahui suara hati sang adik.

Aksara tersenyum tipis, dia tahu perpisahan ini akan terasa begitu berat bagi adiknya di sana. Sudah sangat lama sekali Aksara tidak melihat senyuman manis adiknya itu, dan sekarang dia sudah melihatnya walaupun hanya sesaat saja.

Waktu itu, para tamu undangan telah bersiap untuk pergi kembali ke wilayah dan negaranya sendiri, namun langkah mereka terhenti ketika mereka mendengar suara tembakan yang entah muncul dari mana.

Duarrr ....

Peluru tersebut melesat secepat kilat hingga menembus tubuh tuan David, si pengusaha sombong itu. Aksara bertindak cepat, dia melambatkan waktu di sana untuk melihat siapa si penembak itu.

"Ruang dimensi, gerbang pelindung dewa, terbuka ... ," Aksara membuka ruang dimensi untuk memindahkan para tamu undangan yang tak memiliki kekuatan di dalam jiwanya.

Lara ikut masuk ke dalam ruang dimensi bersama dengan para tamu undangan yang lainnya. Sebenarnya Lara juga memiliki kekuatan di dalam dirinya, namun Aksara terlalu khawatir karena saat ini dia tak dapat memastikan kekuatan musuhnya sekuat apa.

Waktu masih bergerak lambat, hingga mana dia mengetahui titik si penembak jitu misterius itu ada di mana.

"Tak ada jalan untuk lari lagi!", seru Aksara terlihat begitu menyeramkan.

Wusss ....

Aksara menghilang bagaikan kilatan cahaya. Ia pergi ke titik di mana si penembak jitu itu berada. Sang penembak jitu begitu terkejut ketika dia melihat tempat persembunyiannya telah diketahui oleh Aksara.

"Selamat menempuh hidup anda yang baru," ucapan peringatan yang sangat menakutkan telah digumamkan oleh Aksara.

Syattt ....

Aksara membuat energi biru ditangannya itu menjadi runcing, dan tingkat ketajamannya itu melebihi pedang mistik terkuat mana pun.

Lalu dengan seketika Aksara menusukan energi tersebut sampai menembus tubuh si penembak jitu. Senyap, tanpa suara, namun begitu sakit. Aksara adalah sang ahli pembuat jeritan, namun jeritan itu hanya bisa didengarkan lewat hati saja.

Waktu kembali normal.

"Hati-hati! mereka ada di mana-mana, mereka juga bukan penjahat biasa, tingkat kekuatan mereka setara dengan kekuatan kita," tegas Aksara yang telah kembali ke titik kejadian penembakan.

"Tuan Teja, apakah anda bisa mengeluarkan racun yang ada di dalam tubuh tuan David itu? racun tersebut bukan racun biasa," pinta Aksara tetap mempertahankan sikap elegannya itu seraya memperhatikan semua ruangan.

"Akan saya lakukan, serahkan semuanya kepada saya, tolong lindungi saya," ucap tuan Teja mulai memberikan pertolongan pertama kepada tuan David.

Tuan Teja terkejut ketika dia melihat racun mematikan itu sudah hampir menguasai tubuh tuan David.

Racun tersebut merupakan racun pembunuh tingkat atas, dan racun itu mampu melenyapkan nyawa seseorang hanya dalam hitungan detik saja.

"Ini racun yang mematikan! tuan Edson, tolong bantu saya untuk memperlambat waktu gerak racun ini, bila dibiarkan mengalir secepat ini, maka nyawa tuan David takan terlolong lagi," ucap tuan Teja seraya mengalirkan energi baiknya untuk menolong tuan David.

....

Tuan Edson meletakan tangannya di bahu tuan David, dan dengan seketika racun tersebut bergerak begitu lambat sekali.

"Sebaiknya anda bergegas tuan, saya tidak bisa menahannya lebih lama lagi," ucap tuan Edson terlihat fokus.

"Hema, keluarlah," ucap nyonya Shopia mengeluarkan senjata andalannya, yaitu Hema, beruang pelindung nyonya Shopia.

"Hema, tolong bantu rekan-rekan saya di sini, saya akan membantu tuan Teja dan tuan Edson terlebih dahulu," perintah nyonya Shopia kepada Hema.

Hema mengangguk, dia memahami instruksi yang diberikan oleh tuannya itu.

"Apa! hanya beruang kecil saja, apakah dia benar-benar bisa diandalkan Jes?", tanya salah satu rekan Justin.

"Tunggu dan perhatikan," ucap Justin tengah menunggu aksi Hema.

Hema mulai mengeluarkan kemampuannya, tubuhnya perlahan-lahan mulai membesar.

"Kamu sudah melihatnya kan? dia membutuhkan sedikit waktu untuk mengumpulkan energi alamnya," ucap Justin seraya tersenyum tipis.

Rekan-rekannya tercengang, beruang kecil itu berubah menjadi lebih besar, bahkan tinggi badan Hema melebihi tinggi badan tuan Edson.

"Sudah ditentukan, mereka berada di sekitaran rumah ayah, ini tidak bisa dibiarkan, kalau begitu ... , perisai pelindung tingkat pertama, terbuka," Aksara telah membuka perisai pelindung tingkat pertamanya.

Aksara melapisi titik tempat menggunakan kekuatan perisai tingkat pertama untuk memenjarakan para musuhnya di dalam sana.

Bila ada perisai pelindung ini, para musuh takan pernah bisa keluar dari perangkap Aksara. Tapi, bila mereka cukup kuat dan mampu memecahkan perisai pelindung itu, maka artinya mereka bisa dinyatakan selamat dari maut.

"Tidak mungkin! inikan ... , mengapa dia bisa menggunakan kemampuan sehebat ini? sebenarnya siapa orang itu, padahal kekuatan ini merupakan kekuatan tingkat tinggi, yang di mana hanya raja-raja terdahulu saja yang mampu menguasainya," ucap tuan Xiao terkejut kagum.

"Tidak mungkin! apakah masih ada pemaris kita yang nyasar ke negara Republik tuan? bukan kah ini salah satu kekutan legendaris yang pernah digunakan oleh para leluhur kita untuk melindungi negara C," ucap tuan Luo Jian merasa kagum juga.

"Entah siapakah dia, yang jelas saya yakin, bahwa dia merupakan keturunan dari leluhur kita dulu. Sekarang tidak ada waktu untuk kagum! kita semua harus bertarung bersama para penjahat yang katanya berbahaya," ucap tuan Xiao sudah bersiap menyambut musuhnya.

"Sudah lama sekali kita tidak bertarung bersama seperti inikan tuan?", tanya tuan Rou Xin seraya tersenyum tipis.

"Ya, saya sangat bersemangat sekali haha."

Tuan Xiao sepertinya sangat senang sekali, hingga pada akhirnya dia bisa mengeluarkan kembali semangat jiwa mudanya itu.

"Huahhh ... , sudah berapa lama saya menunggu, hingga pada akhirnya waktu ini datang juga. Tuan Edson, simpan terlebih dulu taring rapuh mu itu, sekarang waktunya sang harimau berburu," ucap tuan Erick berapi-api.

Tuan Erick terlihat emosional sekali, ia menunjukan taring tajamnya itu kepada semua orang. Kali ini beliau benar-benar serius sekali.

"Berisik ... !", teriak tuan Edson terlihat kesal.

"Tuan Edson!", teriak nyonya Shopia dan tuan Teja seirama.

Saking kesalnya tuan Edson kepada tuan Erick, sampai-sampai konsentrasinya dibuat menghilang. Tentu saja hal yang dilakukan oleh tuan Edson itu sangat fatal sekali, untung saja beliau bisa kembali fokus, hingga mana racun tersebut kembali stabil.

Episodes
1 Chapter 01 : Awal cerita
2 Chapter 02 : Sosok misterius
3 Chapter 03 : Jati diri
4 chapter 04 : Energi jahat dan energi baik
5 Chapter 05 : Pesan dari tuan Julian
6 Chapter 06 : 5 aliansi
7 Chapter 07 : Hari yang melelahkan
8 Chapter 8 : Clara dan semua aksinya
9 Chapter 09 : Tugas baru
10 Chapter 10 : Pertemuan besar
11 Chapter 11 : Dikuatkan oleh usaha
12 Chapter 12 : Alam dimensi
13 Chapter 13 : Mengambil kembali jiwa
14 Chapter 14 : Keluarga dari negara C
15 Chapter 15 : Unjuk kebolehan
16 Chapter 16 : Perkelahian
17 Chapter 17 : Kakak Dan Adik
18 Chapter 18 : Sang Adik
19 Chapter 19 : Ilusi yang nyata
20 Chapter 20 : Aksi Aksara
21 Chapter 21 : Kehebatan Aksara
22 Chapter 21 : Petarungan Sengit
23 Chapter 23 : Justin dan 2 rekannya
24 Chapter 24 : Pukulan Api Pemusnah
25 Chapter 25 : Julian dan Sean
26 Chapter 26 : Masih Berlanjut
27 Chapter 27 : Sisa kekuatan terakhir
28 Chapter 28 : Kekuatan Misterius
29 Chapter 29 : Satu Spesies yang sama
30 Chapter 30 : Pertarungan Shopia
31 Chapter 31 : Membunuh diri sendiri
32 Chapter 32 : Menentukan Jalan Hidup
33 Chapter 33 : Kenangan Di Masa Lalu
34 Chapter 34 : Nostalgia 1
35 Chapter 35 : Nostalgia 2
36 Chapter 36 : Nostalgia 3
37 Chapter 37 : Nostalgia 4
38 Chapter 38 : Nostalgia 5
39 Chapter 39 : Nostalgia 6
40 Chapter 40 : nostalgia 7
41 Chapter 41 : Nostalgia 8
42 Chapter 42 : Nostalgia 9
43 Chapter 43 : Nostalgia 10
44 Chapter 44 : Nostalgia 11
45 Chapter 45 : Nostalgia 12
46 Chapter 46 : Nostalgia 13
47 Chapter 47 : Nostalgia 14
48 Chapter 48 : Nostalgia 15
49 Chapter 49 : Akhir Nostalgia
50 Chapter 50 : Kecantikan yang mematikan
51 Chapter 51 : Perkelahian tuan Raga
52 Chapter 52 : Hadirnya leluhur sang iblis
53 Chapter 53 : Teriakan terakhir raja iblis
54 Chapter 54 : Terbukanya gerbang dimensi
55 Chapter 55 : Akhir pertemuan
56 Chapter 56 : Pemberontakan
57 Chapter 57 : Ledakan bom
58 Chapter 58 : Kehancuran
59 Chapter 59 : Si Jago Merah
60 Chapter 60 : Kembalinya sosok sahabat
61 Chapter 61 : Pencarian bukti
Episodes

Updated 61 Episodes

1
Chapter 01 : Awal cerita
2
Chapter 02 : Sosok misterius
3
Chapter 03 : Jati diri
4
chapter 04 : Energi jahat dan energi baik
5
Chapter 05 : Pesan dari tuan Julian
6
Chapter 06 : 5 aliansi
7
Chapter 07 : Hari yang melelahkan
8
Chapter 8 : Clara dan semua aksinya
9
Chapter 09 : Tugas baru
10
Chapter 10 : Pertemuan besar
11
Chapter 11 : Dikuatkan oleh usaha
12
Chapter 12 : Alam dimensi
13
Chapter 13 : Mengambil kembali jiwa
14
Chapter 14 : Keluarga dari negara C
15
Chapter 15 : Unjuk kebolehan
16
Chapter 16 : Perkelahian
17
Chapter 17 : Kakak Dan Adik
18
Chapter 18 : Sang Adik
19
Chapter 19 : Ilusi yang nyata
20
Chapter 20 : Aksi Aksara
21
Chapter 21 : Kehebatan Aksara
22
Chapter 21 : Petarungan Sengit
23
Chapter 23 : Justin dan 2 rekannya
24
Chapter 24 : Pukulan Api Pemusnah
25
Chapter 25 : Julian dan Sean
26
Chapter 26 : Masih Berlanjut
27
Chapter 27 : Sisa kekuatan terakhir
28
Chapter 28 : Kekuatan Misterius
29
Chapter 29 : Satu Spesies yang sama
30
Chapter 30 : Pertarungan Shopia
31
Chapter 31 : Membunuh diri sendiri
32
Chapter 32 : Menentukan Jalan Hidup
33
Chapter 33 : Kenangan Di Masa Lalu
34
Chapter 34 : Nostalgia 1
35
Chapter 35 : Nostalgia 2
36
Chapter 36 : Nostalgia 3
37
Chapter 37 : Nostalgia 4
38
Chapter 38 : Nostalgia 5
39
Chapter 39 : Nostalgia 6
40
Chapter 40 : nostalgia 7
41
Chapter 41 : Nostalgia 8
42
Chapter 42 : Nostalgia 9
43
Chapter 43 : Nostalgia 10
44
Chapter 44 : Nostalgia 11
45
Chapter 45 : Nostalgia 12
46
Chapter 46 : Nostalgia 13
47
Chapter 47 : Nostalgia 14
48
Chapter 48 : Nostalgia 15
49
Chapter 49 : Akhir Nostalgia
50
Chapter 50 : Kecantikan yang mematikan
51
Chapter 51 : Perkelahian tuan Raga
52
Chapter 52 : Hadirnya leluhur sang iblis
53
Chapter 53 : Teriakan terakhir raja iblis
54
Chapter 54 : Terbukanya gerbang dimensi
55
Chapter 55 : Akhir pertemuan
56
Chapter 56 : Pemberontakan
57
Chapter 57 : Ledakan bom
58
Chapter 58 : Kehancuran
59
Chapter 59 : Si Jago Merah
60
Chapter 60 : Kembalinya sosok sahabat
61
Chapter 61 : Pencarian bukti

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!