Penyelamatan

"Siapa kau? apa tujuan mu membajak kapal pesiar dan orang-orang yang tidak bersalah!"

Pria tersebut menyeringai "Semua ini untuk balas dendam pada kelurga Reno Mahesa dan anak-anak nya!"

"Dendam?!

"Baiklah, aku tidak ingin kau menebak-nebak siapa aku. Sebelum aku jemput ajal mu, kau harus tahu dulu siapa aku!" pekik pria itu sambil membuka kaca mata hitam.

Sungguh Vano terkejut dan hampir tidak mengenali sosok pria berwajah rusak. Satu bola mata biru itu telah hancur hingga menyisakan satu yang masih utuh.

"Matthew!! seru Vano.

"Bagus! kau sudah mengenali aku sekarang!"

"Kenapa kau tidak sudahi dendam di antara kelurga kita!" ucap Vano, berusaha menyadarkan Matthew.

"Semua ini tidak ada yang di untungkan. Aku ingin kita berdamai."

PLAKK!

Tangan Matthew begitu keras menampar wajah Vano, darah segar mengalir dari sudut bibirnya.

"Tidak ada kata damai sebelum kelurga mu semua mati di tangan ku!"

Mata Vano berubah merah menyala, ia menatap tajam ke arah Matthew "Percuma berbicara denganmu. Hatimu sudah di rasuki iblis!"

"DOR!!

"Aacchh! Vano terpekik saat timah panas menembus kakinya. Darah segar langsung mengalir deras.

"Itu adalah peringatan untuk mu! Aku tidak akan segan untuk menembak batok kepalamu!"

"Kau akan menyesal Matthew! ingatlah hari pembalasan ku kelak!" teriak Vano yang sudah habis kesabaran.

"Hari pembalasan?!" hahaha... "Jangan mimpi! Tidak akan ku biarkan kau hidup hari ini!"

Matthew mengarahkan pistol ke kening Vano. Pria blasteran bermata coklat itu menutup mata. Ia sudah pasrah bila harus mati di tangan Matthew.

"Pergilah kau ke akhirat!"

"DORR!

"Accchhh!

Suara tembakan berasal dari seseorang yang keluar dari dalam laut. Pria berpakaian penyelam berhasil menembak tangan Matthew. Ia berlari seraya menodongkan pistol ke arah Matthew.

"Brengsek! ! siapa kalian berani datang ke wilayah ku!

"Tak penting siapa aku! sekarang menyingkir lah bila tidak ingin berakhir menyedihkan! balas pria tersebut. Pria bertubuh kekar datang bersama tiga orang secara tiba-tiba sambil menodongkan moncong pistol ke arah Matthew. Pria tersebut membuka borgol Vano.

"Sial, kenapa kau lama sekali datang!

"Jejak mu tiba-tiba hilang, aku baru mengetahui kau di Sandra melihat dari layar jam yang berada di tangan mu!"

Vano melirik arloji di tangan nya "Ah, Sial! aku melupakan arloji pemberian mu."

"Serang!!!!!

Matthew berhasil menendang pria yang menodongkan pistol padanya, ia mengerahkan seluruh pasukannya untuk menyerang. Suara tembakan bersahut-sahutan menggema di Udara.

Sean memapah tubuh Vano yang susah berjalan, sebab tembakan Matthew tepat di kakinya. Sean dan Vano bersembunyi di belakang dinding.

"Tetap lah di sini, aku mau membantu anak buah ku!"

"Kau terlalu nekad, datang hanya berempat. Bagaimana bila anak buah mu tidak bisa mengalahkan mereka."

Sean menghela nafas panjang "Aku tidak ada pilihan lain, jalan udara akan di ketahui mereka. Makanya aku menggunakan jalur laut untuk menolong mu."

"Menyerah lah kalian, sebelum aku tembak! ketiga orang bodoh yang berani menyerang ku sudah ku lempar ke laut untuk makanan hiu!" teriak Matthew.

"Sial, anak buah ku tertembak semua! wajah Sean terlihat suram

"Tidak ada pilihan lain, kita lompat ke laut. Aku tidak ingin menyerah di tangan bajingan itu! titah Vano

"Apa kau yakin? kita tidak memiliki alat bantu selam. Kau sedang terluka Van."

"Hanya ini cara satu-satunya. Daripada kita menjadi bulan-bulanan Matthew. untuk saat ini kita mengalah, lain kali tidak akan aku biarkan bajingan itu lepas!" ucap Vano, sorot matanya ada bara dendam

"Cepet cari mereka, langsung tembak mati di tempat! Matthew terus berteriak, pasukan nya berpencar untuk mencari Sean dan Vano yang sedang bersembunyi.

"Mereka akan membunuh kita, Ayo Van naiklah ke punggung ku!"

"Aku masih bisa melompat ke dalam lautan. Ayo kita harus sampai di pinggir kapal!" Vano begitu bersemangat walaupun keadaan tidak baik.

Sean mengangguk, mereka mulai berjalan ke pinggiran kapal. Vano memaksakan kakinya terus berjalan meskipun rasa sakit begitu menyayat.

"Van ayo kita lompat! titah Sean saat sudah berada di pinggir

"Hey, kenapa kau diam? mereka sedang mencari kita." Sean menepuk bahu Vano.

"Safira! Vano mulai teringat akan sosok adik angkat nya

"Siapa Safira?!"

"Sean, kau pergilah! Aku tidak bisa meninggal kan adikku di sini!"

"Kau jangan bodoh Van, mereka akan membunuh mu bila masih bertahan di sini!" Sean menarik tangan Vano untuk segera melompat.

Vano menipis tangan kekar Sean "Adikku dalam bahaya, mereka akan menyakiti Safira!"

"Kita pikirkan nanti, yang terpenting selamatkan nyawa kita dulu!" seru Sean yang mulai terlihat kesal.

"Itu mereka, tembak! seru Matthew sambil berlari di ikuti anak buahnya.

"Ayo lompat!" titah Sean "Apa kau ingin mati sia-sia! karena kesal Sean mendorong tubuh Vano ke dalam lautan.

BYUUR..

BYUUR..

Mereka berdua masuk kedalam lautan. Tembakan terus di arahkan ke lautan dari atas kapal pesiar.

"Sial, mereka berhasil kabur!!! seru Matthew kesal.

💜💜💜💜

Ayok terus dukung karya bunda. jangan lupa untuk like setelah membaca, kasih bintang 5 untuk karya ini, Beri gift atau vote agar Author semangat menulis. 🥰🥰🥰

Terpopuler

Comments

Yuli a

Yuli a

sial bang..... dari dulu kalah terus.... tapi nggak nyerah-nyerah... mending lupain dendam nggak ada akhirnya.
mending duitnya buat oplas aja. biar ganteng lagi...
kalau emang situ ngerasa Reno yang salah, ya udah biar alam aja yang membalas...
tumben si Vano nggak kekeuh buat nyelamatin Safira.
tapi Vano udah banyak kena tembak gitu bisa sembuh Tah... kaki juga nggak bolong Tah..?🥰

2024-12-13

4

Irma Juniarti

Irma Juniarti

semoga Vano dan Sean selamat setelah terjun ke laut.gimana nasib Safira,kok bisa jadi Sandra si Matthew si Safira,kita harap Safira gak kenapa Napa,semoga ada keajaiban ada seseorang yg bisa membantu Safira yg disandera.semakin seru ceritanya bunda,ayok lanjut semangat lagi bundaaaa💪💪💪💪

2024-12-12

6

Biva Nurhuda

Biva Nurhuda

siapa yg akan membantu Vano dan Sean.
makin penasaran dan seru. ditunggu up-nya Bunda

2024-12-12

5

lihat semua
Episodes
1 Penyerangan
2 Sebuah Teka-teki
3 Ancaman
4 Jebakan
5 Bukan lawan yang tepat
6 Jebakan wanita licik
7 Dia Wanita ku
8 Menunggu hari pembalasan
9 Berharap mencintai
10 Sang primadona
11 Rahasia masa lalu
12 Pertemuan Yang di rindukan.
13 Mengutarakan isi hati
14 Pria pemberani
15 Pria bermata satu
16 Identitas tawanan
17 Bertemu musuh lama
18 Penyelamatan
19 Halusinasi
20 Petualangan Vano dan Sean
21 Pencarian
22 Bertemu seseorang
23 Kehilangan
24 Perlawanan Vano
25 Pencarian sang putra
26 Monster penunggu bukit
27 Perjanjian Vano dan Markus
28 Pertemuan yang tidak sengaja
29 Kedok wanita jahat
30 Keluar mulut Harimau, masuk ke sarang buaya.
31 Berkorban Nyawa
32 Perjuangan tiga sekawan
33 Pembebasan Luna
34 Menuju jalan pintas
35 Perkelahian
36 Titisan Dragon black
37 Kehilangan
38 Kehilangan part 2
39 Cinta atau Buta
40 Isi hati Safira
41 Kisah Safira
42 kisah Safira 2 (Merasa bersalah)
43 Hati yang mati
44 kecurigaan Safira
45 Lelah Hati
46 Mulai terkuak (Vana)
47 Membuat Onar
48 episode 48
49 Berani Melawan
50 Rencana jitu
51 Yang telah hilang, kini kembali.
52 Amarah Janeta
53 Ketahuan
54 Hidup atau mati
55 Masih ada perasaan
56 Cinta telah kembali
57 Rahasia Reyhan
58 Meregang nyawa
59 Menunggu hari pembalasan.
60 Menjadi Raja Xenzial
61 Harta karun
62 Desa Xenzial
63 Sebuah misi
64 Meninggalkan Desa misteri
65 Kembali pulang
66 Hanya halusinasi
67 Rencana jitu
68 Trauma masa lalu
69 Wanita yang sama
70 ketegaran Safira
71 Mari kita bercerai
72 Sulit melepaskan
73 Masa lalu Shella
74 Rencana busuk
75 Keakraban di mansion
76 Penguntit
77 Serangan
78 Cemburu
79 Perjodohan
80 Rencana Licik
81 Memilih pergi
Episodes

Updated 81 Episodes

1
Penyerangan
2
Sebuah Teka-teki
3
Ancaman
4
Jebakan
5
Bukan lawan yang tepat
6
Jebakan wanita licik
7
Dia Wanita ku
8
Menunggu hari pembalasan
9
Berharap mencintai
10
Sang primadona
11
Rahasia masa lalu
12
Pertemuan Yang di rindukan.
13
Mengutarakan isi hati
14
Pria pemberani
15
Pria bermata satu
16
Identitas tawanan
17
Bertemu musuh lama
18
Penyelamatan
19
Halusinasi
20
Petualangan Vano dan Sean
21
Pencarian
22
Bertemu seseorang
23
Kehilangan
24
Perlawanan Vano
25
Pencarian sang putra
26
Monster penunggu bukit
27
Perjanjian Vano dan Markus
28
Pertemuan yang tidak sengaja
29
Kedok wanita jahat
30
Keluar mulut Harimau, masuk ke sarang buaya.
31
Berkorban Nyawa
32
Perjuangan tiga sekawan
33
Pembebasan Luna
34
Menuju jalan pintas
35
Perkelahian
36
Titisan Dragon black
37
Kehilangan
38
Kehilangan part 2
39
Cinta atau Buta
40
Isi hati Safira
41
Kisah Safira
42
kisah Safira 2 (Merasa bersalah)
43
Hati yang mati
44
kecurigaan Safira
45
Lelah Hati
46
Mulai terkuak (Vana)
47
Membuat Onar
48
episode 48
49
Berani Melawan
50
Rencana jitu
51
Yang telah hilang, kini kembali.
52
Amarah Janeta
53
Ketahuan
54
Hidup atau mati
55
Masih ada perasaan
56
Cinta telah kembali
57
Rahasia Reyhan
58
Meregang nyawa
59
Menunggu hari pembalasan.
60
Menjadi Raja Xenzial
61
Harta karun
62
Desa Xenzial
63
Sebuah misi
64
Meninggalkan Desa misteri
65
Kembali pulang
66
Hanya halusinasi
67
Rencana jitu
68
Trauma masa lalu
69
Wanita yang sama
70
ketegaran Safira
71
Mari kita bercerai
72
Sulit melepaskan
73
Masa lalu Shella
74
Rencana busuk
75
Keakraban di mansion
76
Penguntit
77
Serangan
78
Cemburu
79
Perjodohan
80
Rencana Licik
81
Memilih pergi

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!