Pria bermata satu

Vano mengikuti langkah orang-orang suruhan pembajak dengan menuruni anak tangga dari besi. Mereka memasuki lorong yang panjang dan minim pencahayaan. Vano sangat tahu tempat ini, tempat paling bawah untuk penyimpanan barang-barang yang tidak terpakai.

Orang-orang itu mendorong tubuh Vano saat memasuki sebuah kamar kecil yang berada di ujung lorong.

"Kau nikmati hidup di dalam sana, mati sia-sia tanpa makanan dan minuman." Hahaha..

"Tunggu pembalasan ku! kalian pasti akan merangkak di bawah kaki ku! balas Vano dengan sorot mata tajam bagaikan mata elang.

"Jangan mimpi, sudah banyak orang yang mati di tempat ini karena kelaparan!" seru salah satu dari mereka. Lalu mereka terbahak sambil pergi meninggalkan Vano di dalam ruangan kecil yang sempit dan pengap.

"Sial! aku lupa tempat bawah ini. Gudang ini tidak memiliki ventilasi udara, bahkan untuk bernafas saja sangat sulit." Vano mundur-mandir di depan pintu yang tertutup.

Hari-hari Vano di bawah tekanan pria bandit berkumis, ia kerap kali memukul dan menghajar tubuh Vano hingga memar. Bahkan sudah tiga hari di dalam ruangan kecil yang pengap, Vano tidak mendapat makan dan minum.Tubuhnya mulai melemah, tetapi ia berusaha tegar dan kuat.

"Cepat, Hubungi kelurga mu sekarang. Berikan kami uang satu triliun serta emas batangan satu peti!

"Cihh! Vano meludah yang air liurnya sudah bercampur darah "Tidak semudah itu aku memberikan apa yang kalian inginkan! balas nya dengan tatapan suram.

"BUGH!

Kepalan tinju pria itu di layangkan ke perut Vano bertubi-tubi. Tubuh Vano yang sudah lemas tidak dapat menahan serangan dari bandit tersebut, hingga ia tersungkur ke lantai "Sepertinya kau memilih mati daripada menyerahkan sedikit kekayaan mu!" Bandit berkumis berjongkok sambil menarik kasar rahang Vano "Keluarga Mahesa memiliki ratusan triliun Dollar serta saham perusahaan di beberapa Negara. Kami hanya meminta secuil harta kelurga mu!"

"Ha-ha-ha-ha..." Vano terbahak-bahak, seakan puas mempermainkan bandit tersebut.

"Siapa orang di belakang kalian?! beritahu aku, kau bisa menikmati uang ku bila mau bekerja sama dengan ku?" ucap Vano bernegosiasi.

"Dasar pembual! kamu pikir aku bisa terhasut dengan bualan mu?! Kapten kami juga jutawan dan memiliki banyak dollar!"

"Kalau kapten kalian kaya raya, kenapa ingin merampok kami? orang-orang yang tidak bersalah kalian sandra!"

"Itu karena keluarga Mahesa telah menyinggung kapten kami!"

"Menyinggung? berarti benar, ada orang di belakang kalian!" tebak Vano yang mulai menemukan titik terang.

"Bos! seseorang datang dengan tergesa sambil memanggil bandit berkumis itu.

"Ada apa?!"

Pria tersebut berbisik dan hanya mereka berdua yang tahu. "Baiklah, aku segera kembali!"

Sebelum pergi sang bandit menatap Vano dengan tajam "Aku beri waktu sampai besok, bila kau tidak memberikan apa yang kami inginkan. Kami akan membuang mu ke laut untuk jadi makanan ikan hiu! gertak nya, lalu pergi meninggalkan Vano dengan tubuh dan wajah penuh luka.

Pintu kembali di kunci dari luar, kini Vano sendirian sambil terus merenung. "Aku harus bisa keluar dari tempat ini, sebelum nyawa ku terancam. Yang pertama aku harus buka borgol ini!"

"Aku tidak akan memberikan apa yang mereka inginkan, mereka mengincar kekayaan kelurga Mahesa dan ingin menghancurkan perusahaan Daddy! tangan Vano terkepal kuat meskipun sekujur tubuhnya penuh luka. "Aku harus kuat dan tidak boleh menyerah." Vano menghela nafas panjang "Apakah daddy sudah tahu keadaan ku sekarang?"

Pria bermata coklat terus berpikir dan mencari akal. Ia mulai lelah dan menyandarkan tubuhnya ke dinding.

"Arabella.."

Dalam lamunan nya, terlintas wajah cantik Arabella sedang berjalan dan menghampiri dirinya.

"Pa-pa..." Bocah berusia dua tahun itu terus memanggil namanya. Wajah polos berambut pirang itu memakai jepitan berwarna pink.

"Pa-pa.."

"Arabella, sini sayang.. peluk Papa."

Bocah cantik berambut pirang itu berjalan ke arah Vano, dan mereka saling berpelukan erat, seakan ada kerinduan yang terdalam.

"Arabella... " Tiba-tiba Vano tercengang, karena memeluk dirinya sendiri. Ia baru saja tertidur beberapa jam dan bermimpi kedatangan Arabella yang tiba-tiba menghilang begitu saja.

"Jepitan rambut? gumamnya pelan

"Aku sudah menemukan cara untuk membuka borgol ini. Ya.. penjepit rambut!

"Arabella, terima kasih sayang. Di saat terjepit pun kau hadir memberikan bantuan pada papa."

Vano mulai berdiri dan mencari sesuatu yang bisa di gunakan untuk membuka borgol. "Sial, aku susah bernafas! makinya pada diri sendiri. keringat mulai bercucuran membasahi dahi dan tubuhnya.

"Menyesal dulu aku tidak membuat gudang ini ventilasi udara!" karena kesal Vano menendang benda di depannya. Suara kaleng begitu nyaring terdengar di dalam ruangan.

"Tolong... lepaskan aku.." terdengar suara lirih seorang wanita di samping gudang.

Vano tercengang dan mengamati suara rintihan seorang wanita.Dengan perlahan ia tempelkan telinga ke dinding untuk memastikan pendengaran nya.

"Tolong... tolong aku.." Hiks..

"Benar! ada suara wanita di samping gudang. Sejak kapan ada wanita disini? apakah saat aku tertidur tadi?" Vano menerka-nerka.

"Hey! kamu siapa? apa kamu sandraan juga?" tanya Vano mulai berinteraksi.

Seketika suara itu terhenti. Vano berusaha bertanya sambil terus berbicara. "Kamu tidak usah takut, aku juga sandraan para bandit itu."

"Hiks.. hiks.. hiks..

Vano masih mendengar suara isak tangisan wanita tersebut, tetapi ia tidak bisa di ajak bicara.

"Kamu jangan bersedih, kita pasti akan keluar dari sini."

Sementara di sebuah ruangan yang tertutup, seorang pria duduk di singgasana sambil menghisap kuat cerutu di bibir nya, lalu ia menjentikkan bara api di atas rokok.

"Kapten, selamat datang. Maaf kami tidak tahu kalau kapten akan datang secepat ini." bandit berkumis tebal membungkuk untuk memberi hormat.

pria tersebut memutar kursi kedepan. Wajah gelap di liputi aura dingin. Wajahnya masih terlihat guratan ketampanan, meski ada bekas luka bakar dii wajah, satu matanya tertutup kain hitam. Ia bangkit dari duduk sambil berjalan ke arah si bandit.

"Apa kau sudah mendapatkan apa yang aku inginkan?!"

"Ma-af tuan, saya sudah berusaha menggertak dan memukulinya agar dia memberikan emas satu peti serta uang satu triliun dollar."

"PLAK!!

Pria bermata satu menampar si bandit berkali-kali "Bodoh! aku ingin dia mati dan mengalami penderitaan sama seperti yang aku rasakan dulu!"

"Ta-tapi Kapten, bukankah tujuan kita merampas harta mereka sampai mereka bangkrut?"

"Itu benar! tetapi aku memiliki dendam dengan pria ini! pria bermata satu mengenalkan tangannya kuat.

"Aku ingin, kau kuliti dia hidup-hidup di bawah terik matahari besok, biarkan tubuhnya menjadi umpan ikan hiu. Lalu ceburkan dia ke dalam lautan dengan kaki dan tangan terikat."

"Apa kita tidak jadi meminta tebusan pada kelurga Mahesa, kapten?"

Pria bermata satu menarik baju sang bandit "Bodoh! yang kau pikirkan hanya uang! teriaknya di depan wajah si bandit "Lihat wajah ku! dendam ku tidak akan padam sebelum anak-anak Reno mati satu persatu di tangan ku!'

"Ba-ik.. ba-ik kapten!"

Pria bermata satu melepas jeratannya, membuat si bandit terbatuk-batuk, karena hampir tidak bisa bernafas.

"Aku ingin melihat pertunjukan besar besok. Setelah itu aku baru puas! hahaha...

Pria bermata satu meninggalkan ruangan tersebut dengan penuh kemenangan.

💜💜💜💜

All.. yuk dukung terus karya bunda, dengan cara LIKE setelah membaca, jangan lupa bantu VOTE/GIFT, RATE BINTANG 5, DAN KOMENTAR YANG MEMBANGUN. MAKASIH 🥰🥰🥰

Terpopuler

Comments

yatun divia

yatun divia

Makin seru aja ceritanya dan selalu bikin penasaran ..siapakah pria bermata satu yg sangat dendam pada Reno dan keluaraganya dan siapa jg wanita yg menjadi sandraan mereka 🤔🤔

2024-12-14

2

Yuli a

Yuli a

masih musuh lama...
siapa ya...
kalau Matthew kan dendamnya sama Vana.
apakah mungkin komplotan Shasa...
arabella rambutnya pirang...🥰🥰🥰
pasti cantik banget.

2024-12-07

3

Zainab Ddi

Zainab Ddi

siapa ya wanita yg dikurung itu itu semoga Reno visa menyelamatkan Vano

2024-12-07

5

lihat semua
Episodes
1 Penyerangan
2 Sebuah Teka-teki
3 Ancaman
4 Jebakan
5 Bukan lawan yang tepat
6 Jebakan wanita licik
7 Dia Wanita ku
8 Menunggu hari pembalasan
9 Berharap mencintai
10 Sang primadona
11 Rahasia masa lalu
12 Pertemuan Yang di rindukan.
13 Mengutarakan isi hati
14 Pria pemberani
15 Pria bermata satu
16 Identitas tawanan
17 Bertemu musuh lama
18 Penyelamatan
19 Halusinasi
20 Petualangan Vano dan Sean
21 Pencarian
22 Bertemu seseorang
23 Kehilangan
24 Perlawanan Vano
25 Pencarian sang putra
26 Monster penunggu bukit
27 Perjanjian Vano dan Markus
28 Pertemuan yang tidak sengaja
29 Kedok wanita jahat
30 Keluar mulut Harimau, masuk ke sarang buaya.
31 Berkorban Nyawa
32 Perjuangan tiga sekawan
33 Pembebasan Luna
34 Menuju jalan pintas
35 Perkelahian
36 Titisan Dragon black
37 Kehilangan
38 Kehilangan part 2
39 Cinta atau Buta
40 Isi hati Safira
41 Kisah Safira
42 kisah Safira 2 (Merasa bersalah)
43 Hati yang mati
44 kecurigaan Safira
45 Lelah Hati
46 Mulai terkuak (Vana)
47 Membuat Onar
48 episode 48
49 Berani Melawan
50 Rencana jitu
51 Yang telah hilang, kini kembali.
52 Amarah Janeta
53 Ketahuan
54 Hidup atau mati
55 Masih ada perasaan
56 Cinta telah kembali
57 Rahasia Reyhan
58 Meregang nyawa
59 Menunggu hari pembalasan.
60 Menjadi Raja Xenzial
61 Harta karun
62 Desa Xenzial
63 Sebuah misi
64 Meninggalkan Desa misteri
65 Kembali pulang
66 Hanya halusinasi
67 Rencana jitu
68 Trauma masa lalu
69 Wanita yang sama
70 ketegaran Safira
71 Mari kita bercerai
72 Sulit melepaskan
73 Masa lalu Shella
74 Rencana busuk
75 Keakraban di mansion
76 Penguntit
77 Serangan
78 Cemburu
79 Perjodohan
80 Rencana Licik
81 Memilih pergi
Episodes

Updated 81 Episodes

1
Penyerangan
2
Sebuah Teka-teki
3
Ancaman
4
Jebakan
5
Bukan lawan yang tepat
6
Jebakan wanita licik
7
Dia Wanita ku
8
Menunggu hari pembalasan
9
Berharap mencintai
10
Sang primadona
11
Rahasia masa lalu
12
Pertemuan Yang di rindukan.
13
Mengutarakan isi hati
14
Pria pemberani
15
Pria bermata satu
16
Identitas tawanan
17
Bertemu musuh lama
18
Penyelamatan
19
Halusinasi
20
Petualangan Vano dan Sean
21
Pencarian
22
Bertemu seseorang
23
Kehilangan
24
Perlawanan Vano
25
Pencarian sang putra
26
Monster penunggu bukit
27
Perjanjian Vano dan Markus
28
Pertemuan yang tidak sengaja
29
Kedok wanita jahat
30
Keluar mulut Harimau, masuk ke sarang buaya.
31
Berkorban Nyawa
32
Perjuangan tiga sekawan
33
Pembebasan Luna
34
Menuju jalan pintas
35
Perkelahian
36
Titisan Dragon black
37
Kehilangan
38
Kehilangan part 2
39
Cinta atau Buta
40
Isi hati Safira
41
Kisah Safira
42
kisah Safira 2 (Merasa bersalah)
43
Hati yang mati
44
kecurigaan Safira
45
Lelah Hati
46
Mulai terkuak (Vana)
47
Membuat Onar
48
episode 48
49
Berani Melawan
50
Rencana jitu
51
Yang telah hilang, kini kembali.
52
Amarah Janeta
53
Ketahuan
54
Hidup atau mati
55
Masih ada perasaan
56
Cinta telah kembali
57
Rahasia Reyhan
58
Meregang nyawa
59
Menunggu hari pembalasan.
60
Menjadi Raja Xenzial
61
Harta karun
62
Desa Xenzial
63
Sebuah misi
64
Meninggalkan Desa misteri
65
Kembali pulang
66
Hanya halusinasi
67
Rencana jitu
68
Trauma masa lalu
69
Wanita yang sama
70
ketegaran Safira
71
Mari kita bercerai
72
Sulit melepaskan
73
Masa lalu Shella
74
Rencana busuk
75
Keakraban di mansion
76
Penguntit
77
Serangan
78
Cemburu
79
Perjodohan
80
Rencana Licik
81
Memilih pergi

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!