Bertemu musuh lama

Terik matahari begitu menyengat tubuh Vano, ia di ikat pada tiang penyangga di atas kapal. Tubuhnya bertelanjang dada, keringat bercampur darah terus bercucuran.

"Cambuk dia!!!

Suara cambukan terdengar keras di kulit Vano, ia tidak berteriak atau meminta tolong. Rasa sakit dan perih ia tahan, kedua tangan yang di borgol ke belakang tiang ia kepal kuat, untuk meredakan rasa pedih. urat-urat di sekujur terlihat menonjol akibat amarah yang terpendam.

Vano di hadapkan pada dua pilihan yang membingungkan. Mati sia-sia atau melompat ke dalam laut yang kedalaman nya mencapai lima ribu kaki.

"Safira..." gumam nya pelan.

"Semoga kau baik-baik saja, mereka tidak boleh menyentuh atau menyakiti mu. Bila itu terjadi, aku orang pertama yang akan menghabisi mereka! seru Vano dalam hati.

"Terus cambuk dia!" seru pria tubuh gempal.

Pria tersebut berdiri di depan Vano sambil menyantap ayam panggang. Tubuh gempal berkumis tebal, begitu makan dengan lahap. Ia menghampiri Vano dengan seringai di wajahnya. "Bagaimana? apa kamu sudah pikirkan? berikan kami uang dan Emas batangan."

Wajah Vano yang tertunduk langsung terangkat, raut wajah suram menatap tajam pria gempal di depannya.

"Cukup! pria tersebut menghentikan anak buahnya agar tidak mencambuk lagi.

"Di mana wanita itu?! Tanya Vano lemah, bibirnya sudah membiru dan kaku.

"Sudah mau mati pun masih memikirkan wanita!"

"Aku berjanji akan memberikan apapun yang kau minta, tapi bebaskan wanita tahanan itu."

"Ada hubungan apa kau dengan wanita cantik itu? apa kau juga menyukainya?" hahahaha...

Vano terdiam, ia tidak ingin Safira menjadi target para perampok tersebut. Lebih baik ia berpura-pura tidak mengenalnya.

"Kau katakan dulu, hubungan mu dengan wanita cantik itu, baru aku akan melepaskan nya."

Mata sayu Vano menatap lekat pria berkumis, lalu ia menggeleng lemah "Aku tidak mengenalnya, aku hanya kasihan padanya."

"Bohong! kau pasti mengenalnya, mana ada laki-laki yang tidak di kenal mau menyerahkan hartanya demi wanita yang baru saja di temuin."

"Itu terserah padamu. Aku hanya memberikan mu tawaran. Bila tidak mau aku tidak memaksa."

Pria gempal itu berpikir berulang kali, kakinya berjalan mondar-mandir.

"Aku akan memberikan 2x lipat, asalkan kau bebaskan aku dan wanita itu! Vano berusaha bernegosiasi, ia tahu kalau pria berkumis dan anak buahnya hanyalah orang-orang bayaran yang membutuhkan uang. Untuk sementara Vano berusaha membebaskan dirinya dan Safira. Baru setelah itu membebaskan para tawanan.

"Apa ucapan mu bisa di percaya?" tanya pria berkumis sedikit ragu.

"Berikan ponsel mu, hubung kan aku dengan daddy ku."

Pria berkumis berpikir kembali, bayangan uang triliunan beserta emas satu peti sudah terbayang-bayang di otaknya. Lalu ia menyunggingkan senyuman.

"Baiklah, asalkan kau tidak ingkar janji!"

"Bos! apa yang kau lakukan? ingin membebaskan tawanan ini? Kapten tidak akan mengampuni kita!" salah satu anak buahnya memperingati.

"Diam kau! kita akan mendapatkan banyak uang dan Emas! seharusnya kau senang, kita akan kaya raya!" ha-ha-ha....

"DOR!

"DOR!

"DOR!

Tembakan mendarat tepat di kening, jantung dan perut sang ketua bandit. Seketika pria itu ambruk dan jatuh ke lantai.

"Dasar penghianat! berani kau bermain di belakang ku! seru pria berkaca mata hitam. Pria tersebut menatap belati pada Vano. Wajah yang sedikit rusak ia tampakan di depan Vano.

Melihat pria tersebut, kening Vano mengerut seakan ia mengenal sosok pria yang baru saja membunuh si bandit.

Pria berkaca mata berjalan mendekati Vano, ia menarik rahang Vano kuat, hingga Kuku-kuku tajam menembus kulitnya. "Apa kau ingat siapa aku?! pria tersebut bertanya penuh penekanan.

"Siapa kau? apa tujuan mu membajak kapal pesiar dan orang-orang yang tidak bersalah!"

Pria tersebut menyeringai "Semua ini untuk balas dendam pada kelurga Reno Mahesa dan anak-anak nya!"

"Dendam?!

"Baiklah, aku tidak ingin kau menebak-nebak siapa aku. Sebelum aku jemput ajal mu, kau harus tahu dulu siapa aku!" pekik pria itu sambil membuka kaca mata hitam.

Sungguh Vano terkejut dan hampir tidak mengenali sosok pria berwajah rusak. Satu bola mata biru itu telah hancur hingga menyisakan satu yang masih utuh.

"Matthew!! seru Vano.

💜💜💜💜

Ayok terus dukung karya bunda. jangan lupa untuk like setelah membaca, kasih bintang 5 untuk karya ini, Beri gift atau vote agar Author semangat menulis. 🥰🥰🥰

Terpopuler

Comments

Yuli a

Yuli a

waow.... ternyata Mattew....
padahal saat itu vana yang berurusan sama Matthew... tapi dendamnya sama semua anak reno Mahesa...
kejam banget bang Matthew,.. kenapa nggak operasi wajah aja bang...? biar nggak serem gitu.. kan banyak duit.
nggak akan bisa ngalahin macan Asia bang, mending tobat aja...

2024-12-11

7

Dina Yuwita

Dina Yuwita

Astaghfirullah bang Mamat!!! pantesan semalem kamu buru-buru pergi abis satu ronde, mana gelap-gelapan lagi, nggak kayak biasanya. ternyata mata kamu🥺 Balikin nggak Bun😭 setelah skian lama menghilang, pas balik tau² matanya ilang satu😭😭

2024-12-11

5

Irma Juniarti

Irma Juniarti

bener kan si Matthew,tak kira dia dah mati,ternyata dia masih hidup.gak tobat2 juga nich orang,hayo Vano semangat💪 kerahkan tenaga dalammu buat hancurin si Matthew jangan biarkan dia hidup.
bunda ayok lanjut semangat💪💪 kembali🥰

2024-12-11

5

lihat semua
Episodes
1 Penyerangan
2 Sebuah Teka-teki
3 Ancaman
4 Jebakan
5 Bukan lawan yang tepat
6 Jebakan wanita licik
7 Dia Wanita ku
8 Menunggu hari pembalasan
9 Berharap mencintai
10 Sang primadona
11 Rahasia masa lalu
12 Pertemuan Yang di rindukan.
13 Mengutarakan isi hati
14 Pria pemberani
15 Pria bermata satu
16 Identitas tawanan
17 Bertemu musuh lama
18 Penyelamatan
19 Halusinasi
20 Petualangan Vano dan Sean
21 Pencarian
22 Bertemu seseorang
23 Kehilangan
24 Perlawanan Vano
25 Pencarian sang putra
26 Monster penunggu bukit
27 Perjanjian Vano dan Markus
28 Pertemuan yang tidak sengaja
29 Kedok wanita jahat
30 Keluar mulut Harimau, masuk ke sarang buaya.
31 Berkorban Nyawa
32 Perjuangan tiga sekawan
33 Pembebasan Luna
34 Menuju jalan pintas
35 Perkelahian
36 Titisan Dragon black
37 Kehilangan
38 Kehilangan part 2
39 Cinta atau Buta
40 Isi hati Safira
41 Kisah Safira
42 kisah Safira 2 (Merasa bersalah)
43 Hati yang mati
44 kecurigaan Safira
45 Lelah Hati
46 Mulai terkuak (Vana)
47 Membuat Onar
48 episode 48
49 Berani Melawan
50 Rencana jitu
51 Yang telah hilang, kini kembali.
52 Amarah Janeta
53 Ketahuan
54 Hidup atau mati
55 Masih ada perasaan
56 Cinta telah kembali
57 Rahasia Reyhan
58 Meregang nyawa
59 Menunggu hari pembalasan.
60 Menjadi Raja Xenzial
61 Harta karun
62 Desa Xenzial
63 Sebuah misi
64 Meninggalkan Desa misteri
65 Kembali pulang
66 Hanya halusinasi
67 Rencana jitu
68 Trauma masa lalu
69 Wanita yang sama
70 ketegaran Safira
71 Mari kita bercerai
72 Sulit melepaskan
73 Masa lalu Shella
74 Rencana busuk
75 Keakraban di mansion
76 Penguntit
77 Serangan
78 Cemburu
79 Perjodohan
80 Rencana Licik
81 Memilih pergi
Episodes

Updated 81 Episodes

1
Penyerangan
2
Sebuah Teka-teki
3
Ancaman
4
Jebakan
5
Bukan lawan yang tepat
6
Jebakan wanita licik
7
Dia Wanita ku
8
Menunggu hari pembalasan
9
Berharap mencintai
10
Sang primadona
11
Rahasia masa lalu
12
Pertemuan Yang di rindukan.
13
Mengutarakan isi hati
14
Pria pemberani
15
Pria bermata satu
16
Identitas tawanan
17
Bertemu musuh lama
18
Penyelamatan
19
Halusinasi
20
Petualangan Vano dan Sean
21
Pencarian
22
Bertemu seseorang
23
Kehilangan
24
Perlawanan Vano
25
Pencarian sang putra
26
Monster penunggu bukit
27
Perjanjian Vano dan Markus
28
Pertemuan yang tidak sengaja
29
Kedok wanita jahat
30
Keluar mulut Harimau, masuk ke sarang buaya.
31
Berkorban Nyawa
32
Perjuangan tiga sekawan
33
Pembebasan Luna
34
Menuju jalan pintas
35
Perkelahian
36
Titisan Dragon black
37
Kehilangan
38
Kehilangan part 2
39
Cinta atau Buta
40
Isi hati Safira
41
Kisah Safira
42
kisah Safira 2 (Merasa bersalah)
43
Hati yang mati
44
kecurigaan Safira
45
Lelah Hati
46
Mulai terkuak (Vana)
47
Membuat Onar
48
episode 48
49
Berani Melawan
50
Rencana jitu
51
Yang telah hilang, kini kembali.
52
Amarah Janeta
53
Ketahuan
54
Hidup atau mati
55
Masih ada perasaan
56
Cinta telah kembali
57
Rahasia Reyhan
58
Meregang nyawa
59
Menunggu hari pembalasan.
60
Menjadi Raja Xenzial
61
Harta karun
62
Desa Xenzial
63
Sebuah misi
64
Meninggalkan Desa misteri
65
Kembali pulang
66
Hanya halusinasi
67
Rencana jitu
68
Trauma masa lalu
69
Wanita yang sama
70
ketegaran Safira
71
Mari kita bercerai
72
Sulit melepaskan
73
Masa lalu Shella
74
Rencana busuk
75
Keakraban di mansion
76
Penguntit
77
Serangan
78
Cemburu
79
Perjodohan
80
Rencana Licik
81
Memilih pergi

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!