Acara di dalam room sudah di mulai oleh PT Mega bintang sebagai pemilik perusahaan properti dan perhotelan terbesar kedua di Asia. PT tersebut sedang mengagendakan kerja sama dengan para client dari perusahaan yang tepat.
Satu persatu perwakilan dari perusahaan mulai presentasi di depan podium dan menjelaskan berbagai keuntungan. Vana yang terlihat tenang dan santai mulai terganggu dengan tatapan seorang pria. Ia membalas tatapan tersebut sambil mengingat wajah pria yang baru pertama kali ia lihat.
"Wajah itu mirip dengan pria yang menolong ku waktu itu. Apakah pria ini__"
"Zee.. fokus ke depan, jangan melihat yang lain." tegur Kenzo yang melihat Vana mulai tidak fokus.
Vana mengalihkan pandangan ke depan podium dan mendengarkan dengan seksama perwakilan dari beberapa PT yang ikut bergabung dan ingin memenangkan tender. Sebenernya Vana sudah tidak fokus dan bertanya-tanya dalam hati, siapa pria tampan yang duduk di seberang paling pojok.
Kini giliran Vana yang harus maju dan memberikan ulasan di depan podium sebagai salah satu mitra yang ingin bekerja sama dengan PT Mega Bintang.
"Wah gawat, materi yang sudah di siapkan Daniel tidak ada?" vana terlihat gusar seraya mencari lembaran yang sedang ia pegang.
"Zee ada apa?! Kenzo bertanya dengan alis saling bertautan.
"Lembaran untuk presentasi hilang?"
"Bagaimana mungkin bisa hilang? bukan kah sudah kau persiapkan sebelumnya."
"Ada beberapa lembaran yang tercecer, aku harus mencarinya." mata bulat itu menunduk ke bawah dan mencari lembaran yang mungkin saja terjatuh.
"Nona Zevana Alea Mahesa dari PT Mahesa grup silahkan kedepan untuk presentasi." salah seorang pria mempersilahkan Vana untuk maju.
"Bagaimana ada tidak?"
"Tidak ada!
"Kau sudah di panggil untuk presentasi Zee."
Vana membuang nafas kasar, lalu berdiri sambil memegang map berisi lembaran presentasi.
"Semangat Zee, aku yakin kamu pasti bisa walaupun lembaran itu tidak lengkap."
Vana mengangguk dan berjalan ke arah podium. Layar proyektor mulai di nyalakan, gadis cantik berkulit putih susu itu mulai menjelaskan poin-poin kerja sama dan keuntungan kedua belah pihak bila memenangkan tender. Tetapi di pertengahan Vana terhenti, karena lembaran yang hilang membuat pikirannya kacau. ia tidak punya bahan untuk menjelaskan meskipun otak nya sudah di putar.
"Kalau tidak siap untuk bersaing, lebih baik mundur!" cetus salah seorang pria.
"CEO cantik tetapi tidak secerdas ayahnya." sindir yang lainnya.
Kenzo yang mendengar sindiran itu mengepalkan tangannya, ia hampir saja menggebrak meja, tetapi Vana gelengkan kepala sebagai isyarat.
"Nona Zevana, apa anda membutuhkan saran dari kami?" hehehe..
Olok-olok terus mereka lemparkan kearah Vana. Tetapi tidak membuat Vana gentar dan mundur.
"Baiklah saya ingin bertanya pada anda bertiga. Bila berada di posisi saya tetapi materi yang sudah di siapkan hilang, apakah anda bisa berpikir dengan jernih?"
"Tentu saja, karena kami menempuh pendidikan di Jerman dan bisa presentasi di luar kepala." ujar pria berkaca mata tebal jumawa.
"Baiklah, saya bisa melakukan presentasi tanpa selembar kertas pun!" Vana menyobek lembaran kertas di tangan nya dan membuat semua orang terkejut, tetapi tidak dengan pria berwajah oriental yang sejak tadi mengamati Vana, bibirnya menyinggung kan senyuman.
Vana berorientasi tanpa teks, ia mengambil USB dari saku dress dan menyalakan proyektor. Dengan gaya elegant Vana menampilkan berbagai kota di mana sang Daddy pernah membangun sebuah perhotelan, rumah sakit, perkantoran dll. Semua orang yang berada di dalam room berdecak kagum dengan penjelasan Vana yang seperti sudah berpengalaman.Ketiga pria yang tadi mengolok-olok dirinya mulai ciut dan keringat dingin.
Semua bertepuk tangan sambil berdiri setelah Vana selesai presentasi. Sementara pria-pria yang mengolok-olok dirinya berwajah suram tanpa ekspresi.
Setelah menunggu dua jam, akhirnya PT Mega bintang mengumumkan kerja sama dengan PT Mahesa grup. Vana tersenyum bangga karena sudah memenangkan tender berjumlah triliunan.
"Vana tunggu!
Seseorang memanggil Vana saat gadis itu ingin masuk kedalam Sedan. Wanita itu menoleh dan terlihat raut wajah datar.
"Van, selamat ya sudah memenangkan tender." pria tersebut mengulurkan tangan nya saat sudah berdiri didepan Vana.
Wanita itu tidak menerima uluran tangannya, hanya senyuman tipis sebagai balasan.
"Terima kasih Revan." ucap nya datar seraya membuka pintu mobil.
"Van tunggu! Revan menarik tangan Vana "Apa kau masih marah padaku? please bicara lah sebentar saja. Aku ingin kita baik-baik seperti dulu."
Vana menepis tangan Revan "Tolong, jangan pernah tampakan wajah mu lagi di depan ku."
"Van, aku harus apa agar kau bisa memaafkan aku?"
"Aku sudah memaafkan mu, walaupun kamu berpura-pura tidak mengenal ku saat bersama wanita tunangan mu!"
Glek! Revan menelan ludah kasar, ia baru menyadarinya sekarang. Perbuatan dulu telah menyakiti Vana, andaikan waktu bisa di ulang kembali ia tidak akan sebodoh itu mengikuti kemauan Shella dan meninggalkan Vana juga Reno yang sudah menganggap nya keluarga.
"Aku harus apa agar bisa kembali baik seperti dulu."
Vana tersenyum kecut "Kau tidak perlu berbuat baik di depan ku. Aku tidak ingin melihat belakang lagi."
Saat tubuh Vana masuk kedalam mobil, Revan nekat menarik tangan Vana kembali, seakan tidak rela wanita cantik itu pergi.
"Lepaskan tangan wanita ku! seru Kenzo seraya menarik kerah baju Revan. Bola mata Revan membesar saat Kenzo menyebut Vana wanita nya.
"Kau hanya seorang supir! jangan ikut campur urusan ku dengan vana!" teriak Revan berusaha menarik tangan Kenzo dari kerah bajunya.
"Kau adalah laki-laki pengecut yang meninggalkan Zee dan tuan Reno dalam bahaya di hutan larangan!"
Revan semakin terkejut dengan penuturan Kenzo "Siapa kamu?! apa hubungan mu dengan kisah di Jepang?"
"Tentu saja aku tahu semuanya!"
Bola mata Revan menatap Vana seakan meminta penjelasan. "Van, katakan padaku. Ada hubungan apa kau dan om Reno dengan pria ini?!"
"Kenzo lepaskan dia, ayo kita pulang."
Kenzo melepas tangannya dan mendorong tubuh Revan agar menjauhi Vana. Lalu ia menutup pintu mobil setelah Vana masuk. Kenzo masuk kedalam mobil dan duduk di depan kemudi.
Revan mengetuk-ngetuk kaca mobil sambil berlari mengikuti mobil yang mulai berjalan. "Vana dengarkan aku dulu, aku akan ceritakan semuanya pada mu!"
"Vana!!! teriak Revan saat mobil melaju dengan cepat meninggalkan Revan Yang berdiri dengan rasa bersalah. Pria itu menendang angin karena kesal, ia telah hilang kesempatan untuk berbicara dengan Vana,
"Aku akan ceritakan semuanya pada mu Van, kalau guru Lee telah berkolaborasi untuk menghancurkan kelurga mu." ucap Revan pelan, kedua tangannya mengepal kuat.
💜💜💜
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 81 Episodes
Comments
Sindy Sintia
ternyata yg tulus cuma babang Nathan .tapi aku nunggu bab dimana Nathan dinyatakan bukan anak Thomas ,,
2024-11-24
4
Yuli a
kalau guru Lee berkolaborasi untuk menghancurkan keluarga Reno, berarti Kenzo juga terlibat... wah... parah nih...
tetep Nathan yang terbaik dalam hidup vana... ayo lah, kapan mereka bertemunya... lama banget ya...
2024-11-24
4
Zainab Ddi
ooh kalo guru lee jahat berarti Kenzo jg jahat dong wah musuh dalam.selmut nih Kenzo dan kakeky
2024-11-24
4