Ancaman

Vana melihat seseorang di halaman taman sedang berbincang dengan sang Daddy. Mereka berdua duduk di sebuah Gazebo, Vana sangat tahu pria tampan berwajah mirip oppa-oppa Korea itu.

"Wah, sepertinya ada tamu baru berkunjung." wanita berparas cantik yang masih memakai pakaian dinas putih-putih duduk di antara dua pria di depannya.

"Zee.. wajah mu terlihat ceria, apa cuaca hari ini begitu bagus?" ia bertanya dengan senyuman sumringah. Terlihat sangat senang wanita yang di tunggu nya datang.

"Lihat lah keatas langit, aku rasa sebentar lagi akan mendung." balas vana cuek.

Aura di wajah pria tersebut sedikit suram, namun ia berusaha tersenyum

"Kau sudah pulang Zee?" sahut sang daddy

"Baru saja Dad. Aku begitu penasaran ada mobil sport terparkir di halaman."

"Sudah sejak tadi Kenzo datang."

Reno meraih kopi di atas meja, lalu meneguknya. "Baiklah, kalau begitu daddy kedalam dulu. Kalian lanjutkan berbincang." Reno melangkah pergi meninggalkan Gazebo, tempat khusus untuk rehat kelurga.

"Bagaimana kabar mu?" tanya Kenzo, seraya menyedot justice strawberry di depan nya.

"Menurut mu bagaimana?" balas Vana acuh tak acuh.

Kenzo menghela nafas "Hey, aku bertanya? sepertinya kamu tidak suka aku datang."

"Kalau sudah tahu jawabannya kenapa bertanya!"

Bola mata Kenzo mendelik "Jujur sekali jawaban mu." balas nya kesal

"Kenapa kamu tidak memberitahu, kalau sudah kembali!" Vana meraih roti gandum di atas piring, lalu menaruh selay nanas di atasnya.

"Maaf, aku lupa mengabari mu."

"Lupa mengabari aku?" Vana geleng-geleng kepala sambil tersenyum miring "Bukan kah kamu sudah datang tadi malam?!

"Uhuk... uhuk.. uhuk..."

Juice masih Kenzo sedot, tiba-tiba membuatnya terbatuk-batuk setelah Vana berbicara. Seakan gadis itu sudah mengetahui sesuatu.

"Apa maksud perkataan mu Zee?' Kenzo masih berpura-pura bodoh.

Dengan gerakan santai gadis berpostur tubuh tinggi semampai itu memasukkan roti kedalaman mulutnya. Lalu meneguk air putih yang sudah ia tuang ke dalam gelas "Sepertinya aku sudah kenyang!" Vana beranjak dari duduknya seakan sudah tidak ingin berbincang dengan Kenzo. Saat ingin melangkah pergi, Kenzo menarik pergelangan tangannya

"Tunggu Zee! dari ucapan mu, seperti sedang menyembunyikan sesuatu?! "

Vana menepis tangan Kenzo "Seharusnya kau tidak usah berpura-pura dan membohongi keluarga kami! Daddy sangat peduli pada mu Ken!"

Pria tampan berpenampilan keren ini menautkan alisnya "Siapa yang membohongi kelurga ini? aku tidak mengerti maksud mu Zee?!

"Kau sedang berpura-pura bodoh atau apa?! Baiklah, tidak perlu berbasa-basi lagi." Vana melipat kedua tangannya di dada. "Semalam kamu yang datang bukan? memakai pakaian putih dan wajah tertutup topeng!"

Glek! Kenzo menelan ludahnya kasar. Bahkan untuk membalas ucapan Vana begitu sulit. pria itu malah mengusap hidung nya berkali-kali.

"Jujur saja Kenzo! kau datang menyelamatkan Arabella bukan? tanya Vana sambil mendengus kesal karena sudah di bohongi, ia melirik ke arah Kenzo. "Kenapa kamu diam?!

"Ckckck.. seorang anak macan Asia, sungguh jeli dan hebat. Bahkan tebakannya selalu benar."

"Aku tahu itu kamu Ken!"

"Aku rasa kebetulan saja kau bisa menebak." Kenzo tetap tidak ingin terlihat kalah.

"CK! Tentu saja gelang karet hitam yang aku berikan padamu. Itu satu-satunya di dunia ini buatan ku."

Kenzo tercengang dan baru menyadari gelang karet hitam pemberian Vana. Gadis itu sengaja membuatnya di hari ulang tahun Kenzo yang ke 31 tahun. Kenzo tersipu malu karena telah ketahuan berbohong demi membantu kelurga Reno.

Kenzo mendekatkan wajahnya kearah Vana, lalu berbisik "Jangan ceritakan pada Daddy dan mommy. juga Vano dan Zidane. Biarkan mereka tidak pernah tahu kalau pria bertopeng semalam adalah aku!"

Vana menyunggingkan senyuman nakal seraya menjauhkan wajahnya "Kau berani bayar berapa untuk menutup mulut ku?!"

Kenzo menatap liar wajah cantik Vana, lalu mendorong wajahnya agar semakin dekat. Gadis bermata coklat itu merasakan hembusan napas Kenzo terasa hangat, reflek ia mundur ke belakang.

"Apa kamu menginginkan sebuah ciuman?" goda Kenzo yang semakin terlihat tampan saat menggoda. Seketika Vana membekap bibirnya dengan bola mata membesar. Ia mendorong dada Kenzo agar menjauh.

"Dasar mesum! ketus Vana kesal.

"Bukan nya kamu duluan yang meminta bayaran."

"Cih! kau pikir aku mau dapat bayaran bibir mu!" ketus Vana seraya berjalan menjauh meninggal kan Kenzo.

Pria itu terbahak "Hey nona Zevana, kenapa meninggalkan aku sendiri? apakah kamu tidak merindukan diriku?" ledek Kenzo, yang suaranya masih terdengar di telinga Vana, gadis itu hanya mencibir dan terus berlalu.

*Setahun kemudian*

"Tuan! kapal pesiar kita di serang dan orang-orangnya di sandra pembajak laut." laporan sang asisten membuat tuan nya murka.

"Brak! kepalan tangan Reno menghantam meja di depannya. "Siapa mereka!"

"Sepertinya orang-orang pesisir lautan."

Wajah dingin itu terlihat menakutkan, Aura gelap terlihat di wajahnya yang tampan meskipun sudah berusia senja.

"Kita harus cepat bertindak! Daniel, adakan rapat dadakan para petinggi perusahaan."

"Baik tuan!

"Dad! aku dengar lima kapal pesiar kita di bajak!" Vano tiba-tiba masuk kedalam ruang kerja sang Daddy dengan tergesa.

Reno menghela nafas kasar "Benar, kita harus cepat bertindak dan mengamankan orang-orang di dalam kapal. Itu sangat berbahaya bagi keselamatan mereka." Pria berpostur tubuh tinggi tegap itu beranjak dari kursi, lalu meraih jaket kulit yang tersemat di punggung kursi.

"Sekarang apa rencana kita dad?"

"Adakan pertemuan dengan petinggi perusahaan."

"Tunggu Dad, apa tidak berbahaya bila kita adakan rapat dengan para petinggi?"

Reno mengerut kan kedua alisnya "Maksud mu?"

"Bila para petinggi di Asia tahu kapal pesiar milik perusahaan Mahesa grup di sandera, akan tersebar luas berita ini. Tentu saja musuh yang tidak suka dengan kita akan memanfaatkan keadaan."

Aura dingin yang begitu mendominasi terasa panas di dalam ruangan, seakan tidak ada pasokan udara. "Kau benar, kita tidak boleh gegabah dalam bertindak. Bisa jadi, pembajakan orang-orang terdekat di sekitar kita yang bekerja sama dengan mereka.'

"Apa sebaiknya Daddy meminta bantuan ninja bayangan? untuk memantau keadaan lautan di Atlantik.

"Daddy harus menemui guru Lee untuk meminta bantuan."

"Bukankah ada Kenzo?"

"Kenzo sedang mengamankan wilayah Hamburg di kota Jerman. Ada pendemo di pabrik dan mengajak seluruh karyawan untuk resign."

"Huft! Vano menghembuskan nafas kasar "Kenapa keadaan semakin kacau, seperti ada yang menunggangi."

"Kau benar Van, sepertinya ada sekelompok orang-orang yang ingin bermain-main dengan ku!" sudah lama Daddy tidak terjun ke dunia gelap, dan ini harus daddy lakukan lagi!" sorot mata pria itu terlihat panas membara, seperti ada dendam yang belum tuntas.

Saat ayah dan anak itu sedang berbincang serius, sosok wanita masuk kedalam ruangan.

"Daddy! Aku mendapat kabar, kalau kapal pesiar milik kita telah di bajak dan orang-orang nya di sandera."

"Reno mengagguk "Iya itu benar!

"Lalu apa yang daddy ingin lakukan?" tanya Vana yang ikut tegang.

"Tuan!" Daniel yang sejak tadi duduk di kursi sambil memegang laptop sambil terus mengamati perkembangan kapal pesiar yang di sandra, tiba-tiba berseru saat mata nya membaca sesuatu.

"Mereka mengirimkan ancaman melalui email."

"Ancaman apa?! Hardik Reno dengan tangan terkepal kuat.

"Mereka menginginkan anda datang ke pulau Xentinal untuk bernegosiasi."

Bara api mulai terlihat jelas di wajah dingin Reno, seakan jiwa muda nya kembali berkobar. "Siapkan pesawat, kita menuju pulau Xentinal!"

"Tunggu Dad! sahut Vano "Aku saja yang pergi menemui mereka!"

Tatapan mata elang Reno begitu tajam "Apa kau yakin untuk menemui mereka?!

Vano mengagguk "Aku saja yang menggantikan Daddy."

"Bagaimana dengan Arabella? dia masih membutuhkan mu?!"

"Aku percaya pada Daddy dan mommy, pasti bisa menjaga Arabella dengan baik."

"Baiklah bila itu mau mu, daddy akan menyuruh ninja bayangan mengikuti mu."

"Daddy tidak usah khawatir, Vano bisa menjaga diri."

"Aku ikut bersama kak Vano! sahut Vana

"Jangan Dek! kau tetap di sini dan menggantikan posisi ku sebagai CEO Mahesa group."

"Terapi__"

"Apa yang di katakan Vano benar, Kamu harus menggantikan kedudukan kakak mu sebagai seorang presdir."

Vana langsung terdiam dan tidak berkata-kata lagi. Kalau sang Daddy sudah memberi perintah semua ucapannya tidak akan bisa di bantah. Vana hanya mengagguk pasrah menerima mandat dari sang Daddy.

💜💜💜💜💜

All.. yuk dukung terus karya bunda, dengan cara LIKE setelah membaca, jangan lupa bantu VOTE/GIFT, RATE BINTANG 5, DAN KOMENTAR YANG MEMBANGUN🙏🙏

Bunda ucapkan, semoga kalian sehat selalu, panjang umur dan murah Rezeki. Aamiin 🤲

Terpopuler

Comments

═ NISA ═

═ NISA ═

owh keg nya nathan yg mengejar vana kembali dan vana udah ceo skrg

2024-11-21

2

yeni NurFitriah

yeni NurFitriah

Wah ternyata Kenzo yg nyelamatin,Aq kira Nathan..

2024-11-14

2

Rini Angraini

Rini Angraini

senang sekali kalau nathan sama vana lagi dan van9 sama safira

2024-12-24

1

lihat semua
Episodes
1 Penyerangan
2 Sebuah Teka-teki
3 Ancaman
4 Jebakan
5 Bukan lawan yang tepat
6 Jebakan wanita licik
7 Dia Wanita ku
8 Menunggu hari pembalasan
9 Berharap mencintai
10 Sang primadona
11 Rahasia masa lalu
12 Pertemuan Yang di rindukan.
13 Mengutarakan isi hati
14 Pria pemberani
15 Pria bermata satu
16 Identitas tawanan
17 Bertemu musuh lama
18 Penyelamatan
19 Halusinasi
20 Petualangan Vano dan Sean
21 Pencarian
22 Bertemu seseorang
23 Kehilangan
24 Perlawanan Vano
25 Pencarian sang putra
26 Monster penunggu bukit
27 Perjanjian Vano dan Markus
28 Pertemuan yang tidak sengaja
29 Kedok wanita jahat
30 Keluar mulut Harimau, masuk ke sarang buaya.
31 Berkorban Nyawa
32 Perjuangan tiga sekawan
33 Pembebasan Luna
34 Menuju jalan pintas
35 Perkelahian
36 Titisan Dragon black
37 Kehilangan
38 Kehilangan part 2
39 Cinta atau Buta
40 Isi hati Safira
41 Kisah Safira
42 kisah Safira 2 (Merasa bersalah)
43 Hati yang mati
44 kecurigaan Safira
45 Lelah Hati
46 Mulai terkuak (Vana)
47 Membuat Onar
48 episode 48
49 Berani Melawan
50 Rencana jitu
51 Yang telah hilang, kini kembali.
52 Amarah Janeta
53 Ketahuan
54 Hidup atau mati
55 Masih ada perasaan
56 Cinta telah kembali
57 Rahasia Reyhan
58 Meregang nyawa
59 Menunggu hari pembalasan.
60 Menjadi Raja Xenzial
61 Harta karun
62 Desa Xenzial
63 Sebuah misi
64 Meninggalkan Desa misteri
65 Kembali pulang
66 Hanya halusinasi
67 Rencana jitu
68 Trauma masa lalu
69 Wanita yang sama
70 ketegaran Safira
71 Mari kita bercerai
72 Sulit melepaskan
73 Masa lalu Shella
74 Rencana busuk
75 Keakraban di mansion
76 Penguntit
77 Serangan
78 Cemburu
79 Perjodohan
80 Rencana Licik
81 Memilih pergi
Episodes

Updated 81 Episodes

1
Penyerangan
2
Sebuah Teka-teki
3
Ancaman
4
Jebakan
5
Bukan lawan yang tepat
6
Jebakan wanita licik
7
Dia Wanita ku
8
Menunggu hari pembalasan
9
Berharap mencintai
10
Sang primadona
11
Rahasia masa lalu
12
Pertemuan Yang di rindukan.
13
Mengutarakan isi hati
14
Pria pemberani
15
Pria bermata satu
16
Identitas tawanan
17
Bertemu musuh lama
18
Penyelamatan
19
Halusinasi
20
Petualangan Vano dan Sean
21
Pencarian
22
Bertemu seseorang
23
Kehilangan
24
Perlawanan Vano
25
Pencarian sang putra
26
Monster penunggu bukit
27
Perjanjian Vano dan Markus
28
Pertemuan yang tidak sengaja
29
Kedok wanita jahat
30
Keluar mulut Harimau, masuk ke sarang buaya.
31
Berkorban Nyawa
32
Perjuangan tiga sekawan
33
Pembebasan Luna
34
Menuju jalan pintas
35
Perkelahian
36
Titisan Dragon black
37
Kehilangan
38
Kehilangan part 2
39
Cinta atau Buta
40
Isi hati Safira
41
Kisah Safira
42
kisah Safira 2 (Merasa bersalah)
43
Hati yang mati
44
kecurigaan Safira
45
Lelah Hati
46
Mulai terkuak (Vana)
47
Membuat Onar
48
episode 48
49
Berani Melawan
50
Rencana jitu
51
Yang telah hilang, kini kembali.
52
Amarah Janeta
53
Ketahuan
54
Hidup atau mati
55
Masih ada perasaan
56
Cinta telah kembali
57
Rahasia Reyhan
58
Meregang nyawa
59
Menunggu hari pembalasan.
60
Menjadi Raja Xenzial
61
Harta karun
62
Desa Xenzial
63
Sebuah misi
64
Meninggalkan Desa misteri
65
Kembali pulang
66
Hanya halusinasi
67
Rencana jitu
68
Trauma masa lalu
69
Wanita yang sama
70
ketegaran Safira
71
Mari kita bercerai
72
Sulit melepaskan
73
Masa lalu Shella
74
Rencana busuk
75
Keakraban di mansion
76
Penguntit
77
Serangan
78
Cemburu
79
Perjodohan
80
Rencana Licik
81
Memilih pergi

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!