Halusinasi

Van ayo kita lompat! titah Sean saat sudah berada di pinggir

"Hey, kenapa kau diam? mereka sedang mencari kita." Sean menepuk bahu Vano.

"Safira! Vano mulai teringat akan sosok adik angkat nya

"Siapa Safira?!"

"Sean, kau pergilah! Aku tidak bisa meninggal kan adikku di sini!"

"Kau jangan bodoh Van, mereka akan membunuh mu bila masih bertahan di sini!" Sean menarik tangan Vano untuk segera melompat.

Vano menipis tangan kekar Sean "Adikku dalam bahaya, mereka akan menyakiti Safira!"

"Kita pikirkan nanti, yang terpenting selamatkan nyawa kita dulu!" seru Sean yang mulai terlihat kesal.

"Itu mereka, tembak! seru Matthew sambil berlari di ikuti anak buahnya.

"Ayo lompat!" titah Sean "Apa kau ingin mati sia-sia! karena kesal Sean mendorong tubuh Vano ke dalam lautan.

BYUUR..

BYUUR..

Mereka berdua masuk kedalam lautan. Tembakan terus di arahkan ke lautan dari atas kapal pesiar.

"Sial, mereka berhasil kabur!!! seru Matthew kesal.

Sean dan Vano terus berenang di dalam lautan yang luas, Tubuh Vano terus turun ke dasar lautan karena tidak ada keseimbangan. Beruntung Sean cepat menarik tangan Vano dan membawanya kepermukaan.

"Van, berpegang lah pada kayu ini."

Mereka berdua berpegangan pada kayu yang terapung di lautan. Tubuh keduanya terombang-ambing arus air yang begitu besar. Berhari-hari mereka mengarungi lautan lepas tanpa batas. Dari pagi, siang hingga menjelang malam

"Van, bertahan lah. Kita pasti sampai di pinggiran lautan." Sean terus menyemangati Vano yang terlihat lemah setelah berhari-hari tidak makan, masih ada darah berceceran di kakinya bekas tembakan Matthew. Vano bukan lah malaikat yang memiliki banyak nyawa, ia hanyalah manusia biasa yang kapan pun bisa meregang nyawa.

"Vano, maafkan aku terlambat menolong mu." sesal Sean

"Tidak sean, aku berhutang nyawa padamu." ucap Vano pelan, wajah Vano mulai pucat pasi seakan tidak bercahaya, bibirnya membiru bersamaan tubuh Vano bergemetar

"Vano, kau harus kuat!" teriak Sean seraya memeluk tubuh sahabatnya.

"Sial! jam tangan buatan ku tidak berfungsi lagi. Seharusnya arloji ini masih bisa berfungsi walaupun berada di kedalaman air."

Sean benar-benar bingung, apalagi melihat Vano yang sudah menggigil dengan tangan menopang kayu. "Bagaimana cara meminta tolong Ayahku, sedangkan jam canggih rancangan ku benar-benar tidak bisa berfungsi."

"Sean, bila ajal ku sudah dekat. Tolong makam kan jasad ku di samping istriku." ucap Vano terbata, suaranya nyaris putus dan tidak terdengar.

"Apa yang sedang kau bicarakan Van! kita akan selamat. Kau harus kuat! seru Sean dengan nafas tersengal.

"Ta-tapi aku sudah tak kuat." huk, huk, huk. Vano terbatuk karena banyak meminum air lautan

"Tidak! kau kuat, kau tidak boleh menyerah! anak macan Asia pasti bisa melewati ini semua! Sean menarik wajah Vano yang hampir tidak bernafas. ia tepuk-tepuk pipi Vano agar terus tersadar.

"Bangun Vano!

"Bangun!

Sean terus berteriak membangun kan kesadaran sahabatnya. "Ingat anak mu Arabella, ia masih membutuhkan mu! kau tidak mungkin pergi secepat ini Van!"

Sean masih terus berusaha berenang mencari tepian laut, hingga waktu menjelang malam.

"Vano..." terdengar bisikin lembut di telinga Vano. Suara lembut seorang wanita.

"Vano.. Bangun sayang, lihat lah aku."

Suara itu semakin lekat terdengar, mata Vano yang terpejam perlahan-lahan terbuka sedikit demi sedikit. ia melihat sosok wanita cantik di depannya sambil tersenyum.

"Bella.." Bibir Vano bergelar memanggil nama istrinya.

"Sayang.. ikutlah bersama ku, aku sangat kesepian tanpa dirimu."

"Bella..." nafas Vano yang melemah tiba-tiba berdegup kencang.

"Iya sayang.. ayolah ikut bersama ku!"

Sosok wanita cantik yang menyerupai Bella mengulurkan tangan kearah Vano. Vano yang berada di alam bawah sadar, menerima ukuran tangan berwujud Bella.

"Bella... aku ingin ikut bersama mu."

Melihat keanehan pada diri sahabatnya, membuat Sean bingung. Ia tidak melihat sosok wanita yang du sebutkan Vano

"Bella?! Sean melihat sekeliling lautan, hanya kegelapan yang nampak, di atas langit masih ada rembulan yang menerangi.

Vano terus menggapai-gapai tangan nya. Bibirnya terus meracau tak karuan.

"Vano sadarlah! tidak ada Bella di sini!

"Bella datang untuk menolong kita, lihat dia ada di depan ku! tunjuk Vano kearah sosok wanita yang berdiri di depan Vano.

"Kau hanya halusinasi, tidak ada Bella disini!" Sean terus menyadarkan Vano.

"Aku ingin ikut bersama istri ku Bella.."

"Sadar Van! yang kau lihat bukan Bella, tetapi makhluk air yang kasat mata!" seru Sean.

Vano mulai menyadari setelah Sean menampar pipinya. Akhirnya ia tersadar dan menoleh ke arah wanita tadi berdiri. Hening, tidak ada siapa pun disana.

"Ya Tuhan.. ternyata hanya halusinasi?!"

Sean menghela nafas lega "Syukurlah akhirnya kau sadar. Bertahan lah, kita pasti sampai ketepian."

Dalam keputusasaan, akhirnya mereka melihat cahaya remang dari kejauhan.

"Lihat, di sana ada cahaya. Kita hampir sampai ketepian." Sean bersorak kegirangan.

"Vano, kita sudah hampir sampai." Sean menoleh ke arah Vano, terapi ia menatap raut wajah pias tanpa merespon ucapan nya.

"Van!

"Van, ayo bangun! kita sudah mau sampai!"

Vano tidak merespon sedikit pun, matanya terpejam rapat. Sean di buat kalang kabut, ia terus berteriak memanggil nama Vano.

"Vanooooo!!!!

💜💜💜

Ayok terus dukung karya bunda. jangan lupa untuk like setelah membaca, kasih bintang 5 untuk karya ini, Beri gift atau vote agar Author semangat menulis. 🥰🥰🥰

Terpopuler

Comments

Yuli a

Yuli a

VANO....... ..!!!

tumben nggak ada yang nolong. ini kan kapal Dady Reno ya, kenapa Dady nggak gercep... atau emang belum turun tangan....

up lagi dong bun... berasa dikit banget.... 😢✌️ baru aja di scrol udah habis..

2024-12-15

5

Sri Rahayu

Sri Rahayu

semoga Vano bisa bertahan, masih ada anak nya yg menunggu dan Safira yg butuh pertolongan...lanjut Thorr 😘😘😘

2024-12-15

5

Irma Juniarti

Irma Juniarti

vanooooo....sadarlah masih ada arabella anakmu yg masih butuh sosokmu sebagai ayahnya.semoga Vano dan Sean selamat sampai di tepian.ayok semangat lagi bunda💪💪💪

2024-12-15

3

lihat semua
Episodes
1 Penyerangan
2 Sebuah Teka-teki
3 Ancaman
4 Jebakan
5 Bukan lawan yang tepat
6 Jebakan wanita licik
7 Dia Wanita ku
8 Menunggu hari pembalasan
9 Berharap mencintai
10 Sang primadona
11 Rahasia masa lalu
12 Pertemuan Yang di rindukan.
13 Mengutarakan isi hati
14 Pria pemberani
15 Pria bermata satu
16 Identitas tawanan
17 Bertemu musuh lama
18 Penyelamatan
19 Halusinasi
20 Petualangan Vano dan Sean
21 Pencarian
22 Bertemu seseorang
23 Kehilangan
24 Perlawanan Vano
25 Pencarian sang putra
26 Monster penunggu bukit
27 Perjanjian Vano dan Markus
28 Pertemuan yang tidak sengaja
29 Kedok wanita jahat
30 Keluar mulut Harimau, masuk ke sarang buaya.
31 Berkorban Nyawa
32 Perjuangan tiga sekawan
33 Pembebasan Luna
34 Menuju jalan pintas
35 Perkelahian
36 Titisan Dragon black
37 Kehilangan
38 Kehilangan part 2
39 Cinta atau Buta
40 Isi hati Safira
41 Kisah Safira
42 kisah Safira 2 (Merasa bersalah)
43 Hati yang mati
44 kecurigaan Safira
45 Lelah Hati
46 Mulai terkuak (Vana)
47 Membuat Onar
48 episode 48
49 Berani Melawan
50 Rencana jitu
51 Yang telah hilang, kini kembali.
52 Amarah Janeta
53 Ketahuan
54 Hidup atau mati
55 Masih ada perasaan
56 Cinta telah kembali
57 Rahasia Reyhan
58 Meregang nyawa
59 Menunggu hari pembalasan.
60 Menjadi Raja Xenzial
61 Harta karun
62 Desa Xenzial
63 Sebuah misi
64 Meninggalkan Desa misteri
65 Kembali pulang
66 Hanya halusinasi
67 Rencana jitu
68 Trauma masa lalu
69 Wanita yang sama
70 ketegaran Safira
71 Mari kita bercerai
72 Sulit melepaskan
73 Masa lalu Shella
74 Rencana busuk
75 Keakraban di mansion
76 Penguntit
77 Serangan
78 Cemburu
79 Perjodohan
80 Rencana Licik
81 Memilih pergi
Episodes

Updated 81 Episodes

1
Penyerangan
2
Sebuah Teka-teki
3
Ancaman
4
Jebakan
5
Bukan lawan yang tepat
6
Jebakan wanita licik
7
Dia Wanita ku
8
Menunggu hari pembalasan
9
Berharap mencintai
10
Sang primadona
11
Rahasia masa lalu
12
Pertemuan Yang di rindukan.
13
Mengutarakan isi hati
14
Pria pemberani
15
Pria bermata satu
16
Identitas tawanan
17
Bertemu musuh lama
18
Penyelamatan
19
Halusinasi
20
Petualangan Vano dan Sean
21
Pencarian
22
Bertemu seseorang
23
Kehilangan
24
Perlawanan Vano
25
Pencarian sang putra
26
Monster penunggu bukit
27
Perjanjian Vano dan Markus
28
Pertemuan yang tidak sengaja
29
Kedok wanita jahat
30
Keluar mulut Harimau, masuk ke sarang buaya.
31
Berkorban Nyawa
32
Perjuangan tiga sekawan
33
Pembebasan Luna
34
Menuju jalan pintas
35
Perkelahian
36
Titisan Dragon black
37
Kehilangan
38
Kehilangan part 2
39
Cinta atau Buta
40
Isi hati Safira
41
Kisah Safira
42
kisah Safira 2 (Merasa bersalah)
43
Hati yang mati
44
kecurigaan Safira
45
Lelah Hati
46
Mulai terkuak (Vana)
47
Membuat Onar
48
episode 48
49
Berani Melawan
50
Rencana jitu
51
Yang telah hilang, kini kembali.
52
Amarah Janeta
53
Ketahuan
54
Hidup atau mati
55
Masih ada perasaan
56
Cinta telah kembali
57
Rahasia Reyhan
58
Meregang nyawa
59
Menunggu hari pembalasan.
60
Menjadi Raja Xenzial
61
Harta karun
62
Desa Xenzial
63
Sebuah misi
64
Meninggalkan Desa misteri
65
Kembali pulang
66
Hanya halusinasi
67
Rencana jitu
68
Trauma masa lalu
69
Wanita yang sama
70
ketegaran Safira
71
Mari kita bercerai
72
Sulit melepaskan
73
Masa lalu Shella
74
Rencana busuk
75
Keakraban di mansion
76
Penguntit
77
Serangan
78
Cemburu
79
Perjodohan
80
Rencana Licik
81
Memilih pergi

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!