Berharap mencintai

Ruangan presdir begitu terang benderang setelah kenzo meminta pada petugas kebersihan untuk mengecat ulang warna cream di padu ungu violet di ruangan Vana. Ruangan yang dulunya sempat di tempati oleh Reno dan Vano kini terlihat lebih segar dan nyaman.

Gagang pintu Kenzo buka dengan perlahan dan mempersilahkan gadis di sampingnya untuk masuk "Bagaimana? apa kau menyukai perubahan dalam ruangan ini?"

Gadis berparas cantik itu tersenyum puas sambil mengedarkan pandangan ke seluruh ruangan.

"Aku suka Kenzo."

Dengan cepat Kenzo menarik kursi singgasana milik Vana, seakan sudah paham kalau wanita itu ingin duduk di tempatnya sebagai seorang Direktur utama.

"Terima kasih, kamu sungguh cekatan."

"Tentu saja, selama 24 jam penuh aku akan selalu berada di samping mu."

Vana mengernyit kan alisnya "Aturan dari mana itu?"

"Tentu saja daddy dan mommy kamu. Mereka tidak ingin anak gadisnya terluka lagi."

Vana menghela nafas panjang seraya membuka lembaran kertas di atas meja. "Mommy dan daddy terlalu khawatir, padahal aku bisa menjaga diri sendiri." ucapnya datar

Kenzo duduk di tepi meja sambil melipat kedua tangan di dada, lalu menatap lekat wajah wanita yang sudah menjadi candu baginya. "Mereka tidak ingin anak kesayangan terluka dan mendapatkan ancaman. Seperti yang terjadi tiga hari yang lalu, kau hampir saja kehilangan nyawa,"

"Ku rasa Tuhan masih sayang padaku dan tidak membiarkannya aku mati cepat!" tukasnya sambil membuka lembar demi lembar dengan malas. Satu tangan nya ia topang kan ke dagu.

"Apa kamu tidak ada kerjaan lain dan menerima tawaran daddy menjaga ku 24 jam penuh."

Kenzo menarik kursi Vana hingga berhadapan dengannya, lalu ia mendekatkan wajahnya kearah Vana, hawa hangat menjalar di tubuh Vana saat tatapan Kenzo mengunci dirinya. "Seharusnya kamu sudah paham sejak dulu akan sikap ku. Apakah kamu butuh pengakuan darimu?"

Bola mata Vana memutar dan berkedip-kedip, ia seakan terjebak dengan ucapan Kenzo. Sebenarnya Vana sudah tahu dari awal kalau Kenzo menyukai dirinya, tetapi ia selalu mengabaikan perasaan Kenzo dan menganggap sebagai kakak angkat. Pernah ia mencoba membuka hati untuk Kenzo, tetapi perasaan itu tidak pernah ia temui.

"Ken-zo bisa kau jauhkan wajahmu." ucap Vana tergagap.

"Kenapa? hem.. "Apa kau tidak suka aku mendekati mu?" mata elang Kenzo tidak lepaskan pandangan dari wajah cantik Vana, sungguh gadis ini tidak bosan di pandang.

"Bu-kan begitu, aku sulit bernafas." Vana berusaha menekan kepala nya ke belakang sandaran kursi agar jaraknya tidak terlalu dekat dengan Kenzo. Tetapi pria berdarah Jepang itu tidak membiarkan wanita yang sudah membuat nya candu menghindari tatapannya.

Tok!

Tok!

Tok!

Suara ketukan pintu membuyarkan keduanya. Vana melirik ke arah pintu seakan memberi kode pada Kenzo untuk menjauh. Kenzo mengerti arti lirikan itu dan menarik wajahnya kembali sambil memijit pelipis.

Vana menarik nafas lega seakan seseorang telah menyelamatkan dirinya dari bibir Kenzo yang hampir menciumnya. Vana membetulkan kursi kerjanya kearah meja.

"Masuk!

Setelah mendapat perintah, Pintu di buka dan masuk Daniel ke dalam ruangan sang CEO.

"Siang Nona."

"Tuan Kenzo selamat siang." Daniel membungkuk memberi hormat.

Kenzo mengangguk pelan.

"Ada apa Daniel, sepertinya kamu membawa berita penting."

"Iya Nona Vana. Besok beberapa perusahaan akan datang ke Perusahaan Mega Persada, untuk bersaing memenangkan tender yang bernilai ratusan milyar. Apakah Nona Vana akan ikut?"

Vana meraih undangan yang di berikan Daniel sang asisten perusahaan Mahesa group. Sudut bibirnya melengkung ke atas.

"Aku akan datang besok!"

"Tunggu! Kenzo mulai merespon tindakan Vana "Kamu jangan gegabah untuk menerima undangan Zee, aku tidak ingin kejadian kemaren terulang lagi!"

"Ini bukan pesta Ken, tetapi undangan untuk sebuah tender. Aku ingin membuktikan pada daddy kalau aku layak memenangkan tender ini."

Kenzo menggeleng "Jangan ambil resiko terlalu banyak, kamu masih bisa bekerjasama dengan perusahaan lain tanpa harus bersaing."

Vana beranjak dari duduknya dan berbisik pada Kenzo "Bukan kah ada kau yang akan menjaga ku? lalu apa gunakan seorang bodyguard bila tidak bisa menjaga seorang wanita." Vana mengedipkan mata sambil terkekeh.

"Dasar wanita, bisanya menggoda kaum adam. Kalau saja tidak ada Daniel sudah ku lumat bibir tipis mu." gumam Kenzo dalam hati. Ia hanya bisa menelan ludah kasar saat membayangkan bibir seksi Vana yang begitu menggoda.

💜💜💜💜

Besok lagi yaaaa🥰

Jangan lupa untuk terus dukung karya bunda. Bantu bunda untuk LIKE setelah membaca. Kasih GIFT/VOTE untuk penyemangat bunda. Beri komentar yang membangun dan beri bintang 5 untuk karya baru bunda.

Terima kasih sebelumnya, Happy reading 🥰

Terpopuler

Comments

Nurul Hidayati

Nurul Hidayati

siap bund d tunggu,😁 selalu sabar nunggu bunda up😁🤭mksh ceritanya bgus bikin penasaran

2024-11-14

4

Dien Elvina

Dien Elvina

sdh ku Dugong Kenzo pasti menyukai Vana ..laki² mana yng gak tertarik dgn cewek cantik keturunan Mahesa ..semua cogan pasti ingin mendekati Vana ..tapi di hatinya hanya ada Nathan seorang ea ea ea 😂😂

2024-11-15

2

Irma Juniarti

Irma Juniarti

jangan sampai ada kejadian seperti ini lagi yg di alami oleh vana.selalu aja penasaran sama kelanjutan ceritanya,ayok bunda semangat lagi 💪💪💪

2024-11-14

3

lihat semua
Episodes
1 Penyerangan
2 Sebuah Teka-teki
3 Ancaman
4 Jebakan
5 Bukan lawan yang tepat
6 Jebakan wanita licik
7 Dia Wanita ku
8 Menunggu hari pembalasan
9 Berharap mencintai
10 Sang primadona
11 Rahasia masa lalu
12 Pertemuan Yang di rindukan.
13 Mengutarakan isi hati
14 Pria pemberani
15 Pria bermata satu
16 Identitas tawanan
17 Bertemu musuh lama
18 Penyelamatan
19 Halusinasi
20 Petualangan Vano dan Sean
21 Pencarian
22 Bertemu seseorang
23 Kehilangan
24 Perlawanan Vano
25 Pencarian sang putra
26 Monster penunggu bukit
27 Perjanjian Vano dan Markus
28 Pertemuan yang tidak sengaja
29 Kedok wanita jahat
30 Keluar mulut Harimau, masuk ke sarang buaya.
31 Berkorban Nyawa
32 Perjuangan tiga sekawan
33 Pembebasan Luna
34 Menuju jalan pintas
35 Perkelahian
36 Titisan Dragon black
37 Kehilangan
38 Kehilangan part 2
39 Cinta atau Buta
40 Isi hati Safira
41 Kisah Safira
42 kisah Safira 2 (Merasa bersalah)
43 Hati yang mati
44 kecurigaan Safira
45 Lelah Hati
46 Mulai terkuak (Vana)
47 Membuat Onar
48 episode 48
49 Berani Melawan
50 Rencana jitu
51 Yang telah hilang, kini kembali.
52 Amarah Janeta
53 Ketahuan
54 Hidup atau mati
55 Masih ada perasaan
56 Cinta telah kembali
57 Rahasia Reyhan
58 Meregang nyawa
59 Menunggu hari pembalasan.
60 Menjadi Raja Xenzial
61 Harta karun
62 Desa Xenzial
63 Sebuah misi
64 Meninggalkan Desa misteri
65 Kembali pulang
66 Hanya halusinasi
67 Rencana jitu
68 Trauma masa lalu
69 Wanita yang sama
70 ketegaran Safira
71 Mari kita bercerai
72 Sulit melepaskan
73 Masa lalu Shella
74 Rencana busuk
75 Keakraban di mansion
76 Penguntit
77 Serangan
78 Cemburu
79 Perjodohan
80 Rencana Licik
81 Memilih pergi
Episodes

Updated 81 Episodes

1
Penyerangan
2
Sebuah Teka-teki
3
Ancaman
4
Jebakan
5
Bukan lawan yang tepat
6
Jebakan wanita licik
7
Dia Wanita ku
8
Menunggu hari pembalasan
9
Berharap mencintai
10
Sang primadona
11
Rahasia masa lalu
12
Pertemuan Yang di rindukan.
13
Mengutarakan isi hati
14
Pria pemberani
15
Pria bermata satu
16
Identitas tawanan
17
Bertemu musuh lama
18
Penyelamatan
19
Halusinasi
20
Petualangan Vano dan Sean
21
Pencarian
22
Bertemu seseorang
23
Kehilangan
24
Perlawanan Vano
25
Pencarian sang putra
26
Monster penunggu bukit
27
Perjanjian Vano dan Markus
28
Pertemuan yang tidak sengaja
29
Kedok wanita jahat
30
Keluar mulut Harimau, masuk ke sarang buaya.
31
Berkorban Nyawa
32
Perjuangan tiga sekawan
33
Pembebasan Luna
34
Menuju jalan pintas
35
Perkelahian
36
Titisan Dragon black
37
Kehilangan
38
Kehilangan part 2
39
Cinta atau Buta
40
Isi hati Safira
41
Kisah Safira
42
kisah Safira 2 (Merasa bersalah)
43
Hati yang mati
44
kecurigaan Safira
45
Lelah Hati
46
Mulai terkuak (Vana)
47
Membuat Onar
48
episode 48
49
Berani Melawan
50
Rencana jitu
51
Yang telah hilang, kini kembali.
52
Amarah Janeta
53
Ketahuan
54
Hidup atau mati
55
Masih ada perasaan
56
Cinta telah kembali
57
Rahasia Reyhan
58
Meregang nyawa
59
Menunggu hari pembalasan.
60
Menjadi Raja Xenzial
61
Harta karun
62
Desa Xenzial
63
Sebuah misi
64
Meninggalkan Desa misteri
65
Kembali pulang
66
Hanya halusinasi
67
Rencana jitu
68
Trauma masa lalu
69
Wanita yang sama
70
ketegaran Safira
71
Mari kita bercerai
72
Sulit melepaskan
73
Masa lalu Shella
74
Rencana busuk
75
Keakraban di mansion
76
Penguntit
77
Serangan
78
Cemburu
79
Perjodohan
80
Rencana Licik
81
Memilih pergi

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!