Bukan lawan yang tepat

Pria berjas navi merapikan jasnya yang berantakan. "Bila wanita ini melakukan lagi, langsung aku habisin dia!" ancam nya tak main-main

Kepala Vana semakin berat, tubuhnya terasa panas dan lemas. Seketika pandangan matanya memudar. Vana sudah tidak bisa mengendalikan tubuhnya, ia terjatuh ke dalam pelukan pria berjas putih.

Seperti mendapatkan berlian runtuh, ketiga pria tersebut tersenyum puas, lalu menggendong tubuh Vana ala bridal style.

Mereka telah keluar dari pintu lift dan masuk kedalam sebuah kamar private milik salah satu pelanggan di hotel berbintang lima. Tubuh Vana ia telentang kan di atas pembaringan berwarna putih.

"Sungguh cantik wanita ini." pria itu mengibaskan rambut Vana yang menutupi wajahnya.

"Sepertinya aku mulai tergoda dengannya, setelah sekian lama aku mengincar wanita ini." pria berjas navi melempar jas dan kemejanya asal setelah melucuti pakaian nya sendiri.

"Dia bukan hanya wanita berkelas, tetapi sangat sulit di taklukan. Tetapi hari ini kita bisa menikmatinya." pria bermata sipit terbahak sambil melepas jas putih dan membuka kancing kemejanya satu persatu.

"Apa kita akan melakukannya bersama atau bergantian?" kata pria berjas hitam yang sudah setengah bugil.

"Lebih enak bersamaan, rasanya aku sudah tidak sabar." seringai di bibir pria berwajah blasteran.

Sementara di tempat lain. Seorang wanita berparas cantik sedang duduk di kursi tunggal dengan satu kaki menyilang. Satu tangannya Menggoyang-goyangkan gelas crystal berisi wine. Parasnya yang cantik menyimpan sebuah dendam yang membara. Mata devil nya menatap pria tinggi tegap di depannya.

"Apa wanita itu sudah masuk perangkap kita?"

"Sudah Nyonya! Tiga pria utusan anda sudah membawanya ke dalam kamar." pria tersebut berbicara dengan wajah tertunduk, sebab tidak berani menatap mata tajamnya.

Bibir tipis wanita itu melengkung ke atas, seakan puas dengan jawaban bawahannya.

"Bagus! cepat kalian rekan semua kejadian di dalam kamar. Aku akan menghancurkan anak dari keluarga Reno Mahesa, dan membuatnya malu hingga tujuh turunan! wanita itu mengepal kuat gelas kristal di tangannya hingga kuku panjangnya memutih.

"Kami sudah menaruh beberapa kamera tersembunyi di kamar mereka Nyonya. Apa perlu mendobrak pintu saat mereka sedang berhubungan?"

Wanita itu bangkit dari duduknya, satu alisnya terangkat bersamaan sunggingan senyuman yang menakutkan.

"Tentu saja! aku ingin melihat tayangan langsung kebrutalan ketiga laki-laki itu pada Alea!" wanita itu meneguk habis wine dalam gelas.

"Lakukan beberapa menit lagi!"

"Baik Nyonya!

Pria berpostur tinggi tegap berbalut jas hitam adalah kaki tangan wanita ini. Wajah dingin nya terlihat kejam dan sangat mematikan. Ia melangkah pergi meninggalkan ruangan sang Nyonya di ikuti beberapa bawahannya.

Ketiga pria yang rata-rata berpostur tubuh atletis mulai menampakkan kekuatannya. Mereka berlomba-lomba ingin mencicipi tubuh mulus Vana yang masih terbaring tak berdaya. Tubuh mereka kekar dan berurat, pasti mereka sangat menjaga tubuh ideal nya hingga terlihat macho dan maskulin.

"Ayo kita lakukan bersama-sama dan lucuti pakaian wanita cantik ini." satu pria naik keatas ranjang dengan tak sabar. Saat ingin menarik pakaian Vana, mata pria itu di kejutan oleh tatapan bola mata devil Vana, hingga mata mereka saling beradu. Detik berikutnya sebuah tonjokan keras tepat mengenai bola matanya.

Pria itu menjerit kesakitan bersamaan tendangan kaki jenjang Vana yang menghantam tubuhnya hingga mendarat ke lantai. Kedua pria yang tak lain temannya ikut terkejut. Ia tidak menyangka kalau wanita yang sudah ia berikan obat tidur berpura-pura pingsan.

"Ka-u tidak pingsan! tunjuk pria bermata sipit tergagap

"Apa kita salah memberikan Obat?! tanya nya pada teman di sampingnya.

"Kita lawan saja wanita ini, tubuh besar kita pasti bisa mengalahkan wanita kurus ini!

Kedua pria tersebut mulai mengeluarkan kekuatan tubuh besar nya, lalu menghantamkan tinju kearah Vana. Namun sayang, Vana lebih dulu berhasil menjambak rambut kedua pria itu dengan kedua tangannya. secepat kilat Vana menghantam kan kedua kepala mereka bersamaan.

Bleduk!

Benturan kepala keduanya membuat dua pria itu menjerit kesakitan, hingga mereka terkapar di lantai.

Dengan elegan Vana meraih sebuah tissue basah yang ada di atas nakas, lalu membersihkan kedua tangannya. Ia duduk di tepi ranjang dengan kaki menyilang.

"Kalian pikir aku bodoh!

"Kalian pikir aku bisa di perdaya! obat tidur yang sudah kalian masukan ke dalam Wine tidak berpengaruh sama sekali!"

"Kalian lupa? Vana menyunggingkan senyuman meremehkan "Daddy ku seorang peminum ulung pada masanya, siapa yang bisa mengalahkan daddy ku? Anak seorang Reno Mahesa ingin kalian kelabui dengan minuman murahan!"

Ketiga pria itu langsung ciut, mereka masih meraung kesakitan dengan tubuh berbalut kancut.

"Siapa orang di belakang kalian!" bentak Vana dengan tatapan belati.

Ketiganya menggeleng lemah dengan wajah ketakutan. Ternyata, tubuh besar mereka tidak dapat mengalahkan satu wanita

Vana beranjak dari duduk sambil melipat kedua tangan di dada "Berani sekali kalian ingin bermain-main dengan ku!"

"Kalian salah memilih lawan!" seru Vana seraya menginjak kaki mereka dengan ujung heels. Raungan mereka mendatang sekelompok orang yang mendobrak pintu kamar.

Vana tidak begitu terkejut saat melihat berapa laki-laki berjas serba hitam berdiri di ambang pintu dengan wajah dingin. Sebab Vana sudah perhitungkan sebelumnya.

"Wah.. wah.. sepertinya ada reuni disini. Sungguh kalian punya telepati yang sangat tepat. Orang-orang bodoh ini adalah boneka kalian untuk menjatuhkan aku bukan?!" Setelah sindiran Vana tepat sasaran, wanita ini terkekeh.

Pria berwajah dingin berubah merah padam, tatapan matanya menghunus kearah Vana "Brengsek! berani kau mengacau di tempat kami!"

"Mengacau?! Hey.. apa aku tidak salah dengar?"

"Kalian sendiri yang berani menyentuh ku! Pasti semua ini rencana bos kalian bukan?" tunjuk Vana. "Tunggu, apa yang kalian bawa?" Vana menatap kearah pria membawa kamera yang ia sembunyikan di belakang tangannya.

"Jadi kalian ingin menjebak aku dengan membawa kamera? sungguh kalian sangat licik dan biadab!" teriak Vana, ia sudah menyadari sejak awal, kalau dirinya menjadi target seseorang.

Vana seorang wanita mandiri dan cerdas, ia tidak takut menghadapi pria-pria berjas hitam di depannya. Baginya mereka hanya cecurut-cecurut kecil yang tidak ada apa-apanya.

"Habisi wanita itu!"

*Lanjut besok ya All... jangan lupa terus dukung karya bunda dengan cara.. LIKE, VOTE/GIFT, KOMEN YANG Membangun dan RATE BINTANG 5.

💜💜💜💜

Terpopuler

Comments

yatun divia

yatun divia

Alhamdulillah Vana baik" saja ternyata dia hanya berpura" pingsan dan emang benar apa yg dikatakan Vana bahwa Reno adalah peminum yg ulung dan handal pada masanya jd ingat dulu awal pernikahannya dengan Delena dimana setiap plg selalu dlm keadaan bau alkohol parah banget bahkan dikamarnya ada mini bar nya dg aneka minuman alkohol terbaik di dunia..BTW siapa sebenarnya Jessica kenapa dia memanggil Vana dengan panggilan Alea

2024-11-04

3

boma

boma

siapa ya cewe yg jahat itu,mungkin masih temennya vana yg punya dendam,kalo dah di sebutin namanya pasti kita tau siapa dia,apa clara ya yg suka sama nathan dulu,yg deket sama rmhnya nathan yg dah mati,mungkin ini mah

2024-11-03

2

Sri Rahayu

Sri Rahayu

Anak Macan Asia mau dilawan, Vana gitu lho....ayo Vana habisan itu anak buah Jesica 👍👍👍....ditunggu lanjutan nya Thorr 😘😘😘

2024-11-03

2

lihat semua
Episodes
1 Penyerangan
2 Sebuah Teka-teki
3 Ancaman
4 Jebakan
5 Bukan lawan yang tepat
6 Jebakan wanita licik
7 Dia Wanita ku
8 Menunggu hari pembalasan
9 Berharap mencintai
10 Sang primadona
11 Rahasia masa lalu
12 Pertemuan Yang di rindukan.
13 Mengutarakan isi hati
14 Pria pemberani
15 Pria bermata satu
16 Identitas tawanan
17 Bertemu musuh lama
18 Penyelamatan
19 Halusinasi
20 Petualangan Vano dan Sean
21 Pencarian
22 Bertemu seseorang
23 Kehilangan
24 Perlawanan Vano
25 Pencarian sang putra
26 Monster penunggu bukit
27 Perjanjian Vano dan Markus
28 Pertemuan yang tidak sengaja
29 Kedok wanita jahat
30 Keluar mulut Harimau, masuk ke sarang buaya.
31 Berkorban Nyawa
32 Perjuangan tiga sekawan
33 Pembebasan Luna
34 Menuju jalan pintas
35 Perkelahian
36 Titisan Dragon black
37 Kehilangan
38 Kehilangan part 2
39 Cinta atau Buta
40 Isi hati Safira
41 Kisah Safira
42 kisah Safira 2 (Merasa bersalah)
43 Hati yang mati
44 kecurigaan Safira
45 Lelah Hati
46 Mulai terkuak (Vana)
47 Membuat Onar
48 episode 48
49 Berani Melawan
50 Rencana jitu
51 Yang telah hilang, kini kembali.
52 Amarah Janeta
53 Ketahuan
54 Hidup atau mati
55 Masih ada perasaan
56 Cinta telah kembali
57 Rahasia Reyhan
58 Meregang nyawa
59 Menunggu hari pembalasan.
60 Menjadi Raja Xenzial
61 Harta karun
62 Desa Xenzial
63 Sebuah misi
64 Meninggalkan Desa misteri
65 Kembali pulang
66 Hanya halusinasi
67 Rencana jitu
68 Trauma masa lalu
69 Wanita yang sama
70 ketegaran Safira
71 Mari kita bercerai
72 Sulit melepaskan
73 Masa lalu Shella
74 Rencana busuk
75 Keakraban di mansion
76 Penguntit
77 Serangan
78 Cemburu
79 Perjodohan
80 Rencana Licik
81 Memilih pergi
Episodes

Updated 81 Episodes

1
Penyerangan
2
Sebuah Teka-teki
3
Ancaman
4
Jebakan
5
Bukan lawan yang tepat
6
Jebakan wanita licik
7
Dia Wanita ku
8
Menunggu hari pembalasan
9
Berharap mencintai
10
Sang primadona
11
Rahasia masa lalu
12
Pertemuan Yang di rindukan.
13
Mengutarakan isi hati
14
Pria pemberani
15
Pria bermata satu
16
Identitas tawanan
17
Bertemu musuh lama
18
Penyelamatan
19
Halusinasi
20
Petualangan Vano dan Sean
21
Pencarian
22
Bertemu seseorang
23
Kehilangan
24
Perlawanan Vano
25
Pencarian sang putra
26
Monster penunggu bukit
27
Perjanjian Vano dan Markus
28
Pertemuan yang tidak sengaja
29
Kedok wanita jahat
30
Keluar mulut Harimau, masuk ke sarang buaya.
31
Berkorban Nyawa
32
Perjuangan tiga sekawan
33
Pembebasan Luna
34
Menuju jalan pintas
35
Perkelahian
36
Titisan Dragon black
37
Kehilangan
38
Kehilangan part 2
39
Cinta atau Buta
40
Isi hati Safira
41
Kisah Safira
42
kisah Safira 2 (Merasa bersalah)
43
Hati yang mati
44
kecurigaan Safira
45
Lelah Hati
46
Mulai terkuak (Vana)
47
Membuat Onar
48
episode 48
49
Berani Melawan
50
Rencana jitu
51
Yang telah hilang, kini kembali.
52
Amarah Janeta
53
Ketahuan
54
Hidup atau mati
55
Masih ada perasaan
56
Cinta telah kembali
57
Rahasia Reyhan
58
Meregang nyawa
59
Menunggu hari pembalasan.
60
Menjadi Raja Xenzial
61
Harta karun
62
Desa Xenzial
63
Sebuah misi
64
Meninggalkan Desa misteri
65
Kembali pulang
66
Hanya halusinasi
67
Rencana jitu
68
Trauma masa lalu
69
Wanita yang sama
70
ketegaran Safira
71
Mari kita bercerai
72
Sulit melepaskan
73
Masa lalu Shella
74
Rencana busuk
75
Keakraban di mansion
76
Penguntit
77
Serangan
78
Cemburu
79
Perjodohan
80
Rencana Licik
81
Memilih pergi

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!