Dia Wanita ku

Ckckckck... "Sungguh besar juga nyali mu, kau sudah mengalahkan anak buah ku. Sekarang aku ingin lihat, sehebat apa kau melawan bintang peliharaan ku!"

"Kalian semua! Wanita itu berseru pada anak buahnya. "Pasang kamera di penjuru tempat. Aku ingin lihat, bintang peliharaan ku mencabik-cabik tubuh wanita ini!" setelah memberikan perintah, wanita itu melangkah pergi meninggalkan area pertandingan.

"Berdo'a lah, agar bintang kesayangan ku berbaik hati tidak memakan daging mu, selamat berjuang! seru wanita itu di sela-sela langkah nya.

Sementara itu seorang pelayan berpakaian hitam putih dengan pita di lehernya berjalan ke sebuah area dengan membawa nampan yang diatas piring di tutupin.

"Mau ke mana kau?! cegat seorang penjaga bertubuh kekar.

"Masuk membawa makanan untuk peliharaan nyonya!"

"Coba aku periksa!

Pria penjaga membuka tutup nampan, bau anyir begitu menyengat membuat kedua pria itu mual sambil menutup hidung.

"Sial, bau sekali!"

"Biarkan saya masuk, agar binatang itu cepat memakan santapan ini."

"Hey tunggu! teriak kedua pria tersebut saat pelayan itu berjalan cepat "Siapa yang menyuruh mu membawa makanan singa? bukan kah wanita di dalam santapannya malam ini?" ha-ha-ha-ha..

Tangan pelayan mengepal kuat, Sorot matanya terlihat suram dan mencekam. ia berjalan mendekat ke arah dua pria penjaga, lalu menghantam nya dengan cepat.

Pria berpenampilan pelayan melempar nampan di tangan nya dan berjalan cepat ke arah pintu masuk.

Sementara Vana berjalan mundur ke belakang saat binatang buas itu berjalan mendekat ke arahnya. Wanita cantik berambut panjang itu berusaha melepas borgol dari tangannya, Namun sia-sia, borgol tidak mudah di lepaskan.

"Sialan! apa yang harus aku lakukan untuk menghadapi singa buas ini!" gumam Vana dalam hati "Andai tangan ku tidak terborgol sudah pasti aku bisa melumpuhkannya."

Suara singa menggelegar dengan gigi-gigi taring terlihat tajam dan mengkilap. Vana memutar bola matanya sambil berpikir.

"Hey paman singa, apa kau yakin ingin menyantap tubuh ku yang kurus? coba kau pikir-pikir lagi sebelum menyesal!" Vana terus berbicara untuk mengulur waktu, berharap ada malaikat baik hati menolongnya. Tetapi singa buas itu tidak perduli, ia mengibas-ngibaskan ekornya kekiri dan ke kanan, siap menyerang Vana. Dalam hitungan beberapa detik, Singa menerjang ke arah Vana.

Tubuh Vana terjatuh terlempar ke belakang, binatang buas itu benar-benar menyerang Vana secara brutal. Vana yang sudah pasrah merapalkan do'a sambil memejamkan kedua matanya.

Brukk!

Sebuah pukulan telak mengenai tubuh binatang buas itu. Suara erangannya nyaring terdengar hingga membuat bulu-bulu kuduk meremang. Gadis itu membuka matanya perlahan, ia tercengang saat melihat seorang pria berpakaian pelayan sedang bertarung melawan singa buas.

"Akkhh!

Vana terpekik melihat darah segar mengalir dari leher jenjang dan bahu. Rasa sakit mulai ia rasakan, cakaran singa menembus kulit putih Vana sampai robek. Mata Vana mulai berbayang, tetapi ia masih bisa melihat sosok pria di depannya.

Bola mata pria itu berwarna biru, tetapi kelopak matanya sipit. Hidung mancung dengan kedua alis tebal, rahang terlihat keras dan bibir bervolume. Vana terpana sejenak mengingat wajah seseorang.

"Mata biru? Apa kah dia___? Vana menggeleng lemah "Ahh tidak mungkin, mana mungkin dia Nathan!" bisiknya dalam hati, ia menepis ucapan nya sendiri.

Wanita itu berbicara pelan "Nathan sudah tiada saat rumah itu meledak."

Vana masih sanggup melihat pertarungan hebat pria berwajah oppa-oppa Korea dengan singa. Tangan pria itu meraih belati dari balik baju, lalu menghantam ke tubuh singa secara bertubi-tubi, hingga binatang itu terkapar tak berdaya.

Mata Vana sudah tidak sanggup untuk bertahan, akhirnya ia benar-benar pingsan.

"Alea..!

Pria itu berlari dan mendapati tubuh Vana sudah banyak darah dari leher dan bahu. Dengan cepat ia mengangkat tubuh Vana.

Di depan pintu orang-orang bawaan pria tersebut sudah berjaga. Mereka berpakaian jas hitam dengan senjata api di tangan nya.

"Habisi mereka semua!" teriak pria tersebut murka, rahangnya mengeras bersamaan giginya Gemeretak menahan amarah. Aura membunuh semakin kental.

Kini pertempuran dua kelompok genk semakin tak terhindari, satu tangan nya membopong tubuh Vana yang masih terborgol dan satu tangan nya memegang senjata api yang ia arahkan ke arah lawan.

Beberapa tembakan mengenai kubu lawan, orang-orang tersebut semakin brutal untuk melawan.

"Perkuat penjagaan untuk bos! seru salah satu dari anak buahnya.

Pria berwajah Korea berhasil keluar dari pertempuran sengit yang berada di belakang hotel bintang lima. Tempat itu memang tersembunyi, hanya orang-orang tertentu yang mengetahui adanya tempat rahasia.

Mobil sedan hitam berhenti tepat di depan pria tersebut. ia membuka pintu mobil untuk menaruh tubuh Vana di atas jok.

"Secepatnya bawa wanita ku ke rumah sakit!" titah nya dengan wajah penuh amarah.

"Baik Bos!

Sebelum berpisah dengan Vana, pria tersebut membuka borgol alu mencium kening Vana "Maafkan aku terlambat datang menolong mu Zee. Aku berjanji akan membalas perbuatan mereka pada mu! "

Pria tersebut menutup pintu mobil, mobil melesat dengan cepat meninggalkan tempat itu. Mata tajam nya terus mengawasi sekitar, Kedua tangannya mengepal kuat membuat tinju. "Akan aku habisi mereka yang telah menyentuh wanita ku!"

💜💜💜💜

Jangan lupa untuk terus dukung karya bunda. Bantu bunda untuk LIKE setelah membaca. Kasih GIFT/VOTE untuk penyemangat bunda. Beri komentar yang membangun dan beri bintang 5 untuk karya baru bunda.

Terima kasih sebelumnya, Happy reading 🥰🥰

Terpopuler

Comments

Irma Juniarti

Irma Juniarti

Nathan memang penyelamat vana, apa ini yg dinamakan jodoh.
aku masih penasaran dengan wanita yg ingin membunuh vana siapa gerangan.

2024-11-11

4

nyaks 💜

nyaks 💜

Alea kan Nathan..
Zee?? Kenzo kah??
ihhh penasaran deh bunNy...
semangatttttt tttt 💪

2024-11-11

2

Zainab Ddi

Zainab Ddi

wah Nathan mulai beraksi Alhamdulillah ditolong lg vana emang kalo Uda jodoh susah bunda dipisahkan

2024-11-10

4

lihat semua
Episodes
1 Penyerangan
2 Sebuah Teka-teki
3 Ancaman
4 Jebakan
5 Bukan lawan yang tepat
6 Jebakan wanita licik
7 Dia Wanita ku
8 Menunggu hari pembalasan
9 Berharap mencintai
10 Sang primadona
11 Rahasia masa lalu
12 Pertemuan Yang di rindukan.
13 Mengutarakan isi hati
14 Pria pemberani
15 Pria bermata satu
16 Identitas tawanan
17 Bertemu musuh lama
18 Penyelamatan
19 Halusinasi
20 Petualangan Vano dan Sean
21 Pencarian
22 Bertemu seseorang
23 Kehilangan
24 Perlawanan Vano
25 Pencarian sang putra
26 Monster penunggu bukit
27 Perjanjian Vano dan Markus
28 Pertemuan yang tidak sengaja
29 Kedok wanita jahat
30 Keluar mulut Harimau, masuk ke sarang buaya.
31 Berkorban Nyawa
32 Perjuangan tiga sekawan
33 Pembebasan Luna
34 Menuju jalan pintas
35 Perkelahian
36 Titisan Dragon black
37 Kehilangan
38 Kehilangan part 2
39 Cinta atau Buta
40 Isi hati Safira
41 Kisah Safira
42 kisah Safira 2 (Merasa bersalah)
43 Hati yang mati
44 kecurigaan Safira
45 Lelah Hati
46 Mulai terkuak (Vana)
47 Membuat Onar
48 episode 48
49 Berani Melawan
50 Rencana jitu
51 Yang telah hilang, kini kembali.
52 Amarah Janeta
53 Ketahuan
54 Hidup atau mati
55 Masih ada perasaan
56 Cinta telah kembali
57 Rahasia Reyhan
58 Meregang nyawa
59 Menunggu hari pembalasan.
60 Menjadi Raja Xenzial
61 Harta karun
62 Desa Xenzial
63 Sebuah misi
64 Meninggalkan Desa misteri
65 Kembali pulang
66 Hanya halusinasi
67 Rencana jitu
68 Trauma masa lalu
69 Wanita yang sama
70 ketegaran Safira
71 Mari kita bercerai
72 Sulit melepaskan
73 Masa lalu Shella
74 Rencana busuk
75 Keakraban di mansion
76 Penguntit
77 Serangan
78 Cemburu
79 Perjodohan
80 Rencana Licik
81 Memilih pergi
Episodes

Updated 81 Episodes

1
Penyerangan
2
Sebuah Teka-teki
3
Ancaman
4
Jebakan
5
Bukan lawan yang tepat
6
Jebakan wanita licik
7
Dia Wanita ku
8
Menunggu hari pembalasan
9
Berharap mencintai
10
Sang primadona
11
Rahasia masa lalu
12
Pertemuan Yang di rindukan.
13
Mengutarakan isi hati
14
Pria pemberani
15
Pria bermata satu
16
Identitas tawanan
17
Bertemu musuh lama
18
Penyelamatan
19
Halusinasi
20
Petualangan Vano dan Sean
21
Pencarian
22
Bertemu seseorang
23
Kehilangan
24
Perlawanan Vano
25
Pencarian sang putra
26
Monster penunggu bukit
27
Perjanjian Vano dan Markus
28
Pertemuan yang tidak sengaja
29
Kedok wanita jahat
30
Keluar mulut Harimau, masuk ke sarang buaya.
31
Berkorban Nyawa
32
Perjuangan tiga sekawan
33
Pembebasan Luna
34
Menuju jalan pintas
35
Perkelahian
36
Titisan Dragon black
37
Kehilangan
38
Kehilangan part 2
39
Cinta atau Buta
40
Isi hati Safira
41
Kisah Safira
42
kisah Safira 2 (Merasa bersalah)
43
Hati yang mati
44
kecurigaan Safira
45
Lelah Hati
46
Mulai terkuak (Vana)
47
Membuat Onar
48
episode 48
49
Berani Melawan
50
Rencana jitu
51
Yang telah hilang, kini kembali.
52
Amarah Janeta
53
Ketahuan
54
Hidup atau mati
55
Masih ada perasaan
56
Cinta telah kembali
57
Rahasia Reyhan
58
Meregang nyawa
59
Menunggu hari pembalasan.
60
Menjadi Raja Xenzial
61
Harta karun
62
Desa Xenzial
63
Sebuah misi
64
Meninggalkan Desa misteri
65
Kembali pulang
66
Hanya halusinasi
67
Rencana jitu
68
Trauma masa lalu
69
Wanita yang sama
70
ketegaran Safira
71
Mari kita bercerai
72
Sulit melepaskan
73
Masa lalu Shella
74
Rencana busuk
75
Keakraban di mansion
76
Penguntit
77
Serangan
78
Cemburu
79
Perjodohan
80
Rencana Licik
81
Memilih pergi

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!