Jebakan

Pria tampan bertubuh atletis itu sudah memasukkan beberapa pakaian kedalam koper. Ia benar-benar sudah bertekad untuk pulang ke Jakarta dan membangun bisnis baru.

"Apa kau yakin ingin kembali ke Jakarta?"

"Seharusnya aku tidak pernah meninggal Jakarta, kalau saja kecelakaan itu tidak akan terjadi."

"Kau adalah laki-laki gila yang pernah aku kenal, tidak pernah menyerah dan meninggalkan wanita yang sudah membuat mu hancur!"

"Kau bukan lah aku! Nathan menaikan sudut bibirnya "Makanya kamu tidak akan pernah bisa jadi aku!" pria itu menepuk-nepuk pundak sang sahabat.

"Nad! bagaimana dengan Haruka? apa kau tetap membawanya serta?"

"Tentu saja, Haruka sudah menjadi tanggung jawab ku, biar bagaimanapun juga dia telah menolong ku dua kali. Aku tidak sekejam itu melupakan nya."

Jordan angguk-anggukan kepala "Lalu bagaimana bila ia menuntut pernikahan?"

Nathan membuang nafas kasar "Nanti saja aku pikirkan!"

"Baiklah, nanti aku akan berkunjung ke rumah mu. Jaga dirimu dan Haruka baik-baik, bila ada keluhan langsung hubungi ku."

"Oke Jor, aku pergi dulu! keduanya saling berangkulan. Kemudian mereka berdua berjalan ke luar halaman.

Satu jam kemudian Pesawat lepas landas meninggal kan kota Seoul Korea selatan.

Sementara di Jakarta, Zevana di nobatkan sebagai CEO Mahesa grup menggantikan kedudukan Zevano sang kakak. Selama Vano menjalankan tugas untuk memberantas penjahat di kapal pesiar, Vana lah yang bertanggung jawab penuh untuk perusaahan milik keluarga nya.

Semua petinggi perusahaan sudah duduk tertib di tempatnya. Reno sebagai pemilik tertinggi di perusahaan Mahesa grup memberikan mandat pada Zevana anak gadisnya.

Prosesi penobatan telah selesai, kini Vana sudah duduk di kursi Presdir. Sementara rumah sakit miliknya sudah di serahkan dan di kelola oleh Dokter Agung yang sudah Vana angkat menggantikan dirinya jadi Direktur Pelita Medical.

"Siang Nona Zevan."

Vana duduk di kursi presdir sambil membaca artikel di tangannya, lalu ia mendongakkan wajahnya. Seraut wajah tegang sang sekertaris saat menunggu jawaban dari bos barunya. Sebuah anggukan kepala sebagai respon dari sang direktur.

"Besok ada undangan dari PT samudra. Undangan ini langsung dari ibu direktur yang memberinya." Sang sekertaris menyerahkan undangan berwarna merah hati. Vana meraih undangan tersebut dan membuka isinya.

"Hanya acara party." gumamnya pelan

"Baiklah, aku akan datang memenuhi undangan mereka."

"Kalau begitu saya permisi nona." wanita berparas cantik itu meninggalkan ruangan sang Ceo

"Jesica?" nama itu seperti tidak asing terdengar!" ia terus mengingat-ingat nama tersebut. Hingga dering ponsel membuyarkan lamunan nya.

Esoknya, usai menjalankan rutinitas baru sebagai seorang CEO, Vana mulai bersiap-siap untuk datang ke Pesta undangan di salah satu perusahaan yang pernah bekerja sama dengan perusahaan ayahnya. Baju dress tanpa lengan berwarna biru cerah menjadi pilihannya, walaupun polesan wajahnya tidak terlalu mencolok tetap membuat seorang Vana masih terlihat cantik dan anggun. Daya pikat dan sikap elegan sebagai seorang Ceo semakin kentara, terbukti beberapa pria menatap tanpa kedip kearahnya saat kaki jenjang nya memasuki hotel berbintang.

"Apa nona datang sendiri?" tanya salah satu seorang bodyguard yang berdiri di pintu utama

Vana mengangguk dan tersenyum ramah.

"Silakan nona, tinggalkan mantelnya di tempat penitipan." pria tersebut membantu Vana membuka mantel putih bulu-bulu.

"Terima kasih." ucap Vana seraya melangkah masuk kedalam rooms yang sudah ramai dengan para tamu undangan termasuk dirinya.

"Hallo nona Zevana, selamat datang sudah mau memenuhi undangan kami." seorang pria berjas putih datang menghampiri Vana. Gadis itu menerima uluran tangan sambil tersenyum tipis.

"Silakan menikmati hidangan kami, acara akan segera di mulai."

"Tunggu! di mana pemilik party ini? sejak aku masuk tidak melihatnya." Vana menoleh ke kiri dan kanan mencari wanita yang mengundangnya.

"Nona Jesica sedang berbincang dengan tamu penting, sebentar lagi akan hadir."

"Para hadirin semua, acara akan segera di mulai. Semua tamu undangan akan di berikan sebuah topeng mata untuk meramaikan acara party nona Jesica." suara dari sebuah podium terdengar di area room. Tak berapa lama keluar wanita-wanita cantik dengan membawa nampan berisikan topeng mata. Semua orang mengambil nya satu persatu, termasuk vana yang mengambil satu topeng mata yang di penuhi bulu-bulu pink.

Seketika lampu padam, telah berganti dengan lampu disco berkerlap-kerlip. Suara musik remix memenuhi ruangan. Vana mengernyit kan kedua alisnya meskipun tertutup topeng.

"Hey nona boleh kami bergabung?" dua orang pria sudah berdiri di samping Vana, tentu saja dengan wajah tertutup topeng.

"Maaf! balas Vana singkat dan langsung melangkah pergi. Sungguh, ia tidak mengenal satupun orang-orang di sana.

"Nona minumannya." salah seorang pelayan berdasi kupu-kupu datang menyodorkan minuman di atas nampan.

Vana meraih satu gelas berisi warna merah jambu "Terima kasih." ucapnya, seraya meneguk sedikit minuman berwarna tersebut.

"Ini Wine? kenapa rasanya berbeda?" sekali lagi Vana menyatukan alisnya "Aku bukan peminum, kenapa di acara seperti ini masih ada minuman beralkohol?" Vana menaruh gelas tersebut di salah satu meja tanpa melihat ada tiga orang duduk di sana.

"Hey Nona, kenapa pergi? ayo duduk dan temani kami! tukas salah seorang pria sambil menarik tangan Vana kasar.

Sontak gadis itu terkejut, reflek menepis tangan pria tersebut. "Jangan kurang ajar! aku datang ke sini bukan untuk menemani kalian!"

"Hey sombong sekali kau Nona! tiga pria langsung beranjak dari duduknya. Saat Vana ingin melangkah pergi, tiba-tiba kepalanya pusing.

Suara musik remix semakin menggema di udara, para tamu undangan begitu asik mengikuti musik yang kian keras terdengar.

Melihat wanita incaran nya mulai goyah, salah satu pria merangkul bahu Vana. Gadis itu merasakan dirinya tidak baik-baik saja, ia mulai waspada dan langsung menarik diri dari pria bertopeng tengkorak.

"Sial! sepertinya ada yang menaruh obat ke dalam minuman tadi. Apa pelayan itu bekerja sama dengan mereka?" Vana terus bergumam dalam hati.

"Minggir lah, aku mau lewat!"

Mereka bertiga menghadang Vana yang mulai jalan sempoyongan. Sebuah seringai terlihat jelas di bibir mereka bertiga.

"Sini kami bantu antarkan ke kamar, sepertinya kau perlu istrahat." pria tersebut merangkul pinggang ramping Vana, reflek Vana menampar dengan keras. Wajah pria tersebut sangat murka mendapatkan tamparan telak dari wanita cantik di depannya.

"Kau!" tunjuknya, ia merasa terhina dengan tamparan Vana. Seumur hidup pria bermata sipit itu belum pernah kena tampar, apalagi dengan seorang wanita.

"Berani kau menampar ku!" pria tersebut membuat kepalan di tangannya dan ingin menghantam, namun di tangkap oleh teman nya "Jangan gegabah, kita sudah mendapatkan mangsa. Nanti orang-orang di sini akan curiga." bisik teman nya memperingati.

Pria berjas navi merapikan jasnya yang berantakan. "Bila wanita ini melakukan lagi, langsung aku habisin dia!" ancam nya tak main-main

Kepala Vana semakin berat, tubuhnya terasa panas dan lemas. Seketika pandangan matanya memudar. Vana sudah tidak bisa mengendalikan tubuhnya, ia terjatuh ke dalam pelukan pria berjas putih.

Seperti mendapatkan berlian runtuh, ketiga pria tersebut tersenyum puas, lalu menggendong tubuh Vana ala bridal style.

💜💜💜💜

All.. yuk dukung terus karya bunda, dengan cara LIKE setelah membaca, jangan lupa bantu VOTE/GIFT, RATE BINTANG 5, DAN KOMENTAR YANG MEMBANGUN. MAKASIH 🙏🙏

Terpopuler

Comments

merianna tampubolon

merianna tampubolon

bundakuuuuuuu. jgn lama2 up nya aku rindu baca tulisanmu. semangat bunda/Heart//Heart//Heart/

2024-11-03

2

yeni NurFitriah

yeni NurFitriah

Semoga Nathan bisa menolong Vana,kan dia udah ke Jakarta ya..

2024-11-14

2

Eka

Eka

semoga vana ada yg menyelamatkannya habis ken yg jebak zee

2024-12-06

2

lihat semua
Episodes
1 Penyerangan
2 Sebuah Teka-teki
3 Ancaman
4 Jebakan
5 Bukan lawan yang tepat
6 Jebakan wanita licik
7 Dia Wanita ku
8 Menunggu hari pembalasan
9 Berharap mencintai
10 Sang primadona
11 Rahasia masa lalu
12 Pertemuan Yang di rindukan.
13 Mengutarakan isi hati
14 Pria pemberani
15 Pria bermata satu
16 Identitas tawanan
17 Bertemu musuh lama
18 Penyelamatan
19 Halusinasi
20 Petualangan Vano dan Sean
21 Pencarian
22 Bertemu seseorang
23 Kehilangan
24 Perlawanan Vano
25 Pencarian sang putra
26 Monster penunggu bukit
27 Perjanjian Vano dan Markus
28 Pertemuan yang tidak sengaja
29 Kedok wanita jahat
30 Keluar mulut Harimau, masuk ke sarang buaya.
31 Berkorban Nyawa
32 Perjuangan tiga sekawan
33 Pembebasan Luna
34 Menuju jalan pintas
35 Perkelahian
36 Titisan Dragon black
37 Kehilangan
38 Kehilangan part 2
39 Cinta atau Buta
40 Isi hati Safira
41 Kisah Safira
42 kisah Safira 2 (Merasa bersalah)
43 Hati yang mati
44 kecurigaan Safira
45 Lelah Hati
46 Mulai terkuak (Vana)
47 Membuat Onar
48 episode 48
49 Berani Melawan
50 Rencana jitu
51 Yang telah hilang, kini kembali.
52 Amarah Janeta
53 Ketahuan
54 Hidup atau mati
55 Masih ada perasaan
56 Cinta telah kembali
57 Rahasia Reyhan
58 Meregang nyawa
59 Menunggu hari pembalasan.
60 Menjadi Raja Xenzial
61 Harta karun
62 Desa Xenzial
63 Sebuah misi
64 Meninggalkan Desa misteri
65 Kembali pulang
66 Hanya halusinasi
67 Rencana jitu
68 Trauma masa lalu
69 Wanita yang sama
70 ketegaran Safira
71 Mari kita bercerai
72 Sulit melepaskan
73 Masa lalu Shella
74 Rencana busuk
75 Keakraban di mansion
76 Penguntit
77 Serangan
78 Cemburu
79 Perjodohan
80 Rencana Licik
81 Memilih pergi
Episodes

Updated 81 Episodes

1
Penyerangan
2
Sebuah Teka-teki
3
Ancaman
4
Jebakan
5
Bukan lawan yang tepat
6
Jebakan wanita licik
7
Dia Wanita ku
8
Menunggu hari pembalasan
9
Berharap mencintai
10
Sang primadona
11
Rahasia masa lalu
12
Pertemuan Yang di rindukan.
13
Mengutarakan isi hati
14
Pria pemberani
15
Pria bermata satu
16
Identitas tawanan
17
Bertemu musuh lama
18
Penyelamatan
19
Halusinasi
20
Petualangan Vano dan Sean
21
Pencarian
22
Bertemu seseorang
23
Kehilangan
24
Perlawanan Vano
25
Pencarian sang putra
26
Monster penunggu bukit
27
Perjanjian Vano dan Markus
28
Pertemuan yang tidak sengaja
29
Kedok wanita jahat
30
Keluar mulut Harimau, masuk ke sarang buaya.
31
Berkorban Nyawa
32
Perjuangan tiga sekawan
33
Pembebasan Luna
34
Menuju jalan pintas
35
Perkelahian
36
Titisan Dragon black
37
Kehilangan
38
Kehilangan part 2
39
Cinta atau Buta
40
Isi hati Safira
41
Kisah Safira
42
kisah Safira 2 (Merasa bersalah)
43
Hati yang mati
44
kecurigaan Safira
45
Lelah Hati
46
Mulai terkuak (Vana)
47
Membuat Onar
48
episode 48
49
Berani Melawan
50
Rencana jitu
51
Yang telah hilang, kini kembali.
52
Amarah Janeta
53
Ketahuan
54
Hidup atau mati
55
Masih ada perasaan
56
Cinta telah kembali
57
Rahasia Reyhan
58
Meregang nyawa
59
Menunggu hari pembalasan.
60
Menjadi Raja Xenzial
61
Harta karun
62
Desa Xenzial
63
Sebuah misi
64
Meninggalkan Desa misteri
65
Kembali pulang
66
Hanya halusinasi
67
Rencana jitu
68
Trauma masa lalu
69
Wanita yang sama
70
ketegaran Safira
71
Mari kita bercerai
72
Sulit melepaskan
73
Masa lalu Shella
74
Rencana busuk
75
Keakraban di mansion
76
Penguntit
77
Serangan
78
Cemburu
79
Perjodohan
80
Rencana Licik
81
Memilih pergi

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!