Identitas tawanan

Vano bersandar pada sebuah dinding, ia masih terus mencari akal untuk bisa keluar dari dalam gudang yang pengap dan gelap. Namun ia masih memikirkan wanita di gudang sebelah.

"Siapa nama mu?" Vano bertanya untuk mengakrabkan diri, namun yang terdengar hanya helaan nafas panjang.

"Kita akan sama-sama keluar dari sini, asalkan kamu mau mendengarkan aku."

Wanita itu masih terdiam tanpa menjawab sedikit pun pertanyaan Vano.

"Aku membutuhkan Penjepit rambut, apa kau memiliki?

Hening...

Vano sudah berusaha untuk berbicara, namun usahanya nihil, wanita itu hanya diam tanpa memperdulikan niatnya yang ingin membantu. Vano hanya berharap adanya keajaiban dan berpihak pada nasib baiknya. Andai saja Borgol itu tidak terbuat dari baja, sudah pasti ia bisa terbebas. Vano tidak ingin menyerah, ia berusaha berdiri walau tubuhnya sangat lemah tak bertenaga. Satu minggu di dalam ruangan tertutup tanpa makan dan minum bisa membuat orang mati kelaparan.

Pria bermata coklat menyapu setiap sudut ruangan. Tanpa sengaja ia melihat salah satu celah di sudut dinding. Ia berjalan mendekat sambil meraba-raba celah tersebut.

"Sinar matahari?" mata Vano menyipit saat la mendekatkan bola matanya ke lubang kecil sebesar jempol. "Berarti hari ini sudah siang.".

"Sial! aku baru melihat sinar matahari setelah lama terkurung di sini!"

"Aku harus menemukan cara untuk bisa keluar dan membebaskan para sandraan."

"Ayo Vano, teruslah berfikir! pria berkulit putih itu menyemangati diri sendiri.

Suara langkah kaki terdengar di lorong yang menuju ke arah gudang. Vano berdiri di depan pintu sambil mendengar percakapan mereka. Suara pintu di buka bersamaan teriakan seorang wanita

"Apa yang ingin kalian lakukan?! lepaskan aku!

"Diam! bila tidak ingin mati!" bentak suara di luar pintu

"Aku tidak ingin ikut kalian, lepaskan!!!

"Bawa wanita ini temui kapten!"

Vano mulai emosi mendengar jeritan wanita di samping gudangnya. Sungguh ia penasaran dengan suara wanita yang sejak dua hari lalu tidak mau di ajak bicara. Rasa penasaran kian menggebu-gebu. Vano melihat dari lobang kunci kejadian di luar, alangkah terkejutnya ia melihat dua orang pria menarik paksa wanita tersebut. Yang lebih mengejutkan Vano mengenal sosok wanita tersebut. Bola matanya langsung membesar

"Safira?!" peliknya

"Bagaimana mungkin Safira ada di sini? apakah dia salah satu sandraan? atau hanya kebetulan wajahnya mirip? Tapi.. kenapa Safira tidak mengenali ku saat aku turun dari helikopter?" Vano terus bertanya-tanya pada diri sendiri. Nafasnya mulai memburu saat mengetahui wanita itu adik angkat nya.

"Lepaskan aku!!! teriak wanita tersebut "Aku tidak mau ikut kalian!"

"Safiraaaa!!!!!

"Brak!

"Brak!

Vano menendang pintu baja sekuat tenaga meskipun keadaannya semakin melemah.

"Bajingan kalian! lepaskan wanita itu!!! Vano berteriak lantang.

Dua orang pria berkepala plontos terbahak "Pria itu mulai berani menantang, apa kita langsung tembak mati saja!"

"Biarkan saja dia, tidak lama lagi akan di eksekusi."

Dua pria itu tidak pedulikan amarah Vano yang semakin menggebu. Mereka berdua kembali menyeret gadis berambut panjang keluar dari dalam gudang.

"Aku tidak bersalah, kenapa kalian sandra aku!" suara lengkingan itu membuat Vano panas dan ingin meledak

Amarah Vano kian meletup, suhu badannya berubah panas membara, pupil mata membesar bagai mata elang yang siap mencabik-cabik lawan. kedua tangan mengepal kuat dengan urutan yang menonjol.Vano terus menendang pintu baja tanpa putus asa. Seakan mendapat kekuatan baru, ia berhasil menendang pintu baja.

"BRAKK!

"Berhenti kalian!!!

Seruan Vano berhasil menghentikan langkah mereka berdua.

"Sial, dia berhasil keluar dari gudang. Cepet tembak dia!" seru teman nya sambil menarik paksa tubuh wanita tersebut.

Pria tersebut menarik pelatuk pistol, lalu mengarahkan ke tubuh Vano. Namun telat, Vano berhasil menendang pistol hingga terpental.

"Lepaskan wanita itu! Aku tidak akan mengampuni kalian!" Vano berjalan mendekat kearah mereka.

"Cepet habisin dia, aku akan melapor pada ketua." teriak temannya yang bertugas menjemput wanita dalam gudang.

Si bandit mulai menyerang Vano secara brutal. Pukulan demi pukulan menghantam rahang dan tubuh Vano hingga ia berakhir di lantai. Darah segar mulai menetes dari hidung dan bibir. Pria berpostur tubuh atletis itu mulai kehabisan tenaga, Namun ia berusaha bangkit untuk berdiri. Si bandit berjalan cepat, dari arah belakang Vano berhasil mengalungkan borgol ke lehernya, lalu ia menekan kuat jeratan di leher si bandit hingga pria bertato itu kehabisan nafas dan tidak bergerak lagi.

Sementara teman satunya menarik paksa tangan wanita itu dengan kuat. Wanita itu terus berontak ingin kabur, tetapi pria berkepala plontos berhasil melumpuhkan wanita itu dengan memukul tengkuk belakang. Seketika ia pingsan tak sadarkan diri. Pria itu membopong tubuhnya itu di bahu.

"Lepaskan gadis itu! seru Vano dengan nafas tersengal. pria itu berdiri di belakang si bandit berkepala plontos. Sorot mata yang mulai meredup kembali terbuka lebar, aura mematikan mulai terlihat.

Si bandit memutar tubuhnya, lalu terbahak saat melihat Vano sudah kepayahan. Satu minggu di kurang tanpa makanan dan minuman, bagi orang biasa sudah pasti mati. Tetapi tidak bagi Vano, mentalnya sangat kuat dan sudah terlatih.

"Berani sekali kau menahan ku! lihatlah tubuh mu, sudah lemah tak bertenaga. Sebentar lagi kau akan kami cincang untuk makanan ikan hiu!

"Ha-ha-ha.."

"DOR!

Vano berhasil membungkam pria berkepala plontos, menembak tepat di kening hingga ia ambruk ke lantai.

"Bruk!

"Safira!!!

Vano berlari, ia menarik tubuh wanita itu dengan kedua tangan nya yang terborgol.

"Safira bangun?" Vano menepuk-nepuk pipi wanita yang sedang pingsan

"Aku tidak salah lihat bukan? dia benar Safira? bukankah dia berada di Australia bersama Kelvin? kalau Safira berada di kapal ini, lalu di mana Kelvin?!" tanda tanya besar terus bergelut di benak Vano. ia benar-benar tidak percaya apa yang sudah ia lihat.

"Tangkap pria itu!!!

Dari arah lorong, orang-orang berseragam hitam-hitam berlarian ke arah Vano. Mereka mulai menarik paksa Vano..

"Bawa dia keatas, kita akan eksekusi sesuai permintaan kapten!" perintah pria berkumis.

"Baik Bos!

"Bagaimana dengan wanita ini bos?"

"Bawa juga ke atas, biar Kapten yang menentukan nasibnya."

"Jangan kau sentuh dia! teriak Vano "Berani kalian menyakitinya, aku bersumpah akan habisi kalian semua!!"

"Sudah mau mati masih mengancam kami!"

"Cepet seret dia!!"

Para bandit mendorong tubuh Vano untuk berjalan. Hatinya mulai di liputi perasan was-was, ia masih memikirkan Safira yang juga menjadi tahanan para bandit.

💜💜💜

Bunda berusaha update setiap hari, tetapi kalian jarang like dan komen 😢

Terpopuler

Comments

Yuli a

Yuli a

ternyata Safira.. dunia selebar daun kelor... masih muter-muter di situ-situ aja..
padahal berharap ketemu sama yang lain. tapi pada akhirnya tetep Safira dan Safira. mungkin emang jodohnya kali ya...
kok bisa Safira jadi Sandera juga. trus Oma kemana ya...
apakah Kevin juga jadi jahat...

2024-12-10

11

Irma Juniarti

Irma Juniarti

kok tiba2 Safira ikut di sandera,ya Allah semoga ada keajaiban ada seseorang yg bisa bantu menyelamatkan Vano dan Safira,bertahan Vano kamu pasti bisa melawan para musuh semangat💪💪💪,bunda ceritanya semakin seru ayok semangat 💪💪up trus,kita selalu menunggu ceritanya selalu.

2024-12-10

8

Zainab Ddi

Zainab Ddi

bunda ayo dong seru nih kasian Vano kok Safira disandera jg siapa mereka ini mana daddy Reno stringy Uda ngak ada apa anaky dalam bahaya ngak tahu

2024-12-09

6

lihat semua
Episodes
1 Penyerangan
2 Sebuah Teka-teki
3 Ancaman
4 Jebakan
5 Bukan lawan yang tepat
6 Jebakan wanita licik
7 Dia Wanita ku
8 Menunggu hari pembalasan
9 Berharap mencintai
10 Sang primadona
11 Rahasia masa lalu
12 Pertemuan Yang di rindukan.
13 Mengutarakan isi hati
14 Pria pemberani
15 Pria bermata satu
16 Identitas tawanan
17 Bertemu musuh lama
18 Penyelamatan
19 Halusinasi
20 Petualangan Vano dan Sean
21 Pencarian
22 Bertemu seseorang
23 Kehilangan
24 Perlawanan Vano
25 Pencarian sang putra
26 Monster penunggu bukit
27 Perjanjian Vano dan Markus
28 Pertemuan yang tidak sengaja
29 Kedok wanita jahat
30 Keluar mulut Harimau, masuk ke sarang buaya.
31 Berkorban Nyawa
32 Perjuangan tiga sekawan
33 Pembebasan Luna
34 Menuju jalan pintas
35 Perkelahian
36 Titisan Dragon black
37 Kehilangan
38 Kehilangan part 2
39 Cinta atau Buta
40 Isi hati Safira
41 Kisah Safira
42 kisah Safira 2 (Merasa bersalah)
43 Hati yang mati
44 kecurigaan Safira
45 Lelah Hati
46 Mulai terkuak (Vana)
47 Membuat Onar
48 episode 48
49 Berani Melawan
50 Rencana jitu
51 Yang telah hilang, kini kembali.
52 Amarah Janeta
53 Ketahuan
54 Hidup atau mati
55 Masih ada perasaan
56 Cinta telah kembali
57 Rahasia Reyhan
58 Meregang nyawa
59 Menunggu hari pembalasan.
60 Menjadi Raja Xenzial
61 Harta karun
62 Desa Xenzial
63 Sebuah misi
64 Meninggalkan Desa misteri
65 Kembali pulang
66 Hanya halusinasi
67 Rencana jitu
68 Trauma masa lalu
69 Wanita yang sama
70 ketegaran Safira
71 Mari kita bercerai
72 Sulit melepaskan
73 Masa lalu Shella
74 Rencana busuk
75 Keakraban di mansion
76 Penguntit
77 Serangan
78 Cemburu
79 Perjodohan
80 Rencana Licik
81 Memilih pergi
Episodes

Updated 81 Episodes

1
Penyerangan
2
Sebuah Teka-teki
3
Ancaman
4
Jebakan
5
Bukan lawan yang tepat
6
Jebakan wanita licik
7
Dia Wanita ku
8
Menunggu hari pembalasan
9
Berharap mencintai
10
Sang primadona
11
Rahasia masa lalu
12
Pertemuan Yang di rindukan.
13
Mengutarakan isi hati
14
Pria pemberani
15
Pria bermata satu
16
Identitas tawanan
17
Bertemu musuh lama
18
Penyelamatan
19
Halusinasi
20
Petualangan Vano dan Sean
21
Pencarian
22
Bertemu seseorang
23
Kehilangan
24
Perlawanan Vano
25
Pencarian sang putra
26
Monster penunggu bukit
27
Perjanjian Vano dan Markus
28
Pertemuan yang tidak sengaja
29
Kedok wanita jahat
30
Keluar mulut Harimau, masuk ke sarang buaya.
31
Berkorban Nyawa
32
Perjuangan tiga sekawan
33
Pembebasan Luna
34
Menuju jalan pintas
35
Perkelahian
36
Titisan Dragon black
37
Kehilangan
38
Kehilangan part 2
39
Cinta atau Buta
40
Isi hati Safira
41
Kisah Safira
42
kisah Safira 2 (Merasa bersalah)
43
Hati yang mati
44
kecurigaan Safira
45
Lelah Hati
46
Mulai terkuak (Vana)
47
Membuat Onar
48
episode 48
49
Berani Melawan
50
Rencana jitu
51
Yang telah hilang, kini kembali.
52
Amarah Janeta
53
Ketahuan
54
Hidup atau mati
55
Masih ada perasaan
56
Cinta telah kembali
57
Rahasia Reyhan
58
Meregang nyawa
59
Menunggu hari pembalasan.
60
Menjadi Raja Xenzial
61
Harta karun
62
Desa Xenzial
63
Sebuah misi
64
Meninggalkan Desa misteri
65
Kembali pulang
66
Hanya halusinasi
67
Rencana jitu
68
Trauma masa lalu
69
Wanita yang sama
70
ketegaran Safira
71
Mari kita bercerai
72
Sulit melepaskan
73
Masa lalu Shella
74
Rencana busuk
75
Keakraban di mansion
76
Penguntit
77
Serangan
78
Cemburu
79
Perjodohan
80
Rencana Licik
81
Memilih pergi

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!