Bab 14. Apakah Sudah Menyerah?

...“Seharusnya aku yang berada di posisi itu! Seharusnya aku yang menjadi wanita yang paling kau cintai, Kak Nath! Kenapa harus dia dan bukan aku? Kenapa?”...

Tanpa Zhea sadari, sebenarnya Nathan terus memperhatikannya dalam diam. Dia bahkan sampai tidak fokus dengan pemotretannya, hingga beberapa kali terus mendapat teguran dari Giselle dan fotografernya. Akan tetapi, melihat Zhea yang tak ceria seperti biasanya membuat Nathan merasa tidak nyaman di dalam hatinya.

“Apakah dia sangat kesakitan sampai menundukkan wajahnya seperti itu? Seharusnya aku langsung membawanya ke ruang perawatan ataupun mengantarnya ke Mansion. Bukannya membawanya bersamaku seperti ini."

“Nath, sebenarnya apa yang sedang kau pikirkan sampai tidak fokus pada pemotretan kita?” Giselle lagi-lagi menegur kekasihnya yang kembali melakukan kesalahan saat di arahkan untuk berpose, “Jika kau tidak bisa fokus seperti ini lebih baik kau katakan saja padaku, sehingga aku bisa menundanya. Apakah karena dia kau jadi tidak fokus seperti ini.” Lanjutnya sembari menunjuk ke arah tempat Zhea duduk dengan wajah tertunduk nya.

“Maaf, mungkin aku baru saja melakukan operasi dalam waktu panjang makanya jadi tidak fokus seperti ini. Tidak ada hubungan sama sekali dengannya,” ucap Nathan memberikan alasan yang masuk akal.

“Sudahlah, pemotretannya juga telah selesai. Setelah ini aku akan mengirimkan hasil fotonya, sehingga kalian bisa memilih foto-foto yang ingin kalian cetak untuk acara pertunangan,” ujar Sang Fotografer seolah menjadi malaikat tak bersayap yang menolong Nathan dari kemarahan kekasihnya.

“Terima kasih, kami akan menunggu hasilnya,” jawab Nathan dan Giselle bersamaan.

Setelahnya baik Nathan maupun Giselle harus mengganti pakaiannya masing-masing. Begitu selesai, tiba-tiba Giselle memeluk lengan Nathan dan memintanya untuk makan malam romantis berdua, “Sayang, ayo kita makan malam romantis? Bukankah mala mini kau juga ada waktu luang?”

“Baiklah, kalau begitu kita akan mengantar Zhea dulu ke Mansion nya,” ujar Nathan yang merasa bertanggung jawab memastikan keamanan Zhea sampai di rumahnya.

“Kenapa kita harus mengantarnya? Dia bisa ‘kan meminta dijemput oleh pelayannya atau naik taksi saja?”

Giselle tidak dapat menyembunyikan rasa tidak sukanya kepada Zhea lagi, apalagi Nathan semakin jelas menunjukkan kepeduliannya kepada Zhea dibandingkan kepada dirinya sebagai kekasihnya.

“Apa kau sudah gila? Kakinya terluka saat bersamaku ….”

“Dia datang sendiri ke rumah sakit untuk menemuimu, bukan? Bukan kau yang mengajaknya bertemu?” sela Giselle yang membuat Nathan tidak bisa membantah ucapannya sama sekali.

“Apapun yang terjadi harus aku sendiri yang memastikannya kembali ke Mansion dengan aman.”

Keputusan Nathan sudah bulat, dia tidak akan mungkin mempercayakan Zhea kepada orang lain apalagi supir taxi yang tidak dia ketahui identitasnya sama sekali. Ditambah keadaan kaki Zhea yang saat ini tengah terluka, membuat kekhawatiran Nathan semakin besar. Ingatlah, Zhea adalah salah satu anggota kelurga Xavier yang sudah pasti juga diincar banyak musuh keluarganya.

Tanpa memperdulikan ekspresi kesal dan marah kekasihnya, Nathan langsung berjalan menghampiri Zhea yang masih setia menundukkan wajahnya. Untuk beberapa saat Nathan hanya diam berdiri tepat dihadapan Zhea, hingga tak lama kemudian Zhea mulai menyadari keberadaannya di sana.

“Apa sudah selesai?” tanya Zhea yang memaksakan diri untuk menampilkan senyuman terbaiknya yang sebenarnya menyimpan sejuta luka.

“Hmm, kami akan pergi makan malam. Apakah kau mau ikut juga atau …”

“Aku pulang saja! Semoga kau menikmati acara makan malammu, Kak Nath!”

Zhea segera menyela, sebab dia cukup tahu diri bahwa Nathan pasti tidak ingin mengajaknya untuk mengacaukan makan malam romantis dengan wanita yang dicintainya. Zhea lalu beranjak dari tempat duduknya, berniat mencari taxi yang bisa mengantarnya pulang. Dengan langkah tertatih, Zhea mencoba memaksakan diri untuk meninggalkan tempat itu secepatnya.

Akan tetapi, tiba-tiba tangan Nathan menahan lengannya seraya berkata, “Aku akan mengantarmu!”

“Tidak perlu! Aku tahu batasanku dalam mengejar mu, Kak Nath!”

Perkataan Zhea seolah memiliki seribu arti yang sulit Nathan pahami. Meski begitu, Nathan tidak memperdulikan penolakan tersebut dan langsung menggendong Zhea menuju mobilnya ala bride style. Tentu saja pemandangan itu disaksikan secara langsung oleh Giselle yang berniat meminta maaf atas sikap egoisnya.

“Aku tidak bisa diam terus seperti ini! Apalagi gadis itu berniat merebutmu dariku, aku tidak bisa membiarkanmu terlalu dekat dengannya, Nath! Aku sungguh tidak ingin kehilanganmu,” ujar Giselle.

Dia yang bertekad akan mengutarakan kekhawatirannya terkait hubungan Nathan dengan Zhea. Apapn yang terjadi Giselle harus memperlihatkan batas yang jelas untuk Nathan dalam menghadapi Zhea kedepannya.

Dengan mengabaikan perdebatan sebelumnya, dia segera menyusul Nathan dan Zhea dan langsung masuk ke dalam mobil tersebut tanpa bicara apapun.

Nathan hanya bisa menghela napas panjang melihat kelakuan dua wanita yang tengah mencoba memperebutkannya.

Dia juga memaklumi sikap marah dan keterdiaman Giselle padanya, karena bagaimana pun juga dia memang tidak bisa membiarkan Zhea pulang sendirian. Tanpa mengatakan apapun, Nathan segera melajukan mobilnya menuju ke Mansion Utama Xavier. Hingga sepenjang perjalanan hanya terjadi kesunyian diantara mereka bertiga.

...****************...

Setibanya di Mansion Utama Xavier, Nathan segera menghentikan mobilnya tepat di depan pintu Mansion mewah tersebut. Tanpa mengatakan apapun, Zhea langsung keluar dari mobil Nathan dan berjalan tertatih menuju ke kamarnya.

“Ada apa dengannya? Apakah dia sudah menyerah sekarang?” Dalam hatinya Nathan mencoba menerka apa yang tengah Zhea pikirkan.

“Nath, apa yang sedang kau pikirkan? Kenapa kau tidak melajukan mobilnya?”

Hingga perkataan ketus sang kekasih membuatnya seketika tersadar bahwa dia terus memperhatikan kepergian Zhea sampai menghilang dibalik pintu. Tanpa ingin memperpanjang masalah, Nathan pun segera melajukan mobilnya menuju salah satu restaurant mewah favorit Giselle.

Bersambung....

Terpopuler

Comments

Firanty Ranty

Firanty Ranty

waaaah... apakah filing ku bnr tentang si Giselle klu dia sbnrnya bukan lah wanita dgn segala kebaikan hatinya.apakah Helena mengetahui fakta tentang Giselle smpi dia semurka itu sama Nathan

2024-11-17

0

ㄒ丨卂尺卂

ㄒ丨卂尺卂

Giselle berpendidikan tinggi tapi nol attitude

2024-11-20

0

Fahmi Ardiansyah

Fahmi Ardiansyah

iya mungkin Nathan akan berubah pikiran tuk memiliki Giselle

2024-10-28

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 01. Hati Yang Patah
2 Bab 02. Tidak Akan Pernah Menyerah
3 Bab 03. Langsung Lamar Dong!
4 Bab 04. Meminta Dijodohkan
5 Bab 05. Haruskah Menyerah?
6 Bab 06. Rundingan Para Orang Tua
7 Bab 07. Mengusulkan Jalan Tengah
8 Bab 08. Persetujuan Yang Dipaksakan
9 Bab 09. Rencana Penolakan
10 Bab 10. Rencana Memikat
11 Bab 11. Perubahan Sikap Nathan
12 Bab 12. Kepercayaan Diri Zhea
13 Bab 13. Menjadi Orang Ketiga Yang Diutamakan
14 Bab 14. Apakah Sudah Menyerah?
15 Bab 15. Dimulainya Kesalahpahaman
16 Bab 16. Berakhir Dengan Pertengkaran
17 Bab 17. Terlanjur Babak Belur
18 Bab 18. Kesempatan Diwaktu Yang Tepat
19 Bab 19. Hukuman Menanti
20 Bab 20. Bicara Dari Hati Ke Hati
21 Bab 21. Tidak Akan Menyerah Terhadapmu!
22 Bab 22. Babysitter Untuk Nathan
23 Bab 23. Salah Sasaran
24 Bab 24. Hampir Saja
25 Bab 25. Target Utamanya Adalah Zhea!
26 Bab 26. Tidak Terima Kegagalan
27 Bab 27. Rivalku, Grandpa Dan Daddy-ku Sendiri!
28 Bab 28. Membangunkan Iblis Xavier
29 Bab 29. Rencana Untuk Memastikan
30 Bab 30. Saling Menyusun Rencana
31 Bab 31. Wajah Asli Giselle
32 Bab 32. Pagi Yang Cerah, Suasana Hati Yang Mendung
33 Bab 33. Hanya Milikku
34 Bab 34. Sejak Awal Sudah Mengetahuinya
35 Bab 35. Bujuk Rayu Giselle
36 Bab 36. Hati Yang Mulai Goyah
37 Bab 37. Jika Zhea Sudah Beraksi!
38 Bab 38. Jika Zhea Sudah Beraksi Part. 2
39 Bab 39. Jika Zhea Sudah Beraksi Part.3
40 Bab 40. Senjata Makan Tuan
41 Bab 41. Perjuangan Thalia Membantu Sahabatnya
42 Bab 42. Semua Mulai Mencari Tahu
43 Bab 43. Hampir Saja Ketahuan
44 Bab 44. Misi Berjalan Sukses
45 Bab 45. Ditemukannya Ruangan Rahasia
46 Bab 46. Mendapatkan Kartu As
47 Bab 47. Kebusukan Giselle Mulai Terbongkar
48 Bab 48. Terbongkar Sudah
49 Bab 49. Akhirnya Nathan Mengetahui Semuanya
50 Bab 50. Amukan Kemarahan Giselle
51 Bab 51. Awal Pertarungan Sesungguhnya
52 Bab 52. Pengawal Untuk Zhea
53 Bab 53. Masih Ada Rahasia
54 Bab 54. Rahasia Yang Disembunyikan
55 Bab 55. Dibalik Keputusan Mengejutkan
56 Bab 56. Rencana Misterius Zhea
57 Bab 57. Malam Sebelum Pertunangan
58 Bab 58. Hari Yang Ditunggu
59 Bab 59. Kelicikan Giselle
60 Bab 60. Ternyata Lebih Licik Zhea
61 Bab 61. Benar-Benar Menggila
62 Bab 62. Tujuan Utama Zhea
63 Bab 63. Kematian Mengenaskan Dario
64 Bab 64. Bukan Hari Pertunangan Ataupun Pernikahan
65 Bab 65. Tapi Hari Kematian Kita
66 Bab 66. Menggilanya Ayah Dan Putrinya
67 Bab 67. Menggilanya Ayah Dan Putrinya Part. 2
68 Bab 68. Sejak Awal Milikku
69 Bab 69. Beruntung Bukan Luka Berbahaya
70 Bab 70. Kabar Perjodohan
71 Bab 71. Akhirnya Kembali Bertemu
72 Bab 72. Sama-Sama Tidak Jujur
73 Bab 73. Kegundahan Hati
74 Bab 74. Akhirnya Rayden Turun Tangan
75 Bab 75. Cemburu Tapi Gengsi
76 Bab 76. Kesalahpahaman
77 Bab 77. Hadiah Yang Di Tolak
78 Bab 78. Kejutan Di Hari Ulang Tahun
79 Bab 79. Dilarang Mengacau Ataupun Kabur?
80 Bab 80. Persiapan Pernikahan Atau Persiapan Melepaskan?
81 Bab 81. Pengakuan Cinta Kayla
82 Bab 82. Pembatalan Pernikahan
83 Bab 83. Fakta Yang Sangat Mengejutkan
84 84. Keputusan Nathan
85 Bab 85. Akhir Yang Ditunggu Zhea
86 Bab 86. Pasangan Jahil
87 Bab 87. Pernikahan Alexei Dan Luna
88 Bab 88. Buket Bunga Pengantin
89 Bab 89. Dibalik Kedatangan Jamie
90 Bab 90. Happy Ending
Episodes

Updated 90 Episodes

1
Bab 01. Hati Yang Patah
2
Bab 02. Tidak Akan Pernah Menyerah
3
Bab 03. Langsung Lamar Dong!
4
Bab 04. Meminta Dijodohkan
5
Bab 05. Haruskah Menyerah?
6
Bab 06. Rundingan Para Orang Tua
7
Bab 07. Mengusulkan Jalan Tengah
8
Bab 08. Persetujuan Yang Dipaksakan
9
Bab 09. Rencana Penolakan
10
Bab 10. Rencana Memikat
11
Bab 11. Perubahan Sikap Nathan
12
Bab 12. Kepercayaan Diri Zhea
13
Bab 13. Menjadi Orang Ketiga Yang Diutamakan
14
Bab 14. Apakah Sudah Menyerah?
15
Bab 15. Dimulainya Kesalahpahaman
16
Bab 16. Berakhir Dengan Pertengkaran
17
Bab 17. Terlanjur Babak Belur
18
Bab 18. Kesempatan Diwaktu Yang Tepat
19
Bab 19. Hukuman Menanti
20
Bab 20. Bicara Dari Hati Ke Hati
21
Bab 21. Tidak Akan Menyerah Terhadapmu!
22
Bab 22. Babysitter Untuk Nathan
23
Bab 23. Salah Sasaran
24
Bab 24. Hampir Saja
25
Bab 25. Target Utamanya Adalah Zhea!
26
Bab 26. Tidak Terima Kegagalan
27
Bab 27. Rivalku, Grandpa Dan Daddy-ku Sendiri!
28
Bab 28. Membangunkan Iblis Xavier
29
Bab 29. Rencana Untuk Memastikan
30
Bab 30. Saling Menyusun Rencana
31
Bab 31. Wajah Asli Giselle
32
Bab 32. Pagi Yang Cerah, Suasana Hati Yang Mendung
33
Bab 33. Hanya Milikku
34
Bab 34. Sejak Awal Sudah Mengetahuinya
35
Bab 35. Bujuk Rayu Giselle
36
Bab 36. Hati Yang Mulai Goyah
37
Bab 37. Jika Zhea Sudah Beraksi!
38
Bab 38. Jika Zhea Sudah Beraksi Part. 2
39
Bab 39. Jika Zhea Sudah Beraksi Part.3
40
Bab 40. Senjata Makan Tuan
41
Bab 41. Perjuangan Thalia Membantu Sahabatnya
42
Bab 42. Semua Mulai Mencari Tahu
43
Bab 43. Hampir Saja Ketahuan
44
Bab 44. Misi Berjalan Sukses
45
Bab 45. Ditemukannya Ruangan Rahasia
46
Bab 46. Mendapatkan Kartu As
47
Bab 47. Kebusukan Giselle Mulai Terbongkar
48
Bab 48. Terbongkar Sudah
49
Bab 49. Akhirnya Nathan Mengetahui Semuanya
50
Bab 50. Amukan Kemarahan Giselle
51
Bab 51. Awal Pertarungan Sesungguhnya
52
Bab 52. Pengawal Untuk Zhea
53
Bab 53. Masih Ada Rahasia
54
Bab 54. Rahasia Yang Disembunyikan
55
Bab 55. Dibalik Keputusan Mengejutkan
56
Bab 56. Rencana Misterius Zhea
57
Bab 57. Malam Sebelum Pertunangan
58
Bab 58. Hari Yang Ditunggu
59
Bab 59. Kelicikan Giselle
60
Bab 60. Ternyata Lebih Licik Zhea
61
Bab 61. Benar-Benar Menggila
62
Bab 62. Tujuan Utama Zhea
63
Bab 63. Kematian Mengenaskan Dario
64
Bab 64. Bukan Hari Pertunangan Ataupun Pernikahan
65
Bab 65. Tapi Hari Kematian Kita
66
Bab 66. Menggilanya Ayah Dan Putrinya
67
Bab 67. Menggilanya Ayah Dan Putrinya Part. 2
68
Bab 68. Sejak Awal Milikku
69
Bab 69. Beruntung Bukan Luka Berbahaya
70
Bab 70. Kabar Perjodohan
71
Bab 71. Akhirnya Kembali Bertemu
72
Bab 72. Sama-Sama Tidak Jujur
73
Bab 73. Kegundahan Hati
74
Bab 74. Akhirnya Rayden Turun Tangan
75
Bab 75. Cemburu Tapi Gengsi
76
Bab 76. Kesalahpahaman
77
Bab 77. Hadiah Yang Di Tolak
78
Bab 78. Kejutan Di Hari Ulang Tahun
79
Bab 79. Dilarang Mengacau Ataupun Kabur?
80
Bab 80. Persiapan Pernikahan Atau Persiapan Melepaskan?
81
Bab 81. Pengakuan Cinta Kayla
82
Bab 82. Pembatalan Pernikahan
83
Bab 83. Fakta Yang Sangat Mengejutkan
84
84. Keputusan Nathan
85
Bab 85. Akhir Yang Ditunggu Zhea
86
Bab 86. Pasangan Jahil
87
Bab 87. Pernikahan Alexei Dan Luna
88
Bab 88. Buket Bunga Pengantin
89
Bab 89. Dibalik Kedatangan Jamie
90
Bab 90. Happy Ending

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!