Bab 06. Rundingan Para Orang Tua

...“Haruskah aku menyerah sekarang? Apakah aku terlambat untuk memperjuangkannya dengan sungguh-sungguh? Bukankah dalam cinta tidak ada kata terlambat? Bukankah dalam cinta selalu ada kesempatan? Lalu kenapa aku harus menyerah di saat semuanya belum terlambat? Disaat masih ada kesempatan sebelum mereka benar-benar resmi menikah?”...

Melihat kesedihan di wajah putrinya, tentu saja membuat hari Levi sebagai seorang ayah merasa tidak tega. Apalagi Levi pernah berada diposisi Zhea yang mencintai seseorang tanpa bisa memperjuangkannya sedikitpun. Jika saja kecelakan malam itu tidak pernah terjadi, mungkin saat ini dia tidak bisa mendapatkan cintanya yaitu Lucia.

Sebenarnya bukan hanya Levi saja yang tidak tega melihat kesedihan di wajah Zhea tapi Rayden, Zhia, Lucia dan bahkan Shea juga turut sedih melihatnya. Masalahnya ini menyangkut perasaan yang tidak dapat dibeli dengan uang maupun kekuasaan, sehingga mereka tidak bisa berbuat banyak apalagi kalau sampai memaksakan sebuah perjodohan.

“Tidak bisakah kita melakukan sesuatu untuk membantu Zhea?” celetuk Shea yang memecahkan suasana hening di antara mereka.

“Biar aku membicarakannya lebih dulu tentang masalah ini dengan Will dan Alea,” ujar Levi yang tidak ingin diam saja melihat kesedihan putri kesayangannya.

“Benar! Biar kami membicarakan hal ini dulu dengan mereka, tapi apapun keputusan akhirnya kau harus ikhlas menerimanya ‘yah, Sayang?” Rayden pun sependapat dengan menantunya, dia tidak mungkin diam saja melihat sang cucu yang tidak bisa memperjuangkan cintanya.

“Jangan sedih, Putri Mommy yang cantik! Meski pada akhirnya kau tidak bisa bersama dengan Nathan, percayalah akan ada pria yang lebih baik di luar sana yang akan mencintaimu dan membahagiakanmu dengan tulus.”

Lucia memeluk dan memberikan semangat kepada putrinya, lantas Shea pun ikut memeluk keduanya. Sementara Zhia hanya tersenyum dan mempercayakan semuanya kepada Rayden dan Levi untuk mengurusnya.

Selanjutnya mereka melanjutkan pembicaraan mengenai perasaan Zhea yang sebenarnya selama ini kepada Nathan, walaupun sebagian besar hanya kekaguman dan pujian yang mereka dengan tentang Nathan dari mulut Zhea.

...****************...

Dan sesuai janji malam itu juga Rayden, Zhia, Levi dan Lucia langsung mengunjungi kediaman Will dan Alea tanpa pemberitahuan lebih dahul. Meski sudah memperkirakan bahwa hal ini akan terjadi, Will dan Alea tetap saja tidak menyangka bahwa akan secepat ini Zhea meminta bantuan keluarganya. Dengan berbagai perasaan dan dugaan, Will dan Alea mau tidak mau harus menyambut kedatangan keluarga yang selama ini ini dijaganya dengan setia.

“Mengapa Tuan dan Nyonya harus datang ke sini sendiri? Kenapa tidak meminta kami saja yang datang ke kediaman utama?” tanya Will sebagai pembuka topik pembicaraan, walau sebenarnya dia sudah tahu maksud kedatangan dari keluarga Tuannya itu.

“Tidak, kami memang seharusnya datang langsung padamu untuk membicarakan hal penting ini,” balas Rayden yang tentu sudah mengetahui bahwa Will sudah mengetahui segalanya, apalagi hanya untuk maksud kedatangannya.

Levi yang sejak tadi menahan diri pun akhirnya ikut buka suara dengan berkata, “Putriku, tiba-tiba memohon kepada kami untyk menjodohkan dirinya dengan putramu, Nathan. Kami pun sudah mendengar semuanya karena Zhea tidak mungkin menyembunyikan hal sepenting ini kepada kami.”

“Benar, Will! Alea!” Zhia ikut bicara, “Siapa sangka cucuku malah jatuh cinta kepadamu, hingga berani memohon hal seperti itu kepada kami. Namun, kami juga ingin menghargai hubungan Nathan dengan kekasihnya.” Sambungnya.

“Akan tetapi, meski putriku sudah mengetahui bahwa Nathan sudah memiliki kekasih dan mungkin mereka akan segera menikah, tapi dia tetap memohon pada kami untuk memperjuangkan perasaannya. Karena itulah maksud kedatangan kami malam ini menemui kalian,” imbuh Lucia yang langsung to the point akan maksud kedatangan mereka.

Baik Will dan Alea hanya bisa saling melempar pandangan satu sama lain. Memang penilaiannya kepada keluarga Xavier tidak pernah meleset sedikitpun. Namun, tidak pernah keduanya sangka bahwa Zhea akan tetap bersikeras mengejar Nathan sampai batas dimana Nathan dan kekasihnya resmi menikah, sesuai dengan apa yang Zhea katakan di depan mereka.

“Emm, … Tuan dan Nyonya sekalian! Kami pun cukup terkejut dengan pengakuan Nona Zhea di depan kami tadi siang. Bahkan Nona Zhea langsung melamar Nathan kepada kami, tapi seperti yang anda katakan saat ini Nathan sudah memiliki wanita pilihannya sendiri …” Will mencoba merangkai kata dan kalimatnya sebaik mungkin agar tidak menyinggung Tuannya.

“Dan kami sebagai orang tua hanya bisa mendukung keputusannya yang kelak bisa membuatnya bahagia. Jujur saja, kami tidak mungkin memaksakan perasaannya karena seperti yang Tuan dan Nyonya sekalian ketahui bahwa hati seseorang tidak bisa dibeli dengan uang dan kekuasaan.” Alea yang melanjutkan perkataan Will dan langsung saja mengungkapkan apa yang ada dihati serta pikirannya saat itu.

“Kami tahu itu dan kami juga menjelaskan pada Zhea seperti yang kau katakan barusan Alea.” Zhia menimpali, “Karena itulah kami datang untuk merundingkan hal ini sebagai sesama orang tua.” Lanjutnya.

Suasana terasa semakin menegang, meski Zhia dan Rayden tidak mengatakan akan memaksakan perjodohan antara Nathan dan Zhea tapi sepertinya kedatangan mereka tidak hanya untuk itu. Ditengah ketegangan itu, tiba-tiba pintu utama perlahan terbuka memperlihatkan kedatangan Nathan yang baru saja mengantar kekasihnya pulang.

“Ada apa ini? Apakah Zhea menggunakan kekuasaan keluarganya untuk memaksaku bersamanya?”

Melihat keberadaan keluarga Xavier di rumahnya, dalam hati Nathan sudah memberikan banyak tuduhan kepada Zhea. Sebab dia tahu bahwa orang tuanya tidak bisa menolak permintaan keluarga Xavier, keluarga yang sudah mereka layani dengan setia sejak awal.

“Kebetulan sekali kau muncul, Bocah Sialan! Duduklah atau aku hajar kau karena sudah membuat putriku jatuh cinta kepadamu!” seru Levi yang ingin sekali menghajar wajah tampan Nathan sekali saja.

“Benar! Sebenarnya apa yang cucuku lihat sampai dia benar-benar jatuh hati padamu, Hah?” Rayden pun menambahkan.

“Levi, jaga sikapmu! Kau juga, Ray!” Mamah Zhia mengingatkan dengan tegas.

“Nath, duduklah! Mereka datang untuk merundingkan masalah Nona Zhea, karena ini berhubungan denganmu. Maka kami juga membutuhkan saran serta pendapatmu di sini,” perintah Will pada putranya.

Bersambung, ....

Terpopuler

Comments

Ratna Sumaroh

Ratna Sumaroh

bukannya Rayden mau egois ya untuk sang cucu pastilah akan berbuat apa saja demi cucu ,,, tapi kembali lagi kalo memang tidak bisa ya dicari jalan keluar dengan kepala dingin jangan pakai otot. agar solusi terbaik bisa didapatkan

2024-11-19

0

Firanty Ranty

Firanty Ranty

waaah...pelik juga mslh hati nya si zhea ini apakah dia bnr" mencintai Nathan atau hanya sekedar mengagumi sosok Nathan yg dh jd penyelamat nya

2024-11-16

0

ᐪᖇᓵคຖคᶜᵘᵗᵉ

ᐪᖇᓵคຖคᶜᵘᵗᵉ

jangan terlalu memaksa kehendakmu zhea karena cinta tidak bisa dipaksakan

2024-11-20

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 01. Hati Yang Patah
2 Bab 02. Tidak Akan Pernah Menyerah
3 Bab 03. Langsung Lamar Dong!
4 Bab 04. Meminta Dijodohkan
5 Bab 05. Haruskah Menyerah?
6 Bab 06. Rundingan Para Orang Tua
7 Bab 07. Mengusulkan Jalan Tengah
8 Bab 08. Persetujuan Yang Dipaksakan
9 Bab 09. Rencana Penolakan
10 Bab 10. Rencana Memikat
11 Bab 11. Perubahan Sikap Nathan
12 Bab 12. Kepercayaan Diri Zhea
13 Bab 13. Menjadi Orang Ketiga Yang Diutamakan
14 Bab 14. Apakah Sudah Menyerah?
15 Bab 15. Dimulainya Kesalahpahaman
16 Bab 16. Berakhir Dengan Pertengkaran
17 Bab 17. Terlanjur Babak Belur
18 Bab 18. Kesempatan Diwaktu Yang Tepat
19 Bab 19. Hukuman Menanti
20 Bab 20. Bicara Dari Hati Ke Hati
21 Bab 21. Tidak Akan Menyerah Terhadapmu!
22 Bab 22. Babysitter Untuk Nathan
23 Bab 23. Salah Sasaran
24 Bab 24. Hampir Saja
25 Bab 25. Target Utamanya Adalah Zhea!
26 Bab 26. Tidak Terima Kegagalan
27 Bab 27. Rivalku, Grandpa Dan Daddy-ku Sendiri!
28 Bab 28. Membangunkan Iblis Xavier
29 Bab 29. Rencana Untuk Memastikan
30 Bab 30. Saling Menyusun Rencana
31 Bab 31. Wajah Asli Giselle
32 Bab 32. Pagi Yang Cerah, Suasana Hati Yang Mendung
33 Bab 33. Hanya Milikku
34 Bab 34. Sejak Awal Sudah Mengetahuinya
35 Bab 35. Bujuk Rayu Giselle
36 Bab 36. Hati Yang Mulai Goyah
37 Bab 37. Jika Zhea Sudah Beraksi!
38 Bab 38. Jika Zhea Sudah Beraksi Part. 2
39 Bab 39. Jika Zhea Sudah Beraksi Part.3
40 Bab 40. Senjata Makan Tuan
41 Bab 41. Perjuangan Thalia Membantu Sahabatnya
42 Bab 42. Semua Mulai Mencari Tahu
43 Bab 43. Hampir Saja Ketahuan
44 Bab 44. Misi Berjalan Sukses
45 Bab 45. Ditemukannya Ruangan Rahasia
46 Bab 46. Mendapatkan Kartu As
47 Bab 47. Kebusukan Giselle Mulai Terbongkar
48 Bab 48. Terbongkar Sudah
49 Bab 49. Akhirnya Nathan Mengetahui Semuanya
50 Bab 50. Amukan Kemarahan Giselle
51 Bab 51. Awal Pertarungan Sesungguhnya
52 Bab 52. Pengawal Untuk Zhea
53 Bab 53. Masih Ada Rahasia
54 Bab 54. Rahasia Yang Disembunyikan
55 Bab 55. Dibalik Keputusan Mengejutkan
56 Bab 56. Rencana Misterius Zhea
57 Bab 57. Malam Sebelum Pertunangan
58 Bab 58. Hari Yang Ditunggu
59 Bab 59. Kelicikan Giselle
60 Bab 60. Ternyata Lebih Licik Zhea
61 Bab 61. Benar-Benar Menggila
62 Bab 62. Tujuan Utama Zhea
63 Bab 63. Kematian Mengenaskan Dario
64 Bab 64. Bukan Hari Pertunangan Ataupun Pernikahan
65 Bab 65. Tapi Hari Kematian Kita
66 Bab 66. Menggilanya Ayah Dan Putrinya
67 Bab 67. Menggilanya Ayah Dan Putrinya Part. 2
68 Bab 68. Sejak Awal Milikku
69 Bab 69. Beruntung Bukan Luka Berbahaya
70 Bab 70. Kabar Perjodohan
71 Bab 71. Akhirnya Kembali Bertemu
72 Bab 72. Sama-Sama Tidak Jujur
73 Bab 73. Kegundahan Hati
74 Bab 74. Akhirnya Rayden Turun Tangan
75 Bab 75. Cemburu Tapi Gengsi
76 Bab 76. Kesalahpahaman
77 Bab 77. Hadiah Yang Di Tolak
78 Bab 78. Kejutan Di Hari Ulang Tahun
79 Bab 79. Dilarang Mengacau Ataupun Kabur?
80 Bab 80. Persiapan Pernikahan Atau Persiapan Melepaskan?
81 Bab 81. Pengakuan Cinta Kayla
82 Bab 82. Pembatalan Pernikahan
83 Bab 83. Fakta Yang Sangat Mengejutkan
84 84. Keputusan Nathan
85 Bab 85. Akhir Yang Ditunggu Zhea
86 Bab 86. Pasangan Jahil
87 Bab 87. Pernikahan Alexei Dan Luna
88 Bab 88. Buket Bunga Pengantin
89 Bab 89. Dibalik Kedatangan Jamie
90 Bab 90. Happy Ending
Episodes

Updated 90 Episodes

1
Bab 01. Hati Yang Patah
2
Bab 02. Tidak Akan Pernah Menyerah
3
Bab 03. Langsung Lamar Dong!
4
Bab 04. Meminta Dijodohkan
5
Bab 05. Haruskah Menyerah?
6
Bab 06. Rundingan Para Orang Tua
7
Bab 07. Mengusulkan Jalan Tengah
8
Bab 08. Persetujuan Yang Dipaksakan
9
Bab 09. Rencana Penolakan
10
Bab 10. Rencana Memikat
11
Bab 11. Perubahan Sikap Nathan
12
Bab 12. Kepercayaan Diri Zhea
13
Bab 13. Menjadi Orang Ketiga Yang Diutamakan
14
Bab 14. Apakah Sudah Menyerah?
15
Bab 15. Dimulainya Kesalahpahaman
16
Bab 16. Berakhir Dengan Pertengkaran
17
Bab 17. Terlanjur Babak Belur
18
Bab 18. Kesempatan Diwaktu Yang Tepat
19
Bab 19. Hukuman Menanti
20
Bab 20. Bicara Dari Hati Ke Hati
21
Bab 21. Tidak Akan Menyerah Terhadapmu!
22
Bab 22. Babysitter Untuk Nathan
23
Bab 23. Salah Sasaran
24
Bab 24. Hampir Saja
25
Bab 25. Target Utamanya Adalah Zhea!
26
Bab 26. Tidak Terima Kegagalan
27
Bab 27. Rivalku, Grandpa Dan Daddy-ku Sendiri!
28
Bab 28. Membangunkan Iblis Xavier
29
Bab 29. Rencana Untuk Memastikan
30
Bab 30. Saling Menyusun Rencana
31
Bab 31. Wajah Asli Giselle
32
Bab 32. Pagi Yang Cerah, Suasana Hati Yang Mendung
33
Bab 33. Hanya Milikku
34
Bab 34. Sejak Awal Sudah Mengetahuinya
35
Bab 35. Bujuk Rayu Giselle
36
Bab 36. Hati Yang Mulai Goyah
37
Bab 37. Jika Zhea Sudah Beraksi!
38
Bab 38. Jika Zhea Sudah Beraksi Part. 2
39
Bab 39. Jika Zhea Sudah Beraksi Part.3
40
Bab 40. Senjata Makan Tuan
41
Bab 41. Perjuangan Thalia Membantu Sahabatnya
42
Bab 42. Semua Mulai Mencari Tahu
43
Bab 43. Hampir Saja Ketahuan
44
Bab 44. Misi Berjalan Sukses
45
Bab 45. Ditemukannya Ruangan Rahasia
46
Bab 46. Mendapatkan Kartu As
47
Bab 47. Kebusukan Giselle Mulai Terbongkar
48
Bab 48. Terbongkar Sudah
49
Bab 49. Akhirnya Nathan Mengetahui Semuanya
50
Bab 50. Amukan Kemarahan Giselle
51
Bab 51. Awal Pertarungan Sesungguhnya
52
Bab 52. Pengawal Untuk Zhea
53
Bab 53. Masih Ada Rahasia
54
Bab 54. Rahasia Yang Disembunyikan
55
Bab 55. Dibalik Keputusan Mengejutkan
56
Bab 56. Rencana Misterius Zhea
57
Bab 57. Malam Sebelum Pertunangan
58
Bab 58. Hari Yang Ditunggu
59
Bab 59. Kelicikan Giselle
60
Bab 60. Ternyata Lebih Licik Zhea
61
Bab 61. Benar-Benar Menggila
62
Bab 62. Tujuan Utama Zhea
63
Bab 63. Kematian Mengenaskan Dario
64
Bab 64. Bukan Hari Pertunangan Ataupun Pernikahan
65
Bab 65. Tapi Hari Kematian Kita
66
Bab 66. Menggilanya Ayah Dan Putrinya
67
Bab 67. Menggilanya Ayah Dan Putrinya Part. 2
68
Bab 68. Sejak Awal Milikku
69
Bab 69. Beruntung Bukan Luka Berbahaya
70
Bab 70. Kabar Perjodohan
71
Bab 71. Akhirnya Kembali Bertemu
72
Bab 72. Sama-Sama Tidak Jujur
73
Bab 73. Kegundahan Hati
74
Bab 74. Akhirnya Rayden Turun Tangan
75
Bab 75. Cemburu Tapi Gengsi
76
Bab 76. Kesalahpahaman
77
Bab 77. Hadiah Yang Di Tolak
78
Bab 78. Kejutan Di Hari Ulang Tahun
79
Bab 79. Dilarang Mengacau Ataupun Kabur?
80
Bab 80. Persiapan Pernikahan Atau Persiapan Melepaskan?
81
Bab 81. Pengakuan Cinta Kayla
82
Bab 82. Pembatalan Pernikahan
83
Bab 83. Fakta Yang Sangat Mengejutkan
84
84. Keputusan Nathan
85
Bab 85. Akhir Yang Ditunggu Zhea
86
Bab 86. Pasangan Jahil
87
Bab 87. Pernikahan Alexei Dan Luna
88
Bab 88. Buket Bunga Pengantin
89
Bab 89. Dibalik Kedatangan Jamie
90
Bab 90. Happy Ending

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!