Bab 03. Langsung Lamar Dong!

...“Tentu saja aku tidak setuju! Sebab Kak Nath hanya boleh menjadi suamiku.”...

Untuk beberapa saat semua orang memang terkejut mendengar pengakuannya. Hingga beberapa detik selanjutnya, Nathan mulai tertawa cukup keras karena menganggap apa yang Zhea katakan hanya sebuah candaan saja seperti dirinya.

Kemudian disusul dengan Will dan Alea yang menganggap bahwa itu memang sebuah candaan. Berbeda dengan Thalia dan Giselle yang memilih diam dengan pandangan yang tak lepas dari sosok Zhea.

Thalia yang sejak awal mengetahui perasaan Zhea untuk kakaknya, tentu dia tahu persis bahwa apa yang baru saja Zhea ungkapkan adalah hal yang sangat serius. Begitu juga dengan Giselle yang bisa menyadari bahwa Zhea tidak ‘lah sedang bercanda, melainkan memang serius mengungkapkan perasaannya untuk pria yang dicintainya.

“Hahaha, tidak pernah aku bayangkan kalau aku akan berbesanan dengan Levi. Iya ‘kan, Sayang?” ujar Will disela tawanya.

“Dia tidak bercanda dengan apa yang diucapkannya barusan! Bahkan sejak awal dia sudah menganggap aku sebagai rivalnya untuk mendapatkan Nathan. Benarkah, aku harus bersaing dengan bocah yang baru menginjak dewasa ini.” Giselle berkata dalam hatinya.

“Benar! Siapa sangka gadis yang sudah aku anggap sebagai adik kandungku sendiri, diam-diam menaruh perasaan yang tidak seharusnya padaku. Bahkan—”

“Apa yang aku ucapkan barusan adalah ucapan yang sangat serius dalam lubuk hatiku, Kak Nath!” Sela Zhea menegaskan, “Memang benar bahwa selama ini aku menyimpan perasaan yang bernama cinta untukmu bahkan selalu bermimpi untuk menjadi istrimu. Bukan sebagai adikmu!” lanjutnya.

“Zhea, ini sudah tidak lucu lagi. Sebaiknya—”

“Tentu saja tidak lucu sama sekali! Karena sejak awal aku serius dengan perasaanku ini. Aku menyukaimu, Kak Nath! Bukan sebagai adikmu, saudarimu bahkan teman dari adikmu. Tapi aku menyukaimu sebagai seorang wanita kepada seorang pria. Bahkan sekarang aku tidak hanya menyukaimu tapi sangat mencintaimu.”

Ungkapan perasaan Zhea seketika merubah suasana di ruangan itu menjadi menegangkan. Nathan sendiri sangat terkejut dengan pengakuan cinta yang tidak pernah dia duga seumur hidupnya. Dia bahkan kehilangan kata-katanya, karena dia tidak pernah membayangkan pengakuan cinta seperti ini akan terjadi dalam hidupnya.

“Zhea!”

“Mamah Alea! Papah Will, bisakah aku saja yang menikahi putramu?”

Bukan hanya pengakuan cinta saja, tapi Zhea langsung melamar Nathan pada kedua orang tuanya langsung. Nathan dan Giselle sontak semakin dibuat tidak percaya dengan apa yang Zhea tengah lakukan sekarang. Sementara Thalia memilih diam sembari merutuki keberanian Zhea yang pasti akan berujung sakit hati untuknya sendiri.

“Zhea, bukannya tidak bisa! Namun, perbedaan usia kalian yang—”

“Kenapa dengan perbedaan usia kami? Daddy dan Mommy juga memiliki perbedaan usia yang hampir sama dengan aku dan Kak Nath. Kenapa Daddy dan Mommy bisa menikah, sedangkan aku dengan Kak Nath tidak bisa?” Belum sempat Alea menyelesaikan ucapannya, Zhea sudah lebih dulu memberikan jawaban yang membuatnya seketika terdiam.

“Ehmm, … Bukan seperti itu maksud kami. Hanya saja—”

“Hanya saja aku sudah menemukan wanita yang aku cintai, Zhea! Wanita yang saat ini ada di hadapanmu dan aku perkenalkan pada orang tuaku karena kami akan secepatnya menikah.”

Kini giliran Nathan yang memotong ucapan Alea dan menjelaskan secara langsung alasan mengapa dia dan Zhea tidak bisa menikah. Sekaligus menegaskan bahwa dia sudah memiliki wanita yang cintainya.

Degh …

Rasanya sakit sekali, setiap kali Nathan menegaskan bahwa Giselle adalah wanita yang sangat dicintainya. Akan tetapi, Zhea berusaha menekan rasa sakit hatinya dengan tekad bahwa suatu hai nanti Nathan akan mencintainya dan melihatnya sebagai seorang wanita seperti yang Nathan lakukan pada Giselle.

Setelah cukup lama terdiam, Zhea lalu menyunggingkan sebuah senyuman seraya berkata, “Tidak masalah selama kalian belum resmi menikah, maka masih ada kesempatan untuk bisa membuat Kak Nath jatuh cinta kepadaku.”

“ZHEA!”

Secara spontan Nathan berteriak cukup keras pada gadis yang baru saja mengakui perasaannya itu. entah mengapa sikap keras kepala Zhea membuatnya emosi, apalagi setelah mendengar perkataannya barusan. Seakan hatinya bergetar ketika mendengar bahwa ada kemungkinan dia bisa mencintai gadis yang sudah dianggap sebagai adik kandungnya sendiri.

“Iya, Kak Nath! Aku masih bisa mendengar dengan baik tanpa perlu Kak Nath berteriak seperti tadi.”

Meski terkejut, Zhea tetap berusaha tetap tenang dan terus tersenyum saat pandangan matanya

saling bertemu dengan Nathan.

“Menurutku sebaiknya kau lupakan saja perasaanmu itu. Apakah kau tidak dengar atau memang kau tidak mengerti bahwa kami berdua sudah sepakat untuk merencanakan pernikahan secepatnya?” Giselle yang sejak tadi hanya diam, kini akhirnya kembali buka suara dan meminta Zhea untuk berhenti.

“Sepertinya kau yang tidak mengerti! Selama Kak Nath dan kau belum resmi menikah, maka jelas ada kesempatan untuknya merubah hati, bukan?” balas Zhea yang berhasil membuat Giselle merasa kesal.

“Sebaiknya mulai sekarang kau bersiap saja untuk kehilangan Kak Nath, karena pada akhirnya dia akan menjadi suamiku!” sambungnya menekankan.

“Kau …”

“Tenanglah, Sayang! Lupakan saja omong kosongnya, karena bagaimanapun juga hanya kau wanita yang ingin aku nikahi.”

Jelas terasa persaingan sengit diantara Zhea dan Giselle untuk memperebutkan Nathan. Namun, sepertinya kali ini Nathan sepenuhnya berada di pihak Giselle, terlihat dengan caranya menenangkan sang kekasih yang membuat api cemburu Zhea semakin membara.

Will, Alea dan Thalia memilih diam karena apapun yang mereka katakan tidak akan di terima begitu saja oleh Zhea.

Tak kuasa menahan perasaan cemburunya, lantas Zhea pun langsung meninggalkan ruangan itu. Thalia yang melihat kepergian sang sahabat pun langsung mengikutinya, bahkan hingga di depan kediamannya. Sebelum Zhea memasuki mobilnya, dimana sang sopir tengah menunggu Thalia dengan cepat menghentikannya.

“Hai, Zhea! Kau mau kemana? Kenapa kau mala pergi begitu saja tanpa mengatakan apapun, setidaknya katakan sesuatu padaku!” Thalia mencecar Zhea, “Apa kau sekarang sudah menyerah mendapatkan cinta dari Kakakku?” sambungnya.

Bersambung....

Sesuai janji, Othor up dua bab sebagai bonus. See next Chapter all!😉😉😉😂😂😂

Terpopuler

Comments

ᐪᖇᓵคຖคᶜᵘᵗᵉ

ᐪᖇᓵคຖคᶜᵘᵗᵉ

wah gadis yang gak takut dengan resiko patah hati ini mah,,, udah jelas nathan begitu mencintai kekasihnya tapi masi mau maju demi mendapatkan Nathan

2024-11-20

0

Firanty Ranty

Firanty Ranty

persaingan sengit.siap" loe Will besanan sama Levi 🤣🤣

2024-11-16

0

Ratna Sumaroh

Ratna Sumaroh

aku yang baca kenapa ikutan tegang yak

2024-11-18

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 01. Hati Yang Patah
2 Bab 02. Tidak Akan Pernah Menyerah
3 Bab 03. Langsung Lamar Dong!
4 Bab 04. Meminta Dijodohkan
5 Bab 05. Haruskah Menyerah?
6 Bab 06. Rundingan Para Orang Tua
7 Bab 07. Mengusulkan Jalan Tengah
8 Bab 08. Persetujuan Yang Dipaksakan
9 Bab 09. Rencana Penolakan
10 Bab 10. Rencana Memikat
11 Bab 11. Perubahan Sikap Nathan
12 Bab 12. Kepercayaan Diri Zhea
13 Bab 13. Menjadi Orang Ketiga Yang Diutamakan
14 Bab 14. Apakah Sudah Menyerah?
15 Bab 15. Dimulainya Kesalahpahaman
16 Bab 16. Berakhir Dengan Pertengkaran
17 Bab 17. Terlanjur Babak Belur
18 Bab 18. Kesempatan Diwaktu Yang Tepat
19 Bab 19. Hukuman Menanti
20 Bab 20. Bicara Dari Hati Ke Hati
21 Bab 21. Tidak Akan Menyerah Terhadapmu!
22 Bab 22. Babysitter Untuk Nathan
23 Bab 23. Salah Sasaran
24 Bab 24. Hampir Saja
25 Bab 25. Target Utamanya Adalah Zhea!
26 Bab 26. Tidak Terima Kegagalan
27 Bab 27. Rivalku, Grandpa Dan Daddy-ku Sendiri!
28 Bab 28. Membangunkan Iblis Xavier
29 Bab 29. Rencana Untuk Memastikan
30 Bab 30. Saling Menyusun Rencana
31 Bab 31. Wajah Asli Giselle
32 Bab 32. Pagi Yang Cerah, Suasana Hati Yang Mendung
33 Bab 33. Hanya Milikku
34 Bab 34. Sejak Awal Sudah Mengetahuinya
35 Bab 35. Bujuk Rayu Giselle
36 Bab 36. Hati Yang Mulai Goyah
37 Bab 37. Jika Zhea Sudah Beraksi!
38 Bab 38. Jika Zhea Sudah Beraksi Part. 2
39 Bab 39. Jika Zhea Sudah Beraksi Part.3
40 Bab 40. Senjata Makan Tuan
41 Bab 41. Perjuangan Thalia Membantu Sahabatnya
42 Bab 42. Semua Mulai Mencari Tahu
43 Bab 43. Hampir Saja Ketahuan
44 Bab 44. Misi Berjalan Sukses
45 Bab 45. Ditemukannya Ruangan Rahasia
46 Bab 46. Mendapatkan Kartu As
47 Bab 47. Kebusukan Giselle Mulai Terbongkar
48 Bab 48. Terbongkar Sudah
49 Bab 49. Akhirnya Nathan Mengetahui Semuanya
50 Bab 50. Amukan Kemarahan Giselle
51 Bab 51. Awal Pertarungan Sesungguhnya
52 Bab 52. Pengawal Untuk Zhea
53 Bab 53. Masih Ada Rahasia
54 Bab 54. Rahasia Yang Disembunyikan
55 Bab 55. Dibalik Keputusan Mengejutkan
56 Bab 56. Rencana Misterius Zhea
57 Bab 57. Malam Sebelum Pertunangan
58 Bab 58. Hari Yang Ditunggu
59 Bab 59. Kelicikan Giselle
60 Bab 60. Ternyata Lebih Licik Zhea
61 Bab 61. Benar-Benar Menggila
62 Bab 62. Tujuan Utama Zhea
63 Bab 63. Kematian Mengenaskan Dario
64 Bab 64. Bukan Hari Pertunangan Ataupun Pernikahan
65 Bab 65. Tapi Hari Kematian Kita
66 Bab 66. Menggilanya Ayah Dan Putrinya
67 Bab 67. Menggilanya Ayah Dan Putrinya Part. 2
68 Bab 68. Sejak Awal Milikku
69 Bab 69. Beruntung Bukan Luka Berbahaya
70 Bab 70. Kabar Perjodohan
71 Bab 71. Akhirnya Kembali Bertemu
72 Bab 72. Sama-Sama Tidak Jujur
73 Bab 73. Kegundahan Hati
74 Bab 74. Akhirnya Rayden Turun Tangan
75 Bab 75. Cemburu Tapi Gengsi
76 Bab 76. Kesalahpahaman
77 Bab 77. Hadiah Yang Di Tolak
78 Bab 78. Kejutan Di Hari Ulang Tahun
79 Bab 79. Dilarang Mengacau Ataupun Kabur?
80 Bab 80. Persiapan Pernikahan Atau Persiapan Melepaskan?
81 Bab 81. Pengakuan Cinta Kayla
82 Bab 82. Pembatalan Pernikahan
83 Bab 83. Fakta Yang Sangat Mengejutkan
84 84. Keputusan Nathan
85 Bab 85. Akhir Yang Ditunggu Zhea
86 Bab 86. Pasangan Jahil
87 Bab 87. Pernikahan Alexei Dan Luna
88 Bab 88. Buket Bunga Pengantin
89 Bab 89. Dibalik Kedatangan Jamie
90 Bab 90. Happy Ending
Episodes

Updated 90 Episodes

1
Bab 01. Hati Yang Patah
2
Bab 02. Tidak Akan Pernah Menyerah
3
Bab 03. Langsung Lamar Dong!
4
Bab 04. Meminta Dijodohkan
5
Bab 05. Haruskah Menyerah?
6
Bab 06. Rundingan Para Orang Tua
7
Bab 07. Mengusulkan Jalan Tengah
8
Bab 08. Persetujuan Yang Dipaksakan
9
Bab 09. Rencana Penolakan
10
Bab 10. Rencana Memikat
11
Bab 11. Perubahan Sikap Nathan
12
Bab 12. Kepercayaan Diri Zhea
13
Bab 13. Menjadi Orang Ketiga Yang Diutamakan
14
Bab 14. Apakah Sudah Menyerah?
15
Bab 15. Dimulainya Kesalahpahaman
16
Bab 16. Berakhir Dengan Pertengkaran
17
Bab 17. Terlanjur Babak Belur
18
Bab 18. Kesempatan Diwaktu Yang Tepat
19
Bab 19. Hukuman Menanti
20
Bab 20. Bicara Dari Hati Ke Hati
21
Bab 21. Tidak Akan Menyerah Terhadapmu!
22
Bab 22. Babysitter Untuk Nathan
23
Bab 23. Salah Sasaran
24
Bab 24. Hampir Saja
25
Bab 25. Target Utamanya Adalah Zhea!
26
Bab 26. Tidak Terima Kegagalan
27
Bab 27. Rivalku, Grandpa Dan Daddy-ku Sendiri!
28
Bab 28. Membangunkan Iblis Xavier
29
Bab 29. Rencana Untuk Memastikan
30
Bab 30. Saling Menyusun Rencana
31
Bab 31. Wajah Asli Giselle
32
Bab 32. Pagi Yang Cerah, Suasana Hati Yang Mendung
33
Bab 33. Hanya Milikku
34
Bab 34. Sejak Awal Sudah Mengetahuinya
35
Bab 35. Bujuk Rayu Giselle
36
Bab 36. Hati Yang Mulai Goyah
37
Bab 37. Jika Zhea Sudah Beraksi!
38
Bab 38. Jika Zhea Sudah Beraksi Part. 2
39
Bab 39. Jika Zhea Sudah Beraksi Part.3
40
Bab 40. Senjata Makan Tuan
41
Bab 41. Perjuangan Thalia Membantu Sahabatnya
42
Bab 42. Semua Mulai Mencari Tahu
43
Bab 43. Hampir Saja Ketahuan
44
Bab 44. Misi Berjalan Sukses
45
Bab 45. Ditemukannya Ruangan Rahasia
46
Bab 46. Mendapatkan Kartu As
47
Bab 47. Kebusukan Giselle Mulai Terbongkar
48
Bab 48. Terbongkar Sudah
49
Bab 49. Akhirnya Nathan Mengetahui Semuanya
50
Bab 50. Amukan Kemarahan Giselle
51
Bab 51. Awal Pertarungan Sesungguhnya
52
Bab 52. Pengawal Untuk Zhea
53
Bab 53. Masih Ada Rahasia
54
Bab 54. Rahasia Yang Disembunyikan
55
Bab 55. Dibalik Keputusan Mengejutkan
56
Bab 56. Rencana Misterius Zhea
57
Bab 57. Malam Sebelum Pertunangan
58
Bab 58. Hari Yang Ditunggu
59
Bab 59. Kelicikan Giselle
60
Bab 60. Ternyata Lebih Licik Zhea
61
Bab 61. Benar-Benar Menggila
62
Bab 62. Tujuan Utama Zhea
63
Bab 63. Kematian Mengenaskan Dario
64
Bab 64. Bukan Hari Pertunangan Ataupun Pernikahan
65
Bab 65. Tapi Hari Kematian Kita
66
Bab 66. Menggilanya Ayah Dan Putrinya
67
Bab 67. Menggilanya Ayah Dan Putrinya Part. 2
68
Bab 68. Sejak Awal Milikku
69
Bab 69. Beruntung Bukan Luka Berbahaya
70
Bab 70. Kabar Perjodohan
71
Bab 71. Akhirnya Kembali Bertemu
72
Bab 72. Sama-Sama Tidak Jujur
73
Bab 73. Kegundahan Hati
74
Bab 74. Akhirnya Rayden Turun Tangan
75
Bab 75. Cemburu Tapi Gengsi
76
Bab 76. Kesalahpahaman
77
Bab 77. Hadiah Yang Di Tolak
78
Bab 78. Kejutan Di Hari Ulang Tahun
79
Bab 79. Dilarang Mengacau Ataupun Kabur?
80
Bab 80. Persiapan Pernikahan Atau Persiapan Melepaskan?
81
Bab 81. Pengakuan Cinta Kayla
82
Bab 82. Pembatalan Pernikahan
83
Bab 83. Fakta Yang Sangat Mengejutkan
84
84. Keputusan Nathan
85
Bab 85. Akhir Yang Ditunggu Zhea
86
Bab 86. Pasangan Jahil
87
Bab 87. Pernikahan Alexei Dan Luna
88
Bab 88. Buket Bunga Pengantin
89
Bab 89. Dibalik Kedatangan Jamie
90
Bab 90. Happy Ending

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!