Bab 16. Berakhir Dengan Pertengkaran

...“Nath, tidak bisakah kau mengabaikan Zhea?”...

“Hmm, aku memang sudah bertekad mengabaikannya. Akan tetapi, melihatnya terluka seperti itu mana mungkin aku bisa melakukannya? Sebagai dokter kau tahu sendiri bahwa kita tidak bisa mengabaikan kondisi pasien, meskipun itu hanya luka ringan.”

Jelas Nathan yang lagi-lagi mendapatkan alasan yang tepat untuk meredakan amarah kekasihnya. Padahal yang sebenarnya terjadi, Nathan secara spontan ingin menolong dan memastikan keadaan Zhea baik-baik saja tanpa luka sedikitpun.

“Apa kau yakin bahwa itu alasannya kau begitu memperdulikan dia?” Giselle hanya ingin memastikan, “Kau tahu sendiri, bukan? Bahwa dia mencintaimu selama ini. Aku tidak ingin rencana pertunangan kita ataupun rencana pernikahan kita harus berantakan karena kehadirannya di tengah-tengah kita,” sambungnya mengutarakan apa yang mengganggu perasaannya semenjak pertemuannya dengan Zhea.

“Jadi, itu yang membuatmu ingin aku bersikap kejam padanya! Kau tenang saja, hatiku tidak akan pernah sekalipun berpaling darimu, Giselle Alendiandra!” ucap Nathan seraya menggenggam kedua tangan Giselle dengan lembut, jangan lupakan tatapan matanya yang penuh cinta.

“Dan untuk permintaanmu untuk mengabaikannya, aku pasti akan melakukannya. Karena jujur saja, aku terpaksa memberikannya kesempatan untuk mengejarku dengan desakan keluarganya. Aku harap kau bisa memakluminya, jika selama satu bulan ini dia akan berada di dekatku.” Nathan pun akhirnya mengungkapkan kesepakatannya dengan keluarga Xavier.

“Apa? Kenapa kau setuju, Nath?” Jelas sekali bahwa Giselle malah semakin terganggu dengan adanya kesepakatan itu.

“Aku terpaksa, Giselle! Kak Lucia hanya ingin aku membiarkan Zhea berusaha mengejarku, tapi sebagai gantinya aku boleh mengabaikan dan membuatnya menyerah seperti tadi.” Dengan hati-hati Nathan menjelaskan tentang kesepakatan tersebut.

“Kenapa kau memutuskan hal seperti ini secara sepihak, Nath? Apakah kau tidak tahu bagaimana perasaanku ketika gadis itu menyatakan perasaannya kepadamu dan melamarmu di hadapan keluargamu saat itu? Perasaanku saat melihatmu menggendongnya seperti tadi, hah? Apakah kau sungguh tidak memikirkan bagaimana perasanku sedikitpun?” cecar Giselle mengungkapkan segala kegundahan hatinya.

“Giselle, apakah kau tidak mempercayai betapa tulusnya aku mencintaimu selama ini?” Entah mengapa Nathan mulai terpancing emosinya, “Meraka bahkan tidak benar-benar menjodohkan aku dengan Zhea, karena mereka menghargai perasaanku padamu. Karena itulah aku menerima kesepakatan itu untuk menghargai perasaan mereka juga sebagai orang tua. Dan kau malah mengabaikan perasaanku kepadamu?” sambungnya penuh penekanan.

“Nath, kau pikir aku ingin seperti ini? Aku selalu merasa khawatir setiap kali kau lebih memperdulikan dia dibandingkan aku dan ….”

“Sudah cukup, Giselle! Lebih baik kau pikirkan baik-baik ucapanmu barusan dan coba pahami juga situasiku saat ini hingga membuat kesepatan konyol itu. Kita tenangkan diri kita masing-masing dulu,” sela Nathan seraya beranjak dari tempat duduknya.

Jika dia tetap berada di sana, maka pertengkaran yang lebih besar akan terjadi. Dia memutuskan pergi begitu saja agar keduanya bisa saling menenangkan diri masing-masing.

...****************...

Baru saja keluar dari restaurant, pandangan mata Nathan seketika teralihkan pada keberadaan Papahnya bersama dengan Rayden dan yang lainnya. Tanpa merasa curiga sedikitpun, Nathan mendekati meraka seperti biasa. Karena memang dia tidak melakukan apapun yang menurutnya bersalah.

“Ada apa Papah dan yang lainnya di sini?” tanya Nathan.

Levi berjalan menghampirinya, merangkul Nathan dan berkata, “Tentu saja untuk mencari mu, Nath!”

“Bagaimana acara makan malam romantisnya dengan kekasihmu? Apa menyenangkan? Padahal putriku di rumah saat ini sedang menangis,” sambungnya penuh penekanan yang seketika membuat bulu kuduk Nathan berdiri saat melihat seringai penuh arti dari Levi. Firasatnya sudah mengatakan hal buruk mungkin akan terjadi kepada dirinya.

“Bahkan cucuku pulang dalam keadaan kaki yang pincang. Bisakah kau menjelaskan pada kami apa yang terjadi dengan Zhea hari ini?” Rayden ikut merangkul Nathan, menuntut penjelasan yang masuk akan mengapa cucu kesayangannya bisa berakhir seperti itu.

“Ayo, kita cari tempat yang nyaman untuk bicara karena mungkin ini bisa menjadi pembicaraan yang cukup panjang,” ujar Levi yang kini menyeret Nathan masuk ke dalam mobilnya. Nathan hanya terlalu berlebihan dalam memberikan pelajaran kepada putranya dan itu pun jika memang putranya bersalah.

...****************...

Beralih kembali di kamar Zhea, dimana setelah puas menangis Lucia dan Zhia kembali menanyakan apa yang terjadi hingga membuatnya terluka dan menangis seperti ini. Sebisa mungkin Zhia dan Lucia akan mendengar serta memberikan nasehat terbaik yang bisa mereka pikirkan saat itu.

“Sudah merasa jauh lebih tenang sekarang?” tanya Zhia dan Zhea hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.

“Apa sekarang sudah bisa menceritakan apa yang yang terjadi padamu hari ini?”

Kali ini Lucia yang bertanya dan disaat yang bersamaan, Shea masuk ke dalam kamar tersebut untuk memberitahukan tentang kepergian Grandpa dan Daddy nya. Tapi niatnya tersebut harus dia tunda saat Zhea bersedia untuk menceritakan apa yang terjadi.

“Apa yang membuat menangis sampai seperti ini, hmm?” tanya Zhia dengan begitu lembut.

“Aku menemani Kak Nath dan kekasihnya melakukan fitting baju pertunangan mereka nantinya. Saat melihat mereka melakukan pemotretan yang mesra, aku terus berpikir ‘Bukankah seharusnya Zhea yang berada di posisi itu? Ataukah aku yang seharusnya tidak berada di sana dan melihat semua itu?’ pertanyaan seperti itu terus bermunculan di kepalaku saat itu.” Zhea mulai bercerita dengan sesekali sesenggukan.

“Aku tiba- tiba membayangkan bagaimana rasanya berada di posisi sebagai wanita yang Kak Nath cintai. Bahkan hanya membayangkannya saja membuatku merasa sangat bahagia, tetapi hatiku seketika merasa sangat sesak saat menyadari bahwa semua itu khayalanku saja. Karena kenyataannya Kak Nath hanya melihat dan mencintai wanita itu,” jelasnya lagi.

“Lalu bagaimana kau bisa terluka seperti ini?” Shea tak tahan untuk menanyakan penyebab luka yang dialami saudari kembarnya.

Bersambung....

Terpopuler

Comments

Firanty Ranty

Firanty Ranty

papa rayden dan trio somplak emang GK prnh berubah.kasian Will posisi nya membingungkan antara anaknya atau bos nya yg dh kyk kakaknya sendiri....🤣🤣

2024-11-17

0

ㄒ丨卂尺卂

ㄒ丨卂尺卂

nahlo nathan pastinya ketar ketir tuhhh di interogasi oleh para mafia🤣🤣🤣🤭

2024-11-20

0

Ratna Sumaroh

Ratna Sumaroh

wah nath berdoa semoga kamu masih aman

2024-11-19

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 01. Hati Yang Patah
2 Bab 02. Tidak Akan Pernah Menyerah
3 Bab 03. Langsung Lamar Dong!
4 Bab 04. Meminta Dijodohkan
5 Bab 05. Haruskah Menyerah?
6 Bab 06. Rundingan Para Orang Tua
7 Bab 07. Mengusulkan Jalan Tengah
8 Bab 08. Persetujuan Yang Dipaksakan
9 Bab 09. Rencana Penolakan
10 Bab 10. Rencana Memikat
11 Bab 11. Perubahan Sikap Nathan
12 Bab 12. Kepercayaan Diri Zhea
13 Bab 13. Menjadi Orang Ketiga Yang Diutamakan
14 Bab 14. Apakah Sudah Menyerah?
15 Bab 15. Dimulainya Kesalahpahaman
16 Bab 16. Berakhir Dengan Pertengkaran
17 Bab 17. Terlanjur Babak Belur
18 Bab 18. Kesempatan Diwaktu Yang Tepat
19 Bab 19. Hukuman Menanti
20 Bab 20. Bicara Dari Hati Ke Hati
21 Bab 21. Tidak Akan Menyerah Terhadapmu!
22 Bab 22. Babysitter Untuk Nathan
23 Bab 23. Salah Sasaran
24 Bab 24. Hampir Saja
25 Bab 25. Target Utamanya Adalah Zhea!
26 Bab 26. Tidak Terima Kegagalan
27 Bab 27. Rivalku, Grandpa Dan Daddy-ku Sendiri!
28 Bab 28. Membangunkan Iblis Xavier
29 Bab 29. Rencana Untuk Memastikan
30 Bab 30. Saling Menyusun Rencana
31 Bab 31. Wajah Asli Giselle
32 Bab 32. Pagi Yang Cerah, Suasana Hati Yang Mendung
33 Bab 33. Hanya Milikku
34 Bab 34. Sejak Awal Sudah Mengetahuinya
35 Bab 35. Bujuk Rayu Giselle
36 Bab 36. Hati Yang Mulai Goyah
37 Bab 37. Jika Zhea Sudah Beraksi!
38 Bab 38. Jika Zhea Sudah Beraksi Part. 2
39 Bab 39. Jika Zhea Sudah Beraksi Part.3
40 Bab 40. Senjata Makan Tuan
41 Bab 41. Perjuangan Thalia Membantu Sahabatnya
42 Bab 42. Semua Mulai Mencari Tahu
43 Bab 43. Hampir Saja Ketahuan
44 Bab 44. Misi Berjalan Sukses
45 Bab 45. Ditemukannya Ruangan Rahasia
46 Bab 46. Mendapatkan Kartu As
47 Bab 47. Kebusukan Giselle Mulai Terbongkar
48 Bab 48. Terbongkar Sudah
49 Bab 49. Akhirnya Nathan Mengetahui Semuanya
50 Bab 50. Amukan Kemarahan Giselle
51 Bab 51. Awal Pertarungan Sesungguhnya
52 Bab 52. Pengawal Untuk Zhea
53 Bab 53. Masih Ada Rahasia
54 Bab 54. Rahasia Yang Disembunyikan
55 Bab 55. Dibalik Keputusan Mengejutkan
56 Bab 56. Rencana Misterius Zhea
57 Bab 57. Malam Sebelum Pertunangan
58 Bab 58. Hari Yang Ditunggu
59 Bab 59. Kelicikan Giselle
60 Bab 60. Ternyata Lebih Licik Zhea
61 Bab 61. Benar-Benar Menggila
62 Bab 62. Tujuan Utama Zhea
63 Bab 63. Kematian Mengenaskan Dario
64 Bab 64. Bukan Hari Pertunangan Ataupun Pernikahan
65 Bab 65. Tapi Hari Kematian Kita
66 Bab 66. Menggilanya Ayah Dan Putrinya
67 Bab 67. Menggilanya Ayah Dan Putrinya Part. 2
68 Bab 68. Sejak Awal Milikku
69 Bab 69. Beruntung Bukan Luka Berbahaya
70 Bab 70. Kabar Perjodohan
71 Bab 71. Akhirnya Kembali Bertemu
72 Bab 72. Sama-Sama Tidak Jujur
73 Bab 73. Kegundahan Hati
74 Bab 74. Akhirnya Rayden Turun Tangan
75 Bab 75. Cemburu Tapi Gengsi
76 Bab 76. Kesalahpahaman
77 Bab 77. Hadiah Yang Di Tolak
78 Bab 78. Kejutan Di Hari Ulang Tahun
79 Bab 79. Dilarang Mengacau Ataupun Kabur?
80 Bab 80. Persiapan Pernikahan Atau Persiapan Melepaskan?
81 Bab 81. Pengakuan Cinta Kayla
82 Bab 82. Pembatalan Pernikahan
83 Bab 83. Fakta Yang Sangat Mengejutkan
84 84. Keputusan Nathan
85 Bab 85. Akhir Yang Ditunggu Zhea
86 Bab 86. Pasangan Jahil
87 Bab 87. Pernikahan Alexei Dan Luna
88 Bab 88. Buket Bunga Pengantin
89 Bab 89. Dibalik Kedatangan Jamie
90 Bab 90. Happy Ending
Episodes

Updated 90 Episodes

1
Bab 01. Hati Yang Patah
2
Bab 02. Tidak Akan Pernah Menyerah
3
Bab 03. Langsung Lamar Dong!
4
Bab 04. Meminta Dijodohkan
5
Bab 05. Haruskah Menyerah?
6
Bab 06. Rundingan Para Orang Tua
7
Bab 07. Mengusulkan Jalan Tengah
8
Bab 08. Persetujuan Yang Dipaksakan
9
Bab 09. Rencana Penolakan
10
Bab 10. Rencana Memikat
11
Bab 11. Perubahan Sikap Nathan
12
Bab 12. Kepercayaan Diri Zhea
13
Bab 13. Menjadi Orang Ketiga Yang Diutamakan
14
Bab 14. Apakah Sudah Menyerah?
15
Bab 15. Dimulainya Kesalahpahaman
16
Bab 16. Berakhir Dengan Pertengkaran
17
Bab 17. Terlanjur Babak Belur
18
Bab 18. Kesempatan Diwaktu Yang Tepat
19
Bab 19. Hukuman Menanti
20
Bab 20. Bicara Dari Hati Ke Hati
21
Bab 21. Tidak Akan Menyerah Terhadapmu!
22
Bab 22. Babysitter Untuk Nathan
23
Bab 23. Salah Sasaran
24
Bab 24. Hampir Saja
25
Bab 25. Target Utamanya Adalah Zhea!
26
Bab 26. Tidak Terima Kegagalan
27
Bab 27. Rivalku, Grandpa Dan Daddy-ku Sendiri!
28
Bab 28. Membangunkan Iblis Xavier
29
Bab 29. Rencana Untuk Memastikan
30
Bab 30. Saling Menyusun Rencana
31
Bab 31. Wajah Asli Giselle
32
Bab 32. Pagi Yang Cerah, Suasana Hati Yang Mendung
33
Bab 33. Hanya Milikku
34
Bab 34. Sejak Awal Sudah Mengetahuinya
35
Bab 35. Bujuk Rayu Giselle
36
Bab 36. Hati Yang Mulai Goyah
37
Bab 37. Jika Zhea Sudah Beraksi!
38
Bab 38. Jika Zhea Sudah Beraksi Part. 2
39
Bab 39. Jika Zhea Sudah Beraksi Part.3
40
Bab 40. Senjata Makan Tuan
41
Bab 41. Perjuangan Thalia Membantu Sahabatnya
42
Bab 42. Semua Mulai Mencari Tahu
43
Bab 43. Hampir Saja Ketahuan
44
Bab 44. Misi Berjalan Sukses
45
Bab 45. Ditemukannya Ruangan Rahasia
46
Bab 46. Mendapatkan Kartu As
47
Bab 47. Kebusukan Giselle Mulai Terbongkar
48
Bab 48. Terbongkar Sudah
49
Bab 49. Akhirnya Nathan Mengetahui Semuanya
50
Bab 50. Amukan Kemarahan Giselle
51
Bab 51. Awal Pertarungan Sesungguhnya
52
Bab 52. Pengawal Untuk Zhea
53
Bab 53. Masih Ada Rahasia
54
Bab 54. Rahasia Yang Disembunyikan
55
Bab 55. Dibalik Keputusan Mengejutkan
56
Bab 56. Rencana Misterius Zhea
57
Bab 57. Malam Sebelum Pertunangan
58
Bab 58. Hari Yang Ditunggu
59
Bab 59. Kelicikan Giselle
60
Bab 60. Ternyata Lebih Licik Zhea
61
Bab 61. Benar-Benar Menggila
62
Bab 62. Tujuan Utama Zhea
63
Bab 63. Kematian Mengenaskan Dario
64
Bab 64. Bukan Hari Pertunangan Ataupun Pernikahan
65
Bab 65. Tapi Hari Kematian Kita
66
Bab 66. Menggilanya Ayah Dan Putrinya
67
Bab 67. Menggilanya Ayah Dan Putrinya Part. 2
68
Bab 68. Sejak Awal Milikku
69
Bab 69. Beruntung Bukan Luka Berbahaya
70
Bab 70. Kabar Perjodohan
71
Bab 71. Akhirnya Kembali Bertemu
72
Bab 72. Sama-Sama Tidak Jujur
73
Bab 73. Kegundahan Hati
74
Bab 74. Akhirnya Rayden Turun Tangan
75
Bab 75. Cemburu Tapi Gengsi
76
Bab 76. Kesalahpahaman
77
Bab 77. Hadiah Yang Di Tolak
78
Bab 78. Kejutan Di Hari Ulang Tahun
79
Bab 79. Dilarang Mengacau Ataupun Kabur?
80
Bab 80. Persiapan Pernikahan Atau Persiapan Melepaskan?
81
Bab 81. Pengakuan Cinta Kayla
82
Bab 82. Pembatalan Pernikahan
83
Bab 83. Fakta Yang Sangat Mengejutkan
84
84. Keputusan Nathan
85
Bab 85. Akhir Yang Ditunggu Zhea
86
Bab 86. Pasangan Jahil
87
Bab 87. Pernikahan Alexei Dan Luna
88
Bab 88. Buket Bunga Pengantin
89
Bab 89. Dibalik Kedatangan Jamie
90
Bab 90. Happy Ending

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!