Bab 02. Tidak Akan Pernah Menyerah

...“Ouh, Kakak hampir saja lupa memperkenalkan calon Kakak Iparmu! Ini kekasihku namanya Giselle Alendiandra, dia juga seorang dokter hebat seperti Kakak! Dan Giselle perkenalkan ini adikku, Nathallia Willea Coopers dan temannya, cucu dari Tuan Rayden—Zheara Zaen Xavier.”...

“Zhea bahkan sudah aku anggap sebagai adik kandungku sendiri, karena dia sering bermain dan menginap di sini bersama dengan Thalia. Mereka berdua sangat akrab, begitu pun aku, Papah dan Mamah!” sambungnya seolah mempertegas hubungan diantara dirinya dengan Zhea.

Calon Kakak Ipar?

Kekasih?

Hanya teman adiknya sekaligus cucu dari Tuan Rayden?

Dan bahkan sudah di anggap sebagai dik kandung sendiri? Jadi, selama ini Zhea hanya dianggap seperti itu di mata sang pujaan hatinya.

Zhea hanya bisa tersenyum sinis pada dirinya sendiri saat menghadapi kenyataan yang membuat hatinya semakin terluka. Luka yang tak terlihat bahkan tak berdarah, tapi begitu terasa sangat menyakitkan baginya.

“Apa-apaan ini? Jadi, usahaku selama ini untuk merebut perhatiannya dan selalu berada di sisinya hanya di anggap tidak lebih dari saudara dan teman dari adiknya? Kak Nath bahkan tidak pernah sekalipun menatapku sebagai seorang wanita?” Zhea hanya bisa merutuki kebodohannya sendiri di dalam hatinya.

“Halo, salam kenal! Semoga kedepannya kita semua bisa lebih dekat ‘yah?”

Wanita bernama Giselle itu pun menyapa Thalia dan Zhea dengan ramah. Zhea langsung menatap tajam pada wanita yang kini menjadi saingan terberatnya dalam mendapatkan Nathan.

“Aah … I-iya!” Hanya Thalia yang membalas sapaan itu dengan canggung.

“Sudah dulu perkenalannya, Kakak harus menemui Papah dan Mamah dulu untuk memperkenalkannya sekaligus meminta restu untuk hubungan kami,” ujar Nathan yang lalu mengajak kekasihnya menuju ke ruangan keluarga dimana Will dan Alea tengah menghabiskan waktu di sana.

Zhea hanya menatap kepergian pasangan itu dalam diam, hingga sebuah tepukan cukup keras di bahunya sontak menyadarkannya, “Hai, apa kau baik-baik saja?”

Sebagai orang tahu perasaan Zhea yang sebenarnya kepada Nathan, Thalia pun cukup mengerti rasa sakit yang kini Zhea rasakan. Apalagi setelah mendengar kenyataan bahwa selama ini orang yang dicintainya hanya menganggap dirinya sebagai saudara dan teman baik dari adiknya.

Zhea hanya diam menatap penuh luka kepada teman baiknya itu sembari berkata, “Setelah mendengar apa yang Kak Nath katakan, kau masih bertanya seperti itu padaku?”

“Hehehe, Kau pasti sakit hati dan terluka! Tapi bukankah sejak awal sudah aku katakan bahwa cintamu itu kepada Kakakku tidak akan pernah berhasil. Perbedaan usia kalian saja terpaut cukup jauh, sebaiknya kau menyerah saja, Zhe!”

“Tidak akan!” Zhea langsung menolaknya dengan tegas saran tersebut, “Aku tidak akan pernah menyerah untuk mendapatkan cinta Kak Nath!”

“Seperti kata orang, bahwa sebelum undangan tersebar dan janur kuning melengkung terutama ketika janji suci pernikahan belum di sahkan. Bukankah aku masih memiliki banyak peluang untuk bersaing dengan wanita itu untuk mendapatkan cinta Kak Nath?”

Dengan penuh percaya diri Zhea mengatakan semua itu. Zhea sangat yakin bahwa setiap usaha tidak akan mengkhianati hasil, dan kini dia hanya perlu menambahkan banyak usaha agar Nathan bisa melihatnya sebagai seorang wanita dan mendapatkan cintanya.

“Hah? Kau yakin akan bersaing dengan wanita yang jelas dicintai oleh Kakakku?” tanya Thalia tak percaya dengan keputusan Zhea yang bukannya menyerah setelah Nathan memperkenalkan kekasihnya, gadis itu malah semakin bertekad untuk mengejar cintanya seorang dokter Nathan.

“Sudah pasti! Ayo, kita lihat seberapa baik kekasih dari calon suami masa depanku itu dibandingkan dengan diriku.”

Zhea menjawab pertanyaan tersebut dengan mantap, dia kemudian mengajak Thalia untuk menyusul Nathan dan kekasihnya itu ke ruang keluarga dimana semua orang tengah berkumpul.

Thalia hanya bisa pasrah mengikuti kemauan sahabatnya, sebenarnya dia juga ingin mengetahui bagaimana kekasih dari Kakaknya yang selama ini jelas sekali tidak pernah dekat dengan wanita manapun. Namun, hari ini sepertinya penilaiannya salah karena Kakaknya ternyata sudah memiliki kekasih yang cukup cantik dan elegan.

...****************...

Setibanya di ruang keluarga, ternyata wanita bernama Giselle itu disambut dengan baik oleh Will dan Alea. Zhea yang melihat kedekatan rivalnya dengan sang calon mertua, tentu sangat geram sampai dia tidak sadar sudah meremat tangan Thalia dengan cukup keras.

“Argh …” Thalia merintih kesakitan dan kemudian berseru, “Yakh, aku tahu kau sedang merasa kesal saat ini, tapi tidak melampiaskannya padaku juga!”

Sontak seruan Thalia membuat perhatian semua orang teralihkan pada mereka berdua. Detik itu juga Zhea langsung memasang wajah cerianya dan berjalan menghampiri Will dan Alea, mengabaikan Thalia yang tengah menggerutu sembari memegangi tangannya yang masih terasa sakit.

“Zhea! Apa kau sudah berkenalan dengannya?” tanya Alea yang langsung memberikan tempat di antara dirinya dan Will untuk Zhea duduk.

“Hmm, kami sudah berkenalan dibawah tadi! Dengan Thalia juga.” Bukan Zhea yang menjawab melainkan Giselle seolah wanita itu tengah mencoba menarik perhatian Alea.

“Benarkah? Aku harap kalian semua bisa semakin dekat satu sama lain.” Kata Alea seraya tersenyum dengan manisnya.

“Apa kalian akan menikah?”

Tiada angin, tiada hujan Zhea langsung menanyakan pertanyaan itu jauh dari topik pembicaraan mereka sebelumnya. Ditambah Zhea menanyakannya dengan ekspresi dingin, dengan tatapan yang tidak bersahabat pada Giselle.

“Tentu saja, kami merencanakan pernikahan. Karena itulah aku mengajaknya kemari untuk diperkenalkan dengan kedua orang tuaku. Kenapa kau bertanya seperti itu? Apakah kau tidak setuju jika kami menikah?” Nathan yang menjawab, sekaligus memberikan pertanyaan yang niatnya hanya sebagai candaan untuk mencairkan suasana.

Tapi siapa sangka, Zhea malah menanggapinya dengan serius dan malah mengungkapkan perasaannya selama ini. Dengan berkata, “Tentu saja aku tidak setuju! Sebab Kak Nath hanya boleh menjadi suamiku.”

Bersambung....

Terpopuler

Comments

Firanty Ranty

Firanty Ranty

author nya GK typo tp Readers nya yg typo.bisa" nya mataku typo janur kuning melengkung ku baca Januari melengkung sampai ku ulang" GK tau nya typo mata ku klu biasanya jari yg typo ini mata...😁🤭🙈🙈🙈

2024-11-16

0

ᐪᖇᓵคຖคᶜᵘᵗᵉ

ᐪᖇᓵคຖคᶜᵘᵗᵉ

zhea to the poin yakkk, sebelum sah menjadi suami orang pepet terus🤣🤣🤣

2024-11-20

1

Abinaya Albab

Abinaya Albab

ya begitulah kira² karakter Xavier family pantang menyerah pokoknya ✊

2024-11-12

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 01. Hati Yang Patah
2 Bab 02. Tidak Akan Pernah Menyerah
3 Bab 03. Langsung Lamar Dong!
4 Bab 04. Meminta Dijodohkan
5 Bab 05. Haruskah Menyerah?
6 Bab 06. Rundingan Para Orang Tua
7 Bab 07. Mengusulkan Jalan Tengah
8 Bab 08. Persetujuan Yang Dipaksakan
9 Bab 09. Rencana Penolakan
10 Bab 10. Rencana Memikat
11 Bab 11. Perubahan Sikap Nathan
12 Bab 12. Kepercayaan Diri Zhea
13 Bab 13. Menjadi Orang Ketiga Yang Diutamakan
14 Bab 14. Apakah Sudah Menyerah?
15 Bab 15. Dimulainya Kesalahpahaman
16 Bab 16. Berakhir Dengan Pertengkaran
17 Bab 17. Terlanjur Babak Belur
18 Bab 18. Kesempatan Diwaktu Yang Tepat
19 Bab 19. Hukuman Menanti
20 Bab 20. Bicara Dari Hati Ke Hati
21 Bab 21. Tidak Akan Menyerah Terhadapmu!
22 Bab 22. Babysitter Untuk Nathan
23 Bab 23. Salah Sasaran
24 Bab 24. Hampir Saja
25 Bab 25. Target Utamanya Adalah Zhea!
26 Bab 26. Tidak Terima Kegagalan
27 Bab 27. Rivalku, Grandpa Dan Daddy-ku Sendiri!
28 Bab 28. Membangunkan Iblis Xavier
29 Bab 29. Rencana Untuk Memastikan
30 Bab 30. Saling Menyusun Rencana
31 Bab 31. Wajah Asli Giselle
32 Bab 32. Pagi Yang Cerah, Suasana Hati Yang Mendung
33 Bab 33. Hanya Milikku
34 Bab 34. Sejak Awal Sudah Mengetahuinya
35 Bab 35. Bujuk Rayu Giselle
36 Bab 36. Hati Yang Mulai Goyah
37 Bab 37. Jika Zhea Sudah Beraksi!
38 Bab 38. Jika Zhea Sudah Beraksi Part. 2
39 Bab 39. Jika Zhea Sudah Beraksi Part.3
40 Bab 40. Senjata Makan Tuan
41 Bab 41. Perjuangan Thalia Membantu Sahabatnya
42 Bab 42. Semua Mulai Mencari Tahu
43 Bab 43. Hampir Saja Ketahuan
44 Bab 44. Misi Berjalan Sukses
45 Bab 45. Ditemukannya Ruangan Rahasia
46 Bab 46. Mendapatkan Kartu As
47 Bab 47. Kebusukan Giselle Mulai Terbongkar
48 Bab 48. Terbongkar Sudah
49 Bab 49. Akhirnya Nathan Mengetahui Semuanya
50 Bab 50. Amukan Kemarahan Giselle
51 Bab 51. Awal Pertarungan Sesungguhnya
52 Bab 52. Pengawal Untuk Zhea
53 Bab 53. Masih Ada Rahasia
54 Bab 54. Rahasia Yang Disembunyikan
55 Bab 55. Dibalik Keputusan Mengejutkan
56 Bab 56. Rencana Misterius Zhea
57 Bab 57. Malam Sebelum Pertunangan
58 Bab 58. Hari Yang Ditunggu
59 Bab 59. Kelicikan Giselle
60 Bab 60. Ternyata Lebih Licik Zhea
61 Bab 61. Benar-Benar Menggila
62 Bab 62. Tujuan Utama Zhea
63 Bab 63. Kematian Mengenaskan Dario
64 Bab 64. Bukan Hari Pertunangan Ataupun Pernikahan
65 Bab 65. Tapi Hari Kematian Kita
66 Bab 66. Menggilanya Ayah Dan Putrinya
67 Bab 67. Menggilanya Ayah Dan Putrinya Part. 2
68 Bab 68. Sejak Awal Milikku
69 Bab 69. Beruntung Bukan Luka Berbahaya
70 Bab 70. Kabar Perjodohan
71 Bab 71. Akhirnya Kembali Bertemu
72 Bab 72. Sama-Sama Tidak Jujur
73 Bab 73. Kegundahan Hati
74 Bab 74. Akhirnya Rayden Turun Tangan
75 Bab 75. Cemburu Tapi Gengsi
76 Bab 76. Kesalahpahaman
77 Bab 77. Hadiah Yang Di Tolak
78 Bab 78. Kejutan Di Hari Ulang Tahun
79 Bab 79. Dilarang Mengacau Ataupun Kabur?
80 Bab 80. Persiapan Pernikahan Atau Persiapan Melepaskan?
81 Bab 81. Pengakuan Cinta Kayla
82 Bab 82. Pembatalan Pernikahan
83 Bab 83. Fakta Yang Sangat Mengejutkan
84 84. Keputusan Nathan
85 Bab 85. Akhir Yang Ditunggu Zhea
86 Bab 86. Pasangan Jahil
87 Bab 87. Pernikahan Alexei Dan Luna
88 Bab 88. Buket Bunga Pengantin
89 Bab 89. Dibalik Kedatangan Jamie
90 Bab 90. Happy Ending
Episodes

Updated 90 Episodes

1
Bab 01. Hati Yang Patah
2
Bab 02. Tidak Akan Pernah Menyerah
3
Bab 03. Langsung Lamar Dong!
4
Bab 04. Meminta Dijodohkan
5
Bab 05. Haruskah Menyerah?
6
Bab 06. Rundingan Para Orang Tua
7
Bab 07. Mengusulkan Jalan Tengah
8
Bab 08. Persetujuan Yang Dipaksakan
9
Bab 09. Rencana Penolakan
10
Bab 10. Rencana Memikat
11
Bab 11. Perubahan Sikap Nathan
12
Bab 12. Kepercayaan Diri Zhea
13
Bab 13. Menjadi Orang Ketiga Yang Diutamakan
14
Bab 14. Apakah Sudah Menyerah?
15
Bab 15. Dimulainya Kesalahpahaman
16
Bab 16. Berakhir Dengan Pertengkaran
17
Bab 17. Terlanjur Babak Belur
18
Bab 18. Kesempatan Diwaktu Yang Tepat
19
Bab 19. Hukuman Menanti
20
Bab 20. Bicara Dari Hati Ke Hati
21
Bab 21. Tidak Akan Menyerah Terhadapmu!
22
Bab 22. Babysitter Untuk Nathan
23
Bab 23. Salah Sasaran
24
Bab 24. Hampir Saja
25
Bab 25. Target Utamanya Adalah Zhea!
26
Bab 26. Tidak Terima Kegagalan
27
Bab 27. Rivalku, Grandpa Dan Daddy-ku Sendiri!
28
Bab 28. Membangunkan Iblis Xavier
29
Bab 29. Rencana Untuk Memastikan
30
Bab 30. Saling Menyusun Rencana
31
Bab 31. Wajah Asli Giselle
32
Bab 32. Pagi Yang Cerah, Suasana Hati Yang Mendung
33
Bab 33. Hanya Milikku
34
Bab 34. Sejak Awal Sudah Mengetahuinya
35
Bab 35. Bujuk Rayu Giselle
36
Bab 36. Hati Yang Mulai Goyah
37
Bab 37. Jika Zhea Sudah Beraksi!
38
Bab 38. Jika Zhea Sudah Beraksi Part. 2
39
Bab 39. Jika Zhea Sudah Beraksi Part.3
40
Bab 40. Senjata Makan Tuan
41
Bab 41. Perjuangan Thalia Membantu Sahabatnya
42
Bab 42. Semua Mulai Mencari Tahu
43
Bab 43. Hampir Saja Ketahuan
44
Bab 44. Misi Berjalan Sukses
45
Bab 45. Ditemukannya Ruangan Rahasia
46
Bab 46. Mendapatkan Kartu As
47
Bab 47. Kebusukan Giselle Mulai Terbongkar
48
Bab 48. Terbongkar Sudah
49
Bab 49. Akhirnya Nathan Mengetahui Semuanya
50
Bab 50. Amukan Kemarahan Giselle
51
Bab 51. Awal Pertarungan Sesungguhnya
52
Bab 52. Pengawal Untuk Zhea
53
Bab 53. Masih Ada Rahasia
54
Bab 54. Rahasia Yang Disembunyikan
55
Bab 55. Dibalik Keputusan Mengejutkan
56
Bab 56. Rencana Misterius Zhea
57
Bab 57. Malam Sebelum Pertunangan
58
Bab 58. Hari Yang Ditunggu
59
Bab 59. Kelicikan Giselle
60
Bab 60. Ternyata Lebih Licik Zhea
61
Bab 61. Benar-Benar Menggila
62
Bab 62. Tujuan Utama Zhea
63
Bab 63. Kematian Mengenaskan Dario
64
Bab 64. Bukan Hari Pertunangan Ataupun Pernikahan
65
Bab 65. Tapi Hari Kematian Kita
66
Bab 66. Menggilanya Ayah Dan Putrinya
67
Bab 67. Menggilanya Ayah Dan Putrinya Part. 2
68
Bab 68. Sejak Awal Milikku
69
Bab 69. Beruntung Bukan Luka Berbahaya
70
Bab 70. Kabar Perjodohan
71
Bab 71. Akhirnya Kembali Bertemu
72
Bab 72. Sama-Sama Tidak Jujur
73
Bab 73. Kegundahan Hati
74
Bab 74. Akhirnya Rayden Turun Tangan
75
Bab 75. Cemburu Tapi Gengsi
76
Bab 76. Kesalahpahaman
77
Bab 77. Hadiah Yang Di Tolak
78
Bab 78. Kejutan Di Hari Ulang Tahun
79
Bab 79. Dilarang Mengacau Ataupun Kabur?
80
Bab 80. Persiapan Pernikahan Atau Persiapan Melepaskan?
81
Bab 81. Pengakuan Cinta Kayla
82
Bab 82. Pembatalan Pernikahan
83
Bab 83. Fakta Yang Sangat Mengejutkan
84
84. Keputusan Nathan
85
Bab 85. Akhir Yang Ditunggu Zhea
86
Bab 86. Pasangan Jahil
87
Bab 87. Pernikahan Alexei Dan Luna
88
Bab 88. Buket Bunga Pengantin
89
Bab 89. Dibalik Kedatangan Jamie
90
Bab 90. Happy Ending

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!